You are on page 1of 11

PETUNJUK EVOLUSI BERDASARKAN BUKTI ARTIFICIAL

Makalah

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Evolusi yang dibina oleh Dra. Umie Lestari, MSi Oleh: Kelompok 3 Suhar Kartika H M. Syamsul Arifin Ika Sukmawati 109341417197 109341417205 109341421811

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Evolusi mempelajari tentang proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menurut teori evolusi terjadi secara berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat (Widodo, 2003). Terjadinya evolusi ini dapat dibuktikan dengan adanya petunjuk evolusi, baik bukti fosil maupun bukti artificial. Petunjuk evolusi berdasarkan fosil adalah petunjuk yang mendukung teori evolusi karena dapat dibandingkan antara fosil terdahulu dengan makhluk hidup sekarang. Namun adakalanya petunjuk berdasarkan fosil meragukan karena biasanya tidak utuh dan banyak terjadi pemalsuan oleh beberapa pihak. Kemajuan IPTEK mendukung semakin berkembangnya pencarian bukti teori evolusi. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup. Selain dengan bukti fosil, evolusi dapat dibuktikan dengan adanya petunjuk artificial. Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial merupakan petunjuk hasil buatan manusia, yaitu petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui kerja laboratorium. Hasil dari penelitian berupa eksperimen ini lebih dapat diterima dan dipertanggungjawabkan kebenarannya. Adanya petunjuk artificial ini perlu dikaji lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran teori evolusi. Dengan demikian, penulis menyusun makalah dengan judul, Petunjuk Evolusi Berdasarkan Bukti Artificial.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apakah yang dimaksud dengan petunjuk evolusi berdasarkan bukti artifisial? 2. Apa sajakah bukti artificial yang menjadi petunjuk evolusi?
1.3

Tujuan Tujuan berdasarkan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui pengertian petunjuk evolusi berdasarkan bukti artifisial. 2. Untuk mengetahui bukti-bukti artificial yang menjadi petunjuk evolusi.

BAB II PEMBAHASAN Teori evolusi mempelajari tentang proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menurut teori evolusi terjadi secara berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat (Widodo, 2003). Petunjuk evolusi berdasarkan fosil adalah petunjuk yang mendukung teori evolusi karena dapat dibandingkan antara fosil terdahulu dengan makhluk hidup sekarang. Namun adakalanya petunjuk berdasarkan fosil meragukan karena biasanya tidak utuh dan banyak terjadi pemalsuan oleh beberapa pihak. Kemajuan IPTEK mendukung semakin berkembangnya pencarian bukti evolusi. Salah satunya adalah melalui pembuktian artificial. Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial merupakan petunjuk hasil buatan manusia, yaitu petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui kerja laboratorium. Di laboratorium, peneliti dapat mengkondisikan lingkungan dan mengontrol banyak variabel. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui bagaimana semua organisme dapat berbeda-beda satu sama lain. Hasil dari penelitian berupa eksperimen ini lebih dapat diterima dan dipertanggungjawabkan kebenarannya. Beberapa pembuktian teori evolusi melalui bukti artificial antara lain dengan: a. Anatomi perbandingan b. Organ yang mengalami rudimentasi c. Embriologi perbandingan d. Perbandingan fisiologi e. Petunjuk secara biokimia f. Petunjuk melalui artificial selection 2.1 Anatomi perbandingan Anatomi perbandingan adalah ilmu yang mempelajari mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup. Ilmu ini berkaitan erat dengan biologi evolusi dan filogeni (ilmu evolusi pada spesies-spesies). Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada berbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a.Homologi Petunjuk tentang adanya evolusi dapat dipelajari dari studi tentang struktur organ berbagai makhluk hidup yang memiliki kesamaan. Misalnya anggota tubuh yang dimiliki oleh vertebrata. Semua anggota gerak vertebrata berupa sepasang tangan, kaki, sayap. Anggota gerak tersebut memiliki jari, adanya tulang radius, dan ulna, dan sebagainya. Anggota gerak tersebut dimiliki oleh semua kelompok vertebrata. Kesamaan anggota gerak tidak hanya meliputi tulang, tetapi juga otot, saraf, persendian dan pembuluh darah. Semua kesamaan menunjukkan bahwa organ tersebut berasal dari struktur yang sama dan biasanya kita kenal dengan istilah homolog (Widodo, dkk. 2003).

Gambar strukur homolog alat gerak depan mamalia b.Analogi Anggota gerak depan cicak dan kadal untuk berjalan, sayap burung dan sayap kelelawar untuk terbang, keseluruhan anggota gerak tersebut homolog dengan kaki depan kuda atau tangan manusia. Berlainan hal nya dengan sayap serangga atau kaki udang. Struktur sayap burung dan sayap kelelawar berbeda dengan sayap serangga maupun kupu-kupu, meskipun fungsinya sama. Hal ini disebabkan karena asal-usul organ tersebut tidak sama. Kesamaan fungsi namun berbeda asalnya disebut analog (Widodo, dkk. 2003).

Gambar strukur analog sayap kupu-kupu, burung dan sayap kelelawar 2.2 Organ yang Mengalami Rudimentasi Rudimentasi organ merupakan petujuk adanya evolusi. Organ yang berguna pada suatu makhluk hidup, pada makhluk hidup lain kurang berfungsi. Contoh tulang ekor pada manusia kurang berfungsi, namun pada kelompok mamalia lain sangat berkembang dan berfungsi sebagai ekor (Widodo, dkk. 2003). Organ yang mengalami rudimentasi juga disebut dengan organ vestigial. Kata vestigial merujuk pada bagian anatomi hewan yang memiliki fungsi minimal ataupun sama sekali tidak berfungsi. Struktur yang tidak berfungsi ini merupakan sisa-sisa organ tubuh leluhur yang pernah berfungsi. Misalnya pada ikan paus, paus memiliki tulang vestigial yang tampak seperti sisa tulang kaki leluhur paus yang berjalan di daratan. Manusia juga memiliki struktur vestigial, contohnya tulang ekor, rambut badan (termasuk pula cutis anserina) (Anonim, 2012). 2.3 Embriologi perbandingan Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot menjadi blastula lalu gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh. Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi. Contoh adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.

Contoh informasi dari perbandingan pertumbuhan adalah adanya celah insang pada embrio vertebrata. Celah-celah insang pada ikan dewasa akan tumbuh menjadi insang, sedangkan pada reptilian, aves dan mamalia dewasa tidak tumbuh menjadi insang, kecuali pada beberapa amfibia, kesamaan juga diperlihatkan pada perkembangan embrio vertebrata. Ditunjukkan bahwa hampir semua embrio mempunyai struktur dasar yang sama. Hal ini dapat diterangkan dengan homologi. Meskipun semua vertebrata memiliki banyak ciri perkembangan embrio yang sama, tidak benar bahwa mamalia pertama-tama mengalami tahapan perkembangan ikan, kemudian tahapan amphibian dan seterusnya. Ontogeni dapat memberikan petunjuk untuk filogeni, tetapi penting untuk diingat bahwa semua tahapan perkembangan itu bisa berubah sepanjang proses rentetan proses evolusi yang panjang.

Gambar perkembangan embrio vertebrata 2.4 Perbandingan Fisiologi Perbandingan fisiologi membandingkan perbandingan kemiripan dalam hal faal berbagai makhluk hidup mulai dari mikroorganisme sampai manusia. Kesamaan faal atau proses fisiologis contohnya adalah proses respirasi semua organisme yang membutuhkan oksigen. Selain itu, pembentukan ATP dan kegunaannya dalam proses metabolisme relatif sama pada semua organisme.

Adanya kesamaan faal atau proses fisiologis organisme menunjukan kekerabatan antar organisme. 2.5 Petunjuk Secara Biokimia Hubungan evolusi diantara spesies dicerminkan dalam DNA dan proteinnya, dalam gen dan produk gennya. Jika dua spesies memiliki pustaka gen dan protein dengan urutan monomer yang sangat bersesuaian, urutan itu pasti disalin dari nenek moyang yang sama. Organisme yang secara taksonomi berbeda jauh, seperti manusia dan bakteri memiliki beberapa protein yang sama, misalnya sitokrom c, suatu protein yang terlibat dalam respirasi seluler pada semua spesies aerob. Mutasi telah menggantikan asam amino di beberapa tempat pada protein tersebut selama perjalanan panjang evolusi, tetapi molekul sitokrom c pada semua spesies sangat mirip dalam struktur dan fungsi. Tidak jauh berbeda, perbandingan jumlah asam amino yang berbeda dalam hemoglobin pada beberapa vertebrata memperkuat bukti-bukti paleontologi dan anatomi perbandingan mengenai hubungan evolusioner diantara spesies-spesien tersebut. Suatu kode genetik yang sama merupakan bukti yang tak terbantahkan mengenai fakta bahwa semua kehidupan saling berhubungan. Dengan demikian jelas, bahasa kode genetik telah diturunkan melalui semua cabang pohon kehidupan sejak permulaan munculnya kode genetik tersebut pada bentuk kehidupan yang lebih awal. Dengan demikian biologi molekuler telah menambahkan babak terbaru pada bukti-bukti bahwa evolusi adalah dasar kesatuan dan keanekaragaman kehidupan. 2.6 Petunjuk Melalui Artificial Selection Manusia telah memodifikasi spesies selama bergenerasi dengan cara memilih, dan melakukan breeding antar individu-individu yang memiliki sifat-sifat (trait) yang diharapkan. Proses ini disebut artificial selection. Sebagai akibatnya, tumbuhan dan hewan yang telah di-breeding seringkali tidak menyerupai hewan/ tumbuhan moyangnya. Salah satu contoh artificial selection adalah domestikasi (Campbell, 2009).

Domestikasi adalah pembudidayaan hewan atau tumbuhan liar sehingga bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia. Domestikasi terkadang dapat menghasilkan variasi baru atau spesies yang berbeda dengan induknya. Variasi yang terbentuk dari proses domestikasi menunjukan bahwa suatu organisme dapat berevolusi. Mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi. Contohnya penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda. Contoh lainnya adalah menyilangkan tanaman dengan variasi pada berbagai bagian tubuhnya, misalnya tumbuhan wild mustard dapat menghasilkan tanaman-tanaman yang memiliki ciri-ciri khusus yang sangat berbeda dengan tanaman aslinya (wild mustard) (Campbell, 2003).

Gambar Artificial selection pada tanaman wild mustard untuk menghasilkan tanaman-tanaman baru.

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial merupakan petunjuk hasil buatan manusia, yaitu petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui kerja laboratorium. Beberapa pembuktian teori evolusi melalui bukti artificial antara lain dengan: anatomi perbandingan, organ yang mengalami rudimentasi, embriologi perbandingan, perbandingan fisiologi, petunjuk secara biokimia, dan petunjuk melalui artificial selection. 3.2 Saran Dengan semakin berkembangnya IPTEK, maka upaya untuk mencari pembuktian evolusi dapat semakin berkembang sehingga perlu adanya tinjauan kembali tentang studi untuk mengungkap petunjuk adanya evolusi melalui bukti artifisial. Sehingga pembaca yang ingin mengkaji tentang topic ini dapat menambahkan informasi baru untuk mencapai kelengkapan informasi.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2012. Evolusi. (online) "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title= Pengenalan_evolusi&action=edit" Diakses tanggal 5 Februari 2012. Campbell, Neil A, et all. 2009. Biologi. Jakarta: Erlangga Widodo, dkk. 2003. Evolusi. Malang : Universitas Negeri Malang