You are on page 1of 4

Personal Assignment 4

Week 7
Your name:
Answer all questions.
1. What is the difference between the business process layer and the
organizational layer in the sociotechnical systems stack.
2. What is the difference between a technical and a sociotechnical system?
3. What are emergent properties?
4. What are three influences on the reliability of a system?
5. Why need consideration a sociotechnical systems to development
software
1. What is the difference between the business process layer and the organizational layer in
the sociotechnical systems stack?
Business process layer berhubungan dengan proses bisnis spesifik yang digunakan untuk
mendukung fungsi bisnis.
Satu set proses yang melibatkan orang-orang dan sistem komputer yang mendukung
kegiatan bisnis.
Organizational layer berkaitan dengan isu-isu strategis secara umum lebih seperti aturan
bisnis dan kepatuhan, kebijakan organisasi, dll.
Kegiatan bisnis strategis yang tingkatannya lebih tinggi yang mempengaruhi operasi
sistem.

2. What is the difference between a technical and a sociotechnical system?


Technical system adalah siistem yang meliputi hardware dan software tetapi di mana
operator dan proses operasional biasanya tidak dianggap sebagai bagian dari sistem.
Sistem ini adalah system not self aware.
Contoh: Sebuah pengolah kata yang digunakan untuk menulis sebuah buku.
Sedangkan sociotechnical system adalah sistem yang mencakup technical system tetapi
juga proses operasional dan orang-orang yang menggunakan dan berinteraksi dengan
sistem teknis. Sociotechnical system diatur oleh kebijakan dan aturan organisasi.

Contoh: Sebuah sistem penerbitan untuk menghasilkan sebuah buku.

3. What are emergent properties?


Emergent properties adalah sifat sistem keseluruhan yang bergantung pada komponen
sistem dan hubungan-hubungannya .
Sifat dari sistem secara keseluruhan daripada sifat-sifat yang dapat diturunkan dari sifatsifat komponen suatu sistem Emergent properties adalah konsekuensi dari hubungan
antara komponen-komponen sistem. Oleh karena itu hal tersebut hanya dapat dinilai dan
diukur setelah komponen diintegrasikan ke dalam sistem
Contoh dari emergent properties:

Volume. Volume dari sebuah sistem (total ruang yang ditempati) bervariasi
tergantung pada bagaimana komponen tersebut diatur dan terhubung.

Reliability. System reliability tergantung pada reliability komponen tetapi


interaksi yang tak terduga dapat menyebabkan kegagalan jenis baru dan karena itu
mempengaruhi system reliability.

Security Keamanan sistem (kemampuannya untuk menahan serangan) adalah


properti yang kompleks yang tidak dapat diukur dengan mudah. Serangan yang
tidak diantisipasi oleh perancang sistem dapat dibuat sehingga dapat mengalahkan
perlindungan yang terpasang.

Repairability. Properti ini mencerminkan betapa mudahnya untuk memperbaiki


masalah dengan sistem sekali telah ditemukan (once it has been discovered). Hal
ini

tergantung

pada

kemampuan

untuk

mendiagnosa

masalah,

mengakses

komponen yang rusak, dan memodifikasi atau mengganti komponen ini.

Usability Properti ini mencerminkan betapa mudahnya menggunakan sistem. Hal


ini tergantung pada komponen teknis sistem, operatornya, dan lingkungan operasi.

Jenis-jenis emergent properties:


Functional properties. Sifat ini muncul ketika semua bagian dari sistem bekerja sama
untuk mencapai beberapa tujuan. Misalnya, sepeda memiliki sifat fungsional menjadi
perangkat transportasi setelah dirakit dari komponen-komponennya.

Non-functional
performance

emergent
(kinerja),

properties.

safety

Contohnya

(keselamatan),

adalah

reliability

dan security

(kehandalan),

(keamanan).

Hal ini

berhubungan dengan perilaku sistem dalam lingkungan operasional. Hal ini biasanya
penting untuk sistem berbasis komputer sebagai kegagalan untuk mencapai beberapa
tingkat minimal dalam sifat ini dapat membuat sistem tidak dapat digunakan.

4. What are three influences on the reliability of a system?


Reliability sebagai emergent properties. Karena komponen saling bergantung, kesalahan
dapat disebarkan melalui sistem. Kegagalan sistem sering terjadi karena hunbungan antar
komponen yang tak terduga. Suatu hal yang tidak mungkin untuk mengantisipasi semua
hubungan komponen yang mungkin terjadi. Pengukuran software reliability dapat
memberikan gambaran palsu dari system reliability secara keseluruhan.

Tiga hal yang berpengaruh terhadap system reliability, yaitu:


Hardware reliability. Berapa probabilitas dari kegagalan komponen hardware dan berapa
lama waktu yang diperlukan untuk memperbaiki komponen itu.
Software

reliability.

Seberapa

besar

kemungkinan

komponen

software

akan

menghasilkan output yang salah. Kegagalan software biasanya berbeda dari kegagalan
hardware, dalam software tidak ada keausan.
Operator reliability. Seberapa besar kemungkinan bahwa operator dari

sistem akan

membuat kesalahan.
Kegagalan tidak berdiri sendiri tetapi menyebarkan dari satu tingkat ke yang lain.

5. Why need consideration a sociotechnical systems to development software?


SIM menggabungkan tataran teoritis dari ilmu komputer, ilmu manajemen & riset
operasi

dengan

orientasi

praktis

melalui

pembuatan

sistem

dan

aplikasi. Juga

menekankan pada isu keperilakuan yang diangkat oleh sosiologi, ekonomi dan psikologi.
Perspektif

sistem

sosioteknik

membantu

menghindari

pendekatan teknologi murni

pada sistem informasi. Penekanannya adalah pada perlunya optimasi kinerja sistem
secara keseluruhan, baik teknis maupun perilaku. Hal ini berarti bahwa teknologi harus
diubah dan didesain agar sejalan dengan kebutuhan organisasi dan individu.