You are on page 1of 6

LAPORAN PENDAHULUAN KDM.

II (ASKEP KEBUTUHAN NUTRISI)

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Ria Rotua Tambunam Riska Anggraeni Siti Lestari Siti Adawiyah Siti Maryam

AKADEMI KEPERAWATAN YASPEN JAKARTA


Jalan Batas II No.54, Kelurahan Baru, Pasar Rebo Telp. 87703785

2013

A. Definisi Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaan dimana individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.( Wilkinso Judith M. 2007). Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas penting dalam tubuhnya sendiri. Atau nutrisi bisa didefinisikan sebagai proses pengambilan zat-zat makanan penting dengan kata lain nutrient adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya. Gangguan nutrisi terjadi kalau diet mengandung satu atau lebih nutrient dalam jumlah yang tidak tepat. B. Fisiologi Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan , maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus. Untuk ini dibutuhkan: 1.Pergerakan makan melaui saluran pencernaan. 2.Sekresi getah pencernaan. 3.Absorbpsi hasil pencernaan, air, dan elektrolit. 4.Sirkulasi darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang diabsorbpsi. 5.Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormon C. Tanda dan Gejala Manifestasi klinis atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Sering merasa lesuh Lelah Stamina yang lemah Suka marah Suka buang air besar Haid tidak teratur dan merasa nyeri Sering terserang flu Depresi Kurang nafsu makan Ingin ngemil terus.

D. Penatalaksanaan

1. Terapi obat-obatan : biasanya digunakan anti depresan seperti Ritalin, Dexedrine,

Desoxyn, Adderal, Cylert, Buspar, dan Clonidine 2. Terapi nutrisi dan diet : Keseimbangan diet karbohidrat protein
3. Terapi biomedis : Suplemen nutrisi, defisiensi mineral, dan gangguan asam amino

E. Asuhan Keperawatan a. Pengkajian 1. Riwayat keperawatan dan diet. a. usia b. jenis kelamin c. kesulitan makan d. pengaturan hidup e. riwayat obat-obatan
2. Faktor yang mempengaruhi diet

a. Status keehatan b. Kultur dan kepercayaan c. Status sosial ekonomi.

3. Pemeriksaan fisik

a. Keadaan fisik: apatis,lesu b. Berat badan : obesitas,kurus, tidak mampi bekerja c. Fungsi gastrointestinal: anoreksia,konstipasi,diare. e. Kardiovaskuler:denyut nadi lebih dari 100 kali/menit,irama abnormal,tekanan darah rendah/tinggi. f. Rambut: kusam,kering,pudar,kemerahan,tipis,pecah/patah-patah. g. Kulit: kering,pucat,iritasi. h. Bibir: kering,pecah-pecah,bengkak,lesi,stomatitis,membrane mukosa pucat. i. Gusi: perdarahan,peradangan.
4. Pengukuran antopometri:

a.Berat badan ideal: (TB- 100)*10% b.Lingkar otot lengan atas : Nilai normal Wanita :28,5cm Pria :28,3 cm, untuk mengetahui deposit protein dalm tubuh. c.Pengukuran lipatan kulit : untuk mengetahui simpanan lemak. 5. Laboratorium

a. Albumin (N:4-5,5 mg/100ml) b. Hb (N: 12 MG%)


b. Diagnosa Keperawatan

Diagnosis keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah: 1. Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan nutrisi berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat. 2. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output yang berlebihan. 3. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. 4. Gangguan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya infeksi.

c. Intervensi

Tujuan : 1. 2. 3. Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parental Rencana tindakan : 1. Monitor perubahan factor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisi 2. Kurangi factor yang mempengaruhi perubahan nutrisi 3. Ajarkan untuk merencanakan makanan 4. Kaji tanda vital dan bising usus 5. Monitor glukosa, elektrolit, albumin, dan hemoglobin 6. Berikan pendidikan tentang cara diet, kebutuhan kalori, atau tindakan lainnya. d. Implementasi Implementasi yang di lakukan pada klien gangguan kebutuhan nutrisi adalah sesuai dengan intervensi keperawatan.

e. Evaluasi

1. Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan. 2. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda-tanda kekurangan atau kelebihan berat badan 3. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat

DAFTAR PUSTAKA A. Aziz alimul H,2009. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. Jakarta: Salemba Medika Brunner & Suddart, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Vol.1 Jakarta: EGC

Tarwoto wartonah, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawata. Jakarta: Salemba Medika Wahid Iqbal Mubarak, SKM & Ns. Nurul Chaygtin, S.Kep, 2007. Kebutuhan Manusia Teori dan Aplikasi dalam Praktek Gresik