You are on page 1of 32

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Upaya pemerintah dalam mewujudkan kesehatan komunitas, salah satunya adalah dengan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam pokja-pokja kesehatan (Pokjakes) di tiap RW maupun RT. Dengan demikian diharapkan pelayanan kesehatan dapat menyentuh masyarakat bahkan dalam segmen yang paling kecil, yakni di tiap individu dalam keluarga. Untuk menyukseskan upaya tersebut, maka di RW IV Kelurahan Mulyorejo telah dibentuk pokja-pokja kesehatan yang bertanggung jawab pada kesehatan segmen komunitas tertentu, yakni KIA/KB, remaja, lansia dan AUS. Pokja-pokja tersebut merupakan perpanjangan tangan Puskesmas dalam menyukseskan program kesehatan komunitas. Selain pokja yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dalam masyarakat maka dibentuk sebuah organisasi karang taruna dimana anggotanya adalah para remaja yang mengkoordinasi semua kegiatan remaja di lingkungan tempat tinggalnya. Peran remaja masih sangat kurang di RW IV ini, tetapi pengembangan minat dan bakat perlu ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan aktivitas yang positif. Beberapa hal yang dapat menunjukkan kurangnya peran remaja tersebut seperti masih ditemukannya remaja yang cangkrukan, merokok, dll. Sementara itu, masih ada kegiatan warga yang membutuhkan kontribusi dari remaja seperti kerjasama dengan kader KIA KB dalam pembagian kapsul iodium dari puskesmas. Keaktifan pokja remaja dalam pelaksanaan program masih dirasa kurang, akibatnya banyak program kesehatan yang belum berjalan optimal. Hasil FGD ditemukan bahwa di wilayah RW IV sudah dibentuk karang taruna tetapi belum sepenuhnya bekerja secara optimal karena masing-masing anggota belum mengetahui job descriptionnya masing-masing. Sedangkan hasil RRA (Rural Rapid Assessement) dengan pengurus karang taruna RW IV menunjukkan bahwa kendala utama belum berjalannya program adalah dari segi financial. Hal ini dapat dilihat dari data awal yang kelompok kumpulkan dari hasil FGD remaja yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2011, didapatkan bahwa kegiatan remaja (Karang Taruna), hampir di seluruh RT di RW IV tidak berjalan dengan baik. Kegiatan hanya dilakukan momental untuk peringatan hari besar nasional, tidak memiliki program rutin organisasi dan pengurus yang aktif jumlahnya terbatas. Sebagian besar terkendala kesibukan masing-masing SDM yang ada dalam keanggotaan. Pengurus karang taruna melakukan kegiatan masih terfokus pada pembuatan acara besar tanpa memperhatikan kemampuan finansial / income. Penggalangan dana masih berasal dari uang kas karang taruna dan donatur. Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan upaya untuk mengaktifkan kembali program-program yang dulu pernah dilaksanakan namun saat ini terhenti. Upaya revitalisasi tersebut membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat. Keterlibatan kader

kesehatan, tokoh-tokoh masyarakat formal dan informal sangat diperlukan dalam setiap tahap pelayanan keperawatan secara terpadu dan menyeluruh, sehingga masyarakat benarbenar mampu dan mandiri dalam setiap upaya pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan (Effendi, 1998). Masyarakat diharapkan mampu menggali potensi internal dan sumber daya yang tersedia untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan komunitas. Untuk maksud tersebut, maka mahasiswa Praktik Profesi Keperawatan Komunitas yang saat ini berada di RW IV diharapkan mampu memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan revitalisasi pelayanan kesehatan komunitas. 1.2 Tujuan Kegiatan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah menyelesaikan Program Profesi Keperawatan Komunitas, mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan komunitas, keluarga dan gerontik pada setiap area pelayanan keperawatan di masyarakat dengan pendekatan proses keperawatan dan pengorganisasian komunitas. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah melakukan kegiatan Profesi Keperawatan Kesehatan Komunitas di Lingkungan RW IV Kelurahan Mulyorejo, mahasiswa mampu : 1. di RW 4. 2. 3. 4. Melakukan penapisan data dengan tepat sehingga dihasilkan analisis data Menentukan diagnosa keperawatan komunitas dan menetapkan prioritas Merencanakan tindakan keperawatan baik dalam kelompok kerja remaja yang sesuai dengan keperluan kesehatan remaja di RW 4. masalah keperawatan berdasarkan kriteria kesehatan remaja. maupun masyarakat sehingga individu/keluarga dan masyarakat mampu mengenal masalah kesehatan yang terjadi. 5. Menerapkan pendidikan kesehatan yang spesifik dan strategi pengorganisasian komunitas dalam mengadakan perubahan serta peningkatan kesehatan komunitas. 6. 7. 8. Melaksanakan perawatan kesehatan komunitas berdasarkan faktor resiko Mengkoordinasi sumber-sumber yang ada di komunitas untuk personal, sosial dan lingkungan dengan pendekatan lintas program dan lintas sektoral. menyelesaikan masalah keperawatan dan kesehatan yang ada di komunitas. Melaksanakan prinsip-prinsip kolaborasi, negosiasi dan kemitraan dalam masyarakat. Menerapkan strategi yang tepat dalam mengkaji masalah kesehatan remaja

9. 10. komunitas. 11.

Menerapkan proses penelitian dan pengetahuan penelitian untuk mencegah Mendemonstrasikan karakteristik peran profesional, berfikir kritis, belajar

penyakit dan meningkatkan kesehatan. mandiri dengan ketrampilan komunikasi yang efektif dan kepemimpinan di dalam Melaksanakan evalusasi hasil tindakan keperawatan yang telah diterapkan

sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan.

1.3 1.

Manfaat Kesehatan Untuk Mahasiswa Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada Belajar menjadi model profesional dalam menerapkan asuhan keperawatan Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis dan bijaksana dalam Meningkatkan ketrampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan masyarakat 2. komunitas 3. 4. menghadapi dinamika masyarakat. interpersonal.

Untuk Masyarakat 1. 2. Mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam upaya Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti dan menyadari masalah peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada di masyarakat. 3. Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatannya dan mempunyai upaya peningkatan status kesehatan tersebut. Untuk Pendidikan 1. Salah satu tolak ukur keberhasilan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya Program Profesi khususnya di bidang keperawatan komunitas. 2. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model praktik keperawatan komunitas selanjutnya. Untuk Profesi 1. Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional, berpotensi secara mandiri sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.

2. 3. 1.4

Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga profesi Salah satu bukti profesionalisme keperawatan telah terwujudkan. Ruang Lingkup Dalam penulisan laporan ini kami memberikan asuhan keperawatan komunitas di

mampu mengembangkannya.

RW IV Keluruhan Mulyorejo Kota Surabaya dalam masalah lingkungan dan kesehatan. 1.5 Metode Pendekatan Metode pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan penerapan metode pendekatan pada kader, keluarga, dan masyarakat melalui asuhan keperawatan profesional yang meliputi biologis, psikologis, sosial, dan kultural secara mandiri maupun kolaborasi lintas sektor. 1.6 Sistematika Penulisan Sitematika penulisan dimulai dengan pengkajian data keperawatan, hasil analisis data, penapisan masalah, penentuan prioritas diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi, evaluasi keperawatan dan simpulan.

BAB 2 PENGKAJIAN KOMUNITAS 2.1. PENGERTIAN Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (2007) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun, jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa dan bukan lagi remaja. Sebaliknya, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), maka tetap dimasukkan ke dalam kelompok remaja. Remaja merupakan tahapan seseorang dimana ia berada diantara fase anak dan dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, perilaku, kognitif, biologis dan emosi. Untuk mendeskripsikan remaja dari waktu ke waktu memang berubah sesuai perkembangan zaman. Ditinjau dari segi pubertas, 100 tahun terakhir usia remaja putri mendapatkan haid pertama semakin berkurang dari 17,5 tahun menjadi 12 tahun, demikian pula remaja pria. Kebanyakan orang menggolongkan remaja dari usia 12-24tahun dan beberapa literature yang menyebutkan 15-24 tahun. Hal yang terpenting adalah seseorang mengalami perubahan pesat dalam hidupnya di berbagai aspek. 2.2. PERKEMBANGAN SEKSUAL REMAJA Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Istilah ini menunjuk pada masa awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Transisi ke masa dewasa bervariasi antara satu budaya dengan budaya yang lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu di mana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka. Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas.

Aktivitas kelenjar pituitari pada masa ini berakibat dalam sekresi hormone yang meningkat dengan efek fisiologis yan tersebar luas. Hormone pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam rentan waktu sekitar 2 tahun. Dorongan pertumbuhan terjadi lebih awal pada wanita daripada pria, juga menandakan bahwa wanita lebih dahulu matang secara seksual daripada pria. Pencapaian kematangan seksual ditandai dengan datangnya menstruasi dan mimpi basah pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Salah satunya adalah masalah gizi. Saat ini, usia mendapatkan menstruasi pertama (menarche) pada wanita adalah atau 9 tahun. Namun, pada umumnya pada usia 12 tahun. Menstruasi terjadi karena sel telur yang diproduksi ovarium yidak dibuahi oleh sperma dalam uterus. Sel telur tersebut menempel pada dinding uterus dan membentuk lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah, kemudian menipis dan luruh keluar melalui mulut uterus dan vagina dalam bentuk darah,yang biasanya terjadi antara 3 sampai 7 hari. Jarak antara satu siklus haid dengan siklus berikutnya tidak sama pada setiap wanita, adakalanya 21 hari ataubisa juga 35 hari. Pria memproduksi sperma setiap harinya. Sperma tidak selalu harus dikeluarkan, sperma yang tidk dikeluarkan akan diserap kembali oelh tubuh atau dikeluarkan melalui keringat, urine, dan feses. Sperma bisa dikeluarkan melalui proses yang disebut ejakulasi, keluarnya sperma melalui penis. Ejakulasi bisa terjadi secara alami dan tidak disadari oleh remaja pria melalui mimpi basah. Hormon utama yang mengatur perubahan-perubahan ini adalah androgen (pada pria), dan hormon estrogen (pada wanita). Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertranggung jawab atasa munculnya dorongan seksual. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tahu dengan adanya berbagai macam penyakit menular. Selain perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan fisik dan emosional. Perubahan emosional tercermin dalam sikap dan teman sekolahnya. 2.3 REMAJA DAN PENYAKIT MENULAR Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang beresiko tinggi terkena PMS (salah satunya adalah HPV) bila melakukan hubungan seksual secara berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar akan menimbulkan penyakit yang serius bagi kesehatan reproduksi. Cara yang paling ampuh untuk mencegah terjadinya penyakit ini adalah tidak melakukan hubungan sebelum menikah bagi remaja. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kesehatan usai remaja perlu tingkah laku sedagkan perubahan perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga dan teman-

ditingkatkan

melalui berbagai upaya pernyluhan kesehatan.Asuhan keperawatan

komunitas adalah suatu kerangka kerja untuk memecahkan masalah kesehatan yang ada di masyarakat secara sistematis dan rasional yang didasarkan pada kebutuhan dan masalah masyarakat. Penerapan ilmu dan asuhan keperawatan komunitas yang ada di masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan untuk dapat mencapai tujuan yang kita harapkan. Pelaksanaan kegiatan mahasiswa Praktik Profesi Keperawatan Komunitas di RW IV Kelurahan Mulyorejo Kota Surabaya selama 7 minggu dari tanggal 13 Juni sampai dengan 31 Juli 2011, dengan kegiatan sebagai berikut : Dari pengkajian di RW IV Kelurahan Mulyorejo Kota Surabaya selama 4 hari (1417 Juni 2011) didapatkan data hasil wawancara dan pengamatan melalui komponen Windshield Survey sebagai berikut : KOMPONEN WINDSHIELD SURVEY ELEMEN Perumahan dan Lingkungan (Daerah) DESKRIPSI 1. Bangunan Mayoritas bangunan di RW IV terbuat dari tembok (permanen) namun status kepemilikan tanah masih sewa. 2. Arsitektur Bentuk rumah di wilayah RW IV hampir sama antara satu rumah dengan yang lain. Hampir semua lantainya terbuat dari tegel, rata-rata di setiap rumah terdapat jendela, namun sebagian besar pencahayaan remang dan jarak antar rumah saling berdekatan serta beberapa ada yang menjadi satu. 3. Halaman Sebagian besar rumah di RW IV tidak mempunyai halaman dan sebagian kecil memiliki halaman yang tidak seberapa luas dan digunakan sebagai teras dengan diberi beberapa tanaman. Luas Terdapat 4 lahan kosong di RT 1 bekas bangunan rumah gusuran galaxy ukuran 12x15m, 22x25m, 25x20m, 14x18m. Hampir semua lahan digunakan sebagai kandang dan ditanami banyak pohon seperti pohon pisang serta dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sebagian besar warga. Di RT 2 Terdapat 2 lahan kosong, 1 bekas bangunan rumah gusuran galaxy ukuran 12x15m digunakan sebagai tempat sampah warga musiman dan banyak kayu-kayu yang dibiarkan berserakan, serta 1 petak tanah ukuran 7x15m yang digunakan sebagai tempat berdirinya menara sutet. Batas daerah RW IV Barat : Perumahan Dharmahusada Indah RW IX kelurahan Mulyorejo Utara : Perumahan Dharmahusada Indah RW IX kelurahan Mulyorejo Timur : Perumahan Dharmahusada Indah RW IX kelurahan Mulyorejo Selatan : Wilayah RT 12 kelurahan Manyar Sabrangan

Lingkungan Terbuka

Batas

Tingkat Sosial Ekonomi

Kebiasaan

Transportasi

Fasilitas Umum

1. Tingkat Sosial Masyarakat di RW IV mempunyai hubungan sosial yang baik antar tetangga, kegiatan pengajian mingguan yang diadakan oleh RW IV dapat berjalan dengan baik. Jarak masing-masing rumah sebagan besar saling berdekatan tetapi ada beberapa juga yang bersatu. 2. Tingkat Ekonomi Sebagian besar pekerjaan warga RW IV adalah buruh bangunan dan sebagian besar warga berada pada tingkat ekonomi menengah kebawah. 1. Lansia Sebagian besar lansia baik di RW IV menggunakan waktunya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan, merawat cucu dan bercengkrama dengan lansia lain. kegiatan pengajian rutin yang diadakan tiap hari rabu malam di Musholla untuk jamaah perempuan dan hari ahad malam untuk jamaah laki-laki di Balai RW 4. 2. Dewasa-tua Pada pagi dan sore hari sebagian warga RW IV bekerja. Dan pada malam hari warga mempunyai kegiatan rutin mengikuti pengajian di rumah secara bergilir (tiap 1 minggu sekali) yang terdiri dari pengajian bapak-bapak setiap hari ahad malam di Balai RW 4 serta pengajian ibu-ibu setiap hari Rabu malam di Musholla. Beberapa warga juga menggunakan waktunya untuk mengikuti kegiatan yang ada di daerahnya khususnya pengurus RT, kader, dan PKK. 3. Remaja Remaja di RW IV mempunyai kebiasaan berkumpul dengan teman (cangkrukan) dan bermain karambol dan sebagian kecil remaja adalah perokok 4. Anak-anak Baik di RW IV pada pagi hari mayoritas pergi ke sekolah, siang hari bermain dengan teman sebaya atau menonton televisi di rumah dan sore hari mayoritas mengikuti kegiatan keagamaan dengan mengaji (TPA). 1. Umumnya sebagian besar warga menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilisasi dengan menggunakan motor, mobil dan sepeda, selain itu juga beberapa warga menggunakan mobil angkutan umum, becak ataupun jalan kaki. 2. Situasi jalan yang masuk ke area warga RW IV sebagian besar paving blok dan sebagian kecil jalanan di aspal. 1. Kesehatan Terdapat PUSKESKEL dan PUSLING yang diadakan setiap 1 bulan sekali. 2. Sekolah Terdapat PAUD dan TK yang terletak dalam wilayah RT 1 3. Agama

Suku bangsa Agama Health and Morbidity

Media

Musholla dan TPA yang terletak dalam wilayah RT 2 4. Ekonomi Terdapat warung kelontong, pedagang keliling, dan warung makan yang menyebar diseluruh wilayah RW IV. 5. Agen-agen Air isi ulang, air mineral, LPG 6. Toko/Warung/pusat belanja Terdapat beberapa toko sembako, sayur mayur, dan warung makan. Pedagang keliling (bakso, roti, nasi goreng, siomay) dapat ditemui di jalan wilayah RW IV. Berdasarkan pengamatan dari penggunaan bahasa sehari-hari, mayoritas warga RW IV berasal dari suku Jawa. Mayoritas warga beragama Islam 1. Penyakit terbanyak yang terjadi di masyarakat selama 3 bulan terakhir adalah batuk pilek. Sedangkan pada lansia penyakit yang terbanyak diderita adalah Hipertensi dan reumatik. 2. Sebagian besar warga RW IV bila sakit mempunyai kebiasaan untuk berobat ke puskesmas Mulyorejo dan bidan praktek di wilayah Mulyorejo 3. Ada kegiatan posyandu balita yang diadakan setiap hari senin minggu ke 2 oleh bidan puskesmas mulyorejo dengan dibantu oleh IV kader dari RW IV. 4. Belum terdapat posyandu lansia dan senam lansia di wilayah RW IV. 1. Komunikasi: sebagian besar warga telah memiliki televise, radio (tape) dan menggunakan telepon (handphone), serta selebaran. 2. Informasi: warga mendapatkan informasi melalui speaker di Musholla

2.4. CONTENT ANALYSE DATA HASIL PENGKAJIAN 1. POKJAKES REMAJA Daftar Pertanyaan Kesehatan Remaja 1. 2. 3. Mengapa kegiatan remaja menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki di lingkungan masyarakat belum optimal?... (organisasi, seni, olah raga, keagamaan) Setelah kegiatan karang taruna berjalan kembali sejauh mana keterlibatan remaja dalam kegiatan karang taruna? Apakah setiap pengurus karang taruna mengetahui tugasnya masing-masing?

4.

Mengapa dalam kegiatan politik hanya bapak-bapaknya saja yang berperan dan remaja belum dilibatkan?... (terlibat parpol, pemilihan umum, pemilihan ketua RW, dll)

5.

Menurut saudara bagaimana kalau diadakan penyuluhan tentang bahaya merokok dan penggunaan narkoba sebagai upaya untuk mengurangi tindakan negatif remaja?

2. Data Remaja Jumlah Remaja di RW IV Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya setelah dilakukan survey adalah sebanyak 94 remaja. 2.2.1 Usia Remaja No. 1 06 - 10 tahun 2 11 - 15 tahun 3 16 - 21 tahun Frekwensi (f) Prosentase (%) 49 53 23 24 22 23 Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
usia remaja

Jawaban

23%

6-10 tahun 53% 24% 11-15 tahun 16-21 tahun

Gambar 1. Diagram pie usia remaja di RW IV Berdasarkan diagram pie didapatkan hasil bahwa rata-rata remaja berusia antara 16-21 tahun yaitu 22%. 2.2.2 Pendidikan Remaja No. 1 2 3 4 Frekwensi (f) Prosentase (%) SD 48 51 SMP 25 27 SMA 16 17 PT 5 5 Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut : Jawaban

pendidikan anak 5% 17%

51% 27% SD SM P SM A P T

Gambar 2. Diagram Pie Pendidikan remaja di RW IV Berdasarkan diagram pie di dapatkan hasil bahwa sebagian besar pendidikan remaja di tingkat SD sebesar 51 % 2.2.3 Kegiatan Remaja di Luar Sekolah No Jawaban Frekwensi (f) Prosentase (%) 1 Karang Taruna 0 0 2 Keagamaan 37 36 3 Olah Raga 17 16 4 Tidak ada 50 48 Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
K egiatan diluar sekolah

36% 48% Keagam aan Karang Taruna 16% 0% O raga lah Lain-lain

Gambar 3. Diagram Pie Kegiatan diluar sekolah remaja di RW IV Berdasarkan diagram pie diatas didapatkan hasil bahwa sebagian besar (48 %) remaja tidak memiliki kegiatan di luar sekolah. Pada bidang olah raga 16%, keagamaan 36 % 2.2.4 Penggunaan Waktu Luang Remaja No. Jawaban 1 Musik/ TV 2 Olah raga 3 Rekreasi 4 Keagamaan

Frekwensi (f) 72 14 4 4

Prosentase (%) 76 16 4 4

Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
penggunaan waktu luang anak

4% 16%

4% M usik/TV Olahraga R ekreasi Keagam aan 76%

Gambar 4. Diagram Pie Penggunaan waktu luang remaja di RW IV Berdasarkan Diagram pie diatas didapatkan hasil bahwa banyak remaja yang menggunakan waktu luangnya untuk menonton TV atau mendengarkan musik 76% dan untuk olah raga 16%. 2.2.5 Kebiasaan Negatif Remaja No. Jawaban Frekwensi (f) Prosentase (%) 1 Merokok 8 9 2 Alkohol 0 0 3 Narkoba 0 0 5 Yang tidak memiliki kebiasaan negative 86 91 Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
kebiasaan anak

9%

0%
Merokok Alkohol Narkoba Lain-lain

91%

Gambar 5. Diagram Pie kebiasaan negatif remaja di RW IV Berdasarkan diagram pie diatas didapatkan hasil bahwa sebagian besar remaja tidak memiliki kebiasaan negative (91%). Remaja yang mempunyai kebiasaan rokok sebesar 9

%, serta tidak ada yang memiliki kebiasaan minum alcohol dan narkoba.

2.2.6 Remaja yang sakit No. Jawaban Frekwensi (f) Prosentase (%) 1 Ada 9 10 2 Tidak 85 90 Total 94 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
ada yang sakit

10%

ada tidak 90%

Gambar 6. Diagram Pie remaja yang sakit di RW IV Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil bahwa sebagian besar remaja (90%) tidak sakit di RW IV. 2.2.7 Sarana Berobat Untuk Remaja No. Jawaban Frekwensi (f) Prosentase (%) 1 Medis 9 100 2 Non medis 0 0 Total 9 100 Sumber data : Survey Mahasiswa PSIK Fakultas Keperawatan Unair 2011 Berdasarkan tabel diatas didapatkan diagram pie sebagai berikut :
berobat kem ana

0%

Medis Non mendis

100%

Gambar 7. Diagram Pie remaja sarana berobat remaja di RW IV

Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil bahwa sebagian besar remaja yang sakit (100%) mengatakan bahwa berobat ke ahli medis. 3. Data Hasil FGD Berdasarkan FGD yang dilakukan oleh POKJAKES remaja di RW IV pada tanggal 4 Mei 2011 maka didapatkan data sebagai berikut : NO. PERTANYAAN 1. Mengapa kegiatan remaja menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki di lingkungan masyarakat belum optimal?... (organisasi, seni, olah raga, keagamaan) 2. Setelah kegiatan karang taruna berjalan kembali sejauh mana keterlibatan remaja dalam kegiatan karang taruna? 3. 4. Apakah setiap pengurus karang taruna mengetahui tugasnya masing-masing? Mengapa dalam kegiatan politik hanya bapak-bapaknya saja yang berperan dan remaja belum dilibatkan?... (terlibat parpol, pemilihan umum, pemilihan ketua RW, dll) Menurut saudara bagaimana kalau diadakan penyuluhan tentang bahaya merokok dan penggunaan narkoba sebagai upaya untuk mengurangi tindakan negatif remaja? JAWABAN Karena di RW IV ini kartarnya baru terbentuk jadi belum dikoordinasi dan kita juga terhambat dana mbak Semua remaja yang ada di sini bergabung di kartar semua mbak kalau saat ngumpul yg ada waktu baru bisa datang Tau mbak, kemarin juga sudah ada pembekalan dari teman-teman mbak Karena kartarnya juga baru dibentuk jadi selama ini masih dipegang bapakbapak Iya tidak apa mbak. Sebisa mungkin diusahakan mengumpulkan massa

5.

BAB 3 DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW IV KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN MULYOREJO SURABAYA Sebelum ditentukan diagnosa keperawatan komunitas, maka data yang didapat dari hasil pendataan yang dilakukan pada tanggal 14-17 Juni 2011, datadata tersebut dianalisa untuk kemudian dilakukan penapisan untuk menentukan prioritas diagnosa keperawatan yang akan ditindak lanjuti. 3.1 ANALISA DATA No 1. DATA SUBJEKTIF banyaknya sampah atau limbah organic atau orang yang mempunyai hewan peliharaan yang limbahnya tidak diolah sehingga membuat lingkungan kurang bersih dan dapat menimbulkan penyakit. Remaja di RW IV mengatakan bahwa adanya keinginan untuk membuat lingkungan bersih 8 tetapi masih bingung cara yang tepat untuk pengolahan limbah organic atau limbah dari 2. hewan peliharaan. Remaja dan ketua RW IV mengatakan Jumlah remaja adalah sebanyak 96 orang, dengan Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan bahwa jika ada setiap kegiatan warga, teknik Total Sampling didapatkan data berdasarkan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan Adanya kandang-kandang peliharaan yang limbahnya tidak diolah. masih dapat diolah menjadi pupuk organik dan pupuk kandang. DATA OBJEKTIF DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS Resiko terjadinya peningkatan penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih (DBD, ISPA, TB hewan Paru, dan Tifus di RW IV Kelurahan Mulyorejo) b.d kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Remaja di RW IV mengatakan bahwa Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa :

Adanya sampah yang tidak diolah padahal akibat dari lingkungan kurang bersih

banyak remaja yang tidak aktif, atau antara lain : cenderung di rumah. Remaja di RW 4 ingin sekali untuk mengikuti Surabaya Grean and Clean. Remaja menyatakan bahwa tidak ada Pelayanan kesehatan yang khusus diberikan pada remaja Remaja tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan dari RT/RW Remaja merokok sebanyak 8 orang (9%) Remaja memiliki kegemaran dalam bidang olahraga (16%) Remaja yang mempunyai kebiasaan minum alkohol 0 orang (0%) Hasil winshield Survey : Remaja di RW IV mempunyai kebiasaan berkumpul dengan teman (cangkrukan) dan bermain karambol dan sebagian kecil remaja adalah perokok. Lingkungan di RW 4 sebagian besar terdiri dari tanah kosong yang di fungsikan sebagai lahan pembuangan sampah dan lahan yag tidak terawat

lingkungan b.d rendahnya minat remaja tentang kesehatan.

3.2 PENAPISAN MASALAH Dari hasil analisa data, didapatkan data yang kemudian dilakukan penapisan masalah untuk menentukan prioritas masalah, adapun penapisan tersebut dapat dilihat sebagai berikut: No 1. Diagnosa Keperawatan Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya minat remaja tentang kesehatan. A 4 B 5 C 3 D 4 E 2 Kriteria F G 4 5 H 5 I 2 J 2 K 3 L 3 Jumlah Keterangan Keterangan kriteria: A. Sesuai dengan peran perawat komunitas B. Resiko terjadi C. Resiko parah D. Potensi untuk pendidikan kesehatan E. Interest untuk komunitas F. Kemungkinan diatasi G. Relevan dengan program H. Tersedianya tempat I. Tersedianya waktu J. Tersedianya dana K. Tersedianya fasilitas L. Tersedianya sumberdaya Keterangan pembobotan: sangat rendah rendah Cukup Tinggi Sangat tinggi

2.

3.3 PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN Berdasarkan skoring diatas, maka prioritas diagnosa keperawatan komunitas di RT1-2 RW IV Kel.Mulyorejo adalah sebagai berikut: No Diagnosa keperawatan Prioritas 1 Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya kesadaran remaja tentang kesehatan lingkungan. 2 Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif Jumlah 39 42

BAB 4 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW IV KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA

Dari hasil analisa data, maka telah didapatkan diagnosa keperawatan komunitas sesuai prioritas. Dari diagnosa tersebut, kami melakukan perencanaan bersama dengan perangkat RT RW , tokoh masyarakat dan kelompok kerja kesehatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2011. Adapun perencanaan yang akan kami laksanakan adalah sebagai berikut:
Dx Tujuan Setelah tindakan Sasaran Rencana Kegiatan 1. Kerja Bakti Bersih kampung Strategi 1. Menentukan susunan acara 2. Mempersiapkan tempat peralatan diperlukan 3. Mengundang remaja RW IV 4. Mengadakan acara Kerja bakti 3. dan yang 2. Lia Sari, Kep PJ Retno 29 S. 2011 Tgl Tempat Kriteria Mei Lingkungan RW 4 Evaluasi Standar 1. Peserta aktif mengikuti kegiatan kerja kerja bakti 2. Peserta antusias Remaja secara royong membersihkan kampung Remaja memiliki kesadaran gotong terhadap membersihkan kampungnya. 3. Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat saat kegiatan

Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan

dilakukan Remaja di keperawatan RW IV

1.

Remaja mengikuti kegiatan bakti

diharapkan remaja RW IV tidak menunjukakan penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan lingkungan.

b.d rendahnya kesadaran remaja tentang kesehatan lingkungan. 4.

tentang kesehatan lingkungannya. Remaja dapat kebersihan kesehatan lingkungan sekitar dan

berlangsung 4. Jumlah peserta yang hadir 100 % dari remaja yang

menjaga diundang

5.
lebih

Remaja antusias kegiatan dalam menjaga kesehatan.

2. Penyuluhan tentang Sampah dan Composter

1. 2.

menentukan Indra mempersiapkan dan

Eko

28 Mei 2011

PUSKESKEL RW 4 1. Remaja mengikuti kegiatan dengan antusias 2. bayak tentang pembuatan remaja yang mengerti

1. Peserta aktif mengikuti kegiatan penyuluhan 2. Peserta antusias terhadap penyuluhan composter 3. Peserta tidak ada yang

susunan acara tempat perlukan 3. 4. Mengundang Mengundang pembicara

A, S.Kep

peralatan yang di

peserta dari kartar dan remaja RW 4

komposter 3. bayak yang tentang pemanfaatan sampah saggup mengadakan praktek komposter setelah kerja bakti 1. terbentuknya kader IV 2. Para terlihat dalam pembentukan remaja aktif karang taruna di RW remaja bertanya

meninggalkan tempat saat kegiatan berlangsung 4. Jumlah peserta yang hadir 80 % diundang

4. Karang taruna dari remaja yang

Potensial pemberdaya an potensi di remaja IV kelurahan Mulyorejo berhubunga

1.
di

Setelah dilakukan Remaja tindakan keperawatan RW IV remaja harapkan

Pembentukan kader karang taruna di RW IV

1. Mengumpulkan
masing-masing ketua RT

Indra

21Mei 2011

Rumah bapak Rt 2

1.
Remaja

Para menyetujui pembentukan kembali struktur organisasi karang taruna RW

data remaja dari Eko,S.Kep

dapat memberdayakan potensi yang dimilki.

wilayah RW

2. Berkoordinasi
dengan penanggung jawab RW remaja untuk

2.

Para pengurus dapat

menyiapkan

dengan

kader remaja

kartar

kader taruna.

karang

melaksanakan dan mengadakan kegiatan Karang Taruna RW

kegiatan yang positif

3. Mempersiapkan tempat waktu pelaksanaan 4. mengundang remaja berpotensi menjadi kader karang taruna yang dan

3.

Rema

ja ikut serta dan melaksanakan secara aktif dalam kegiatan Karang Taruna RW IV

Pembekalan Kader Karang Taruna

1. 2.

Mempersiapkan Erlinda Septavy, Mempersiapkan S.Kep

24 Mei 2011

PUSKESKEL RW 4 dalam pembekalan 2. Banyak kader yang tentang yang dalam taruna. bertanya kegiatan dilakukan karang 1. Peserta aktif 1. Kader Antusias mengikuti kegiatan pembekalan 2. Peserta antusias terhadap pembekalan kader. 3. Peserta tidak ada yang meninggalkan

susunan acara tempat dan waktu acara. 3. Mempersiapkan modul dan materi terkait pengorganisasian kader.

4. Kader

Mengundang Karang

tempat saat kegiatan berlangsung 4. Jumlah peserta yang hadir 100 % dari remaja yang diundang 5.Remaja dapat menyusun program kerja kegiatan karang taruna yang jelas dan berkelanjutan.

taruna yang sudah terbentuk. 5. Mengadakan dengan dan pertemuan

para remaja umtuk pembentukan pembekalan 6. dan Menyajikan kewajiban materi tentang tugas kader remaja

BAB 5 IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS (PELAKSANAAN KEGIATAN ) DI RT 1-2, RW IV, KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA Dalam kegiatan praktek profesi keperawatan komunitas, keluarga, dan gerontik ini implementasi yang berhasil kami laksanakan sesuai dengan hasil kesepakatan pada perencanaan antara warga di RT 1-2, RW 4, Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya dengan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya adalah sebagai berikut :
No. Diagnosa Kegiatan Pembentukan Struktur Karang Taruna RW 4 Waktu & Tempat Peserta Pelaksana Perangkat RW IV, Ketua RW, Pembina Kartar Hambatan 1. Pengetahuan tentang Karang Taruna pada remaja RW 4 kurang sehingga para remaja kurang antusias terhadap proses pembentukan. 2. Terjadi kecurangan dalam pemilihan ketua karang taruna, yang ditandai dengan jumlah suara yang ada tidak sesuai dengan jumlah peserta yang hadir. 1. Susunan Acara tidak sesuai yang direncanakan, ditandai dengan para remaja bertanya ketika pembekalan selesai.

1. Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif

Remaja RW IV yang Sabtu, 21 Mei 2011 Di Rumah Bapak Bani ber jumlah 53 orang. RT 2, RW 4 Kelurahan Mulyorejo .

2. Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif

Pembekalan Kader Karang Taruna RW 4

Rabu, 25 Mei 2011

Di PUSKESKEL RT 2 RW IV Kelurahan Mulyorejo


.

Remaja Karang Taruna RW IV yang berjumlah 5 orang

Mahasiswa PSIK FKp Unair

3. Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya kesadaran remaja tentang kesehatan lingkungan.

Penyuluhan tentang sampah dan Composter

Sabtu, 28 Mei 2011, Di PUSKESKEL RT 2 RW 4 Kelurahan Mulyorejo

Remaja RW IV Kelurahan Mulyorejo, berjumlah 13 orang

Mahasiswa PSIK FKp Unair

1. Anggota karang taruna banyak yang telat datang dalam pelaksanaannya hingga mundur 30 menit dari jadwal awal pelaksanaan. 2. Anggota karang taruna kurang berminat untuk mendengarkan materi diskusi. 3. Jumlah peserta yang hadir 80% dari jumlah undangan yang hadir. 1. Acara mundur setengah jam dari waktu yang direncanakan 2. Kegiatan tidak sesuai dengan rencana awal, karena acara praktek pembuatan composter tidak dilaksankan, dikarenakan para remaja banyak yang kecapekan setelah kerja bakti.

4. Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya kesadaran remaja tentang kesehatan lingkungan.

Kerja bakti lapangan

Minggu, 29 Mei 2011, RT 2 Di lapangan RT 2 RW IV

Mahasiswa PSIK FKp Remaja RW IV : 65 orang UNAIR Surabaya

BAB 6 EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS (PELAKSANAAN KEGIATAN ) DI RT 1-2, RW IV, KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA Dalam kegiatan praktek profesi keperawatan komunitas, keluarga, dan gerontik ini sesuai dengan hasil implementasi yang berhasil kami laksanakan , maka hal-hal yang dapat kami evaluasi berdasarkan analisa SWOT adalah sebagai berikut : Diagnosa Keperawatan Komunitas 1. Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif Strength 1. Antusiasme aparatur RW dalam membentuk karang taruna sangat tinggi Weakness 1. Jumlah remaja yang hadir saat pembentukan karang taruna sebanyak 53 orang dari 96 remaja yang terdata. Opportunity 1. Ketua RW mendukung kegiatan remajadi RW IV Threathened 1. Sebagian besar remaja mengikuti keanggotaan karang taruna karena mendapat paksaan dari pembina. Karena apabila tidak mengikuti keanggotaan karang taruna, para remaja tidak dapat mengurus surat keterangan. 2. Tidak terdapat dana, karena karang taruna sebelumnya tidak berjalan sehingga anggaran dasar di RW IV belum bisa terbentuk. Tindak Lanjut 1. Pembentukan kader karang taruna yang dilakukan oleh aparat RW.

2. Telah di lakukan pembentukan struktur karang taruna yang dihadiri 53 remaja di RW IV

2. Belum teerbentuk kader remaja untuk membentuk organisasi karang taruna di RW IV

2. Aparatur RW telah menunjuk pembina untuk membimbing kegiatan remaja di RW IV

2. Sosialisasi kegiatan karang taruna melalui ketua RW dan kegiatankegiatan kemasyarakatan.

3. Telah dilaksanakan pembekalan kader karang taruna tentang struktur organisasi, demam berdarah dan jumantik untuk peningkatan dan pemantapan organisasi karang taruna di RW IV

3. Antusiasme remaja 3. Kader remaja antusias dalam pembentukan terhadap kegiatan yang kader remaja kurang diadakan di RW IV karena remaja di RW IV di dominasi oleh remaja pada tahap awal (usia SMP dan SMA)

3. Karang taruna RW IV sudah tidak berjalan sekitar 10 tahun, sehingga para anggota karang taruna yang sekarang belum memiliki pandangan dan ide dalam menjalankan organisasi karang taruna tersebut.

3. Pembekalan kader karang taruna yang diberikan kepada para anggota karang taruna

4. Memberikan gambaran tentang kegiatan yang dapat dilakukan oleh karang taruna sebagai motivasi anggota karang taruna dalam mendapatkan dana awal untuk melakukan kegiatan. 2. Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya kesadaran remaja tentang kesehatan lingkungan. 1. Banyak remaja yang sadar terhadap kebersihan lingkungan di RW IV. 2. Telha di lakukan penyuluhan tentang sampah dan komposter kepada 1. Kegiatan hanya di ikuti sebagian remaja di wilayah RW IV. Keterbatasan sumber daya mahasiswa. 1. 1. Dalam melaksanakan 1. Kader yang telah Warga dan ketua RT kegiatan remja sebagian terbentuk perlu selalu antusias dan besar harus diberikan pendidikan sangat mendukung mendapatkan paksaan kesehatan yang cukup terhadap adanya dulu dari pembina agar dan kegiatan yang datang dalam kegiatan. berkesinambungan. berhubungan dengan kebersihan lingkungan.

2.

para remaja di RW IV 3. Dilakukan kegiatan kerja bakti untuk menggerakkan remaja di RW IV dalam membersihkan lingkungan di RW IV. Sebagian besar kader sudah berperan aktif dalam kegiatan yang di lakukan di lingkungan RW IV. 2. Remaja antusias dan turut serta dalam membersihkan lingkungan. 3. Dinas Kebersihan Kota ikut berpartisipasi dalam bentuk jasa pengangkutan sampah.

2. Sebagian besar remaja masih menganggap kegiatan dalam karang taruna sebagai sebuah paksaan dari RW

2.

Perlu koordinasi yang lebih baik dengan kader dan para remaja di RW IV

4.

BAB 7 PENUTUP 7.1 Kesimpulan Praktik klinik keperawatan komunitas yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Program A Angkatan 2006, merupakan suatu program profesi untuk mengaplikasikan konsepkonsep perawatan kesehatan masyarakat dengan menggunakan proses keperawatan masyarakat sebagai suatu pendekatan ilmiah. Dalam praktik klinik keperawatan komunitas terdapat 3 kegiatan yang dilakukan, yaitu praktik klinik keperawatan komunitas, praktik klinik keperawatan keluarga, dan praktik klinik di Puskesmas. Pelaksanaan ketiga praktik klinik tersebut tidak meninggalkan konsep proses keperawatan yaitu pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi kegiatan yang terstruktur. Dalam pelaksanaan proses praktik keperawatan komunitas terutama pada kelompok kerja di lingkungan kerja RW IV kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo di bagi menjadi 4 kelompok kerja besar untuk menangani setiap masalah yang timbul dalam proses pengkajian keperawatan, 4 pokja yang di bentuk antara lain, pokja KIA/KB, pokja anak usia ssekolah, pokja remaja dan pokja lansia. Berdasarkan pengkajian di RW IV diidentifikasi 2 diagnosa keperawatan untuk masalah keperawatan pada pokja remaja, yaitu : Potensial pemberdayaan potensi remaja di wilayah RW IV kelurahan Mulyorejo berhubungan dengan kegiatan yang positif, dan Resiko terjadinya penurunan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan b.d rendahnya minat remaja tentang kesehatan. Adapun kegiatan praktik profesi keperawatan komunitas yang dilaksanakan untuk mengatasi masalah keperawatan yang di dapat pada pokja remaja antara lain :
Pembentukan Struktur Karang Taruna RW 4, Pembekalan Kader Karang Taruna RW 4, Penyuluhan tentang sampah dan Composter, serta Kerja bakti lapangan di lingkungan RW IV. Kegiatan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkattkan kembali antusiasme remaja serta partisipasi remaja dalam kegiatan yang di lakukan di wilayahnya. Dalam melaksanakan segala kegiatan tersebut, kelompok kerja remaja di bantu oleh beberapa instansi terkait untuk menunjang pelaksanaan program kerja tersebut, antara lain : aparatur RW IV dalam kegiatan pembentukan karang taruna, kader karang taruna dari Manyar Sabrangan dalam kegiatan penyuluhan tentang sampah dan composter serta pihak Dinas Kebersihan Kota dalam kegiatan kerja bakti.

Secara umum, praktik profesi keperawataan komunitas yang dilakukan oleh mahasiswa bekerjasama dengan kader pokjakes RW IV Kelurahan Mulyorejo

Kecamatan Mulyorejo, aparat RW IV serta pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan, dapat dikatakan berhasil, hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan kader kelompok kerja kesehatan tentang kebutuhan kesehatannya, perubahan perilaku kesehatannya, peningkatan penggunaan sarana Puskesmas untuk pelayanan kesehatannya dan antusiasme warga untuk meningkatkan status kesehatannya dan memandang penting kesehatan untuk kelangsungan hidupnya, hal ini di motori oleh aparat warga RW IV Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo sebagai penanggung jawab tertinggi. 7.2 Saran Adapun saran-saran yang ingin Kami sampaikan kepada beberapa pihak adalah : Untuk Mahasiswa 1. Untuk optimalisasi persiapan mahasiswa, maka diharapkan adanya pembinaan dan bimbingan yang intensif pra terjun ke lapangan dengan konsep bimbingan yang telah terstruktur rapi dan baku, baik dari segi mekanisme bimbingan maupun konsep-konsep keperawatan komunitas sendiri. 2. Diharapkan mahasiswa lebih meningkatkan kemampuan dan menambah bekal tentang konsep keperawatan komunitas,keluarga dan gerontik sehingga terdapat optimalisasi kinerja dalam melaksanakan praktik klinik keperawatan komunitas. 3. Mahasiswa diharapkan mempunyai konsep yang lebih matang tentang pengorganisasian masyarakat dengan berbagai alternatif pendekatan, sehingga akan lebih mempermudah pelaksanaan praktik klinik di masyarakat Untuk Kader 1. Mengoptimalkan program-program yang telah terbentuk dan berjalan. 2. Untuk optimalisasi persiapan warga terhadap program kegiatan Puskesmas. 3. Kerja sama antar kader, Puskesmas, Dinas Kesehatan atau pun lembaga sosial sehingga kegiatan yang bermanfaat bagi warga dapat tercapai. 4. Kader diharapkan lebih sigap dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat Untuk Puskesmas 1. Sebagai penunjang program kegiatan Puskesmas, diharapkan adanya kerjasama dan bimbingan secara intensif dari Puskesmas untuk mahasiswa maupun Kelompok Kerja Kesehatan yang ada di masyarakat. 2. Diharapkan program PHN dari Puskesmas dapat dilaksanakan secara optimal sehingga pembinaan kesehatan dari berbagai segi dapat mencapai tujuan. 3. Diharapkan lebih tanggap memfasilitasi kebutuhan kesehatan masyarakat karena Puskesmas merupakan sarana rujukan pertama dalam kesehatan

Untuk Instansi PSIK FKp UNAIR 1. Untuk memperlebar jangkauan kerjasama dengan berbagai instansi sehingga mempermudah mahasiswa dalam pelaksanaan praktik klinik keperawatan komunitas, maka diharapkan adanya kerjasama antara PSIK-FKp Unair dengan pihak-pihak terkait dengan model kontrak kerja/waktu tentang keberadaan praktik klinik keperawatan komunitas di wilayah kerja puskesmas yang telah ditentukan seperti dengan dinas Pertamanan, LSM, Kepolisian (Polres/Polsek), dan pihak terkait lainnya. 2. Memfasilitasi kegiatan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.