You are on page 1of 11

Nama : Martyn Pangestu

NIM : 102008019
A.Konsep dasar penghantaran obat
Pendahuluan
Ketika obat digunakan oleh pasien, akan menghasilkan efek tertentu seperti menurunkan
tekanan darah. Efek biologis ini biasanya dihasilkan oleh interaksi obat dengan reseptor tertentu
dari obat. Meskipun demikian, obat yang dihantarkan ketempat kerja diatur pada kecepatan dan
konsentrasi tertentu dimana efek samping minimal dan efek terapetik maksimal.
Sampai tahun 1940 bentuk sedian obat berupa :
Injeksi
Formulasi per oral (solution, suspensi, tablet, kapsul)
Obat topical (krim dan salep)
Pada tahun 1950-1960 dikembangkan bentuk sediaan obat lepas lambat per oral. Contoh kapsul
spansule yang terdiri dari suatu pellet obat yang disalut. Ketika melewati saluran cerna salutnya
hancur dan obat dilepaskan.
Perkembangan obat akhir-akhir ini diarahkan pada bentuk sediaan obat alternative dari
parenteral, dimana obat masuk kedalam sirkulasi sistemik melalui route bukal, sublingual, nasal,
pulmonary dan vaginal.
Teknologi pengantaran obat semakin berkembang sejalan dengan perkembangan kemanjuran
obat seperti waktu kerja obat, penargetan obat pada tempat yang sakit, pelepasan obat yang
disebabkan karena respon biologis dan terapi gen. Tapi hal-hal tersebut dapat kita mengerti
setelah kita mengetahui :
Konsep bioavailabilitas
Proses absorbs obat
Proses farmakokinetik
Waktu untuk terapi yang optimal
Penghantaran obat yang cocok untuk new biotherapieutics
Keterbatasan dari terapi konvensional.

Bioavailabilitas
Didefinisikan sebagai kecepatan dan jumlah bahan aktif yang diabsorbsi dan sampai pada tempat
kerja sehingga memberikan respons terapeutik. Obat yang diberikan per oral harus melalui
saluran cerna yntuk diabsorbsi dan masuk kedalam sirkulasi sistemik.
Keadaan fisikokimia obat juga mempengaruhi absorbsi seperti :
Koefisien partisi dan kelarutan dalam lemak
pKa
berat dan volume melokul
kelarutan dalam air
kestabilan obat
faktor formulasi juga mempengaruhi bisolusi dan bioavailabilitas obat. Bentuk sediaan obat
larutan tidak mengalami disolusi, dan bentuk sediaan suspensi lebih mudah diabsorbsi dari pada
bentuk padatnya.
B. Bentuk Sediaan Obat/pembawa
Molekuler
Obat yang dapat berikatan secara kovalen dengan pembawa yang larut dalam air sepeti
monoclonal antibodies, karbohidrat, lectin dan immune-toxins. Sistem ini digunakan untuk
mencapai tempat kerja melalui parenteral. Pelepasan molekul obat pada tempat kerja dengan cara
enzimatis atau hidrolisa.
Nano dan Mikropartikel
Nanopartikel merupakan koloid partikel padat, umumnya berukuran kurang dari 200nm. Polimer
sintetik seperti poly (lactide-co-glycolide), banyak digunakan dalam penyediaan sistem
panghantaran obat mokropartikular dan juga implant biodegradable. Polimer-polimer alam
seperti albumin, gelatin dan amilum juga digunakan sebagai pembawa mikropartikular.
Makrodevices
Banyak dugunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk :
parenteral drug delivery : pompa mekanik, implant
oral drug delivery : tablet dan kapsul dengan pelepasan obat terkontrol
buccal drug delivery : buccal adhesive patches, film
transdermal drug delivery : transdermal patches, iontophoretic devices
nasal drug delivery : nasal sprays, drops
pulmonary drug delivery : metered-dose, dry powder inhalers, nebulizers
vaginal drug delivery : vaginal rings, creams, sponges
ophthalmic drug delivery : tetes mata
Bentuk Sediaan Obat Ideal
Kenyamanan Pasien
Sistem pngantaran perenteral menggunakan jarum suntik, selain rasa nyeri juga harus dilakukan
oleh seorang yang ahli dibidangnya. Obat per oral, seperti tablet, kapsul, larutan lebih nyaman
untuk penghantaran obat. Bentuk sediaan transdermal (transdermal patches) juga diterima
dengan baik oleh pasien. Beberapa macam obat seperti nebulizers, suppositoria dapat
mengurangi kenyamanan pasien.
Reprodusibility
Bentuk sediaan obat harus dapat menghantarkan obat dengan tepat dan hasil yang tidak
berubah, terutama untuk obat dengan indek terapi yang sempit.
Mudah Diakhiri
Bentuk sediaan obat harus mudah dilepaskan dari akhir aplikasinya, atau ketika ada
kontra indikasi. Sistem transdermal adhesive mudah dilepaskan jika perlu, seperti bukal patch.
Dimana implant polymeric non biodegradable tidak perlu dilakukan pembedahan, tapi susah
untuk mengakhirinya.
Biokompatibilitas dan tidak ada reaksi tambahan
Sistem penghantaran obat tidak boleh toksik dan immunogenic. Seperti penggunaan
bahan penambahan penitrasi akan merusak epithelium, di mana penambahan permeabilitas epitel
akan menambah potensial bahan-bahan toksik.
Luas efektif area kontak
Bertambahnya luas area konyak obat dengan permukaan yang mengabsorbsi dapat
menambah jumlah obat yang diabsorbsi.
Waktu kontak yang diperpanjang
Bentuk sediaan obat harus memfasilitasi waktu kontak yang diperpanjang antara obat dan
permukaan yang memfasilitasi absorbs.
Route perjalanan obat
1. sistem saluran cerna (oral, rectal)
2. parenteral (injeksi subcutan/ intra muscular/ intra vena/ intra arteri, implant)
3. transmukosa (bukal, sublingual, mukosa saluran cerna lambung/ usus)
4. transnasal
5. pelepasan obat lewat paru-paru
6. pelepasan obat melalui kulit (obat topical, transdermal)
7. pelepasan obat transokular
8. pelepasan obat transvaginal
C. Perkembangan penghantaran obat parenteral
Keterbatasan obat parenteral konvensional
Beberapa keterbatasan obat parenteral konvensional, dimana pemberian secara intra vena dapat
mengurangi indeks terapi obat, seperti :
Distribusi : Pada pengantaran obat intra vena, obat didistribusikan keseluruh bagian tubuh
dan mencapai jaringan dan organ yang bukan target, menyebabkan pemborosan obat dan
kemungkinan efek samping.
Metabolism : Obat di metabolisme segera dalam hati dan organ lain.
Eskresi : Obat dibersihkan secara cepat dari tubuh melalui ginjal.
Sistem penghantaran dan pentargetan obat yang ideal, antara lain :
Obat mempunyai target spesifik kepada sel atau jaringan target
Menjaga obat agar diluar organ, sel, atau jaringan yang bukan target
Meminimalisasi pengurangan kadar obat ketika mencapai target
Melindungi obat dari metabolism
Melindungi obat dari klirens dini
Menahan obat pada tempat kerja selama waktu yang dikehendaki
Memfasilitasi transport obat kedalam sel
Menghantarkan obat ke target intraselular
Harus biocompatible, biodegradable dan non anti genic
Komponen untuk penghantaran dan pentargetan obat
Komponen Tujuan
Bahan aktif Untuk mencapai efek terapeutik
Sistem pembawa (larutan atau particular) Untuk pendistribusian obat yang baik
Untuk melindungi obat dari metabolisme
Untuk melindungi obat dari klirens dini
Ligan Untuk menspesifikasi target obat, sel atau organ

Pembawa partikulat
Liposom, merupakan struktur vesicular yang terdiri dari satu atau lebih dari lipid bilayer
yang menyelubungi inti cair. Liposom dapat bertindak sebagai pembawa baik untuk obat yang
larut air maupun larut lemak. Juga dapat digunakan secara luas pada berbagai macam obat
contohnya anti tumor dan antimikroba.
Polimerik misel, karena berasal dari polimer ampifilik maka jika dimasukkan kedalam air akan
membentuk koloid atau misel diatas konsentrasi kritiknya. Polimerik misel digunajan sebagai
media perantara dalam sediaan injek yang mengandung obat yang sulit larut dalam air dan
disintesis dari polietilenglikol (PEG) yang bersifat hidrofilik dan polylactic Acid (PLA) yang
bersifat hidrofobik.
D. Bentuk sediaan obat implant
Implant merupakan satu unit sistem penghantar obat yang dibuat untuk menghantarkan
obat dengan kecepatan tertentu, dengan periode waktu yang diperpanjang, seperti pada injeksi,
okular, maupun subkutan.
Implant dapat berbentuk, antara lain:
Polimer : biodegradable atau non-biodegradable dengan berbagai bentuk (batang,
selindir, cincin, film dll), ukuran dan mekanisme pelepasan obat.
Mini-pumps : dimana diberikan energy oleh mekanisme osmosa atau mekanik.
Keuntungan dan kerugian implant
Keuntungan (secara orde nol) :
Menghindari resiko tosisitas dan ketidakefektifan terapi konvensional
Mengurangi frekuensi pemberian obat
Menambah kepatuhan pasien
Kerugian :
Invasive : diperlukan prosedur bedah minor dan major untuk memulai terapi. Diperlukan
dokter ahli, memerlukan waktu khusus, pada beberapa orang dapat mengurangi
kenyamanan.
Bahaya rusaknya alat : dapat menyebabkan kegagalan terapi
Terbatasnya obat-obat paten : ukuran implant yang kecil dalam rangka kenyamanan
pasien, menyebabkan hanya obat-obat poten seperti hormone yang cocok untuk dibuat
implant.
Biocompatible : reaksi tubuh terhadap benda asing yang masuk dan keamanan implant
E. Bentuk sediaan obat per oral
Bentuk sediaan obat per oral merupakan bentuk sediaan obat untuk sistemik yang
mudah digunakan, murah, dan banyak digunakan. Tapi tidak semua bahan obat dapat dibuat
sediaan per oral seperti obat-obat peptida. Selama dua decade terakhir berkembang bentuk
sediaan obat yang dapat mengatasi kekurangan tersebut.
Keuntungan :
Mudah dan nyaman digunakan pasien
Area absorbs yang luas
Banyak pembuluh darah
Pada pelepasan obat yang diperpanjang dapat mengurangi frekuensi pemberian obat
Pada pelepasan obat terkontrol dapat mengontrol kadar obat dalam jangka waktu
tertentu mengurangi frekuensi pemberian obat.
Kerugian :
Variabilitas, kecepatan dan jumlah obat yang diabsorbsi dari bentuk sediaan obat
konvensional dipengaruhi oleh fluktuasi dan pH di lambung dan usus kecil, ada
tidaknya makanan, pengosongan lambung, interaksi obat, jenis kelamin.
Reaksi tambahan, iritasi local dan sensitisasi obat
PH, bebrapa obat rusak dengan suasana asam lambung
Teknologi dalam penghantaran obat peroral
Bentuk sediaan konvensional seperti tablet, kapsul, suspense. Emulsi, solusio. Bentuk sediaan
obat cair lebih mudah diabsorbsi dan lebih cocok untuk anak-anak yang susah menelan tablet
atau kapsul. Tablet merupakan bentuk sediaan obat yang paling banyak dikonsumsi.


Tablet salut enteric
Tablet disalut agar tahan terhadap cairan lambung, tapi akan larut dalam usus kecil. Obat disalut
oleh bahan polimer seperti selulosa asetat ftalat yang tidak larut dalam asam lambung, tapi larut
pada pH khusus.
Transmukosa
Transmukosa per oral terbagi menjadi :
Pelepasan obat sublingual, melalui mukosa bawah lidah dan bagian dasar mulut.
Pelepasan obat bukal, melalui mukosa dari pipi, guzi, dan juga bibir bagian atas / bawah.
F. Penghantaran obat transdermal
Merupakan pelepasan obat melalui kulit, dan bersifat sistemik. Stratum korneum merupakan
penghalang utama pada sistem ini.
Keuntungan :
Mencegah metabolisme presistemik di hati dan disaluran cerna
Mengurangi variabilitas antar pasien
Kadar obat dapat dikontrol pada sirkulasi sistemik untuk obat yang kerjanya diperpanjang
Untuk kerja obat yang diperpanjang dapat mengurangi frekuensi pemberian obat
Meningkatkan kemudahan pemakaian obat dan kenyamanan pasien
Pelepasan obat dapat mudah diakhiri dengan cara melepaskan patch
Kerugian :
Terbatas untuk obat-obat poten lebih kecil atau sama dengan 10mg
Mempunyai kelarutan yang baik dalam air dan minyak
Kadang-kadang mengiritasi kulit
G. Penghantaran obat melalui nasal
Beberapa obat diberikan secara intra nasal untuk efek lokal seperti obat tetes hidung atau spray.
Rongga hidung juga dapat digunakan untuk pelepasan obat secara sistemik.
Keuntungan :
Area untuk permukaan absorbs obat luas
Banyak supply darah, sehingga absorbs cepat
Aktifitas metabilosme yang rendah disbanding per oral
Rongga hidung merupakan permukaan yang mudah diakses untuk penghantaran obat
Kerugian :
Mucociliary clearance mengurangi waktu retensi obat dalam rongga hidung
Difusi obat terhalan oleh mucus dan ikatan mucus obat
Mukosa nasal dan sekresinya dapat mendegradasi obat
Obat dengan berat molekul tinggi (susah diabsorbsi)
Kurangnya reprodusibilitas pada penyakit yang berhubungan dengan rongga hidung
Iritasi lokal dan sensitisasi obat harus diperhatikan
H. Penghantaran obat melalui paru-paru
Penghantaran obat melalui paru-paru terutama digunakan untuk mengobati jalan nafas, untuk
lokal seperti obat anti asthma. Paru-paru juga digunakan untuk menghantarkan obat kedalam
sirkulasi sistemik, dan efeknya pada bagian tubuh tertentu.
Obat ergotamine tartrat (aerosol) digunakan dalam bentuk inhaler untuk pengobatan
migraine. Anastesi dalam bentuk gas, seperti halothane digunakan melalui paru-paru.
Keuntungan dan kerugian penghantaran obat melalui paru-paru
Obat untuk efek lokal
Keuntungan (obat anti asthma dan obat lokal) :
Dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek farmakologis dapat dikurangi (dari dosis
oral)
Konsentrasi rendah dalam sirkulasi sistemik mengurangi efek samping sistemik
Onset of action yang cepat
Menghindari reaksi saluran cerna dan metabolisma hati
Kerugian pengantaran obat untuk lokal :
Efek samping lokal
Pasien tidak dapat menggunakan alat yang benar
Obat untuk efek sistemik
Untuk obat sistemik yang akan rusak bila melalui saluran cerna, seperti insulin, paru-paru
mempunyai beberapa keuntungan :
Paru-paru mempunyai area permukaan yang luas untuk absorbsi obat
Permeabilitas membrane paru-paru terhadap molekul obat lebih tinggi daripada usus kecil
dan route mukosa lainnya
Mempunyai vaskularitas tinggi yang mempercepat absorbsi dan onset of action
Paru-paru lebih baik terhadap obat protein dan peptide daripada saluran cerna
Kerugian paru-paru sebagai penghantar obat sistemik :
Paru-paru tidak siap untuk penghantaran obat. Alat penghantaran yang komplek
diperlukan untuk mentargetkan obat pada jalan nafas dan alat ini mungkin tidak efisien.
Alat untuk aerosol mungkin susah digunakan
Banyak faktor yang mempengaruhi reprodusibilitas penghataran obat melalui paru-paru,
termasuk variable fisiologis dan farmaseutik.
Absorbsi obat dihalangi oleh lapisan mucus dan interaksi obat-mucus
Mucociliary clearance mengurangi waktu retensi obat dalam paru-paru.
I.Penghantaran obat melalui vagina
Bentuk sediaan obat vaginal yang konvensional antara lain ovula, krim, aerosol foams, gels,
tablet, vaginal ringIdan lain-lain biasanya digunakan dengan bantuan aplikator.
Keuntungan
Area permukaan yang relative luas
Mempunyai banyak supply darah, sehingga mempercepat absorbsi obat dan onset of
action
Aktifitas metabolism terhadap obat-obat peptide dan protein lebih rendah dibandingkan
saluran cerna, sehingga merupakan alternative obat peroral.
Mempuyai permeabilitas tinggi terhadap beberapa obat
Relative mudah digunakan
Untuk obat yang long acting , dapat mengurangi frekuensi pemberian obat.
Kerugian
Terbatas untuk obat-obat poten
Jumlah cairan vaginal yang terbatas, dapat mengakibatkan iritasi oleh sediaan obat
Otot sekitar vagina tidak cukup kuat, sehingga obat dapat keluar, dapat dicegah dengan
menggunakan obat sebelum tidur
Kendala dari siklus menstruasi, kehamilan, dll.
J. Penghantaran obat melalui mata
Ada 3 tipe route utama untuk pengobatan mata : topikal, sistemik dan intraocular.
Route topikal : untuk pengobatan mata, dengan memberikan obat langsung pada kantung
konjungtiva untuk efek lokal.
Route Intra ocular : pemberian obat dengan suntikan dan implant
Route Sistemik : merupakan pilihan utama untuk penyakit mata di bagian posterior seperti saraf
mata, retina, uveal tract.
K. Penghataran obat pada susunan saraf pusat
Penghantar obat kedalam otak
Intracerebroventicular drug infusion
Implant
Reversible BBB(blood-brain barrier)disruption
Immunoliposome