You are on page 1of 2

ABSTRAK Laksansia atau pencahar bekerja dengan cara menstimulasi gerakan peristaltik dinding usus sehingga mempermudah buang

air besar (defikasi) dan meredakan sembelit (konstipasi). Tujuannya adalah untuk menjaga agar tinja (feces) tidak mengeras dan defikasi menjadi normal. Secara umum, mekanisme kerja obat pencahar meliputi pengurangan absorpsi air dan elektrolit, meningkatkan osmolalitas dalam lumen, dan meningkatkan tekanan hidrostatik dalam usus sehingga bisa menyebabkan zat-zat nutrisi dari makanan kurang diserap lalu menyebabkan penurunan berat badan. Namun, penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing dapat memberikan dampak negatif kepada usus dengan tempoh penggunaan yang lama karena bisa mengubah kolon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing di kalangan ibu-ibu di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah wanita berusia 25-40 tahun yang berkunjung ke klinik-klinik pelangsingan di Medan. Jumlah sampel minimal adalah sebanyak 97 orang. Penarikan sampel menggunakan non probability sampling, dengan teknik consecutive sampling. Pengetahuan, sikap dan tindakan responden tentang penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing diukur melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pengetahuan, sikap dan tindakan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu baik, cukup dan kurang. Berdasarkan hasil penelitian dari 97 orang responden, pengetahuan terhadap penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing adalah baik (52.6%), sikap reponden adalah baik (69.1%), dan tindakan responden adalah cukup (60.8%). Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan ibu-ibu (responden) tentang penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing adalah baik. Bagi penelitian selanjutnya mungkin bisa diperbaiki agar lebih sempurna. Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan, obat pencahar, obat pelangsing

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT Laxatives work by stimulating peristaltic motion in intestinal wall to promote defecation and to reduce constipation so that feces are not hard and the defecation process becomes normal. Generally mechanism of action in laxatives includes reduction of water and electrolytes absorption, increasing the osmolality in lumen and increasing the hydrostatic pressure in intestine. The process leads to decrease absorption of nutrition in body and eventually will make body weight drops. Therefore the usage of laxatives in long period will give negative impact to the intestine as it will change the structure of colon. This study is conducted to show the general picture of the usage of laxatives as slimming product in women who live in Medan using the descriptive research method. Study population consists of married women with children aged 25-40 years old who visited slimming clinics. Minimal samples number achieved at least 97 people. Sampling technique used is non-probability technique, with consecutive sampling. Measure of respondents knowledge, attitude and action about usage of laxatives as slimming product are by interviews, followed by structured questionnaires. Knowledge, attitude and action are grouped into three categories; good, moderate and poor. Based on the research results from 97 respondents, (52.6%) had good knowledge good attitude (69.1%) and moderate action (60.8%). The conclusion from this research is respondents knowledge, attitude and action levels are good about the usage of laxatives as slimming product. For further research, it needs to be assessed more thoroughly so it will become more perfect. Key words: knowledge, attitude, action, laxatives, slimming product

Universitas Sumatera Utara