You are on page 1of 2

ANTISOSIAL Annoying People yang Tanggap Bencana

Ya, ansos alias antisosial ini termasuk dalam kategori personality disorders cluster B, seperti juga narcissistic. Keduanya menarik, yah? Tetapi kali ini kita akan membahas mengenai ansos. Yeay! \m/ Sebelumnya, apa itu personality disorder? Personality disorder adalah kelainan dalam berpikir dan berperilaku yang membuat fungsi sosial pasien terganggu. American Psychiatric Association (APA) mendefinisikannya sebagai "Enduring patterns of perceiving, relating to, and thinking about the environment and oneself." Orang yang mengalami gangguan kepribadian tidak menyadari dirinya sakit. Ia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, sehingga orang seperti ini tidak akan datang ke psikiater atau psikolog klinis untuk meminta disembuhkan. Inilah yang membuat gangguan kepribadian sangat kecil kemungkinannya untuk sembuh. Merasa ada teman yang demikiankah? Atau malah merasa diri sendiri seperti itu? Tidak mungkin yah, kalau merasa diri sendiri seperti itu berarti bukan termasuk gangguan kepribadian Anak FK memang sering dijuluki sebagai seorang yang antisosial. Benarkah demikian? Yuk kita bahas lebih jauh lagi. Seorang antisosial memiliki kepedulian yang sangat minim terhadap orang lain, tidak bertanggung jawab, cepat marah, agresi, sulit mempertahankan hubungan baik, serta sering mengabaikan dan melanggar hak orang lain. Ternyata, dari sekian banyak macam bentuk gangguan kepribadian, orang-orang antisosial inilah yang menduduki peringkat pertama, alias lumayan banyak loh. Penyebab pastinya tidak diketahui dengan jelas. Namun, gen dan faktor sosial sepertinya turut ambil peran. Perilaku ansos lebih sering terjadi pada orang dengan kelas sosial-ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Untuk para kaum adam, hati-hati yah! Penelitian menunjukan gangguan kepribadian antisosial ini lebih umum terjadi pada young men. Perbandingannya 5:1 loh. Wow! Untuk orang yang antisosial ini harus benar-benar menjaga diri nih soalnya mereka sangat mudah terjerumus dalam dunia kegelapan (baca: alkohol dan narkoba). Apalagi, biasanya orang ansos memiliki saudara yang ansos juga dan pecandu alkohol. Terus gimana sih sign and symptom orang yang ansos? Jadi seperti sedikit yang sudah disebutkan di atas tadi, biasanya orang ansos itu impulsive, mudah marah, dan labil. Yang paling khas dari kepribadian ansos itu dia suka menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya, kurang empati, perilakunya ekspoliatif dan manipulatif. Kurangnya rasa bersalah dan menyesal atas kesalahan yang

telah mereka lakukan, dan semua itu mereka lakukan dalam keadaan muka-muka innocent, suci tanpa dosa. Kesal yah kalau sudah seperti ini? Nah, lalu bagaimana treatment yang pas pada pasien ini? Yang paling sering digunakan adalah talk therapy dan kadang-kadang dengan obat-obatan juga. Ada beberapa macam specific treatment untuk para makhluk ansos ini juga ternyata. Seperti interpersonal strategies, dialectical behavior therapy, dan pharmacotherapy yang biasanya menggunakan mood-stabilizing agents. Emang kenapa orang ansos perlu diterapi? Kenapa coba? Kebanyakan dari kita pasti malas berinteraksi dengan orang-orang ansos, ya kan? Memang sih ini urusan lebih kepada dokter spesialis kejiwaan. Kita yang masih sebagai mahasiswa ini paling cuma bisa melakukan pendekatan interpersonal saja untuk sedikit menolong dia yang tersesat itu. Karena orang ansos itu punya faktor predisposisi yang sangat kuat untuk timbul komplikasi seperti masalah pada pekerjaannya, susah menikah, kelakuan kriminal, bunuh diri, dan kelakuan agresif yang seringkali membuat kecelakaan. Kasihan kan? Kasihan dong. Meskipun prognosisnya tidak terlalu bagus karena gangguan kepribadian ini biasanya bersifat kronik, namun tidak ada salahnya untuk dicoba kan? ;) Dari sekian banyak hal yang kurang mengenakan tentang makhluk ansos ini, ada juga yang menarik loh. Studi menemukan, kelompok antisosial lebih cepat tanggap dalam situasi yang berpotensi berbahaya. Psikolog Tsachi Ein Dor menjelaskan, "Kecemasan yang dirasakan pada orang yang antisosial, bisa sangat menguntungkan, karena memungkinkan deteksi dini dari ancaman. Perilaku menghindar juga sangat bermanfaat, karena memungkinkan respon yang cepat terhadap ancaman. Sekian mungkin cukup dulu pembahasan mengenai gangguan kepribadian antisosial ini yah readers, semoga bermanfaat dan semoga kalian bukan termasuk orang yang ansos! (Maria Agustina S.W)