You are on page 1of 3

PENEGAKAN DIAGNOSIS Abses perianal merupakan salah satu bagian dari klasifikasi abses anorektal dan merupakan jenis

yang paling sering terjadi. Lokasi abses anorektal berdasarkan kekerapannya meliputi 60% perianal, 20% ischiorektal, 5% intersfingterik, abses. % suprale!ator, dan "% submukosal. #anifestasi klinis berkaitan dengan lokkasi dari

$ambar 2." %lasifikasi abses anorektal Anamnesis &asien dengan abses perianal biasanya mengeluh adanya ketidak nyamanan perianal, kusam, rasa nyeri tumpul dan pruritus. 'yeri di sekitar perianal biasanya dieksaserbasi karena gerakan dan peningkatan tekanan karena duduk, mengedan, defekasi, batuk dan bersin. (engan perjalanan abses, nyeri dapat mengganggu akti!itas seperti berjalan )*habir, 20"2+. Pemeriksaan fisik &ada pemeriksaan fisik bisa ditemukan adanya massa subkutaneus yang eritematosa, berbatas tegas, kecil dan berfluktuasi di dekan orifisium anal )*abhir, 20"2+.

#anifestasi klinis lainnya termasuk, %onstipasi .idak dapat duduk dengan baik (emam Lemas %eringat malam /etensi urin

&asien dengan imunitas yang baik, biasanya tidak disertai demam, leukositosis atau sepsis.

$ambar 2.2 Abses &erianal Pemeriksaan Laboratorium 0elum terdapat pemeriksaan laboratorium khusus yang dapat dilakukan untuk menge!aluasi pasien dengan abses perianal atau anorektal, kecuali pada pasien tertentu, seperti indi!idu dengan diabetes dan pasien dengan imunitas tubuh yang

rendah karena memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya sepsis bakteremia yang dapat disebabkan dari abses anorektal. (alam kasus tersebut, e!aluasi laboratorium lengkap adalah penting )Andre, 20"0+. TATALAKSANA &ada pasien dengan abses anorektal, terapi medikamentosa dengan antibiotik biasanya tidak diperlukan. 'amun, pada pasien dengan peradangan sistemik, diabetes, imunitas rendah, atau memiliki penyakit katub jantung antibiotik 1ajib diberikan. &emberian antibiotik secara tunggal bukan merupakan pengobatan yang efektif untuk mengobati abses perianal )Andre, 20"0+. &enatalaksanaan abses perianal dapat dilakukan drainase di ba1ah anestesi lokal di kantor, klinik, atau unit ga1at darurat. &ada kasus abses yang besar maupun pada lokasinya yang sulit mungkin memerlukan drainase di dalam ruang operasi. 2nsisi dilakukan sampai ke bagian subkutan pada bagian yang paling menonjol dari abses. 3(og ear4 yang timbul setelah insisi dipotong untuk mencegah penutupan dini. Luka dibiarkan terbuka dan *it5 bath dapat dimulai pada hari berikutnya )Andre, 20"0+.

(A&6* Andre 7ebra. &erianal Abscess. 6pdated, 8ul " , 20"0. (iunduh dari http,99emedicine.medscape.com9article9":":;5-o!er!ie1 diakses pada "" (esember 20"<. *habir 0himji. Anorectal abscess. 6pdated, =ctober "0, "0"2. (iunduh dari 6.* 'ational Library #edicine. http,99111.nlm.nih.go!9medlineplus9ency9article900"5":.htm diakses pada "2 (esember 20"<.