You are on page 1of 4

Gangguan Gambaran Diri

Berhubungan dengan: Perceptual kognitif Psikososial Perubahan kemampuan untuk melakukan tugas umum Peningkatan penggunaan energy, ketidakseimbangan mobilitas

Ditandai dengan: Respons verbal terhadap perubahan struktur atau fungsi dari bagian tubuh yang sakit. Bicara negative tentang diri sendiri, focus pada kekuatan/fungsi masa lalu, dan penampilan. Perubahan gaya hidup/kemampuan fisik untuk mealnjutkan peran, kehilangan pekerjaan, dan ketergantungan pada orang terdekat. Perubahan pada keterlibatan sosial, rasa terisolasi. Perasaan tidak berdaya, putus asa.

Kriteria hasil/kriteria evaluasi: Mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan gaya hidup, dan kemungkinan keterbatasan. Menerima perubahan tubuh dan mengintegrasikan ke dalam konsep diri. Menyusun tujuan/rencana realitas untuk masa depan. Mengembangkan keterampilan perawatan diri agar dapat berfungsi dalam masyarakat.

Tindakan keperawatan: Tindakan/intervensi Mandiri: 1. Dorong pengungkapan mengenai proses penyakit dan harapan masa depan. Memeberikan kesempatan mengidentifikasi rasa takut/kesalahan konsep dan menghadapi secara langsung. 2. Diskusikan arti kehilangan/perubahan pada klien. Memastikan bagaimana pandangan pribadi klien dalam Mengidentifikasi bagaimana penyakit mempengaruhi persepsi diri dan interaksi dengan orang lain, menentukan kebutuhan Rasional

mengfungsikan gaya hidup sehari-hari. 3. Diskusikan persepi klien mengenai bagaimana keluarga menerima keterbatasan. 4. Bantu klien mengekspresikan perasaan kehilangan. 5. Akui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, dan ketergantungan.

akan konseling lanjut. Isyarat verbal atau nonverbal keluarga berpengaruh pada bagaimana klien memandang dirinya. Untuk mendapat dukungan proses berkabung yang adaptif. Nyeri konstan akan melelahkan, dan menimbulakan perasaan marah serta permusuhan.

6. Perhatikan perilaku menarik diri, penggunaan menyangkal/terlalu memperhatikan tubuh. 7. Bantu klien mengidentifikasi perilaku positif yang membantu koping. 8. Ikutkan klien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadawal aktivitas.

Menunjukkan emosional/metode koping maladaptive sehingga membutuhkan intervensi lebih lanjut/dukungan psikologis. Membantu mempertahankan kontrol diri dan meniongkatkan harga diri. Meningkatkan perasaan kompetisi atau harga diri, mendorong kemandirian, dan partisipasi terapi.

9. Bantu dengan kabutuhan perawatan yang diperlukan. 10. Berikan bantuan positif.

Mempertahankan penampilan yang meningkatkan citra diri. Memungkinkan klien merasa senang terhadap didirnya; menguatkan perilaku positif; serta meningkatkan percaya diri.

11. Berikan penguatan positif terhadap pemecahan masalah yang konstruktif. Kolaborasi: 12. Rujuk pada konseling psikiatri (misal, perawat spesialis psikiatri, psikolog, pekerja sosial). 13. Berikan obat sesuai indikasi (misal, antiansietas).

Memberikan penekanan pada perilaku adaptif.

Klien/keluarga membutuhkan dukungan selama berhadapan dengan proses jangka panjang. Dibutuhkan saat munculnya depresi hebat sampai klien dapat menggunakan kemampuan

koping efektif.

Kurang Perawatan Diri


Berhubungan dengan: Kerusakan musculoskeletal, penurunan kekuatan, daya tahan, dan nyeri pada waktu bergerak. Depresi. Pembatasan aktivitas.

Ditandai dengan: Ketidakmampuan mengatur aktivitas kehidupan sehari-hari (makan, mandi, berpakaian, dan elminasi).

Kriteria hasil/kriteria evaluasi: Melaksanakan aktivitas perawatan diri pada tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual. Mendemonstrasikan perubahan teknik atau gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri. Mengidentifikasi sumber pribadi atau komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.

Tindakan keperawatan: Tindakan/intervensi Mandiri: 1. Diskusikan tingkat fungsi umum (0-4) sebelum timbul penyakit. 2. Kaji respons emosional klien terhadap kemampuan merawat diri yang menurun dan beri dukungan emosional. Melanjutkan akativitas dengan beradaptasi pada keterbatasan saat ini. Perubahan kemapuan merawat diri dapat membangkitkan perasaan cemas dan frustasi, dimana dapat mengganggu kemampuan lebih lanjut. 3. Pertahankan mobilitas, kontrol terhadap Mendukung kemandirian fisik atau emosional. Rasional

nyeri dan program latihan. 4. Kaji hambatan terhadap partisipasi dalam perawatan diri. Identifikasi modifikasi lingkungan. 5. Beri dorongan agar berpartisipasi dalam merawat diri. Aktivitas yang terjadwal memungkinkan waktu untuk merawat diri. 6. Biarkan klien mengontrol lingkungan sebanyak mungkin, bantu klien hanya jika diminta. 7. Jelaskan berapa lama kemampuan merawat diri yang menurun diharapkan untuk bertahan, jika diketahui. Kolaborasi: 8. Konsultasi dengan ahli terapi okupasi. Menentukan alat bantu memenuhi kebutuhan individu Memberi kesempatan mengontrol dapat meningkatkan harga diri dan perawatan diri klien. Dapat mengurangi ketakutan akan ketergantungan jangka panjang atau permanen. Partisipasi klien dalam merawat diri meningkatkan harga diri dan menurunkan perasaan ketergantungan. Meningkatkan kemandirian yang akan meningkatkan harga diri.