You are on page 1of 3

Ayunan Magnetik

Fitri Rahayu dan Ridwan Ramdhani*


Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati
Jl. A. H Nasution No.105 Bandung 40614
* Email: frahayu81@gmail.com
Abstrak. Eksperimen ini bertujuan untuk menentukan besar gaya magnet yang timbul pada kumparan berarus yang
ditempatkan pada medan magnet. Medan magnet merupakan daerah atau ruang di sekitar magnet di mana magnet lain
atau benda lain yang mudah dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetic jika diletakkan dalam ruang tersebut.
Percobaan ayunan magnetic ini menggunakan gaya Lorentz yaitu gaya magnetic yang timbul apabila kawat berarus
listrik diletakkan memotong garis-garis medan magnet yang dihasilkan oleh pasangan kutub utara-selatan suatu magnet
tetap. Pada variasi hambatan, besarnya hambatan berbanding terbalik dengan arus yang di hasilkan sehingga
kemampuan kumparan untuk menyimpang kecil sehingga di dapatkan besarnya gaya magnet rata-rata F= 0.0074 N dan
besarnya medan magnet rata-rata B = 1.312 T. Pada variasi panjang kumparan, didapatkan besarnya gaya magnet ratarata F= 0.0036 N dan besarnya medan magnet rata-rata B = 0.506 T
Kata kunci: Magnet, kumparan, arus, sudut , panjang kawat

PENDAHULUAN
Medan magnet merupakan daerah atau ruang di
sekitar magnet di mana magnet lain atau benda lain
yang mudah dipengaruhi magnet akan mengalami
gaya magnetic jika diletakkan dalam ruang tersebut.
Sebuah medan magnet adalah medan vector, yaitu
berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vector
yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan
ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang
diletakkan di dalam medan tersebut.
Percobaan ayunan magnetic ini menggunakan gaya
Lorentz yaitu gaya magnetic yang timbul apabila
kawat berarus listrik diletakkan memotong garis-garis
medan magnet yang dihasilkan oleh pasangan kutub
utara-selatan suatu magnet tetap. Jika ada sebuah
penghantar yang dialiri arus listrik dan penghantar
tersebut berada dalam medan magnetik maka akan
timbul gaya yang disebut dengan nama gaya magnetic
atau dikenal juga nama gaya Lorentz. Arah dari gaya
Lorenz selalu tegak lurus dengan kuat arus listrik (I)
dan induksi magnetic yang ada (B). penghantar yang
dialiri arus listrik terletak di dalam medan magnet akan
mengalami gaya yang besarnya dapat dinyatakan
dalam persamaan berikut :

F Bil sin

(1)
Jika kita memiliki sebuah kawat berarus bermassa
m, dan berada dalam medan magnet maka pada kawat
tersebut akan bekerja gaya-gaya sebagai berikut:

GAMBAR 1. Gaya-gaya yang bekerja pada


kumparan
Berdasarkan gambar yang ditunjukan di atas,
maka besarnya gaya magnetic yang bekerja
pada kumparan adalah:

F W tan

METODE EKSPERIMEN
Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Magnet
Catu daya
Ampermeter
Kumparan
Resistor
Tiang pengait
Kabel
Micrometer sekrup

Prosedur Percobaan
Percobaan 1 Variasi Hambatan

(3)

1.
2.

3.
4.
5.

6.
7.

Rangkai alat-alat percobaan seperti pada


gambar
Ukur massa dan panjang kumparan, perhatikan
skala nol alat ukur sebelum digunakan dan
posisi pengamatan untuk mendapatkan data
yang baik.
Pasang magnet di tengah tiang penyangga,
sehingga magnet mengikuti huruf U yang
berotasi 900
Pasang kumparan pada tiang penyangga,
sehingga kumparan melewti bagian dalam
magnet.
Amati apa yang terjadi pada kumparan dan
ampermeter. Catat sudut simpangan terjauh
yang dibentuk oleh kumparan dan kuat arus
listrik terbesar yang di tunjukan oelh
ampermeter.
Ulangi langkah 3 sampai 5 untuk hambatan
yang berbeda.
Buatlah grafik antara tan terhadap arus I, dan
tentukan besarnya medan magnet B dan gaya
magnet F.

HASIL DAN DISKUSI


Eksperimen ini bertujuan untuk menentukan besar
gaya magnet yang timbul pada kumparan berarus yang
ditempatkan pada medan magnet. Medan magnet
merupakan daerah atau ruang di sekitar magnet di
mana magnet lain atau benda lain yang mudah
dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetic
jika diletakkan dalam ruang tersebut.
Percobaan ayunan magnetic ini menggunakan gaya
Lorentz yaitu gaya magnetic yang timbul apabila
kawat berarus listrik diletakkan memotong garis-garis
medan magnet yang dihasilkan oleh pasangan kutub
utara-selatan suatu magnet tetap. Jika ada sebuah
penghantar yang dialiri arus listrik dan penghantar
tersebut berada dalam medan magnetik maka akan
timbul gaya yang disebut dengan nama gaya magnetic
atau dikenal juga nama gaya Lorentz.
Kumparan yang telah diberikan tegangan
kemudian didekatkan dengan medan magnet U maka
akan ada arus yang mengalir sehingga kumparan
melakukan simpangan sebesar sudut . Setelah
menentukan sudut yang dihasilkan pada kumparan
yang dialiri listrik kemudian diperoleh nilai tan
untuk mengetahui nilai medan magnet B pada
kumparan. Selanjutnya nilai medan magnet ini
digunakan untuk menentukan nilai gaya magnet yang
dihasilkan oleh sebuah kumparan yang dialiri listrik.
Pada percobaan ini dilakukan dua kali percobaan ,
yaitu percobaan dengan memvariasikan hambatan dan
yang kedua percobaan dengan memvariasikan
kumparan.

GAMBAR 2. Pengaturan alat ayunan magnetic


Percobaan 2 Variasi Kumparan
1. Ukur massa dan panjang kumparan,
perhatikan skala nol alat ukur sebelum
digunakan dan posisi pengamatan untuk
mendapatkan data yang baik.
2. Pasang magnet di tengah tiang penyangga,
sehingga magnet mengikuti huruf U yang
berotasi 900
3. Pasang kumparan pada tiang penyangga,
sehingga kumparan melewti bagian dalam
magnet.
4. Tetapkan Hambatan , catat arus dan
simapangan terjauh.
5. Ulangi langkah 3 sampai 5 untuk kumparan
yang berbeda.
6. Buatlah grafik antara tan terhadap L dan
tentukan besarnya medan magnet B dan gaya
magnet F.

Untuk percobaan pertama yaitu variasi hambatan.


Hambatan ini akan mempengaruhi arus listrik dan
tegangan yang diberikan kepada sebuah kumparan,
serta akan menyebabkan perbedaan sudut yang
dihasilkan pada saat magnet U didekatkan menuju
kumparan data yang diperoleh sebagai berikut :
TABEL 1. Variasi Hambatan
R ()
I(A)

B (T)
1
0.6
35
0.78
2.2
0.4
28
0.88
2.7
0.23
25
1.33
3.3
0.19
20
1.26
4.7
0.17
15
1.05
L = 0.006 , V = 3 Volt , m = 0.004 kg

F (N)
0.015
0.009
0.007
0.004
0.002

Dari data tersebut, nilai hambatan berbanding


terbalik degan arus dan simpangannya. Hal ini
dikarenakan kumparan yang diberi hambatan sangat
besar maka kemampuan kumparan tersebut untuk
menghasilkan arus sangat kecil, sehingga ketika di
dekatkan dengan magnet kumparan menyimpang
dengan sudut teta kecil. Oleh karena, hambatannya

semakin besar maka gaya magnetnya semakin kecil.


Untuk grafik tan terhadap arus , sebagai berikut :

KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulakan bahwa Besar gaya magnet pada kawat
berarus dapat ditentukan dengan melihat persimpangan
sudut yang dihasilkan pada saat ayunan magnetik
sebuah kumparan, Jika kawat yang dialiri arus listrik
ditempatkan dalam medan magnet, maka kawat
tersebut mendapat gaya magnet

UCAPAN TERIMA KASIH


GAMBAR 3. Grafik hubungan sudut simpangan tan
dengan arus I (A) dengan variasi hambatan.

Pada percobaan kedua yaitu variasi panjang


kumparan dan hambatannya tetap. Variasi panjang
kumparan ini akan mempengaruhi nilai arus dan sudut
simpangan yang si dapatkan. Seperti terlihat pada table
berikut ini :
TABEL 2. Variasi Kumparan
m(kg)
I(A)

B
(T)
0.06
0.004
0.6
30
0.64
0.045
0.003
0.4
15
0.43
0.07
0.004
0.23
10
0.44
0.065
0.003
0.19
23
1.02
R = 3.3 , V = 3 Volt
L (m)

F (N)
0.011
0.002
0.001
0.004

GAMBAR 4. Grafik hubungan sudut simpangan tan


dengan arus I (A) dengan variasi kumparan.

Adanya perbedaan besar nilai F dan B yang


dihasilkan pada percobaan pertama dan kedua
dikarenakan nilai resistor yang kita berikan. Resistor
akan menghambat arus sehingga kemampuan
kumparan untuk menyimpang kecil. Adanya
perbedaan sudut dan perbedaan arus yang diterima
oleh masing masing kumparan menjadi factor yang
mempengaruhi dalam mennetukan besarnya medan
magnet dan besarnya gaya magnet.

Terimakasih kepada Bapak Ridwan Ramdhani, S.Si


selaku dosen Eksperimen Fisika 2 serta rekan-rekan
Fisika VI A yang ikut bekerja sama dalam pelaksanaan
eksperimen ini.

REFERENSI
1. Lab Fisika Dasar . Modul Praktikum Fisika Dasar 2 .
Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
2010
2. Resnick & Haliday, Fisika Jilid 1 Bab 20 Erlangga
(Terjemahan).
3. Tipler, P. Fisika Untuk Sains dan Teknik Jilid 1
Erlangga (Terjemahan)
4. http://scribd.com-laporan-praktikum-fisika-dasar2khorunnisa.html diakses tanggal 02 Februari 2015