You are on page 1of 2

(Prof. dr.

Gontar Alamsyah Siregar, SpPD-KGEH) NIP 19540220 198011 1 001 ABSTRAK Pemutih kulit merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mencerahkan atau merubah warna kulit yang tidak di inginkan. Kesehatan kulit mencerminkan keadaan atau kondisi kulit yang sehat atau terbebas dari penyakit. Kosmetik pemutih wajah dapat memberikan dampak positif pada kulit yaitu kulit menjadi putih bersih dan bersinar, tetapi penggunaannya yang berlebihan juga dapat menyebabkan dampak negatif seperti bercak-bercak/noda-noda hitam, toksisitas yang tinggi terhadap organ tubuh seperti ginjal, syaraf dan alergi, juga kanker kulit, serta kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan responden tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah wanita usia berusia 25-45 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Jumlah sampel minimal adalah sebanyak 90 orang. Penarikan sampel menggunakan non probability sampling, dengan teknik consecutive sampling. Pengetahuan responden tentang kosmetik pemutih diukur melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pengetahuan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori pengetahuan, yaitu pengetahuan baik, pengetahuan sedang dan pengetahuan kurang. Berdasarkan hasil penelitian dari 90 orang responden, 44 orang memiliki pengetahuan baik dan 46 orang memiliki pengetahuan sedang tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu-ibu (responden) tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit adalah sedang. Hal ini karena tidak diiringinya perkembangan sistem komunikasi dan informasi baik melalui buku, media masa, maupun media elektronik dengan pengetahuan serta pemahaman responden yang baik dan benar secara menyeluruh tentang kosmetik dan kosmetik pemutih, serta dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan. Bagi penelitian selanjutnya perlu dinilai sikap dan perilaku. Kata kunci : pengetahuan, dampak, kosmetik pemutih, kesehatan kulit.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT Whitening is an ingredient used for brightened or changed the color of the skin. Skin health is reflected circumstances for healthy skin conditions or free from disease. Whitening cosmetic can have a positive impact on the skin like skin become white, clean and shining, but excessive used also caused negative effects such as black spot and high toxicity to organs such as kidney, nerve, and allergies also skin cancer, even death. This study aims to find a picture respondent knowledge about the impact of use whitening cosmetic on skin health. This research used descriptive methods. The study population was women aged 25-45 years old who live in Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. The samples number achieved at least 90 people. Sampling technique using by non-probability technique, with consecutive sampling. Measured of respondents knowledge about whitening cosmetics are by interviews, used a structured questionnaire. Knowledge grouped into three categories is good knowledge, moderate knowledge and poor knowledge. Based on research results from 90 respondents, 44 people had good knowledge and 46 people were moderate knowledge about the impact of use whitening cosmetic on skin health. The conclusion from this research is respondents knowledge level about the of use whitening cosmetic on skin health are moderate. Because development of communication systems and information through books, media, and electronic media isnt followed by good and right respondents whole knowledge and understanding about cosmetics and whitening cosmetics, and the impact of use whitening cosmetic on skin health. For further research needs to be assessed attitudes and behavior. Key words: knowledge, impact, whitening cosmetic, skin health.

Universitas Sumatera Utara