You are on page 1of 3

PENGERUKAN (DREDGING) Umum

Dalam pekerjaan sungai terutama dalam masalah pengerukan sedimen, biasanya digunakan suatu kapal keruk, di samping alat-alat lainnya. Pengerukan ini dimaksudkan untuk membuat alur sungai seperti yang di inginkan, dengan memperdalam atau memperlebar alur sungai , tetapi juga kadang-kadang pekerjaan pengerukan ii dipergunakan pada pekerjaan reklamasi. Dalam pekerjaan pengerukan, sebelum dimulai terlebih dahulu harus diadakan suatu penelitian, maksudnya agar pekerjaan pengerukan betul-betul berdaya guna dan diusahakan seekonomis mungkin. Penelitian tersebut diantaranya: 1. Survey penampang Survey ini dilakukan untuk mengetahui keadaan profil sungai pada saat sebelum diadakan pengerukan, juga untuk mengetahui besar volume pengerukan yang nanti akan dikerjakan. Survey penampang bias dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara Echo Sounding. Echo Soundingyakni suatu cara pengukuran kedalaman dengan menggunakan alat dengan getaran suara. 2. Survey keadaan tanah Agar pemakaian jenis kapal keruk yang betul-betul tepat, maka harus dilakukan penyelidikan tentang jenis tanah pada tempat-tempat yang bersangkutan. Methode penyelidikan tanah biasa dilakukan antara lain: a. Pengeboran b. Jet Boring Hasil dari methode-methode yang diatas didapatkan data-data tanah yang diantaranya adalah jenis klasifikasi tanah, jenis butiran, kadar kelembaban, tebal lapisan tanah, tebal lapisan lumpur,dll. 3. Penelitian tempat pembuangan Agar diadapatkan suatu daerah pembuangan yang ekonomis dengan memperhatikan beberapa factor, maka perlu diteliti tempat untuk membuang hasil pengerukan. Luas daerah pembuangan, kondisi topografi dan mengalirnya kembali air sungai harus benar-benar diperhatikan. 4. Penelitian Hidrologi & Hidrometri Yang dilakukan dalam penelitian hidrologi & hidrometri ini adalah untuk menyelediki : a. Tinggi air normal b. Tinggi air maksimum c. Tinggi air terendah d. Kecepatan aliran air e. Keadaan angina dan ombak f. Pasang surut.

5. Lain-lain Selain hal-hal yang telah disebut diatas, masih ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian antara lain: a. Rintangan-rintangan yang ada, jembatan dan lain-lain yang akan menghambat operasi kapal keruk. b. Kedalaman air untuk operasi dan pemindahan kapal keruk.

TIPE KAPAL KERUK


Ada beberapa tipe kapal keruk, yang biasa dioperasikan, bermesin penggerak sendiri maupaun tidak. Biasanya kapasitas kapal keruk antara 200-1000 HP. Tipenya adalah : 1. Grab Dredger Grab bucket beroperasi memakai crane pristman, kurang baik untuk tana yang keras tetapi baik dioperasikan pada daerah-daerah yang sempit, dengan kapasitas bucket 0,5 4 m3 2. Bucket Dredger Tipe ini mempunyai bucket berbentuk lingkaran diputarkan oleh dumbler, jenis ini untuk kapasitas yang kecil tidak mempunyai mesin penggerak sendiri (unnavigable), selain itu ada juga yang mempunyai mesin penggerak sendiri. Hasil pengerukannya dimasukan ke dalam suatu barge (tongkang), efisiensi dredger ini rata-rata 70%, tapi biasanya tergantung pula pada keadaan tanah, dan factor lain. 3. Dipper Dredger Kapal keruk ini dilengkapi dengan 3 buah spud, dengan spud-spud ini kapal keruk bergerak untuk beroperasi, sehingga alat bantu seperti sauh dan kabel baja tidak diperlukan. Dredger ini memepunyai efisiensi 50 %. 4. Rock Cutter Untuk mengerjakan batuan yang keras, maka dipakai Rock Cutter, ada dua jenis Rock Cutter, yaitu: a. Weight Tipe : memecahkan batu dengan tumbukan akibat gaya berat sendiri. b. Percussion tipe : Memecahkan batu dengan rock hammer/pemukul batu. 5. Suction Dredger Suction dredger, dikatakan suction karena dredger ini dilengkapi dengan pompa hisap tekan yang dipasang dalam ruang mesin. Pengerukan dilakukan dengan cara menghisap sedimen yang dikeruk. Jenis-jenisnya ada yang mempunyai penggerak sendiri (navigable) ada pula yang unnavigable. Untuk jenis yang Unnavigable, ada tipe dengan cutter yakni dilengkapi pisau untuk menghancurkan materialnya, juga tipe tanpa cutter, tipe ini sebagai pengganti pisau dilengkapi oleh jet watter (semprotan air) untuk material-material lunak.

5.1 Alat-alat yang penting: a. Pompa Induk Type pompa ini pada umumnya centrifugal single acting pump, dihubungkan pada mesin dengan memakai kopling elastis. b. Cutter dan Ujung pipa hisap. Di ujung pipa hisap juga terdapat pisau yang dibuat dari baja cor, demikian pula bagian ujung dari pipa hisap. Tipe cutter ini ada yang terbuka juga tipe tertutup. Jenis terbuka terdiri dari pisau-pisau biasa atau berbentuk sisir, sedangkan jenis cutter tertutup mempunyai bentuk seperti spiral sehingga mempunyai daya hisap yang besar. Tenaga yang dipakai untuk menggerakan cutter ini kira-kira 1/5 hingga 1/3 dari tenaga pompa. c. Ladder (tenaga penopang) Ladder dipasang bersama-sama pipa hisap, pada kedalaman maksimum pengerukan sudut ladder maksimum/kurang lebih 450 terhadap muka air. d. Pipa-pipa Pipa hisap (suction pipe) dihubungkan dengan pipa-pipa lainnya yang ada dalam kapal melalui ladder. Pipa untuk membuang dihubungkan dengan pipa apung dengan memakai pipa elastis (karet), pipa apung ini ditopang oleh ponton-ponton. e. Pompa pasir Pompa pasir ini juga pompa centrifugal, debitnya dipengaruhi oleh putaran impeller dan panjang pipa.

PROSENTASE TANAH/LUMPUR YANG TERKANDUNG


Prosentase tanah lumpur yag terkandung dalam setiap pengerukan hanyyamencapai 0,1 hingga 1,5 bagian volume pengerukan (limpur + air), dengan kata lain jika volume hasil pengerukan 100 m3 , maka lumpurnya hanya mencapai 10-15 m3 dan sisanya air.