You are on page 1of 16

Assistensi Farmakologi Blok Endokrinologi

Lab. Farmakologi FK UMS

DM
Penggunaan obat hipoglikemik untuk DM baru dilakukan apabila diet, olah raga, dan penurunan berat badan kurang berhasil menurunkan kadar glukosa darah ke posisi normal.

Obat antidiabetik (OAD)


a. Golongan Sulfonilurea merangsang ke luarnya insulin ex ; klorpopamid, glikazid, glibenklamid, glipizid, glikuidon, dan tolbutamid

b. Golongan Biguanid bekerja menghambat glukoneogenesis dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan. Jadi, obat ini hanya efektif bila terdapat insulin endogen. Ex; Methformin

c. Golongan Inhibitor -glukosidase Akarbose dan miglitol, obat-obat ini termasuk kelompok obat baru, yang berdasarkan persaingan inhibisi enzim -glukosidase di mukosa duodenum, sehingga reaksi penguraian dipolisakarida menjadi monosakarida dihambat. Dengan demikian glukosa dilepaskan lebih lambat dan absorbsinya ke dalam darah juga kurang cepat, lebih rendah dan merata, sehingga memuncaknya kadar gula darah dihindarkan

d. Golongan Meglitinid: repaglinida (Novonorm) Kelompok obat terbaru ini (1999) bekerja menurut suatu mekanisme khusus, yaknimencetuskan pelepasan insulin dari pancreas segera sesudah makan. Meglitinid harus diminum tepat sebelum makan dan karena reabsorbsinya cepat, maka mencapai kadar puncak dalam 1 jam.

e. Golongan Thiazolidinedion meningkatkan kepekaan bagi insulin dari otot, jaringan lemak dan hati. Sebagai efeknya penyerapan glukosa ke dalam jaringan lemak dan otot meningkat. Begitu pula menurunkan kadar trigliserida/ asam lemak bebas dan mengurangi glukoneogenesis dalam hati. Zat ini tidak mendorong pancreas untuk meningkatkan pelepasan insulin seperti sulfonylurea

Uji Efek antidiabetikum


a. Metode toleransi glukosa Prinsipnya adalah hewan uji yang telah dipuasakan 20-24 jam diberikan larutan glukosa per oral dan pada awal percobaan sebelum pemberian obat dilakukan pengambilan cuplikan darah sebagai kadar glukosa awal. Pengambilan cuplikan darah diulangi setelah perlakuan pada waktu-waktu tertentu. Keadaan hiperglikemia pada uji toleransi glukosa hanya berlangsung beberapa jam setelah pemberian glukosa sebagai diabetogen.

b. Metode Uji dengan Perusakan Pankreas Metode perusakan pankreas dilakukan dengan memberikan diabetogen yang dapat menyebabkan pankreas hewan uji rusak sehingga terkondisi seperti pada penderita diabetes mellitus. Diabetogen yang banyak digunakan adalah aloksan karena obat ini cepat menimbulkan hiperglikemi yang permanen dalam waktu dua sampai tiga hari. Metode uji perusakan pankreas yang lazim digunakan adalah metode uji diabetes aloksan.

Daun tapak dara


kandungan kimia :vinblastine, vincristine, vindesine, vinorelbine, leurosine, vincadioline, leurosidine, catharanthine, lochnerine, leurosine, catharanthine, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, dan vindolinine

Ekstrak
1. Daun tapak dara 2. Buah belimbing wuluh 3. Daun belimbing wuluh

Shift A
07.00 07. 20 : absensi dan persiapan pre tes 07.20 07. 35 : pre tes 07.35 08.05 : menimbang tikus dan menghitung dosis 08.05 09.05 : injeksi obat 09.05 09.20 : dr. EM 09.20 - 09.25 : bersih bersih( inhal)satu kelompok 09.25-09.30 : pengumuman hasil pretest

INHAL TUGAS

: batas nilai 50 : refrat jurnal DM dan presentasi saat review praktikum. PRESENTASI : metodelogi penelitian dan cara kerja praktikum

Shift B
09.30-09.50 09.50-10.05 10.05-10.35 10.35-11.35 11.35-11.50 11.50-11.55 11.55-12.00 : absensi : pretest : penimbangan & hitung dosis : perhitungan dosis : dr. EM : bersih-bersih : pengumuman nilai pretest

PRETEST: 1. KERJAKAN SENDIRI-SENDIRI 2. MENCONTEK TEMAN DIPERINGATKAN 1X 3. MELIHAT CATATAN/BUKU DIANGGAP TIDAK IKUT PRETEST 4. MELIHAT TEMAN LAGI DIPERINGATKAN 2X 5. PERINGATAN KE-3 PRAKTIKAN DISURUH MELAKUKAN PRAKTIKUM SENDIRI DENGAN BIAYA SENDIRI

6. MEMBAWA HANDCUN DAN MASKER (KALAU TIDAK BAWA DAPAT SANGSI DARI ASDOS).