You are on page 1of 5

Penatalaksanaan Pasien dengan Papiloma

(LAPORAN KASUS)
Adetya Febianti, Vinandita Khairina, Kumala Dian

Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat


Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember
Abstrak
Neoplasia secara harafiah berarti pertumbuhan baru. Neoplasia dan tumor sebenarnya adalah
sesuatu yang berbeda. Tumor adalah istilah klinis yang menggambarkan suatu pembengkakkan,
dapat karena oedema, perdarahan, radang, dan neoplasia. Ada dua tipe neoplasia, yaitu neoplasia
jinak (benign neoplasm) dan neoplasia ganas (malignant neoplasm). Papiloma squamous adalah
suatu neoplasia jinak yang berasal dari epitel permukaan mukosa mulut.. Papiloma adalah tumor
jinak rongga mulut yang berasal dari sel epitel gepeng bertingkat. Dapat terjadi pada mukosa
palatum, pipi, lidah, dan bibir. Secara klinis terlihat sebagai suatu massa berwarna merah jambu,
berbentuk seperti kembang kol, dan berdiameter 0,1 sampai 1 cm. Perawatan Papiloma adalah
Eksisi.
Kata kunci : Neoplasia, tumor jinak, papiloma

Pendahuluan
Tumor adalah jaringan baru yang
timbul

dalam

tubuh

pengaruh

hiperplasi inflamasi dan tumor mesiodermal.

berbagai faktor penyebab tumor. Tumor

Papiloma squamous adalah suatu

dapat dibagi menjadi tumor odontogenik dan

neoplasia jinak yang berasal dari epitel

non

odontogenik,

permukaan mukosa mulut. Dipertimbangkan

dibagi lagi menjadi tumor yang berasal dari

sebagai neoplasia epitel jinak yang sangat

ektodermal, mesiodermal, dan campuran

umum terjadi di dalam mulut. Studi yang

mesio-ektodermal.

tumor

terakhir pada neoplasia ini dan lesi-lesi yang

tumor

hampir sama yang terjadi di beberapa area di

osteogenik, non-osteogenik, tumor jaringan

tubuh (seperti di kulit, laring, dan servik

vaskuler, dan tumor jaringan saraf. Tumor

uteri) menunjukkan bukti peningkatan, yang

odontogenik.

nonodontogenik

akibat

non-osteogenik dibagi menjadi tumor epitel,

Tumor

Sedangkan
dibagi

menjadi

mana papiloma sering terjadi akibat hasil

terjadi multiple. Papilloma tidak berpotensi

dari suatu infeksi virus papiloma manusia

untuk menjadi ganas.

(Human papiloma virus). Juga papiloma

Laporan Kasus

dipertimbangkan

IDENTITAS PENDERITA

berhubungan

dengan

veruka vulgaris atau kutil.


Pada gambaran klinis di dapatkan

Nama

: Ny. DA

Usia

: 30 Tahun

suatu proliferasi pertumbuhan yang lambat

Jenis Kelamin : Perempuan

dari epitel squamous berlapis disusun dalam

Pekerjaan

proyeksi

Status OHIS : Baik

seperti

pertumbuhannya
struktur

jari,

tunggal,

biasanya
sempit,

seperti

menghubungkannya

ke

dan

bertangkai
mukosa

: Ibu Rumah Tangga

rongga

mulut di bawahnya. Perlekatan bentuk

KELUHAN SUBYEKTIF
ANAMNESIS
1. Keluhan utama

tangkai yang sempit ini adalah bentuk

Pasien datang dengan mengeluhkan

khusus dari lesi lesi pedunculated. Proyeksi

ada nya benjolan kecil di bibir bawah

seperti jari dapat dengan mudah terlihat pada

sebelah

sebagian besar specimen. Seringkali mirip

mengganggu, pasien tidak merasakan

dengan gambaran sebuah bunga kola tau

adanya keluhan sakit.

bunga pakis.
Papiloma

kanan

dan

dirasa

2. Riwayat Penyakit Sekarang


menunjukkan

distribusi

10 bulan yang lalu pasien

yang luas di dalam mulut, sebagian besar

mengalami

kecelakaan

frekuensi kejadiannya di palatum, lidah,

depan atas pasien terbentur dan

mukosa bukal/labial, dan gingival. Alasan

mengalami

mengapa papiloma-papiloma menjadi lebih

pasien hanya mengalami sedikit linu.

umum terjadi di palatum lunak belum jelas.

lalu muncul benjolan kecil pada

Papiloma dapat berwarna putih atau merah

bagian bibir. Benjolan semakin hari

jambu, lunak , dan fleksibel pada palpasi,

semakin

umumnya diameternya kurang dari 2 cm,

mengecil bahkan bertambah besar.

dan tidak menimbulkan rasa sakit. Walaupun

Terasa mengganjal saat digunakan

secara umum tunggal, kadangkala mungkin

untuk makan. Pada tanggal

kegoyangan,

besar,

tidak

dan

gigi

awalnya

pernah

18

Agustus 2014 pasien memeriksakan

ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSU

b. Leher

dr.H. Koesnadi Bondowoso. Gigi

Inspeksi : simetris

mengalami kegoyangan.

Palpasi : pembesaran nnll. -/-

3. Riwayat Penyakit Dahulu

3. Pemeriksaan Intra Oral

1. Penderita belum pernah sakit

Mukosa pipi

seperti ini sebelumnya

: Tidak ditemukan kelainan

2.

Pasien

mengaku

tidak

ada

Mukosa palatum

riwayat hipertensi
3.

Pasien

: Tidak ditemukan kelainan

mengaku

tidak

ada

Mukosa dasar mulut

riwayat diabetes mellitus.

: Tidak ditemukan kelainan


Mukosa pharynx

PEMERIKSAAN OBYEKTIF

: Tidak ditemukan kelainan

PEMERIKSAAN FISIK

Kelainan periodontal

Dilakukan pada tanggal 1 September 2014

Ginggiva atas

di poli Gigi dan Mulut RSU dr.H. Koesnadi.

: tidak ditemukan kelainan

1. KeadaanUmum

Ginggiva bawah

Kesadaran

: komposmentis

: Tidak ditemukan Kelainan

Keadaan gizi

: baik

Karang gigi

Tampak kesakitan : tidak tampak

: (+)

kesakitan
Tanda vital

DIAGNOSIS KERJA

Tekanan darah

:100/70 mmHg

Diagnosis Keluhan Utama: Papiloma

Nadi

: 87 x/menit

Diagnosis Banding: leukoplakia, verrucous

Frek. nafas

: 18 x/menit

carcinoma

2. Pemeriksaan Ekstra Oral


a. Wajah

PENATALAKSANAAN
1. Suspek papiloma pada bibir rahang bawah

Inspeksi : asimetri wajah (-),

- anestesi lokal/umum

pembengkakan (-), trismus (-),

- eksisi

kemerahan (-)
Palpasi : asimentri (-)

Cara lokal: anestesi infiltrasi di jaringan

terdapat dalam lesi kulit yang telah terkait

sekitar, mencari tangkai epulis, epulis diikat,

dengan kutil umum intraoral adalah HPV-2

pencabutan gigi yang terlibat

dan

- penjahitan kembali bibir bagian bawah

hubungannya dengan adanya kutil di tangan

- kontrol bila ada perdarahan, kekambuhan

dan jari anak, kemudian adanya kebiasaan

dan untuk lepas jahitan

seperti menghisap jari dan jempol dan

575.

diagnosis

onychophagia,

akan

klinis

ini

menularkan

ada

lesi

Pembahasan

papiloma ini pada mulut, sehingga nantinya

Dalam rongga mulut, papiloma paling sering

papiloma dapat ditemukan di mulut

terjadi pada palatum (34%) dan mukosa

Pemeriksaan histopatologis pada lesi

tetapi mungkin juga dapat ditemukan pada

ini menunjukkan adanya proliferasi sel-sel

uvula, lidah, bibir dan gingiva. Tumor ini

lapisan spinosus, kemudian ditemukan pula

dicirikan oleh exophytic, tanpa rasa sakit,

adanya polla digitiform dengan inti halus

tidak terdapat pertumbuhan yang cepat , dan

jaringan ikat fibrosa

berbagai proyeksi digitiform kecil pada

pendukung adanya stroma. variabel derajat

permukaa, secara

klinis sering disebut

reaksi inflamasi dapat diamati dalam hal ini

seperti "kembang kol " . Papiloma biasanya

stroma, tergantung pada keberadaan epitel

bermanifestasi sebagai tunggal, keputihan

yang mengalami proses ulsersi.

yang merupakan

lesi tetapi mungkin memiliki warna mukosa

Perlakuan terdiri dari eksisi lengkap

sekitarnya. Meskipun papiloma biasanya

dasar lesi dan daerah kecil jaringan normal

kecil, umumnya hanya berukuran beberapa

di sekitarnya

milimeter dengan diameter, tetapi juga

bedah (Blade no 15) . hasil dari eksisi

adanya

tersebut harus dikirim untuk pemeriksaan

laporan lesi dapat mencapai

menggunakan nomor pisau

beberapa centimeter.

histopatologi untuk memastikan diagnosis

Umumnya, penampilan klinis papiloma oral

klinis

hampir tidak dapat dibedakan dari kutil yang

bahwa

umum

manajemen bedah patologi dilakukan secara

(verrucae

diferensial

diagnosis

vulgaris).
yang

Untuk

akurat,

itu

papilloma

intervensi

memadai.

diperlukan bahwa setiap HPV yang biasanya


ditemukan di kulit Lesi juga diidentifikasi
dalam lesi intraoral. Papiloma virus yang

dan

Daftar Pustaka

untuk
dan

menjamin
pengobatan

Robbins. 1995. Buku Ajar Patologi I. Alih


bahasa

Staff

Pengajar

Laboratorium

Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran


Universitas Airlangga Surabaya. Jakarta :
EGC
Sukardja, I Dewa Gede. 2000. Onkologi
Klinik

Ed-2.

Surabaya

Airlangga

University

Press

Syafriadi, Mei. 2008. Patologi Mulut Tumor


Neoplastik & Non Neoplastik Rongga Mulut
Ed-1. Yogyakarta: Andi
Cabov T, Macan D, Manojlovic S, Ozegovic
M, Spicek J, Luksic I. Oral inverted ductal
papilloma. Br J Oral Maxillofac Surg. 2004;
42: 75-7.
Laskaris G. Tumors and neoplasies. In:
Laskaris G. Color atlas of oral disease in
children and adolescents. New York: G.
Thieme Verlag; 1994. p.262-86.