You are on page 1of 2

ANAK YANG BERTAHAN HIDUP

Judul buku Judul asli Pengarang Penerjemah Penerbit Tahun terbit Tebal : Harry Potter dan Batu Bertuah : Harry Potter and The Sorcerer Stone : J.K. Rowling : Listiani Srisani : PT Gramedia Pustaka Utama : 2000 : 384 halaman

oanne Kathleen Rowling lahir di Chipping Sodbury, Inggris, pada 31 Januari 1965 dari pasangan Peter dan Ann Rowling. Sejak usia 6 tahun, Ia sudah menulis cerpen dan berkhayal untuk menerbitkannya. Ia merupakan lulusan Universitas Exeter, Ia pernah menjadi guru Bahasa Inggris di Portugal. Kemudian menikah dengan wartawan Portugis pada 1990. Pada 1993 Ia melahirkan anak pertamanya yang bernama Jessica. Kemudian, Ia bercerai dengan suaminya, lalu kembali ke Inggris. Saat itulah ia mengalami kesulitan dalam menghidupi dirinya dan anaknya. Pada 1990, saat Ia menunggu kereta yang terlambat selama 4 jam, Ia menemukan ide untuk menulis buku tentang penyihir, yang berjudul Harry Potter and the Sorcerer Stone. Disusul 6 seri Harry Potter lainnya. Buku-buku tersebut menjadi buku best-seller dan dibuat film. Buku Harry Potter juga mendapat berbagai penghargaan. Tiga buku seri Harry Potter menyabet Smarties Book Price tiga kali berturut-turut, akhirnya J. K. Rowling menarik diri dan memberi kesempatan orang lain. Saat ini kekayaan J. K. Rowling melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Harry berhasil selamat dari pembunuhan yang akan dilakukan musuh orang tuanya, Lord Voldemort. Padahal umurnya baru 1 tahun. Harry tinggal di rumah paman dan bibinya di Privet Drive no. 13 selama 11 tahun. Namun selama itu Harry belum pernah diperlakukan layak oleh paman dan bibinya. Mereka punya anak bernama Dudley yang super duper besar. Dudley pun sama seperti kedua orang tuanya. Hingga suatu hari, kejadian ajaib mendatanginya. Seorang manusia setengah raksasa tiba-tiba mendatanginya dan mengatakan bahwa Harry seorang penyihir. Segera saja paman dan bibinya kaget bukan main. Bagaimana mungkin rahasia yang mereka jaga selama 11 tahun terungkap begitu saja kalau Harry Potter adalah seorang penyihir. Hingga akhirnya, Harry dibawa oleh manusia setengah raksasa tersebut dan diperkenalkan dengan sebuah sekolah sihir bernama Hogwarts dan segala komunitas sihir yang selama ini bersembunyi. Dari sini petualangan Harry Potter Anak yang Bertahan Hidup dimulai. Di tahun pertamanya di Hogwarts, Harry telah banyak dikenal. Ia juga selain berbakat sihir, juga bakat mengendarai sapu terbang sehingga ia dipilih menjadi seorang seeker di sebuah olahraga bernama Quidditch. Selain itu Harry punya 2 orang sahabat, Ronald Weasley dan Hermione Granger. Ron seorang yang konyol dan lucu. Sedangkan Hermione memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk seusianya. Merekalah yang membantu Harry Potter dalam petualangannya.

Harry di akhir tahun ajaran pertamanya, berhasil tahu bahwa ada seseorang yang ingin mencuri batu bertuah, yang disembunyikan di Hogwarts. Air yang dihasilkan batu itu bisa membuat peminumnya berumur panjang. Itulah yang diincar Voldemort, musuh yang telah membunuh kedua orang tua Harry. Namun, Harry, Ron dan Hermione bisa menggagalkan rencananya. Harry nyaris saja kehilangan jiwanya ketika tiba-tiba bekas lukanya begitu sakit saat berhadapan dengan Voldemort yang merasuki tubuh Quirrel. Harry nyaris tak tertolong jika saja Dumbledore, kepala sekolahnya, tidak datang disaat yang tepat.

JK Rowling menggambarkan kemurnian persahabatan dan pertualangan yang fenomenal dari ketiga tokoh Hermione Granger, Ron Weasley, dan Harry Potter. JK Rowling mampu mengajak pembaca kisahnya seolah-olah berada di dunia sihir, larut dalam emosi yang mereka rasakan, dan mengalami juga hal-hal yang mereka alami. Namun lebih dari itu, JK Rowling juga menyelipkan sebuah pesan bahwa sebesar apapun kejahatan, kasih sayang lah yang sanggup mengalahkannya. Alur yang dicantumkan dalam novel ini sangat jelas digambarkan, karena si pengarang menceritakannya secara berurutan berdasarkan musim atau bulan yang membuat pembaca terbawa oleh jalan cerita. Latar atau setting tempat juga sangat jelas digambarkan Rowling, ia menuliskan latar dengan detail dan masuk akal, pembaca seolah-olah sedang berada dalam tempat yang sedang digambarkan itu. Dalam novel ini, sudut pandang Rowling adalah orang ketiga diluar cerita yang menguasai setiap adegan dalam novel. Cara bercerita yang Rowling gunakan bergaya bahasa sederhana namun lugas, padat, dan berisi sehingga pembaca tidak mudah bosan dengan bacaan. Namun dalam novel Harry Potter dan batu bertuah ini masih terdapat istilah-istilah yang seringkali lambat untuk dimengerti, contohnya Order of Merlin, Knut, Sickle, Galleon, Prefek, Grindelwald, asphodel, wormwood, bezoar, aconite, Quidditch, Seeker, Tarsah, dan lain-lain. Cerita dalam novel ini berdasarkan atas 95% imajinasi dan 5% kenyataan yang berarti sama sekali bukan imajinasi Rowling. Dari novel ini kita dapat memetik amanat, yaitu kita tidak boleh cepat curiga terhadap seseorang karena penampilan luarnya saja. Novel ini memaparkan contoh rasa persahabatan yang besar dan juga kegigihan dalam mencapai tujuan bagi si pembaca, sehingga si pembaca dapat memperoleh hal positif ketika membaca novel ini.

JK Rowling memang telah berhasil membuat anak-anak bahkan orang dewasa mengidentifikasi diri dengan Potter, sang tokoh utama dalam serial Harry Potter. Selain itu, JK Rowling menunjukkan bahwa sastra adalah bacaan yang bisa menembus berbagai lapisan pembaca dari segala usia, kelompok ras, dan latar belakang pendidikan dengan membawa mereka ke sebuah dunia yang hidup di Alam Imajinasi.

ANJAR NUR AFIFAH XI IPA 6