You are on page 1of 7

ANALISIS NEUTRONIK REAKTOR TERMAL

PRESSURIZED WATER REACTOR (PWR)


Ahmad Ridwan Sidiq
1127030002
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN SGD Bandung
Jl. A.H Nasution No.105 Bandung 40614
Email: ahmad.physic22@gmail.com
ABSTRAK
Eksperimen Analisis Neutronik Reaktor Termal Pressurized Water (PWR) ini bertujuan
Menganalisis pengaruh perubahan fraksi bahan bakar (fuel fraction) dan Membandingkan
cladding bahan bakar. Analisis neutronik reaktor termal PWR dengan variasi konsentrasi
Uranium 235 dan Uranium 238 dilakukan pada penelitian ini. Percobaan ini dilakukan secara
simulasi menggunakan software cygwin. Parameter-parameter neutronik yang diamati
meliputi faktor multiplikasi neutron pada konsentrasi uranium yang berbeda-beda,
penambahan burnable poisson Protactinium 231 pada clading. Adapun fungsi dari
protactinium ini adalah untuk mengabsorpsi jumlah neutron yang lahir, sehingga jumlahnya
tidak langsung habis.
Kata kunci: Uranium 235, Analisis Neutronik, Cygwin, Pratactinium, Clading.
PENDAHULUAN
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Reaksi
fisi atau pembelahan inti merupakan mekanisme yang banyak digunakan untuk menghasilkan
energi nuklir melalui sebuah reaktor. Sebuah reaktor bekerja berdasarkan reaksi pembelahan
(fisi) dari sebuah inti. Pada reaktor dibedakan dua jenis material yang dapat mengalami fisi
atau pembelahan yang disebut dengan fissionable material yaitu material fisil dan material
fertil. Sebuah material fisil merupakan material yang akan mengalami pembelahan ketika
ditembak oleh sebuah neutron dengan sejumlah energi, sedangkan material fertil adalah
material yang akan menangkap neutron dan melalui peluruhan radioaktif akan berubah
menjadi material fisil. Uranium-235 adalah material yang secara alami bersifat fisil dan
uranium-238 adalah material fertil.

TEORI DASAR
Konsep dasar dari sebuah reaktor adalah reaksi fisi dari sebuah material misalnya
Uranium. Ketika sebuah inti ditembakkan oleh sebuah neutron dengan persentase tertentu inti
akan mengalami pembelahan (fisi). Salah satu contoh reaksi fisi dari Uranium adalah sebagai
berikut:

Salah satu contoh proses pembelahan (reaksi fisi) dari Uranium seperti ditunjukkan pada Gambar
berikut:

Gambar 1: Reaksi Fisi


Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi, neutron dan produksi fisi semua berperan penting
dalam reaktor nuklir (Lewis, 2008). Neutron yang dihasilkan dapat digunakan untuk menginduksi
reaksi fisi lebih jauh lagi sehingga mendorong terjadinya reaksi fisi berantai. Reaksi berantai
yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini dapat dilakukan di dalam
sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor
yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan
yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.

Gambar 2: Reaksi Fisi yang berantai


Reaksi fisi yang terjadi di dalam reaktor mengakibatkan dihasilkan/hilangnya neutron
dalam jumlah tertentu (Zweifel, 1973). Secara umum perubahan jumlah neutron akibat reaksi fisi
dapat dirumuskan k-efektif atau sering disebut dengan faktor multiplikasi. Faktor multiplikasi
menggambarkan tingkat kestabilan reaksi fisi di dalam teras reaktor, dimana keadaan stabil
(kritis) dicapai jika nilai k-efektif = 1. Gambar 3 menunjukkan tiga jenis keadaan teras reaktor
berdasarkan faktor multiplikasinya.

Gambar 3: Faktor Multiplikasi


Berdasarkan gambar 3, nilai faktor multiplikasi ada tiga jenis keadaan teras reaktor, yaitu:
(a) k > 1 , disebut keadaan superkritis, dimana populasi neutron terus bertambah
(b) k = 1 , disebut keadaan kritis, dimana populasi neutron tidak berubah (konstan)
(c) k < 1 , disebut keadaan subkritis, dimana populasi neutron terus berkurang

Reaksi fisi yang terjadi di dalam reaktor harus dikendalikan agar perubahan jumlah
neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti
berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang
dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.

METODE EKSPERIMEN
-

Alat dan Bahan

1. Laptop berbasis Linux atau windows dengan menggunakan Cygwin


2. g++, gcc atau fortran sebagai bahasa pemrograman

3. Software SRAC.tar dan SRACLIB-JDL32.tar


4. Software Exel.

Prosedur Percobaan

1. Menghitung Enrichment U-235 dari mulai 2% sampai 6%


2. Data hasil perhitungan tersebut masukkan ke dalam software SRAC untuk masingmasing presentasenya.
3. Jalankan programnya dengan perintah ./ pada Cygwin
4. Setelah berhasil menjalankan programnya, masukkan data k inf pada tiap presentase
ke dalam Microsoft Excel
5. Membuat grafik perbandingan enrichment U-235

DATA DAN PEMBAHASAN


Pada Eksperimen Analisis neutronik reaktor termal PWR, dilakukan beberapa kali
percobaan menggunakan Uranium dengan presentase yang berbeda-beda.

Konsep dasar

eksferimen ini adalah reaksi fisi, reaksi fisi ini akan terjadi ketika material fisil ketika di tembak
oleh sebuah neutron dengan energi tertentu. Neutron yang dihasilkan dapat digunakan untuk
menginduksi reaksi fisi lebih jauh lagi sehingga mendorong terjadinya reaksi fisi berantai. Reaksi
fisi yang terjadi akan mengakibatkan dihasilkan/hilangnya neutron dalam jumlah tertentu. Dalam
percobaan ini dilakukan dengan lima kali variasi presentase U-235, yaitu dari 2% sampai 6%.
Sebelum melakukan simulasi, terlebih dahulu harus menghitung jumlah atom persatuan volume
dari U-235 yang bersifat fisil dan U-238 yang bersifat fertil, setelah di dapatkan nilai tersebut
dapat memulai simulasi SRAC.

Tabel 1: Enrichment U-235


U-235
U-238
0.02
0.98
0.03
0.97
0.04
0.96
0.05
0.95
0.06
0.94

NU-235
4.953E+20
7.429E+20
9.903E+20
1.238E+21
1.485E+21

NU-238
2.3964E+22
2.3716E+22
2.3469E+22
2.3221E+22
2.2974E+22

NO-2
NU-235 SRAC NU-238 SRAC NO-2 SRAC
4.892E+22
4.9530E-04
2.3964E-02 4.8918E-02
4.892E+22
7.4285E-04
2.3716E-02 4.8918E-02
4.892E+22
9.9035E-04
2.3469E-02 4.8918E-02
4.892E+22
1.2378E-03
2.3221E-02 4.8918E-02
4.892E+22
1.4851E-03
2.2974E-02 4.8918E-02

Berdasarkan tabel di atas, apabila presentase U-235 kita naikkan, maka nilai NU-235
juga akan mengalami kenaikan dan nilai NU-238 mengalami penurunan, sedangkan nilai

NO-2 tetap konstan. Kemudian nilai-nilai ini kita masukkan kedalam simulasi SRAC
untuk mendapatkan nilai k inf .

Berikut adalah gambar ketika sedang me-running tiap presentase U-235:

Gambar 4: ketika me-running U-235 2%

Gambar 5: ketika me-running U-235 3%

Gambar 6: ketika me-running U-235 4%

Gambar 7: ketika me-running U-235 5%

Gambar 8: ketika me-running U-235 6%


Setelah proses running selesai, nanti akan menghasilkan tiga output untuk setiap
presentase U-235, salah satu output berisi nilai k inf. Untuk setiap presentase, semakin
lama waktu pembelahan maka nilai k inf atau faktor multiplikasi cenderung menurun, hal
ini berarti populasi dari neutron semakin berkurang. Faktor mutiplikasi ini secara fisis
bergantung pada ukuran dan fraksi volume bahan, dalam percobaan ini karena faktor

multiplikasi menurun berarti terjadi penyusutan bahan bakar sehingga jumlah neutron
yang ada mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 2 berikut:

Tabel 2: Nilai K Inf pada tiap tahun


Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

2%
1.187878
1.15008
1.13104
1.111114
1.091883
1.073725
1.056604
1.04039
1.024961
1.010227
0.996126
0.982619

3%
1.292394
1.251352
1.231337
1.210988
1.191189
1.17229
1.154322
1.137198
1.120805
1.10504
1.089818
1.075074

Nilai K Inf
4%
1.353039
1.313804
1.29516
1.27631
1.257777
1.239889
1.222732
1.206279
1.190462
1.175201
1.160421
1.146058

5%
1.393049
1.356408
1.339275
1.32211
1.305107
1.288545
1.272538
1.257098
1.242195
1.227775
1.213786
1.200171

6%
1.421736
1.387653
1.371775
1.356119
1.340555
1.325284
1.310427
1.29602
1.282058
1.268511
1.255342
1.242511

Setelah didapat hasil seperti ini, dibuat grafiknya dengan memplot tahun sebagai sumbu x dan
nilai k inf sebagai sumbu y. Berikut adalah grafik perbandingan enrichment U-235

Perbandingan Enrichment U-235


1.6
1.4
1.2
k inf

1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0

10

tahun

Grafik 1: Perbandingan Enrichment

KESIMPULAN

12

14

Adapun kesimpulan dari eksperimen ini ialah Hasil yang didapat dari eksperimen
menganalisis pengaruh pengayaan (enrichment) U-235 ini adalah semakin ditambahkan
pengayaan persentase U-235 K-infinite yang didapat semakin besar dan semakin lama waktu
yang dibutuhkan K-infinite semakin kecil. Hal ini dikarenakan penambahan pengayaan
persentaseU-235 yang berpengaruh terhadap massa relatif atom uranium.

DAFTAR PUSTAKA
-

Agung S J, Hermawan.2003.studi desain neutronik reaktor berumur panjang


berbahan bakar UO2. FMIPA IPB (skipsi).

Ramdani, R.,Subkhi, M.N., Suud, Z. 2012. Studi Desain Reaktor Termal


Pressurized Water.

Pressurized Water Ractor (PWR), COE-INES, TIT-ITB-BATAN

Duderstadt, James J dkk. 1975. Nuclear Reactor Analysis. John wiles dan sons

Subkhi, M.N., Suud, Z. (2005) Design Study of Small Long-life Thorium-Uranium


Fueled.