You are on page 1of 37

1

SINDROMA KORONER AKUT


DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA
dr. Dian Zamroni, SpJP
Memahami bagaimana jantung
yang sehat bekerja
Jantung : Adalah organ
tubuh yang berfungsi untuk
memompa darah keseluruh
tubuh
Jantung : terdiri dari otot-otot
yang sangat kuat, dan ia
menerima makanan serta
oksigen dari pembuluh darah
koroner yang mengelilinginya
3
Arteri Koroner
Acute Coronary Syndrome
(Sindroma Koroner Akut)
Definisi
Pengertian SKA merujuk pada sekumpulan keluhan
dan tanda klinis yang sesuai dengan iskemia
miokardium akut.
Sindrom koroner akut merupakan suatu spektrum
dalam perjalanan penderita penyakit jantung koroner
(aterosklerosis koroner). SKA
dapat berupa angina pektoris tidak stabil, infark
miokard dengan non-ST elevasi, infark miokard
dengan ST elevasi dan atau kematian jantung
mendadak.
Korban
Sindroma
Koroner
Akut
5
EPIDEMIOLOGY
ACS NSTEMI > STEMI
HOSPITAL MORTALITY STEMI > NSTEMI
(7 % VS 5 % )
6 BULAN MORTALITY EQUAL (12 VS 13
%)
LONG TERM FOLLOW UP MORTALITY
NSTEMI > STEMI
PENYEBAB UTAMA KEMATIAN KV
7
Normal
vessel
Minimal
CAD
Severe
CAD
Moderate
CAD
Progression
Penyakit Jantung Koroner
Foam
cells
Fatty
streaks
Intermediate
lesion Atheroma
Fibrous
plaque
Complicated
lesion rupture
From First Decade From 3rd decade From 4th decade
Atherosclerosis
Timeline
Growth mainly by lipid accumulation Smooth
muscle
and
collagen
Thrombosis
hematoma
Endothelial Dysfunction
Decreased O2 Supply
Plaque rupture/clot
Flow- limiting stenosis
Anemia
Increased O2 Demand
O2 supply/demand mismatch
Myocardial ischemia/necrosis
Pathophysiology
ACS
A
s
y
m
p
t
o
m
a
t
i
c
A
n
g
i
n
a
Penyebab terjadinya SKA secara teoritis
dapat disebabkan oleh:
A. Trombosis koroner
B. Robekan plak (fissure plaque)
C. Spasme arteri koroner
copyright 2006
www.brainybetty.com 10
PATOFISIOLOGY
12
CK-MB or Troponin
Troponin elevated or not
ACS with persistent
ST-segment elevation
Platelet-rich
thrombus
White thrombus
Usually non-occlusive
Platelet-fibrin
thrombus
Large fibrin-red blood cell propagation
component, susceptible to fibrinolysis,
mostly occlusive
ACS without persistent
ST-segment elevation
DIAGNOSIS
13
KELUHAN NYERI DADA ANGINA
PERUBAHAN ECG ( ST-T CHANGES)
PERUBAHAN ENZYME JANTUNG (TROP-
T,CK-CKMB)
14
15
16
Distribusi nyeri yang sering
Nyeri dada iskemia miokard
Distribusi nyeri yang kurang sering
Sebelah kanan
Rahang &
gigi
Epigastrium
Belakang
Sternum
Prekordial
Leher
Lengan kiri
Angina Pectoris ~ IMA
Angina lebih lama (> 30 menit)
Tidak hilang dengan nitrat
Disertai gejala sistemik lain (mual,
muntah, keringat banyak)
Acute Coronary Syndrome
( ACS )
ST-segment
Depression
ST-segment
Elevation
Biomarkers of
Cardiac Injury ( - )
Biomarkers of
Cardiac Injury ( + )
UA
( Unstable Angina )
NSTEMI
( Non ST-Elevation
Myocardial Infarction )
Biomarkers of
Cardiac Injury ( + )
STEMI
( ST-Elevation
Myocardial Infarction )
European Heart Journal (2007) 28,882
Chest pain suggestive of ischemia
12 lead ECG
Obtain initial
cardiac
enzymes
electrolytes,
cbc lipids,
bun/cr,
glucose, coags
CXR
Immediate assessment within 10 Minutes
Establish
diagnosis
Read ECG
Identify
complication
s
Assess for
reperfusion
Initial labs
and tests
Emergent
care
History &
Physical
IV access
Cardiac
monitoring
Oxygen
Aspirin
Nitrates
Rekaman EKG harus dibuat
segera pada waktu pasien
dengan keluhan sakit dada
dan diinterpretasi
Standar waktu 10 menit
E K G
Ischaemia : ST depression,
Tall T, T inverted
Injury : ST elevation
Infarction : Q pathologic
23
A. Normal ECG
B. Tall T or Peaked T
waves
C. Injury, ST elevation
D. Biphasic T waves
E. Q, Biphasic T waves
F. Q-abnormal
EVOLVING ECG
Anatomi Koroner dan EKG 12 sandapan
Sandapan V1 dan V2 menghadap septal area ventrikel kiri
Sandapan V3 dan V4 menghadap dinding anterior ventrikel kiri
Sandapan V5 dan V6 ( ditambah I dan avL ) menghadap
dinding lateral ventrikel kiri
Sandapan II, III dan avF menghadap dinding inferior ventrikel kiri
A: Proximal LAD occlusion
before the first septal perforator.
B: ECG demonstrates large anterior infarction
with conduction disturbance.
INITIAL MANAGEMEN
Infus atau IV Line
OXYGEN (BILA SATURASI O2 < 94%)
NITRAT SL (ISDN 5 MG,DAPAT DIULANG 3X,
KI : (HIPOTENSI,PEMAKAIAN
SIDENAFIL,BRADIKARDIA,TAKIKARDIA), NITRAT IV : DOSIS MULAI
10 MCG/M,DAPAT DINAIKKAN SAMPAI MAX 200 MCG/M )
ASPIRIN , 160-320 MG (CHEWING)
CO ,CLOPIDOGREL (LOADING 300 MG)
M(MORPHINE,BILA DENGAN PEMBERIAN NITRAT SL/IV TIDAK
RESPON
copyright 2006
www.brainybetty.com 27 4/19/2013
REPERFUSION THERAPY
PRIMARY PCI ( BILA DOOR TO BALLOON
<90 MENIT)
TROMBOLYSIS THERAPI (DOOR TO
NEEDLE <30 MENIT)
copyright 2006
www.brainybetty.com 28
FIBRINOLITIK / TROMBOLISIS : Indikasi
Sakit dada khas IMA 12 jam
EKG : 1 mm elevasi seg ST pada 2 sandapan yg
bersebelahan
2mm elevasi seg ST pada 2 sandapan
prekordial
Bundle branch block yg baru
Syok kardiogenik pd IMA ( bila kateterisasi dan
revaskularisasi tdk dapat dilakukan )
Trombolisis door to needle time < 30 menit !!
PCI pada IMA lebih unggul bila dpt dilakukan
dlm 90 menit
Trombolisis Terapi
Streptokinase
Dosis : 1,5 Juta IU (+ Dx 5%/NaCl 100 cc/30-60
min)
Kabikinase
Ateleptase
rTPA
Dosis : bolus 15 mg IV, 0,75 mg/Kg BB/30,kmd
0,5 mg/KgBB/60 min (dosis total tidak lebih 100
mg)
PCI
INTERVENTION (PRIMARY PCI)
33
UA/NSTEMI ALGORITHM CONSERVATIVE STRATEGY
UA/NSTEMI ALGORITHM- INVASIVE STRATEGY
36
Cegah Serangan Jantung Koroner dengan
Kendalikan Faktor Risiko
Dapat dimodifikasi !!!!!
Merokok
Hipertensi
Diabetes Mellitus
Diet : Tinggi Lemak Jenuh dan Kolesterol
Peningkatan Kadar Kolesterol Total dan LDL
Kadar Kolesterol HDL Rendah
Obesitas
Kurang Aktivitas Fisik
Tidak dapat dimodifikasi
Riwayat Keluarga ( PJK )
Usia : Tua > Muda
Gender : Laki-laki > Perempuan
*
37