You are on page 1of 2

ABSTRACT MUSLIM LOBUBUN.

The Legal Existence of Customary Land Rights and the Land Regristration in Post-Special Autonomy Time in Biak Numfor Regency (Supervised by Abrar Saleng and Andi Suriyaman Mustari Pide) This study aims to find out: (1) the norms or rules of law regarding the legal status of customary land rights, and the land registration; (2) the legal implementation of customary land rights, and the land registration; and (3) the culture of the community in understanding the customary land rights, and the land registration in post-special autonomy time in the form of legal awareness. The research was conducted in the province of Papua, especially in Biak Numfor regency. The data were collected through interviews, and analyzed by using the qualitative descriptive analysis. The results of this study reveal that basically, land tenure is still dominated by the government so that people's basic rights on the land cannot be completely utilized yet, while the post-special autonomy condition has a big influence on people's desire for the return of the land rights. Indigenous Papuans start to control and dominate the land, which really influences the registration of the land in obtaining certificate as the evidence of right. This is also to get protection on land ownership right. This phenomenon indicates that the legal guarantee and land registration law intended to provide legal certainty of land ownership right has, basically, not been realized according to the Basic Agrarian Law Number 5 of 1960 about the Basic Regulation of Agrarian Affairs, the Government Regulation Number 24 of 1997 about Land Registration, and the Regulation Number 21 of 2001 about Special Autonomy for Papua Province, particularly in terms of realizing the legal certainty of land ownership rights, and providing legal protection and certainty.

ABSTRAK MUSLIM LOBUBUN. Eksistensi Hukum Hak Atas Tanah Adat dan Pendaftarannya Pasca Otonomi Khusus Papua di Kabupaten Biak Numfor (dibimbing oleh Abrar Saleng dan Andi Suriyaman Mustari Pide) Penelitian ini bertujuan mengetahui : 1) norma atau kaidah hukum tentang kedudukan hukum hak atas tanah adat, dan pendaftarannya, 2) implementasi hukum hak atas tanah adat dan pendaftarannya di Kabupaten Biak Numfor, 3) kultur masyarakat dalam memahami hukum hak atas tanah adat dan pendaftarannya pasca Otonomi Khusus Papua yang berupa kesadaran hukum. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor. Pengumuplan data dilakukan melalui metode wawancara, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksistensi Hukum Hak Atas Tanah Adat dan Pendaftarannya Pasca Otonomi khusus Papua di Kabupaten Biak Numfor pada hakekatnya penguasaan tanah masih didominasi oleh pemerintah sehingga hak-hak dasar masyarakat atas tanah tersebut belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya, sedangkan pasca otonomi khusus yang berlaku saat ini sangat berdampak pada keinginan masyarakat agar hak-hak atas tanah terdahulu dikembalikan, sehingga tanah sudah mulai dikuasai dan didominasi oleh masyarakat asli Papua sendiri. Dampak dari hal tersebut sangat mempengaruhi pendaftaran tanah untuk memperoleh sertifikat sebagai bukti hak, juga untuk mendapatkan perlindungan atas hak-hak kepemilikan tanah. Fenomena ini menunjukkan bahwa jaminan hukum dan kebijakan pendaftaran tanah yang bertujuan memberikan kepastian hukum hak milik atas tanah pada dasarnya masih belum terwujud sebagaimana yang telah diamanahkan dalam Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dan Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, khususnya dalam hal mewujudkan kepastian hukum hak milik atas tanah serta memberikan perlindungan dan kepastian hukum.