You are on page 1of 5

UJI KANDUNGAN SIANIDA PADA KACANG TANAH, KACANG PANJANG, TOMAT, OYONG, DAN TERONG UNGU DI DAERAH CIPUTAT,

TANGERANG SELATAN

Arthalia Poetri Yunisa 1111096000034 Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah Kampus 1 UIN Syahid Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 Tangsel

ABSTRAC Has done research on test cyanide levels in the group of vegetables. Among them are long beans, peanuts, tomatoes, squash, and eggplant. This test cyanide levels using the maceration method. By maceration is carried out for 1 hour, the result of observation that samples containing cyanide such as tomatoes and squash. While that show negative results are long beans, peanuts, and eggplant purple. Keyword : cyanide, maceration, vegetables PENDAHULUAN Asam sianida disebut dengan nama Hidrogen sianida. Hidrogen sianida merupakan salah satu senyawa dari berbagai contoh senyawa sianida lainnya. Sianida di hasilkan oleh beberapa bakteri,jamur dan ganggang. Contoh dari senyawa senyawa sianida lainnya adalah sodium sianda (NaCN) dan potasium sianida (KCN). Sianida juga dapat di temukan di sejumlah makanan dan secara alami terdapat diberbagai tumbuhan. Didalam tubuh , sianida dapat bergabung dengan senyawa lain membentuk vitamin B12. Hidrogen sianida merupakan gas tek berwarna yang samar-samar,dingin dan tak berbau. Hidrogen sianida dapat di gunakan dalam elektroplating, metalurgi, produksi zat kimia, pengembangan fotografi, pembuatan plastik, dan beberapa proses pertambangan. Oleh karena di pakai dalam proses pertambangan, Hidrogen sianida merupakan salah satu pencemar air. Asam sianida sangat berbahaya bagi manusia apalagi racun ini terdapat pada salah satu bahan makanan yaitu rebung yang serin g dijadikan menjadi aneka olahan yang serin g dikonsumsi oleh manusia contohnya yaitu pada jajanan lumpia , sayuran dan lain-lain. Sianida dengan konsentrasi tinggi sangatlah berbahaya. Sebenarnya bila sianida masuk ke dalam tubuh dalam konsentrasi yang kecil. Maka sianida dapat di ubah menjadi tiosianat dan di berikatan

dengan vitamin B12, tetapi bila kadar sianida yang masuk meninggi, maka sianida akan mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase dan mengakibatkan terhentinya metaboisme sel secara aerobik. Sianida dapat mengikat dan mengaktifkan beberapa enzim, tetapi yang mengakibatkan karena sianida mengikat bagian aktif dari enzim sitikrom oksidase sehingga akan mengakibatakan terhentinya sel secara aerobik. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan mengganggu transmisi secara neuronal. Sianida dapat di buang melalui proses tertentu sebelum sianida berhasil masuk ke dalam sel. METODE PENELITIAN Alat Alat yang digunakan pada penelitian ini diantaranya labu Erlenmeyer, gelas ukur 50 ml, batang pengaduk, labu takar, penangas air dan plastic penutup atau alumunium foil. Bahan Bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya asam tartrat, asam pikrat, larutan Na2CO3, aquades, kacang tanah, kacang panjang, oyong, tomat, dan terong. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan Sampel Kacang tanah Kacang panjang Tomat Oyong Terong

Cara kerja Secara umum, penelitian ini menggunakan metode maserasi. Dimana bahan-bahan yang diujikan untuk diteliti kadar sianida tersebut dihaluskan terlebih dahulu dengan cara di tumbuk atau di blender. Setelah itu ditempatkan pada labu Erlenmeyer yang selanjutnya ditambahkan kurang lebih 50 ml aquades. Labu Erlenmeyer ditutup rapat dengan menggunakan plastic penutup atau alumunium foil jika tidak ada. Setelah dimaserasikan dengan waktu kurang lebih 60 menit, kemudian campuran sampel dengan aquades tersebut di tambahkan dengan asam tartrat 3 ml. Disiapkan pula kertas saring yang berukuran 1x7 cm. Dicelupkan kertas saring kedalam larutan asam pikrat dan dikeringkan. Setelah benarbenar kering, kemudian di teteskan dengan menggunakan larutan Na2CO3. Digantungkan kertas saring tadi pada leher labu Erlenmeyer, tutup dengan rapat, dan dipanaskan hingga kurang lebih 15-20 menit. Diamati apabila pada kertas saring tersebut terdapat perubahan warna menjadi merah darah atau merah kecoklatan, maka sampel tersebut positif mengandung asam sianida.

Kadar asam sianida (+/-) + + -

Pembahasan Pada penelitian ini membahas tentang uji kadar sianida pada jenis sayursayuran. Dimana sampel yang digunakan pada penelitian ini diantaranya kacang tanah, kacang panjang, tomat, oyong, dan terong. Sayuran merupakan makanan yang kaya akan serat serta baik bagi tubuh manusia. Sayuran sangat mudah ditemukan sehingga banyak orang yang mengkonsumsinya. Dalam penelitian ini digunakan beberapa sampel yang di uji apakah didalamnya mengandung asam sianida atau tidak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi. Dimana sampel yang diuji harus direndam dengan air agar dapat dengan mudah teridentifikasi kandungan asam sianidanya. Sampel sampel seperti kacang tanah, kacang panjang, tomat, oyong, dan terong terlebih dahulu dihaluskan agar dapat dengan mudah larut dalam air. Masingmasing sampel ditempatkan dalam labu Erlenmeyer bersih dan kering yang selanjutnya ditambahkan dengan 50 ml aquades. Untuk memaserasikannya, campuran rendaman sampel tersebut harus ditutup dengam menggunakan plastic penutup atau alumunium foil agar terbebas dari udara dan zat pengotor yang dapat masuk kedalam labu Erlenmeyer tersebut. Proses maserasi ini sangat baik dilakukan karena dalam proses perendaman akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut

dalam pelarut aquades. dan identifikasi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Proses maserasi ini memakan waktu kuran lebih 1 jam. Selagi menunggu proses maserasi, disiapkan kertas saring berukuran 1x7 cm yang berfungsi untuk mengukur kadar asam sianida secara kualitatif. Parameter kandungan asam sianida ini adalah apabila terdapat perubahan warna menjadi merah orange atau merah kecoklatan, maka sampel tersebut positif mengandung asam sianida. Kertas saring tersebut terlebih dahulu dibasahi dengan larutan asam pikrat jenuh dan kemudian dikeringkan. Setelah benarbenar kering, diteteskan dengan menggunakan larutan natrium karbonat. Setelah proses maserasi dilakukan, campuran sampel dengan aquades tadi ditambahkan dengan menggunakan asam tartrat sebanyak 10 ml. Tujuan pemberian asam tartrat ini adalah untuk mengikat HCN agar tidak menguap. Asam tartarat merupakan hablur tidak berwarna atau bening atau serbuk. hablur halus sampai granul, warna putih, tidak berbau, rasa asam, dan stabil di udara. Asam tartrat ini sangat mudah larut dalam air. Proses selanjutnya yaitu memanaskan campuran sampel tadi diatas penangas air selama 15 menit. Selama pemanasan dilakukan, kertas sarin digantungkan dalam leher labu Erlenmeyer agar dapat dengan mudah dilihat kandungan asam sianida. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, yang positif mengandung asam sianida adalah tomat dan oyong. Walaupun

dalam pengujian tersebut kandungan asam sianidanya sedikit karena tidak dapat diketahui kandungannya secara kuantitatif. Pada sampel kacang tanah, kacang panjang, dan terong menunjukkan hasil negative, tidak terdapat kandungan asam sianidanya. KESIMPULAN Dari hasil pengamatan didapat bahwa yang positif mengandung asam sianida adalah tomat dan oyong, namun dalam kadar yang sedikit. Sedangkan pada kacang tanah, kacang panjang, dan terong ungu memiliki uji negatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi. DAFTAR PUSTAKA

1984. Official Method of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists, 14th ed.AOAC, Inc., Arlington. Bradbury, J.H. dan W.D. Holloway. 1988. Chemistry of Tropical Root Crops: Significance for Nutrition and Agriculture in the Pacific. Australian Centre for International Agricultural Research, Canberra. Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1981.Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta http://id.scribd.com/doc/132438051/penentu an-HCN http://ucupolahanpangan.blogspot.com/2012 /05/v-behaviorurldefaultvmlo_20.html

AOAC.

LAMPIRAN

Hasil negatif uji sianida pada kacang panjang (kiri) dan kacang tanah (kanan)

Hasil positif uji sianida pada oyong

Hasil positif uji sianida pada tomat