You are on page 1of 10

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

Pengkajian

Menurut Doengoes (2000) pengkajian keperawatan terhadap klien hipertensi meliputi hal-hal berikut : Aktivitas dan istirahat termasuk: kelemahan, kelelahan, sesak napas, peningkatan frekuensi jantung, perubahan irama jantung. Sirkulasi mencakup: riwayat hipertensi, penyakit jantung koroner, episode palpitasi, peningkatan tekanan darah , takikardi, kadang-kadang terdengar suara jantung S2 di antara S3 dan S4. Integritas ego meliputi: kecemasan, depresi, euforia, mudah/cepat marah, ketegangan otot wajah, kecemasan, pernafasan haul, peningkatan pola bicara. Eliminasi meliputi: riwayat penyakit ginjal.

Intake makanan / cairan meliputi: preferensi makanan terutama yang mengandung garam tinggi, lemak tinggi, dan kolesterol, mual, muntah, perubahan berat badan, riwayat obat diuretik, adanya edema. Neuro-sensorik meliputi: keluhan sakit kepala, berdenyut, sakit kepala pada bagian sub-oksipital, kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan visual (diplopia, penglihatan kabur), epistaksis. Nyeri / ketidaknyamanan: termasuk nyeri intermiten pada tungkai, nyeri pada sub-oksipital, nyeri pada perut, sakit kepala parah, nyeri dada.

Pernapasan meliputi: sesak napas setelah aktivitas, batuk dengan atau tanpa dahak sianosis, riwayat merokok, penggunaan obat bantu pernapasan , suara nafas tambahan Keamanan meliputi: gangguan gaya berjalan, paresthesia, hipotensi postural. Faktor risiko keluarga adalah arteriosklerosis, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal.

Diagnosa Keperawatan
Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan penurunan suplai darah ke otak Data objektif : TD : 200/100 mmHg Data subjektif : Bapak A sering mengeluh sakit kepala dan sakit di tengkuknya

Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan Data objektif : Data subjektif : a) Klien pernah berobat ke puskesmas dengan gejala yang sama 4 bulan yang lalu, tetapi klien dan keluarganya tidak tahu kalau obat darah tingginya harus diminum secara rutin b) Kebiasaan Bapak A yang masih mengkonsumsi kopi susu dan merokok

Resiko managemen regimen terapeutik tidak efektif Data objektif : Data subjektif : Bapak A tidak meminum obat darah tingginya secara rutin

Intervensi Keperawatan
Diagnosa 1 : Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan penurunan suplai darah ke otak Tujuan umum : setelah dilakukan asuhan keperawatan gangguan perfusi jaringan dapat teratasi Tujuan khusus : klien menyatakan nyeri kepala berkurang dan tanda-tanda vital klien berada dalam batas normal Intervensi : Kaji faktor penyebab penurunan perfusi serebral dan potensial peningkatan tekanan intrakranial Pantau TTV setiap jam Kaji perubahan penglihatan : kabur, penurunan area pandang Beri tirah baring dan lingkungan yang nyaman Cegah mengejan saat BAB dan dan menahan nafas Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian oksigen (jika diperlukan)

Diagnosa 2 : Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan Tujuan umum : setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan klien dan keluarga dapat mengerti tentang penyakit hipertensi Tujuan khusus : klien dan keluarga dapat mengenal penyakit hipertensi dengan cara menjelaskan pengertian hipertensi, penyebab, tanda dan gejala, dan pencegahan. Intervensi : Mendiskusikan dan menjelaskan kepada keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan komplikasi Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit Diskusikan pilihan terapi atau penanganan Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second view dengan cara yang tepat atau diindikasikan Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat

Diagnosa 3 : Resiko managemen regimen terapeutik tidak efektif Tujuan umum : klien dan keluarga dapat mengintegrasikan pola dan program pengobatan yang harus diikuti ke dalam kehidupan sehari-hari Tujuan Khusus : Klien menunjukkan niat untuk mengikuti regimen yang ditentukan Klien menunjukkan kompetensi yang diperlukan Klien mengidentifikasi sumber daya yang tepat. Intervensi : Mengkaji upaya klien sebelum mengikuti regimen, meliputi pengkajian mengenai faktor- faktor negatif yang dapat mempengaruhi keberhasilan regimen, persepsi individu klien tentang masalah kesehatannya, kepercayaan diri klien terhadap kemampuannya melakukan aktivitas dalam mempertahankan status kesehatannya Libatkan klien dalam perencanaan regimen pengobatan Menginformasikan kepada klien tentang manfaat menjaga kepatuhan terhadap regimen pengobatan Sederhanakan regimen dan hilangkan kunjungan klinik yang tidak perlu