You are on page 1of 16

Arthropoda adalah hewan bilateral simetris tersegmentasi dengan pelengkap pasangan dan biasanya bersendi, pada beberapa atau

semua segmen tubuh, dengan cakar chitinous. Spallanzani 1776 Arthropods are bilaterally symmetrical segmented animals with paired and usually jointed appendages, on some or all of the body segments, with chitinous claws. Spallanzani 1776

CIRI-CIRI UMUM 1. Ciri-ciri Umum Phylum Arthropoda Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu: a) b) c) d) Crustacea atau Udang-udangan Insecta atau serangga (Hexapoda) Myriapoda atau lipan (kaki seribu) Arachnida atau labah-labah

Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut: 1) Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks). 2) 3) 4) Bentuk tubuh simetris bilateral Rangka luar keras tersusun atas zat kitin Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas

5) System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka 6) Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paruparu buku) 7) Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus

8) Sistem reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis)

9)

System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena

10) Hidupnya di darat, air tawar dan laut. KLASIFIKASI PHYLUM ARTHROPODA 1. A. Crustacea atau Udang-udangan a) Ciri-ciri Crustacea

1) Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak sebagai berikut:


Tiga pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang maksila petama, dan satu pasang maksila kedua. Dua pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua)

2) Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah kapilar 3) Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya 4) Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina 5) Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya 6) Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen. b) Klasifikasi / Sistematika

Kelas CRUSTACEA terbagi atas 2 subkelas yaitu: 1)


Subkelas Malacostrata(udang tingkat tinggi) yang memiliki ciri-ciri sebagai brikut: Tubuhya terdiri atas cephalothoraks Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang menetas menjadi larva yang disebut Nauplius Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu halus Hewan ini tidak berwarna.

1. Klasifikasi Malacostrata Subkelas Malacostrata dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut: v


Ordo Isopoda Pada umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar dan darat Ada beberapa diantaranya yang menggerek kayu Ordo Stomatopoda

Hidupnya di laut Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya seperti belalang sembah Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang merupakan rangka luar Warna tubuhnya menyolok Ordo Decapoda

Anggotanya meliputi udang, kepiting, dan ketam Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya berubah fungsi menjadi rahang Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki sepuluh Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh kaparaks.

Contoh :

Cabarus sp (udang air tawar) Panulirus sp (udang laut lobster) Penacus sp (udang windu / udang air payau) Subkelas Entomostraca (udang tingkat rendah) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

2)

Merupakan mikroorganisme Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas Hewan ini tidak memiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

b) Klasifikasi Entomostraca Subkelas Entomostraca dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut: v Ordo Branciopoda

Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.

Contoh:

Daphnia Pulex (kutu air) Lepidurus Notostraca Estheria Conthrostraca

Ordo Ostracoda

Hidupnya di air laut dan air tawar Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton

Ordo Copepoda

Merupakan ordo terbesar di Enromostraca Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton

Ordo Cirripedia

Hidupnya di laut Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat System Organ Crustacea

c)

v System pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh v System pencernaan terdiri atas 3 bagian yaitu: tembolok untuk menampung makanan, lambung otot (ampela), dan lambung kelenjar. v Sistem reproduksinya diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia. d) Habitat

Hewan ini sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai. Di laut hewan ini hidup mulai dari pantai hingga laut dalam. Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat. e) Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia

Berbagai Crustacea menguntungkan bagi manusia dalam beberapa bidang seperti berikut ini:

Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misalnya udang, lobster, dan kepiting. Bidang Ekologi; Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda, dan Copepoda.

Selain menguntugkan, ada beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:


Merusak lambung kapal (perahu), misalnya anggota Isopoda. Parasit pada ikan, kura-kura, dan sebagainya misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda. Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya ketam.

1. B. Insecta atau Serangga Anggotanya sangat besar dan bervariasi sehingga dipelajari dalam cabang ilmu biologi tersendiri yang disebut Entomologi (entomos = serangga, logos = ilmu), yaitu ilmu yang mempelajari tentang serangga. a) Ciri-ciri Insecta

1) Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut. 2) Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada yang beberapa sentimeter panjangnya. 3) 4)

Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut). Pada kepalanya terdapat: Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi ada yang bermata tunggal Sepasang antena sebagai alat peraba Empat pasang alat mulut dan mempunyai empat bentuk mulut, yaitu:

Alat mulut menggigit pada semut Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah Alat mulut mengisap pada kupu-kupu Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk 5)

Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu: Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan. Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun dua sayap.

6)

7) Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan anus. Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot. 8) 9) Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan telur. Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum untuk mendengar

10) Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh darah. 11) System saraf tangga tali 12) Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju kedewasaan) sebagai berikut:

Metamorfosis sempurna larva kepompong (pupa) imago (dewasa).

Telur

Contoh: kupu-kupu, lalat, dan tawon.

Metamorfosis tidak sempurna larva nimfa imago

Telur

Contoh: jangkrik, lipas, dan belalang.

Tidak mengalami metamorfosis imago (dewasa)

Telur

Contoh: Lepisma (kutu buku) b) Klasifikasi / Sistematika

Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas sebagai berikut: 1)


Subkelas Apterygota yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap Tidak mengalami metamorfosis Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas.

1. Klasifikasi Apterygota Subkelas kelas Apterygota dibagi menjadi 2 ordo sebagai berikut: v Thysaruna, yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang.

Contoh:

Lepisma Saccharina (kutu buku) o Mempunyai kemampuan merusak buku dan pakaian yang dikanji o Menghasilkan enzim selulosa yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana.

Collembola

Hidup di tanah terutama di hutan yang lembab Antenanya berbuku-buku Abdomen belakang berbentuk seperti garpu dan berfungsi untuk meloncat. Subkelas Pterygota

2)

ordo odonata : mempunya dua pasang sayap yang tidak dapat dilipat. Tipe mulut mengunyah atau menggigit. Termasuk golongan hemimetabola ordo orthoteptera : mempunyai sayap lurus, tipe mulut mengunyah, metamorfosis tidak sempurna, struktur tubuh terdiri dari kepala, dada, perut, kaki dan mulut. contoh : kecoa, belalang, jangkrik

ordo isoptera / archiptera : memiliki sayap yang sama, tipe mulut mengunyah. contoh serangga ini adalah laron. Laron adalah fase imago. Ada 2 generasi, yaitu generasi fertil (laron) dan generasi steril (rayap) ordo hemiptera : memiliki 2 pasang sayap tak sama, tipe mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis tak sempurna. contoh : kutu busuk (Cimex rotundus) ordo homoptera : memiliki 2 pasang sayap sama pada bagian depan dan belakang, tiep mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis yak sempurna. contoh : kutu daun (Aphis medicaginis) orco coleoptera : memiliki sayap depan belakang halus dan tebal (sayap perisai), tipe mulut menggigit, metamorfosis tak sempurna. contoh : kumbang tanduk, kepik air, kepik emas ordo lepidoptera : memiliki 2 pasang sayap warna-warni, tipe mulut mengisap, metamorfosis sempurna. contoh : kupu-kupu dan ngengat ordo diptera : memiliki dua sayap tipis, tipe mulut menusuk dan menjilat, metamorfosis sempurna. contoh : lalat rumah (Musca domestica), nyamuk (Culex sp.) ordo siphonoptera : tidak memiliki sayap, tipe mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis sempurna. contoh : kutu anjing, kutu kucing (Clenocephalus felis), kutu tikus (Xenopsylla cheopsis) ordo hymenoptera : memiliki 2 pasang sayap tipis (himen), tipemulut menggigit, metamorfosis sempurna. contoh : lebah madu (Apis indica), tawon endas (Vespula maculata) c) System Organ Insecta

v System pernapasan pada serangga disebut system trakea. Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau spirakel. Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta melalui stigma. Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang sisi kiri dan kanan tubuh. v System pencernaannya dimulai dari mulut yang terdiri atas bibir atas dan bawah, rahang serta gigi. Dari mulut makanan masuk ke kerongkongan lalu ke tembolok. Dari tembolok makanan yang telah disimpan beberapa waktu masuk ke empedal yang berdinding gigi kitin. Selanjutnya makanan masuk ke lambung. Pada lambung terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim. Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh usus dan diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa. Sisa pencernaan sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya, dikeluarkan melalui anus. v System reproduksinya, kadang-kadang mengalami parthenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang berlangsung di tubuh larva. d) Habitat

Hewan ini sebagian besar hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Namun, jarang sekali hewan ini yang hidup di air laut. e) Peranan Insecta Bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan Insecta yang menguntungkan, antara lain:

v Untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak = gana); serangga ini dapat diperoleh secara musiman. v v Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis melifera) Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori

v Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang dan lebah) v Di bidang Ekologi, Insecta merupakan rantai makanan yang sangat penting dari berbagai konsumen v Berbagai Insecta tanah berperan sebagai traktor alami.

Beberapa peranan Insecta yang merugikan antara lain: v Sebagai penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera dan disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoa v Hama putih pada berbagai tanaman, misalnya oleh Pseudococcus cintri, Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota) v Parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk v Hama padi misalnya wereng dan walang sangit v Merusak tanaman budidaya, misalnya belalang, kumbang kelapa, sexava, dan berbagai jenis ulat v Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coloeoptera, misalnya kepik. 1. C. Myriapoda atau Kelabang a) Ciri-ciri Myriopoda

1) Tubuh terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks) 2) Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus) 3) Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit 4) Alat gerak pada kelompok hewan chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya. b) Klasifikasi / Sistematika

Myriapoda terdiri atas 2 subkelas, yaitu: 1) Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang beracun.

2) Subkelas Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


Mencakup berbagai macam lengkibang (luing) Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut. Habitat

c)

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. d) System Organ Myriapoda

v System pernapasannya berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya. v System pencernaan, saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan. v System reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar. e) Peranan Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia

Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. 1. D. Arachnida atau Labah-labah a) Ciri-ciri Arachnida

1) Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air 2) Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya 3) Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena 4) Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana

5) Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam pasang alat tambahan, yaitu:

Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang mangsanya Sepasang kelisera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya Empat pasang kaki untuk berjalan.

6) Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya 7) Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus. b) Klasifikasi / Sistematika

Arachnida terdiri atas 3 ordo, yaitu: 1) Scorpionida


Mencakup segala macam kala, seperti kalajengking, kala buku dan kala labah-labah Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil.

2) Arachnoida

Mencakup segala macam labah-labah Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk fungsi yang berlainan.

3) Acarina

Tubuhnya tidak berbuku-buku Mencakup caplak dan tungau Habitat

c)

Pada umumnya Arachnida hidup di darat. Namun, ada juga yang hidup dalam air. d) v System Organ Arachnida System pernapasan berupa paru-paru yang terletak di daerah perut depan.

v Sistem pencernaan dimulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses dan anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen. v System reproduksi, terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya (fertilasi internal). Hewan jantan dan hewan betina terpisah (diesis). Ada ovipar, ovovivipar, dan vivipar.

e)

Peranan Arachnida Bagi Kehidupan Manusia

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga, terutama serangga hama. Namun, hewan-hewan Arachnida lebih banyak merugikan manusia, terutama hewan-hewan Acarina, yaitu: v v v v Sarcoptes scabei, menyebabkan gatal atau kudis pada manusia Prosoptes equi, menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, dan kuda Otodectes cynotis, (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing Dermacentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Mountain.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ARTHROPODA


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Serangga Menurut Krebs (1978) ada 6 faktor yang saling berkait menentukan derajat naik turunnya keanekaragaman jenis, yaitu : 1. Waktu. Keragaman komunitas bertambah sejalan dengan waktu, berarti komunitas tua yang sudah lama berkembang, lebih banyak terdapat organisme dari pada komunitas muda yang belum berkembang. Dalam ekologi, waktu dapat berjalan lebih pendek atau hanya sampai puluhan generasi. Skala ekologis mencakup keadaan dimana jenis tertentu dapat bertahan dalam lingkungan tetapi belum cukup waktu untuk menyebar sampai ketempat tersebut. Keragaman jenis suatu komunitas bergantung pada kecepatan penambahan jenis melalui evolusi tetapi bergantung pula pada kecepatan hilang jenis melalui kepenuhan dan emigrasi. 2. Heterogenitas ruang. Semakin heterogen suatu lingkungan fisik semakin kompleks komunitas flora dan fauna di tempat tersebut dan semakin tinggi keragaman jenisnya. Faktor heterogenitas berlaku pada skala makro maupun mikro. 3. Kompetisi. Terjadi apabila sejumlah organisme (dari spesies yang sama atau yang

berbeda) menggunakan sumber yang sama ketersediaannya kurang, atau walaupun ketersediaan sumber tersebut cukup namun persaingan tetap terjadi juga bila organisme-organisme itu memanfaatkan sumber tersebut, yang satu menyerang yang lain atau sebaliknya. 4. Pemangsaan. Pemangsaan yang mempertahankan komunitas populasi dari jenis bersaing yang berbeda dibawah daya dukung masing-masing selalu memperbesar kemungkinan hidup berdampingan sehingga mempertinggi keragaman, apabila intensitas dari pemengsaan terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menurunkan keragaman jenis. 5. Kestabilan iklim. Makin stabil keadaan suhu, kelembaban, salinitas, pH dalam suatu lingkungan yang stabil lebih memungkinkan keberlangsungan evolusi. 6. Produktifitas merupakan syarat mutlak untuk keanekaragaman yang tinggi. Keenam faktor ini saling berinteraksi untuk menetapkan keanekaragaman jenis dalam komunitas yang berbeda. Keanekaragaman spesies sangatlah penting dalam menetukan batas kerusakan yang dilakukan terhadap sistem alam akibat turut campur tangan manusia (Michael, 1995).

Arachnida
Ordo Scorpionida kalajengking Ordo Arachnoida laba-laba

Ordo Acarina Caplak

Myriapoda Ordo Diplopoda Keluwing Ordo Chilopoda Kelabang

insecta subkelas Apterygota ordo Thysanura (kutu buku) kecoa (ordo orthoteptera) subkelas Pterygota

subkelas Pterygota Ordo homoptera (kutu daun)

subkelas Pterygota ordo coleoptera (kepik air)

SUBKELAS PTERYGOTA

Subkelas Malacostrata (CRUSTACEA) Ordo Stomatopoda udang laut lobster

ordo Lepidoptera KUPU-KUPU

(CRUSTACEA)

(CRUSTACEA)

Subkelas Malacostrata Ordo Isopoda udang air tawar

Subkelas Malacostrata ordo Decapoda udang windu/ udang air payau

(crustasea)

(crustacean)

Subkelas Entomostraca Ordo Branciopoda Daphnia Pulex (kutu air)

Subkelas Entomostraca Ordo ostracoda Cypris candida

(crustacea) Subkelas Entomostraca Ordo copepoda Argulus indicus

(crustacea) Subkelas Entomostraca Ordo Cirripedia Bernakel Sacculina