You are on page 1of 4

Kasus 2

a. Analisa data
Data

Etiologi

Masalah keperawatan

DS : pasien mengeluh demam Virus dengue


tinggi selama 3 hari
Gigitan nyamuk A.aegypty
DO :
Masuk ke tubuh menuju
T = 38,5C
sitoplasma dan RE dan
mengalami masa inkubasi

hipertermi

Virion matang, virus dikeluarkan


melalui sel membran
beredar dalam darah
aktivasi sistem komplemen
reaksi leukosit dan virus
menghasilkan IL-1
menghasilakn endogen pirogen
merangsang sistem saraf
otonom, yang akan
metabolisme dan vasokontriksi

set point di dihipotalamus


demam

1. Diagnosa keperawatan
Berdasarkan pengkajian didapatkan diagnosa keperawatan sebagai berikut :
1. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi
2. Asuhan keperawatan
Diagnosa

Tujuan

Intervensi

Rasional

Nyeri akut
berhubungan dengan
proses inflamasi
ditandai dengan :
DS :
Pasien mengatakan
nyeri sendi dengan
skala nyeri 7 (010)
Pasien mengatakan
nyeri terutama
dirasakan di sendisendi pergelangan
kaki, tangan, siku,
jari dan lutut

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 2x24 jam nyeri
akut teratasi dengan
kriteria hasil :

DO : -

Mampu
Mengontrol
nyeri (tahu
penyebab
nyeri, mampu
menggunakan
teknik
nonfarmakolog
i untuk
mengurangi
nyeri, mencari
bantuan)
Melaporkan
bahwa nyeri
berkurang
dengan
menggunakan
menajeman
nyeri
Mampu
mengenali
nyeri (skla,
Intensitas,
Frekuensi, dan
tanda-tanda
nyeri)
Menyatakan
rasa nyaman
setelah nyeri
berkurang

1. Kaji TTV
setiap 4 jam
sekali
2. Berikan posisi
yang nyaman,
usahakan
situasi ruangan
yang tenang.
3. Alihkan
perhatian
pasien dari rasa
nyeri
4. Berikan nutrisi
sesuai dengan
TKTP
5. Kolaborasi
pemberian
obat-obat
analgetik
6. Kolaborasi
pemberian
NSAID
kortikosteroid

1. Tanda vital merupakan


acuan untuk
mengetahui keadaan
umum pasien
2. Posisi yang nyaman
akan membantu
memberikan
kesempatan pada otot
untuk relaksasi
seoptimal mungkin
serta
ruangan/rangsangan
yang berlebihan dari
lingkungan akan
memperberat rasa
nyeri
3. Dengan melakukan
aktivitas lain pasien
dapat melupakan
perhatiannya terhadap
nyeri yang dialami.
4. Karena daya tahan
tubuh yang bagus akan
membuat rasa nyeri
pada persendian cepat
hilang dan
mempercepat
penyembuhan
5. Analgetik dapat
menekan atau
mengurangi nyeri
pasien
6. Untuk mengurangi
derajat inflamasi dan
melindungi sendi dari
kerusakaan

Hipertermi

Setelah dilakukan

1. Pantau TTV 4

1. Tanda vital merupakan

berhubungan dengan tindakan keperawatan


proses inflamasi yang selama 1x24 jam
ditandai dengan
hipertermi teratasi
dengan kriteria hasil :
DO :
Suhu tubuh
T = 38,5C
pasien dalam
rentang normal
DS : pasien mengeluh
demam tinggi selama 3
hari

jam sekali
(suhu,nadi,teka
nan
darah,pernafasa
n)
2. Anjurkan
pasien untuk
banyak minum
3. Berikan
kompres
hangat
4. Anjurkan
pasien untuk
menggunakan
pakaian yang
tipis dan
mudah
menyerap
keringat seperti
kain katun
5. Berikan terapi
cairan
intravena dan
obat-obatan
seperti
antipiretik
sesuai program
dokter.

acuan untuk
mengetahui keadaan
umum pasien
2. Peningkatan suhu
tubuh mengakibatkan
penguapan tubuh
meningkat sehingga
perlu diimbangi
dengan asupan cairan
yang banyak
3. Dengan vasodilatasi
dapat meningkatkan
penguapan yang
mempercepat
penurunan suhu tubuh
4. Memberikan rasa
nyaman serta pakaian
yang tipis tidak
merangsang
peningkatan suhu
tubuh
5. pemberian cairan
sangat penting bagi
pasien dengan suhu
tinggi dan obat
antipiretik dapat
menurunkan suhu
tubuh pasien

DAFTAR PUSTAKA

Jennifer,Kowalak,. Welsh, Williams. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Alih Bahasa Andry
Hartono. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Bariid Barrarah, Ester Monica, dan Praptiani Wuri. 2012. Diagnosis kepewaratan:
Definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta : EGC.
Wilkinson, M. Judith & Ahern, R. Nancy. 2008. Buku saku diagnosis keperawatan
dengan intervensi NIC dan kriteria hasil NOC, edisi 9. Jakarta : EGC.