You are on page 1of 12

Apa yang disebut NARKOBA Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah

bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah : Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb. Jenis Narkoba menurut efeknya Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga: 1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw. 2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabushabu dan Ekstasi. 3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

Penyalahgunaan Narkoba Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan. Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut: 1. coba-coba 2. senang-senang 3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu 4. penyalahgunaan 5. ketergantungan Dampak penyalahgunaan Narkoba Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi 2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah 3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim 4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru 5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur 6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual 7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid) 8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya 9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah 2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga 3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal 4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan 5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan 2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga 3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll. Bahaya bagi Remaja Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa. Apa yang masih bisa dilakukan? Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu 1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga. 2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 3 hari dengan

melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap. 3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll. [via]

http://caritauaja.info/kesehatan/narkoba-mengenal-lebih-dekat-dampak-dan-bahayanyaartikel-tentang-narkoba

PENDAHULUAN Bangsa Indonesia telah lebih dari setengah abad membangun peradaban dan perilkaunya dengan berlandaskan kemandirian budaya bangsa yang berideologi pancasila dan UUD 1945. Dalam perjalanannya saat ini, banyak halangan yang menghambat dan harus ditanggulangi. Salah satu masalah yang merambah sejak tahun 1960 adalah berkembangnya penyalahgunaan Narkotika dan kenakalan remaja. Terobosan penyelesaian tersebut telah ditetapkan bahwa ancaman bahaya penyalahgunaan Narkotika adalah merupakan ancaman Nasional yang perlu ditanggulangi sedini mungkin. Sikap bangsa Indonesia untuk menghadapi masalah Narkotika tersebut, seara sadar telah menentukan piliha memerangi bahaya ini, karena melihat Bahaya Narkotika, sebagai bahaya yang mengancam peradaban umat manusia. Ancaman bahaya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika psikotropika dan zat adiktif/lainnya, yang dapat menjadi kerikil tajam bagi kelancaran pembangunan sumber daya manusia Indonesia pasti perlu ditanggulangi: baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Penanggulangan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelp Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang barangkali akan lebih memperoleh hasil baik bila masyarakat memahami serta dapat menentukan pilihan-pilihan untuk menjalani perjalanan hidupnya dengan perilaku yang produktif/bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. NARKOTIKA Kata Narkotika berasal dari kata Narcosis yang berarti narkose atau menidurkan yaitu zat atau obat-obatan yang membiuskan. Dalam pengertian lain, Narkotika adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan syaraf sentral. Menurut UU No.9 tahun 1976 tentang jenis-jenis Narkotika yang dimaksud dengan Narkotika adalah Candu, Morphine, Heroin, Ganja, Kokain, dan Narkotika Semi Sintetis dan Sintetis. Narkotika semi sintetis merupakan hasil proses yang bahnbahannya dimodifikasi zat kimia yang terdapat dalam opium. Sedangkan narkotika sintetis sebagai hasil produksi laboratorium yang pembuatannya sepenuhnya dari bahan kimia seperti methadone, meperidine (pethidine). Penyalahgunaan jenis narkotika ini mempunyai efek ketergantungan yang bahayanya sama dengan narkotika jenis lainnya.

Narkotika banyak sekali macamnya, ada yang berbentuk cair, padat, serbuk, daun-daun, dan lain sebagainya. Di bawah ini diuraikan sedikit mengenai macammacam narkotika, yaitu: - Opioid Bahan opioid adalah saripati bunga opium. Zat yang termasuk kelompok opioid antara lain: - Heroin, disebut juga diamorfin (INN) bisa ditemukan dalam bentuk pil, serbuk, dan cairan. Codein, biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening - Comerol, sama dengan codein biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening - Putaw - Kokain Kokain merupakan alkaloid yang berasal dari tanaman Erythroxylon coca. Jenis tanamannya berbentuk belukar. Zat ini berasal dari Peru dan Bolivia. - Ganja (Cannabis /Cimeng) Ganja merupakan tumbuhan penghasil serat. Akan tetapi, tumbuhan ini lebih dikenal karena kandungan narkotikanya, yaitu tetrahidrokanabinol (THC). Semua bagian tanaman ganja mengandung kanaboid psikoaktif. Cara menggunakan ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil, lalu digulung menjadi rokok. Asap ganja mengandung tiga kali lebih banyak karbonmonoksida daripada rokok biasa. Jelas hal ini akan sangat membahayakan bagi manusia karena sifat CO itu adalah racun bagi tubuh kita bila terlalu berlebih. Adapun zat lain yang memiliki dampak yang sama bahayanya dengan narkotika jika disalahgunakan, yaitu psikotropika. Jenis-jenis yang termasuk zat ini antara lain: - Ectasy (ineks), - Shabu-shabu (methamphetamine), dan - Benzodiazepin (Pil Nipam, BK, dan Magadon). Dampak negatif penyalahgunaan narkotika Menurut definisi di atas, jelaslah bahwa narkotika, jika disalahgunakan, sangat membahayakan bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Bahkan, pada pemakaian dengan dosis berlebih atau yang dikenal dengan istilah over dosis (OD) bisa mengakibatkan kematian. Namun sayang sekali, walaupun sudah tahu

zat tersebut sangat berbahaya, masih saja ada orang-orang yang menyalahgunakannya. Dampak positif narkotika bagi kehidupan manusia Walaupun begitu, setiap kehidupan memiliki dua sisi mata uang. Di balik dampak negatif, narkotika juga memberikan dampak yang positif. Jika digunakan sebagaimana mestinya, terutama untuk menyelamatkan jiwa manusia dan membantu dalam pengobatan, narkotika memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut dampak positif narkotika: - Opioid Opioid atau opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk mencegah batuk dan diare. - Kokain Daun tanaman Erythroxylon coca biasanya dikunyah-kunyah untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan dan stamina serta mengurangi rasa lelah. - Ganja (ganja/cimeng) Orang-orang terdahulu menggunakan tanaman ganja untuk bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya sangat kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai bahan pembuat minyak.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6523593

Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik. Walaupun begitu, setiap kehidupan memiliki dua

sisi mata uang. Di balik dampak negatif, narkotika juga memberikan dampak yang positif. Jika digunakan sebagaimana mestinya, terutama untuk menyelamatkan jiwa manusia dan membantu dalam pengobatan, narkotika memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam. A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan 1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun. 2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.

3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang. 4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out. 5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal. 6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya. 7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin. Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa. B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia 1. Gangguan pada jantung 2. Gangguan pada hemoprosik 3. Gangguan pada traktur urinarius 4. Gangguan pada otak 5. Gangguan pada tulang 6. Gangguan pada pembuluh darah 7. Gangguan pada endorin 8. Gangguan pada kulit 9. Gangguan pada sistem syaraf 10. Gangguan pada paru-paru 11. Gangguan pada sistem pencernaan 12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll. 13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia. C. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia 1. Menyebabkan depresi mental. 2. Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik. 3. Menyebabkan bunuh diri 4. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan. Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.

http://organisasi.org/akibat-dampak-langsung-dan-tidak-langsung-penyalahgunaannarkoba-pada-kehidupan-kesehatan-manusia

Tapi jika digunakan sebagaimana mestinya dan oleh anjuran oleh dokter, terutama untuk menyelamatkan jiwa manusia dan membantu dalam pengobatan, narkotika memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dan berikut ini adalah dampak positif narkotika dari Narkoba:
1. Opioid

Opioid atau opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk mencegah batuk dan diare.
2. Kokain

Daun tanaman Erythroxylon coca biasanya dikunyah-kunyah untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan dan stamina serta mengurangi rasa lelah.
3. Ganja

(ganja/cimeng) Orang-orang terdahulu menggunakan tanaman ganja untuk bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya sangat kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai bahan pembuat minyak.

Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang. Heroin digunakan sebagai obat penghilang sakit (pain killer). Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC. Hasis, Ganja dan Mariyuana disuling, akan menghasilkan minyak yang harganya sangat mahal Kodein, didunia kedokteran kodein sering digunakan sebagai salahsatu campuran obat batuk. Ekstasi dan amfetamin yang jika dikonsumsi akan menimbulkan reaksi senang, hilang amarah, aktif, badan terasa fit, kerja otak menjadi cepat namun tak terkendali dan tidak merasa lapar

Narkotika Narkotika Adalah zat yang berasal dari tanaman ataupun bukan tanaman, baik sintetis maupun bukan sintetis, yang jika dikonsumsi dapat menurunkan tingkat kesadaran dan dapat menyebabkan hilangnya rasa. Narkotika memiliki reaksi adiktif yang tinggi, itu sebabnya meski memiliki sisi positif penggunaan narkotika yang tidak sesuai dengan ketentuan medis akan berdampak buruk bagi tubuh kita. Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, narkotika dibagi menjadi tiga golongan. Narkotika Golongan I, merupakan narkotika yang memiliki daya adiktif yang paling tinggi dan sangat berbahaya bagi tubuh. Narkotika jenis ini tidak boleh dipergunakan secara bebas kecuali untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan. Contohnya ganja, heroin, koakain, dan lain-lain. Narkotika Golongan II, merupakan narkotika yang memiliki daya adiktif kuat tetapi bermanfaat untuk penelitian dan pengobatan. Contohnya adalah Alfasetilmetadol, Betametadol, Metazosina, Morfina dan sebagainnya. Narkotika Golongan III, merupakan narkotika yang memiliki daya adiktif ringan tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya Etilmorfina, Asetildihidrokkodeina, Kodeina, Nokokodina, dan sebagainya. Berdasarkan cara mengolahannya, narkotika dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Narkotika Alami Adalah narkotika yang zat adiktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan (Alami), contohnya seperti: Koka Koka, tanaman yang menyerupai tanaman kopi ini sering digunakan oleh komunitas india kuno sebagai suplemen penambah kekuatan pada saat berperang atau berburu dan koka merupakan bahan baku utama pembuat kokain. Opium

Opium adalah bunga yang getahnya dapat menghasilkan Opiat (Candu). Opium merupakan tanaman yang memiliki bunga yang indah dan berwarna menarik. Dahulu, tentara Mesir dan tentara dataran Cina menggunakan opium sebagai obat luka dan penahan rasa sakit. Opium banyak tumbuh di wilayah Burma, Kamboja dan Thailand, atau yang sering disebut dengan segi tiga emas dan di wilayah Afganistan, Iran dan Pakistan atau yang sering dikenal dengan segitiga emas Asia Tengah. Ganja Ganja merupakan tanaman semak atau perdu yang tingginya tidak lebih dari dua meter, dengan bentuk daun menyrupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus. Ganja banyak tumbuh di wilayah Indonesia, seperti Aceh, sumatra Utara, Sumatra Selatan, Pulau Jawa, dan lain-lain. Ganja sering digunakan dengan cara di hisap seperti rokok. Akan tetapi, di beberapa daerah ganja sering digunakan sebagai bumbu penyedap pada masakan. Namun, daya adiktifnya lebih rendah dari pada dihisap seperti rokok. Hasis Hasis adalah tanaman sejenis ganja yang banyak tumbuh di Amerika Latin dan Eropa. Jika Hasis, Ganja dan Mariyuana disuling, akan menghasilkan minyak yang harganya sangat mahal dan biasa digunakan oleh para penyalahguna narkoba kelas atas. Narkotika Semisintetis Narkotika semisintetis adalah narkotika alami yang hanya diambil zat adiktifnya yang memiliki khasiat pengobatan sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedokteran. Contoh narkotika semisintetis adalah: Morfin, di Dunia kedokteran morfin sering kali dipakai untuk obat penahan rasa sakit atau pembiusan pada saat akan melakukan pembedahan. Heroin, sampai saat ini belum dapat dipastikan heroin dapat dimanfaatkan dalam dunia kedokteran, karena heroin memiliki daya adiktf yang sangat tinggi. Dalam dunia perdagangan Narkoba, heroin sering disebut dengan sebutan putaw atau Pete. Heroin berbentu serbuk putih dan agak keruh. Kodein, didunia kedokteran kodein sering digunakan sebagai salahsatu campuran obat batuk.

Kokain, merupakan hasil dari tanaman koka yang bijinya di olah hingga menjadi serbuk. Narkotika Sintetis Narkotika sintetis adalah narkotika tiruan yang terbuat dari bahan kimia dan diolah dengan reaksi menyerupai narkotika asli dan biasa digunakan untuk pembiusan atau pengobatan bagi pecandu Narkoba. Narkotika sintetis berfungsi sebagai pengganti semetara, dan akan dikurangi kadarnya sedikit demi sedikit jika pecandu tersebut sudah benar-benar terbebas dari Narkoba. Psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang dapat menyebabkan perubahan perilaku normal dari seseorang. Dalam dunia kedokteran, psikotropika biasa digunakan untuk pengobatan penyakit kejiwaan. Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1997, psikotropika digolongkan menjadi empat golongan, yaitu: Golongan I adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat yang hingga saat ini belum dapat dipastikan khasiatnya didunia kedokteran. Contoh: MDMA, Ekstasi, LSD dan STP. Golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat dan berguna untuk dunia kedokteran. Contoh: amfetamin, metamfetamin, dan sebagainya. Golongan III adalah psikotropika dengan daya adiktif sedang dan berguna untuk pengobsokotrtan dan penelitian. Contoh: Lumibal, buprenorsina, fleenitrazepam, dan sebagainya. Golongan IV adalah pr pika yang memiliki daya adiktif ringan dan berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya: Nitrazepam, diazepram, dan lain-lain. Dalam ilmu farmasi, psikotropika dibagi menjadi tiga golongan, yaitu depresan, stimulan, dan halusinogen. Depresan atau yang sering disebut dengan obat tidur dapat memberikan efek tenang, mengantuk dan dapat menghilangkan rasa takut. Sedangkan stimulan merupakan psikotropika yang bekerja dengan cara merangsang saraf pusat. Salah satu contohnya dalah Ekstasi dan amfetamin yang jika dikonsumsi akan menimbulkan reaksi senang, hilang amarah, aktif, badan terasa fit, kerja otak menjadi cepat namun tak terkendali dan tidak merasa lapar. Halusinogen adalah obat, zat, tanaman atau minuman yang dapat menimbulkan daya khayal. Contohnya adalah LSD, getah tanaman kaktus, kecubung, jamur, dan sebagainya. Perkursor Narkotika

Prekursor narkotika adalah zat atau bahan kimia yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika. Bahan Adiktif Lainnya Zat adiktif lainnya adalah zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan. Contohnya adalah: rokok, alkohol, teener, dan zat-zat lainnya.

http://www.genbenar.com/informasi/news_detail/104/sekilas_mengenai_narkoba
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).

http://caritauaja.info/kesehatan/narkoba-mengenal-lebih-dekat-dampak-dan-bahayanyaartikel-tentang-narkoba
Kata Narkotika berasal dari kata Narcosis yang berarti narkose atau menidurkan yaitu zat atau obat-obatan yang membiuskan. Dalam pengertian lain, Narkotika adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan syaraf sentral.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6523593
Narkotika Adalah zat yang berasal dari tanaman ataupun bukan tanaman, baik sintetis maupun bukan sintetis, yang jika dikonsumsi dapat menurunkan tingkat kesadaran dan dapat menyebabkan hilangnya rasa.

http://www.genbenar.com/informasi/news_detail/104/sekilas_mengenai_narkoba Tue, 27/11/2007 - 11:55pm godam64


Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-narkoba-dan-golongan-jenis-narkoba-sebagaizat-terlarang

http://polisi-tasik.com/UU/Binluh.pdf