You are on page 1of 23

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I

PERCOBAAN X
PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS TETRA AMIN TEMBAGA (II)
SULFAT MONOHIDRAT Cu(NH
3
)
4
.H
2
O DAN GARAM RANGKAP
AMONIUM TEMBAGA (II) SULFAT HEKSAHIDRAT
Cu(SO
4
)
2
(NH
3
).6H
2
O
OLEH :
NAMA : MUNARTI
STAMBUK : F1C1 !36
PROG. STUDI : KIMIA
KELOMPOK : II
ASISTEN : "A"UK "USMILA
#URUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNI$ERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2%
PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS TETRA AMIN TEMBAGA (II) SULFAT
MONOHIDRAT Cu(NH3)4.H2O DAN GARAM RANGKAP AMONIUM
TEMBAGA (II) SULFAT HEKSAHIDRAT Cu(SO4)2(NH3).6H2O
A. Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memberi gambaran tentang proses
pembuatan kompleks tetra amin tembaga (II) sulfat monohidrat dan garam rangkap
ammonium tenbaga (II) sulfat heksahidrat.
B. Lana!an T"#$%
Tembaga adalah logam merah muda, yang lunak, dapat ditempa, dan liat. Ia
melebur pada 103!". #arena potensial elektrode standarnya positif ($0,3% & untuk
pasangan "u'"u
($
), ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun
dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit. )da dua deret senya*a tembaga. +enya*a,
senya*a tembaga(I) diturunkan dari tembaga(I) oksida "u(- yang merah, dan
mengandung ion tembaga(I), "u
$
. +enya*a,senya*a ini tak ber*arna, kebanyakan
garam tembaga(I) tak larut dalam air, perilakunya mirip senya*a perak(I). .ereka
mudah dioksidasi menjadi senya*a tembaga(II), yang dapat diturunkan dari tembaga(II)
oksida, "u-, hitam. /aram,garam tembaga(II) umumnya ber*arna biru, baik dalam
bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan air. /aram,garam tembaga(II) anhidrat,
seperti tembaga(II) sulfat anhidrat "u+-%, ber*arna putih (atau sedikit kuning). 0alam
larutan air selalu terdapat ion kompleks tetraakuo (+yabatini, (001).
2embentukan kompleks adalah peristi*a terjadinya interaksi antara senya*a tak
larut dengan 3at yang larut dengan membentuk garam kompleks.#ecepatan kelarutan
dipengaruhi oleh usuran partikel dimana makin halus solote, makin kecil usuran
partikel, makin luas permukaan solote yang kontak dengan sol4ent dan solut makin
cepat larut. +elain itu, factor suhu yakni umunya kenaikan suhu menambah kenaikan
kelarutan solote (0inda, (00).
#ebanyakan senya*aan "u
5
cukup mudah teroksidasi menjadi "u
65
, namun
oksidasi selanjutnya menjadi "u
75
adalah sulit. Terdapat kimia*i larutan "u
($
yang
dikenal baik, dan sejumlah besar garam berbagai anion didapatkan, banyak diantaranya
larut dalam air, menambah perbendaharaan kompleks (+yabatini, (001).
/aram,garam ammonium umumnya adalah senya*a,senya*a yang larut dalam
air, dengan membentuk larutan yang tak ber*arna (kecuali bila anionnya ber*arna).
0engan pemanasan, semua garam ammonium terurai menjadi ammoniak dan asam yang
sesuai. #ecuali jika asamnya tak mudah menguap, garam ammonium dapat dihilangkan
secara kuantitatif dari campuran kering dengan memanaskan (&ogel, 189).
2roses pembentukan dari garam rangkap terjadi apabila dua garam mengkristal
bersama,sama dengan perbandingan molekul tertentu. /aram,garam itu memiliki
struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya.
#ompleks ialah suatu satuan baru yang terbentuk dari satuan,satuan yang dapat berdiri
sendiri, tetapi membentuk ikatan baru dalam kompleks itu. 0alam hal ini, kompleks
yang terbentuk masing,masing berisi sebuah komponen, tetapi ada pula yang terjadi dari
lebih banyak komponen seperti kompleks :2t(;<3)("l%= dan :2t(;<3)"l3=. "ontoh dari
garam rangkap adalah garam alumia, #)I(+-%)(.1(<(- dan feroammonium sulfat,
>e(;<3)((+-%).?<(- (<arjadi, 1883).
C. A&a' an Ba(an
1. )lat
, /elas kimia 90 m@
, ;eraca analitik
, Aatang pengaduk
, 2emanas
, +patula
, /elas ukur (9 m@
, #ertas saring
(. Aahan
, "u+-%.9<(-
, )monium sulfat
, )Buades
D. P$#!"u$ K"$ja
1. 2embuatan garam rangkap ammonium sulfat heksahidrat
(,%89 g "u+-
%
.9<
(
- $ 1,3( g
)monium sulfat (;<
%
+-
%
)
, 0itempatkan dalam gelas kimia
100 m@
, 0itambahkan dengan 10 m@
akuades
, 0ipanaskan secara perlahan
sampai semua garam larut sempurna
, 0ibiarkan menjadi dingin pada
suhu kamar sampai terbentuk kristal
, 0ikeringkan krisal dalam kertas
saring
, 0itimbang kristal yang dihasilkan
, 0ihitung mol reaktan dan mol
kristal
, 0ihitung C rendamennya
C Dendamen E 101, 8C
(. 2embuatan garam kompleks tetraamin copper (II) sulfat monohidrat
("u(;<3)%+-%.<(-.
E. Da'a P"n)a*a'an
1. 2embuatan /aram Dangkap kupriammonium sulfat, "u+-%(;<%)(+-%.?<(-
0iketahui F
m "u+-%.9<(- E (,9 gram
m(;<%)(+-% E 1,3( gram
m "u+-%(;<%)(+-%.?<(- E 3,3% gram
A. "u+-%.9<(- E 388,9% g'mol
A. (;<%)(+-% E 13( g'mol
A. "u+-%(;<%)(+-%.?<(- E 388,9% g'mol
0itanya F C garam rangkap E G H
Ia*ab F
% m@ @arutan amonia 19 .
, 0iencerkan dengan (,9 ml aBuades
dalam ca*an penguap
, 0itambahkan (,%89 g "u+-%.9<(-
, 0iaduk sampai kristal larut sempurna
, 0itambahkan ml etil alkohol secara
perlahan,lahan melalui dinding gelas
kimia
, 0ibiarkan semalaman
, 0ipisahkan kristal dari cairannya
, 0itimbang kristal yang dihasilkan
, 0ihitung rendamennya
C Dendamen E 13,38C
"u+-%.9<(-$(;<%)(+-%J"u+-%(;<%)(+-%.?<(-
m F 0,01 0,01 ,
r F 0,01 0,01 0,01
s F , , 0,01
m"u+-%(;<%)(+-%.?<(- E mol K A.
E 0,01mol K 388,9% g'mol
E 3,889% gram
C garam rangkap
E 101,8 C
(. 2embuatan /aram #ompleks tetramminocopper(II) sulfat monohidrat,
"u(;<3)%+-%.?<(-
m "u+-%.<(- E (,9 gram
A. "u+-%.<(- E 111,9% g'mol
m "u(;<3)%+-%.<(- E (,9( gram
A. "u(;<3)%+-%.<(- E (%9,9% g'mol
& ;<3 19. E % ml E 0,00% @
0itanya F C garam kompleks E G H
Ia*ab F
"u+-%.<(- $ %;<3 J "u(;<3)%+-%.<(-
m F 0,01% 0,0?
r F 0,01% 0,01% 0,01%
s F , 0,0%? 0,01%
m "u(;<3)%+-%.<(- E mol K A.
E 0,01% mol K (%9,9% g'mol
E 3,%31? gram
C garam kompleks
E 1?,38 C
F. P"*+a(a!an
Tembaga adalah logam merah muda, yang lunaj, dapat ditempa, dan liat.
Tembaga melebur pada suhu 103L". /aram,garam tembaga (II) umumnya ber*arna
biru, baik dalam bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan air. Marna ini benar,benar
khas untuk garam,garam tembaga (II) .
2ada percobaan ini dilakukan sintesis garam rangkap ammonium tembaga (II)
sulfat heksahidrat . /aram rangkap adalah suatu garam yang terbentuk dari
penggabungan ( jenis garam melalui proses rekristalisasi dari larutan campuran dengan
sejumlah ekui4alen ( atau lebih. 0alam percobaan ini "u(+-%) 9<(- direaksikan
dengan (;<%)( +-%. Nntuk mempercepat proses pelarutan kedua garam tersebut, maka
dilakukan pemanasan. 0alam proses pemanasan ini, reaktan,reaktan saling bereaksi
membentuk garam rangkap ammonium tembaga (II) sulfat heksahidrat. +elain itu,
tujuan lain dari pemanasan ini adalah untuk mempertahankan molekul air yang terdapat
dalam larutan. @arutan garam ini lalu didinginkan pada suhu kamar untuk
mempercepat proses kristalisasi. Aerat garam yang diperoleh secara eksperimen adalah
3,889% g dengan persen rendamen 101,8C. Aentuk kristal garam rangkap ammonium
tembaga (II) sulfat heksahidrat adalah monoklin.
2ada pembuatan garam kompleks, direaksikan "u+-%.9<(- dan ammoniak 19
. . /aram kompleks adalah suatu garam yang terbentuk karena adanya ion kompleks.
2adatan "u+-%.9<(- sangat mudah larut dalam ammoniak pekat. @arutan campuran ini
lalu ditambahkan etil asetat. +etelah dilakukan penambahan etil asetat ini, larutan
campuran dibiarkan semalam dan tidak boleh di aduk. #ristal yang terbentuk, lalu
dicuci dengan etil asetat dan larutan ammoniak 19 .. Aerat garam kompleks tetra amin
tembaga (II) sulfat monohidrat adalah 3,%31? g dengan rendamen adalah 1?,38C.
Ion kompleks terdiri dari ion logam (atom pusat) yang dikelilingi sejumlah ligan
yang dapat berupa molekul atau ion yang mempunyai pasangan elektron bebas. Ion
logam menyediakan orbital kosong yang akan diisi oleh elektron dari ligan. 2ada logam
tembaga (ion "u
($
) jika membentuk senya*a kompleks, maka kompleks tembaga (II)
mempunyai bilangan koordinasi enam, dimana empat ligan bertetangga dalam bidang
segi empat membentuk struktur oktahedral . 0alam proses pembuatan garam kompleks
ini yang bertindak sebagai atom pusat adalah tembaga sedangkan yang menjadi ligannya
adalah tetra amin. Tembaga akan menerima pasangan elektron bebas dari ligan
pengompleks yaitu tetra amin sehingga terbentuk senya*a kompleks melalui ikatan
koordinasi./aram kompleks yang diperoleh yaitu ber*arna biru muda dan berbentuk
kristal.
G. K"!%*,u&an
#esimpulan dari percobaan ini adalah garam rangkap dapat disintesis dengan
mereaksikan "u(+-%)% 9<(- dan amonium sulfat. Dendamen yang diperoleh pada
pembentukan garam rangkap adalah 101,8C. 2embentukan garam kompleks dapat
dilakukan dengan mereaksikan "u+-%.9<(- yang bertindak sebagai logam dan
amoniak pekat bertindak sebagai ligan. Dendamen yang diperoleh pada pembentukan
garam kompleks sebesar 1?,38C.
DAFTAR PUSTAKA
0inda, (00. @arutan. (httpF''medicafarma.*ordpress.com). 0iakses pada 1? 0esember
(008
<arjadi. 1883. Ilmu Kimia Analitik Dasar. 2T. /ramedia. Iakarta.
+yabatini, )nnisa., (001. +toikiometri #ompleks )min Tembaga (II).
(httpF''annisafushie.*ordpress.com). 0iakses pada 1? 0esember (008
&ogel, 189. Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semi Mikro Jilid I.
2T #alman .edia 2ustaka. Iakarta.
"$-#+aan P"*+ua'an Ga$a* Ran).a, an )a$a* .#*,&".!
2OD"-A)); &I
2O.AN)T); /)D). #-.2@O#+ 0); /)D). D);/#)2
)A+TD)#

I. TNIN); 2OD"-A));
.empelajari pembuatan dan sifat,sifat garam rangkap kupri ammonium sulfat
dan garam kompleks tetraamintembaga (II) sulfat monohidrat.
II. 0)+)D TO-DI
(.1. /aram
/aram merupakan senya*a yang umumnya merupakan hasil reaksi asam dan basa
yang dapat bersifat asam, basa, ataupun netral. @arutan garam dapat menghantarkan
listrik. /aram,garam kuat akan menunjukkan daya hantar listrik yang lebih tinggi dari
pada garam,garam lemah. /aram,garam kuat merupakan klorida dari logam alkali dan
alkali tanah, sedang klorida dari aluminium, raksa kadmium, dan berilium adalah garam
lemah.
0itinjau dari sifat,sifat hasil pembentukannya, garam dibedakan menjadi 3,
yaituF
1. /aram netral
/aram netral merupakan garam yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa secara
sempurna.
"ontohF ;a"l yang dibentuk dari reaksi antara asam klorida (<"l) dengan natrium
hidroksida (;a-<).
(. /aram asam
/aram asam merupakan garam yang terbentuk jika sebagian hidrogen asam yang
mampu digusur oleh logam atau kation lain.
"ontohF ;a<"-3, ;a<+-%.
3. /aram basa
/aram basa merupakan garam yang terbentuk apabila tidak semua gugus -< dari basa
tersusun oleh suatu radikal asam.
"ontohF .g(-<)Ar, Ai(-<)("l.
()rsyad, (001)
(.(. /aram rangkap dan garam kompleks.
Aerdasarkan keadaan,keadaan ketika dilarutkan dalam sebuah pelarut,
garam dapat diklasifikasikan menjadi (F
1. /aram kompleks
/aram kompleks merupakan garam,garam yang mengandung ion,ion kompleks dalam
larutan. .isalnyaF "o(;<3)"l3, #3>e(";)?.
(. /aram rangkap
/aram rangkap merupakan garam yang merupakan campuran bermacam,macam ion
sederhana yang akan mengion apabila dilarutkan kembali. /aram rangkap terbentuk
melalui kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekui4alen atau lebih garam tertentu
dengan perbandingan tertentu pula. /aram ini memiliki struktur sendiri dan tidak harus
sama dengan struktur garam komponennya.
"ontohF >e+-%(;<%)(+-%.9<(-
#(+-%)l((+-%)3.(%<(-.
(Di4ai, 1889)
(.3 +enya*a kompleks
#ompleks merupakan suatu senya*a yang ligannya (ion, molekul' atom donor
elektronnya) membentuk ikatan,ikatan koordinasi atau ko4alen koordinasi dengan suatu
atom,atom pusat. @igannya sebagai donor pasangan elektron dan atom pusatnya sendiri
bertindak sebagai akseptor donor pasangan elektron tersebut. Tak jarang pula kompleks,
kompleks tersebut mengandung elektron,elektron tak berpasangan, tak ber*arna, serta
bersifat paramagnetik.
#ompleks merupakan suatu senya*a yang ligannya (ion, molekul atau gugus atom
donor elektronnya) membentuk ikatan,ikatan koordinasi dengan ion atom pusat.
@igannya sebagai donor pasangan elektron dan atom pusatnya sendiri bertindak selaku
akseptor pasangan elektron tersebut. Tak jarang pula kompleks,kompleks tersebut
mengandung elektron,elektron tak berpasangan, tak ber*arna, serta bersifat
paramagnetik, syarat terbentuknya senya*a kompleksF
a. @ebih mudah terbentuk jika jari,jari ion atau atom pusatnya kecil tetapi memiliki
muatan besar.
b. Ion tersebut mempunyai orbital kosong dengan tingkat tenaga yang hampir sama.
()rsyad, (001)
Terbentuknya senya*a kompleks dibagi atas (F
1. )tom pusat menerima elektron sehingga membentuk orbital yang stabil dan tiap
orbital yang stabil ini memiliki sepasang elektron dengan spin berla*anan.
(. )tom pusat menerima molekul,molekul koordinasi yang cukup sehingga molekul,
molekul yang mempunyai atom pusat tadi membentuk struktur yang simetris yang
biasanya berupa kubus tetrahedron dan oktahedron.
.isalF "u+-%.9<(- $ %;<3 "u(;<3)%+-%.
("otton, 188()
(.%. #ompleks Merner dan #ompleks logam karbonil
#ompleks Merner adalah kompleks yang tidak berisi ikatan logam karbon dan
kompleks sianida. #ompleks logam karbonil adalah kompleks yang paling sedikit berisi
ikatan logan karbon. +enya*a golongan ini tidak mempunyai sifat garam seperti garam
kompleks Merner dan bersifat ko4alen. Nmumnya larut dalam pelarut non polar,
mempunyai titik leleh dan titik lebur rendah.
(+ukardjo, 188()
(.9. #ompleks Inert dan @abil
+uatu kompleks disebut labil apabila ligannya dapat diganti dengan ligan lain secara
rapat, disebut inert apabila penggantian ini berjalan secara lambat. Malaupun biasanya
kompleks yang stabil bersifat inert dan kompleks yang tidak stabil, nama sebenarnya
antara kediuanya tidak ada hubungan.
(+ukardjo, 188()
(.?. +tabilitas kompleks
)dalah kestabilan ion,ion kompleks secara kuantitatif, diantaranya dipengaruhi
olehF
a. Ion pusat
, Aesar dan muatan dari ion
makin besar perbandingan muatan jari,jari maka makin stabil kompleks yang
dibentuk.
, >aktor ">+O
, >aktor distribusi muatan
b. @igan
, Aesar dan muatan dari ion
+emakin besar muatan dan jari,jarinya semakin kecil maka semakin stabil kompleks
yang dibentuk.
, +ifat basa
makin basa logam maka makin stabil kompleks.
, >aktor pembentuk "hellat
, >aktor besarnya lingkungan
, >aktor ruang.
(+ukardjo, 189)
(.1. @igan
@igan merupakan spesies yang memiliki atom yang dapat menyumbangkan
sepasang elektron pada ion logam pusat pada tempat tertentu dalam lengkung
koordinasi. +ehingga ligan merupakan basa le*is dan ion logam merupakan asam le*is.
#ebanyakan ligan adalah anion atau molekul netral yang merupakan donor electron.
)da beberapa jenis ligan yaituF
1. @igan monodentat
@igan seperti ini menyumbangkan sepasang electron kepada sebuah atom ligan,
umumnya adalah I
,
, "l
,
, Ar
,
, ";
,
, ;<3, <(-, -<, dan lain,lain.
(. @igan bidentat
@igan seperti ini mengandung dua atom yang masing,masing secara serempak
membentuk dua donor elektron kepada ion logam yang sama.
"ontohF diammine, difosfin.
3. @igan polidentat
@igan ini mengandung lebih dari dua atom yang masing,masing secara serempak
membentuk ikatan ion logam yang sama, biasanya disebut ligan "hellat.
"ontohF O0T).
("otton, 188()
(.. Teori medan ligan
Nntuk memahami kation antara struktur elektron dengan sifat ion dan molekul
kompleks. Nraian tentang struktur electron dikembangkan menurut teori medan kristal
dan teori ligan. 0alam teori medan ligan yang asli, efek netto dari setiap ligan dianggap
sebagai suatu muatan negatif yang menolak elektron,elektron ion atau atom pusat. Teori
medan ligan bukan hanya menimbang penolakan muatan ini, tetapi juga
mempertimbangkan sifat ko4alen dari ikatan antara ligan dan ion atau atom pusat.
+ifat ligan, entah itu suatu molekul netral atau ion negatif, menyumbang sepasang
electron untuk membentuk sebuah ikatan dengan ion atau atom pusat. /aya yang
diadakan terhadap ion atau atom pusat oleh electron,elektron ini, dan oleh muatan netto
ligan,ligan disebut medan ligan.
(#eenan, 1881)
(.8. <ibridisasi pada ion :"u(;<3)%=
($
Ion kompleks :"u(;<3)%=
($
termasuk ion kompleks planar segi empat yang
membentuk ikatan hibrida dsp
(
. data eksperimen memberi petunjuk bah*a ion
:"u(;<3)%=
($
mempunyai bentuk geometri planar segi empat dan sepasang electron
yang tidak berpasangan. <ibridisasi yang terjadi pada ion :"u(;<3)%=
($
adalah seperti
berikutF
(8
"uE :)r= 3d
10
%s
1
:)r=
3d %s
"u
($
E :)r= 3d
8
%s
:)r= :)r
%s %p %d
"u
($
dalam ion :"u(;<3)%=
($
:)r=
3d dsp
(
%p %d
(+yarifuddin, 188%)
(.10. Deaksi ion tembaga (II)
@arutan ammonia bila ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit, maka
akan terbentuk endapan biru suatu garam basa (tembaga sulfat basa).
("u
($
$ +-% $ (;<3 $ (<(- "u (-<)(."u+-% $ (;<%
$
Pang larut dalam reagensia berlebihan, dimana terjadi *arna biru tua, yang disebabkan
oleh terbentuknya ion kompleks tetraammin kuprat(ll)
"u(-<)(. "u+-% $ ;<3 (:"u(;<3)%=
($
$ +-%
(,
$
(-<
,
Iika larutan mengandung garam ammonium (atau larutan itu sangat asam dan ammonia
yang dipakai untuk menetralkannya sangat banyak), pengendapan tidak terjadi sama
sekali, tetapi *arna biru langsung terbentuk.
Ion tembaga juga dapat membentuk akuo komplek :"u(<(-)% =
($
rumus umum
yang biasanya berupa tembaga sulfat pentahidrat :"u(<(-)% =, :+-%(<(-)= atau
"u+-%.9<(-.
(&ogel, 1880)
(.11. #ristalisasi
#ristalisasi adalah suatu proses pengubahan cairan menjadi padatan dengan cara
cairan tersebut dilarutkan dalam pelarut panas kemudian didinginkan. Tujuan dari proses
kristalisasi adalah untuk memperoleh kristal yang bebas dari pengotornya. #ristalisasi
dilakukan dengan pelarut yang tepat.
Tahap,tahap kristalisasiF
a. melarutkan 3at dalam pelarut panas
b. menyaring larutan panas untuk menghilangkan kotoran yang tidak larut
c. mendinginkan larutan dan mengendapkan kristalnya
d. menyaring larutan yang dingin untuk memisahkan kristal dari larutan
e. mencuci kristal untuk menghilangkan pelarut yang melekat
f. mengeringkan kristal untuk menghilangkan sisa pelarut.
>aktor,faktor yang mempengaruhi proses kristalisasiQ
1. Temperatur
Temperatur meningkat maka kristal sulit dibentuk
(. #onsentrasi
#onsentrasi besar maka kristal sulit dibentuk.
3. Tekanan
Tekanan akan mempengaruhi konsentrasi
%. Ion sejenis
#elarutan meningkat dengan adanya ion sejenis menyebabkan kristal sulit dibentuk.
(MilcoK, 189)
(.1(. 2roses kristalisasi
2roses kristalisasi dapat dibagi menjadi % macam yaituQ
2engkristalan dengan pendinginan
.etode ini diterapkan pada 3at terlarut yang akan mengalami perubahan kelarutan besar
bila suhu diturunkan.
2engkristalan dengan penguapan
.etode ini diterapkan pada larutan dengan 3at terlarut tidak akan mengalami perubahan
kelarutan besar apabila suhu diturunkan.
2endinginan dengan adiabatik
.etode ini merupakan gabungan antara metode pengkristalan dengan pendinginan dan
pengkristala dengan penguapan. 2endinginan bertujuan memperkecil daya larut
sedangkan penguapan bertujuan memperkecil tekanan total permukaan sehingga lebih
kecil daripada tekanan uap pada suhu tersebut.
2engkristalan dengan salting out
.etode ini merupakan pengkristalan dengan penambahan 3at baru untuk menurunkan
3at terlarut dengan tidak ada pendinginan dan penguapan.
(Arady, 181)
0alam proses lanjut kristalisasi maka digunakan sebuah pelarut tertentu dengan
pemilihan mengacu pada daya larut antara 3at yang dimurnikan dengan kotoran yang
diperkirakan masih tertinggal. Aeberapa persyaratan pelarut yang dapat digunakan
dalam proses lanjut krisataslisasi antara lainF
, pelarut tersebut memberikan perbedaan daya larut yang cukup besar antara 3at yang
dimurnikan dengan 3at pengotor.
, Tidak meninggalkan 3at pengotor pada kristal
, .udah dipisahkan dari kristal
, Aersifat inert (tidak mudah bereaksi dengan kristal).
("ahyono, 1881)
(.13. 2engaruh penurunan suhu terhadap terjadinya kristal
Aila penurunan suhu berjalan dengan cepat maka kecepatan tumbuhnya inti kristal lebih
cepat dari pada kecepatan pertumbuhan kristal, sehingga kristal yang diperoleh kecil,
kecil, rapuh dan banyak.
Aila penurunan suhu dilakukan perlahan,lahan maka kecepatan pertumbuhan kristal lebih
cepat dari pada kecepatan pertumbuhan inti kristal, sehingga kristal,kristal yang
dihasilkan besar,besar, liat dan elastis.
()ustin, 18?)
(.1%. +turuktur morfologi dan kemurnian endapan
Ondapan dapat disaring dan dicuci tergantung pada sturtur morfologi endapan
adalah pada bentuk dan ukuran kristalnya. .akin besar kristal yang terbentuk saat
berlangsungnya pangendapan, makin mudah disaring dan makin cepat krustal,kristal itu
akan turun ke ba*ah keluar dari larutan. +truktur yang sederhana seperti kubus
oktahedral. Iarum,jarum sangat menguntungkan karena meski dicuci setelah disaring
kristal dengan stuktur yang lebih kompleks yang mengandung lekuk,lekuk dan lubang,
lubang akan menahan cairan.
Nkuran dibentuk kristal dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lainF
a. laju pembentukan inti
laju pembentukan inti dinyatakan dengan jumlah inti yang terbentuk dalam satuan
*aktu, jika laju pembentukan inti tinggi, maka banyak sekali kristal yang terbentuk, tapi
tak satupun akan tumbuh menjadi besar, jadi yang terbentuk berupa partikel,partikel
koloid.
b. @aju pertumbuhan kristal
@aju pertumbuhan kristal merupakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran kristal
yang terbentuk selama pengendapan berlangsung. Iika laju tinggi, kristal,kristal besar
terbentuk, laju pertumbuhan kristal juga dipengaruhi derajat le*at jenuh.
(&ogel, 1880)
(.19. Dekristalisasi
Dekristalisasi adalah salah satu cara pemurnian padatan (dalam bentuk serbuk)
yaitu dengan mengulang kristalisasi agar diperoleh 3at kristal murni, kristalisasi
senya*a organik dipengaruhi oleh pelarut, pelarut yang umum digunakan untuk tujuan
kristalisasi adalah air, metal alkohol, etil alkohol, etil asetat, aseton, etil eter, kloroform,
ben3en, karbon tetraklorida (""l%).
(+... Iames, 18?1)
(.1?. )nalisa bahan
(.1?.1. "u+-%. 9<(- (kupri sulfat pentahidrat)
a. +ifat fisik
Aerat molekulF 198,?1 g'mol
#omposisi "uF 38,1C Q -F %0C Q +F (0,08C
@arut dalam air
Tidak alrut dalam alcohol
0ensitasF 3,? g'ml
Aersifat higroskopis
(Auda4eri, 181?)
b. sifat kimia
, ,,,,R "u- $ <(+-% "u+-%. 9<(-
()chmadi, 188%)
(.1?.(. (;<%)(+-% (ammonium sulfat)
+ifat,sifat (;<%)(+-% sebagai berikutF
2adatan rombus putih
.engurai pada temperatur (39
o
"
+angat larut dalam air tidak larut dalam etanol
(0aintith, 188%)
#ristal abu,abu kecoklatan hingga putih yang larut dalam air, akan tetapi tidak larut
dalam aseton' alkohol. )monium sulfat dibuat dari reaksi uap,uap amoniakal destilasi
destruktif batubara dengan <(+-% dan dikristalkan. Aanyak digunakan sebagai pupuk,
untuk pemurnian air, industri, penyamakan dan 3at aditif makanan.
0ensitasF 1,11 g'ml
Titik lelehF 913
o
".
()rsyad, (001)
(;<3 $ <(+-% ,,,,R (;<%)(+-%
()chmadi, 188%)
(.1?.3. ;<3 (amoniak)
Aer*ujud gas, tidak ber*arna, memiliki bau yang menyengat dan khas, dapat larut dalam
air, menghasilkan larutan alkali, digunakan sebagai larutan pendingin, dapat digunakan
sebagai pupuk.
(2ringgodigdo, 1880)
Aerat molekulF 11 g'mol
Aerat jenisF 0,81 g'ml
(buda4eri, 181?)
(.1?.%. <(- (aBuades)
0ensitas 1 g'ml
Aerat molekulF 1 g'mol
Titik didihF 100
o
"
Titik lelehF 0
o
"
@arut dalam alkohol dan eter
2elarut uni4ersal
Tidak berbau, tidak berasa, merupakan basa lemah
(Oli3abeth, 18?1)
(.1?.9. "(<9-< (etanol)
Aerat molekulF %?,01 g'mol
"airan encer tidak ber*arna, berbau *angi, berasa pedas
Titik didihF 1,3
o
"
Aerat jenisF 0,18 g'ml
Titik lelehF ,11%,9
o
"
.udah terbakar, larut dalam air,alkohol dan eter.
(Aasri, 188?)
"?<1(-? ,,,R ("(-9-< $ ("-(
()chmadi, 188%)