You are on page 1of 7

Jurnal ILMU DASAR, Vol.2 No.

1, 2001: 34-40 34

Pemanfaatan Baterai Bekas Sebagai Elektroda Konduktansi Sederhana


(Utilisation of Used Dry Cell as A Simple Conductancy Electrode)
B. Kuswandi*, E. Pisesidharta, H. Budianto, T. Maisara dan N. Novita
Chemo and Biosensors Group, Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Jember

ABSTRACT
A simple conductancy electrode has been constructed based on carbon paste of used dry cell,
which coupled with PVC pipe as a host. For conductancy measurements, such electrode has been
connected with current source and electrical multimeter. Using this conductimetry arrangement,
conductivity of sample solutions increase as their concentrations increase. Here, the
measurements have been employed to HCl, NaCl and acetic acid, where its conductancy increases
as its concentration increases and vice versa according to Kohlrausch equation's. Further
application of this conductimetry device has been employed for acid-base titration, where
equivalent point has been observed sharply. Therefore, in general term, this simple conductimetry
device based on recycled material can be used effectively and low-cost in electroanalysis either in
practical work or in the class as media.

Key words: carbon electrode, used dry cell, conductimetry, electroanalysis

PENDAHULUAN mudah teroksidasi ataupun tereduksi. Atas


Beberapa jenis karbon yang berbeda dapat dasar sifat inert dari karbon, di dalam
digunakan untuk membuat sebuah elektrode, penelitian ini bahan karbon digunakan untuk
dimana elektrode tersebut nantinya dapat pembuatan elektrode konduktansi dalam
dimanfaatkan, misalnya dalam bidang analisis. metode analisis konduktimetri. Pada dasarnya,
Berbagai jenis karbon yang biasa digunakan konduktimetri merupakan pengukuran
untuk membuat elektrode tersebut diantaranya kemampuan larutan untuk menghantarkan
adalah grafit (yang mengandung seresin atau listrik. (Sevilla et al., 1993)
lilin parafin), grafik pirolitik (memiliki Berbeda dengan kebanyakan metode
kerapatan yang cukup tinggi), pasta karbon, elektroanalisis yang biasa digunakan,
grafit yang terdispersi dalam resin epoksi atau konduktimetri masuk dalam kategori tehnik
serat silikon, dan karbon yang seperti kaca elektroanalisis unik. Tehnik ini pada prinsipnya
(glassy carbon). (Sawyer et al.,1995) melibatkan pengukuran sifat fisik tertentu dari
Salah satu jenis karbon tersebut, larutan, dalam hal ini adalah sifat
utamanya pasta karbon dapat diperoleh dari konduktivitasnya (Stobel, 1989). Konduktansi
dalam baterai sel kering. Hal ini mengantarkan (daya hantar) dari larutan yang berbeda-beda,
kepada suatu pemikiran bahwa baterai yang tergantung pada jumlah ion dan mobilitas ion
sudah mati atau sudah tidak dapat digunakan, didalam larutan. Dengan demikian,
ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat konduktansi suatu larutan berhubungan dengan
sebuah elektrode dari pasta karbon yang konsentrasi dan ukuran ion. Kekuatan
terdapat didalam baterai sel kering tersebut. konduktansi larutan elektrolit dinyatakan
Prinsipnya, karbon yang dapat digunakan melalui pergerakan ion-ion dalam medan
sebagai elektrode adalah karbon yang listrik. Jika jumlah ion meningkat, diharapkan
memiliki struktur grafit dimana didalam aliran arus didalam larutan juga
struktur ini atom-atom karbon membentuk meningkat.(Sevilla et al., 1993)
orbital hibridasasi sp2 yang menghubungkan Selanjutnya, perlu dipahami bahwa
satu atom karbon dengan atom karbon lainnya. konduktansi sebenarnya adalah kebalikan dari
Struktur ini memungkinkan terjadinya tahanan (R). Daya hantar listrik berbanding
pergerakaan elektron sehingga dapat lurus dengan luas permukaan elektrode (A) dan
menghantarkan arus listrik (Wilkinson, 1976). berbanding terbalik dengan jarak antara kedua
Elektrode ini memiliki keunggulan oleh elektrode. Ukuran kemampuan zat terlarut
karena sifatnya yang inert sehingga tidak untuk menghantarkan arus listrik biasanya

*
Penulis untuk korespondensi, e-mail: kuswandi@mipa.unej.ac.id
35 Pemanfaatan Baterai Bekas…………(Bambang Kuswandi)

dinyatakan sebagai daya hantar ekivalen (∧). Prosedur Percobaan


Untuk melakukan suatu pengukuran daya 1. Pembuatan elektrode dilakukan dengan
hantar larutan, diperlukan sumber listrik, sel menggunakan adalah 2 buah elektrode
sebagai tempat larutan, dan rangkaian karbon yang diperoleh dari baterai bekas.
elektronik. Lebih lanjut perlu diketahui pula Kedua elektrode tersebut dipasangkan
bahwa pengukuran dalam metode pada karet yang telah dipotong berbentuk
konduktimetri adalah berdasarkan pada lingkaran sesuai dengan diameter dari
pengukuran arus non Faradic (yaitu proses pipa PVC. Masing-masing elektrode
oksidasi dan reduksi pada kedua elektrode). dihubungkan dengan menggunakan kabel
(Hendayana, 1994) tembaga terhadap sumber potensial dan
Aplikasi dari metode konduktimetri alat pengukur arus (avo meter). Elektrode
diantaranya adalah untuk pengukuran yang telah terpasang pada karet dikemas
konstanta dissosiasi suatu asam, dan dengan menggunakan pipa PVC.
pengukuran kuantitas suatu elektrolit dengan 2. Elektrode konduktansi yang telah dibuat,
cara titrasi konduktimetri. Dalam kasus yang kemudian salah satunya dihubungkan
terakhir, tehnik ini sangat baik digunakan dengan sumber listrik AC (adaptor),
untuk menyatakan kuantitas suatu elektrolit sedangkan yang lain dihubungkan dengan
dengan lebih teliti daripada menggunakan dengan salah satu dari ujung alat
titrasi indikator warna. (Rieger, 1994) pengukur arus. Ujung yang lain dari alat
Dalam percobaan ini akan dipelajari pengukur arus dihubungkan dengan
beberapa penerapaan praktis dari metode sumber listrik. Kedua elektrode
konduktimetri, salah satunya adalah dicelupkan pada larutan sampel yang
pengukuran konsentrasi terhadap konduktansi ditempatkan dalam beaker gelas, dan arus
larutan elektrolit. Elektrode yang dibuat dari yang terbaca menggambarkan daya hantar
berbagai macam bahan bekas (baterai, pipa dari larutan sampel (lihat gambar 1).
PVC, karet, dan kabel ) ini merupakan sebuah 3. pengukuran efek konsentrasi terhadap
upaya daur ulang, dengan harapan elektroda konduktansi HCl dilakukan dengan
sederhana ini dapat bermanfaat untuk sebuah menyiapkan larutan HCl dengan
aplikasi elektroanalisis yang sederhana dan konsentrasi 0.5, 0.1, 0.05, 0.01, 0.005 M,
murah, tanpa mengabaikan sensitifitas, masing-masing disiapkan dalam beaker
akurasi, dan ketelitian pengukurannya. glass. Elektrode karbon kemudian
dicelupkan pada setiap larutan untuk
METODOLOGI menetukan konduktansinya.
Bahan 4. Titrasi konduktometri dilakukan dengan
Bahan yang digunakan antara lain adalah menyiapkan 40 mL HCl 0.1 M disiapkan
karbon dari baterai bekas, karet dari sandal dalam beaker gelas. Selanjutnya, larutan
bekas, pipa PVC, dan potongan kabel untuk tersebut, secara bertahap ditambahkan 1
pembuatan elekrode. Sedangkan untuk mL larutan NaOH 0,5 M dan diaduk
larutannya digunakan: NaCl, asam asetat, dengan stirer magnetik. Pada setiap
etanol dan HCl dengan berbagai konsentrasi. penambahan 1mL NaOH 0,5 M,
konduktansi dari larutan diukur dengan
Alat menggunakan elektrode karbon tersebut.
Alat yang digunakan dalam percobaan ini
adalah avometer sebagai pengukur arus,
adaptor sebagai pensuplai arus, dan peralatan
gelas (beaker gelas, labu ukur, pipet volum).
Jurnal ILMU DASAR, Vol.2 No.1, 2001: 34-40 36

transformer

digital meter

220V AC 12V AC
50/60 Hz

Primer sekunder
tabung
PVC

karet
gelas
beaker
karbon
sampel

Gambar 1. Diagram susunan alat untuk pengukuran konduktimetri

HASIL DAN PEMBAHASAN meter menunjukkan besarnya arus adalah 0.0 A.


Percobaan dilakukan pada kondisi beda Berdasarkan hasil percobaan ini, dapat
potensial sebesar 12 V, dengan sistem arus dinyatakan bahwa etanol bukan merupakan
AC. Hal ini dimaksudkan agar arus yang larutan yang menghantarkan listrik. Walaupun
terukur benar-benar disebabkan oleh secara struktural molekul etanol mempunyai
pergerakan ion-ion dari larutan analit, tanpa bagian yang sedikit polar dan mampu terdisosiasi
adanya kontribusi arus akibat proses reaksi pada pelarut air, namun disosiasi yang terjadi
redoks. Elektrode karbon dioptimasi dengan teramat kecil sehingga tidak dapat memberikan
menggunakan beberapa larutan sampel pada kontribusi arus pada kondisi percobaan ini
percobaan awal, yaitu larutan elektrolit (sistem AC pada 12 volt).
(NaCl) dan non-elektrolit (alkohol). Pengukuran pada 0.1 M CH3COOH (asam
asetat) memberikan arus sebesar 5 mA.
Penentuan Konduktansi Larutan Sampel Dibandingkan dengan besarnya arus yang
Tabel 1 memperlihatkan hasil pengukuran dihasilkan oleh 0,1M HCl (75 mA), hasil yang
konduktansi dari masing-masing larutan teramati pada asam asetat jauh lebih kecil. Hal
menggunakan elektroda konduktansi seperti ini mengisyaratkan bahwa asam asetat terionisasi
pada gambar 1 di atas. sebagian dalam larutan air. Sedangkan HCl
terionisassi secara sempurna dalam air. Molekul
Tabel 1. Hasil pengukuran konduktansi asam asetat yang tidak terionisasi akan
larutan memberikan hambatan pada mobilitas ion H+ dan
Larutan Arus (mA) CH3COO- sehingga arus yang terbaca cukup
0.1 M C2H5OH 0 rendah.
0.1 M NaCl 12.5 Pada percobaan selanjutnya, diperoleh
0.1 M HCl 75 pembacaan arus untuk 0,1 M NaCl sebesar 12,5
0.1 M CH3COOH 5 mA. Hasil ini sesuai dengan teori, dimana
besarnya arus lebih rendah dari pada HCl pada
Didalam sampel 0.1 M C2H5OH konsentrasi larutan yang sama. Hal ini
(etanol), tidak terdapat arus yang terekam. berdasarkan atas perbandingan ukuran ion antara
Dengan kata lain, pembacaan pada AVO ion hidrogen dengan ion natrium, dimana ion
37 Pemanfaatan Baterai Bekas…………(Bambang Kuswandi)

hidrogen jauh lebih kecil sehingga Berdasarkan hasil percobaan, secara umum
mobilitasnya lebih tinggi dari pada ion persamaan-persamaan tersebut berlaku untuk
natrium. Akibatnya arus yang dihasilkan oleh larutan yang diuji, yaitu HCl, CH3COOH dan
larutan HCl lebih tinggi daripada larutan NaCl seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2,
NaCl. Dengan mempertimbangkan hasil 3 dan 4 secara berturutan. Dimana dalam hal ini,
percobaan ini, maka secara umum hasil untuk hasil pada gambar 2 dan 3 diperoleh hasil
optimasi elektrode karbon dengan yang lebih linier daripada variasi konsentrasi
menggunakan larutan-larutan tersebut sudah HCl (gambar 1). Hal ini menunjukkan bahwa
cukup baik dan dapat dijadikan pedoman persamaan yang diturunkan oleh Kohlrausch
untuk pemanfaatan elektrode ini dalam berlaku dengan lebih baik untuk larutan NaCl
percobaan-percobaan selanjutnya. dan asam asetat. Secara umum, hubungan
linieritas konduktansi larutan dengan konsentrasi
Pengaruh Konsentrasi terhadap juga akan dihasilkan untuk larutan elektrolit
Konduktansi Larutan lainnya sesuai dengan persamaan Kohlrausch.
Hasil percobaan dengan larutan HCl, NaCl
dan CH3COOH menunjukkan bahwa arus Titrasi Konduktimetri
yang terukur semakin meningkat seiring Peristiwa reaksi asam dan basa dapat dimonitor
dengan bertambahnya konsentrasi dari melalui perubahan dalam konduktansi yang
larutan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa diakibatkan oleh penggantian konduktifitas
konduktivitas larutan akan semakin tinggi tinggi dari ion hidrogen dengan ion hidroksida
bila konsentrasinya juga semakin tinggi. dengan konduktifitas yang rendah. Dalam
Kohlrausch menurunkan suatu persamaan percobaan ini, dilakukan titrasi asam kuat (HCl)
yang menghubungkan antara konduktivitas dengan basa kuat (NaOH) secara titrasi
larutan dengan konsentrasi seperti terlihat konduktimetri. Dari percobaan ini diketahui
pada persamaan 1. bahwa titik ekivalen terjadi pada saat volume 0,5
M NaOH yang ditambahkan adalah 6 mL (lihat
∧= ∧o – kc. C1/2 .........................(1) gambar 5). Arus yang terbaca ketika titik
ekivalen belum tercapai dihasilkan oleh
Selain itu, Onsager juga memberikan mobilitas ion hidrogen (H+) yang tinggi. Semakin
persamaan yang menghubungkan antara banyak larutan 0,5M NaOH yang ditambahkan
konduktivitas dengan konsentrasi, dimana arusnya semakin menurun oleh karena
persamaan yang diturunkan ini banyaknya ion hidrogen semakin berkurang.
mempertimbangkan lebih banyak faktor Dalam hal ini ion hidrogen diubah menjadi
seperti dinyatakan pada persamaan 2. molekul air akibat bereaksi dengan ion
hidroksida (OH-) dari larutan NaOH. Tepat pada
∧= ∧o – (A + B ∧o). C1/2 ..........(2) saat titik ekivalen, ion hidrogen telah habis
bereaksi dan telah berubah semua menjadi
dimana A dan B masing-masing adalah molekul air yang memiliki konduktansi sangat
parameter yang mengkompensasi efek lemah. Besarnya arus yang terbaca pada titik
asimetri dan efek elektrophoresis ekivalen adalah 17,5 mA. Arus yang terjadi pada
(Hewitt,1991). Persamaan 3 memberikan kondisi ini disebabkan oleh mobilitas ion Na+
hubungan yang lebih rinci menurut Fuoss dan dan Cl- dimana mobilitas ion Na+ lebih lambat
Onsager. daripada ion H+ sehingga arus yang terbaca
adalah kecil.
∧= ∧o-SC1/2 + EC log C + JC ...(3) Pada penambahan larutan NaOH 0,5 M
berikutnya (setelah titik ekivalen tercapai),
dimana S merupakan koefisien Onsager, E menghasilkan arus yang kembali meningkat. Hal
merupakan konstanta, dan J adalah faktor ini terjadi sebagai akibat adanya mobilitas ion
yang bergantung pada ukuran ion (Strobel, hidroksida. Secara keseluruhan hasil dari proses
1989). itu ditampilkan dalam gambar 5.
Jurnal ILMU DASAR, Vol.2 No.1, 2001: 34-40 38

100
90
80
70

Arus (mA)
60
50
40
30
20
10
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
(HCl)1/2

Gambar 2. Hubungan konsentrasi terhadap konduktansi larutan HCl

16
15
14
13
Arus (mA)

12
11
10
9
8
7
6
5
0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8
1/2
[CH3COOH]

Gambar 3. Hubungan konsentrasi terhadap konduktansi larutan Asam Asetat

180

155

130
Arus (mA)

105

80

55

30
0.141 0.191 0.241 0.291 0.341
1/2
[NaCl]

Gambar 4. Hubungan konsentrasi terhadap konduktansi larutan NaCl


39 Pemanfaatan Baterai Bekas…………(Bambang Kuswandi)

Kurva titrasi HCl 0,1 M vs NaOH 0,5 M

80
70

Arus (mA)
60
50
40
30
20
10
0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Volume NaOH (mL)

Gambar 4. Kurva titrasi HCl 0,1 M vs NaOH 0,5 M

Dari serangkaian percobaan yang telah hantar listrik (konduktansi) larutan sangat
dilakukan, secara umum dapat dinyatakan dipengaruhi oleh konsentrasi dari larutan
bahwa elektroda konduktansi yang dirancang tersebut. Hal ini bersesuaian dengan persamaan
dari pasta karbon baterai bekas cukup efektif yang telah diturunkan, salah satunya oleh
untuk digunakan sebagai elektroda konduktansi Kohlrausch. Efek konsentrasi ini hampir
dalam pengukuran secara konduktimetri. Hal bersifat linier terhadap konduktansi larutan.
ini memberikan suatu alternatif yang mudah Konduktansi larutan sangat erat
untuk analisa sampel tertentu yang berupa kaitannya dengan mobilitas ion. Dalam titrasi
larutan ionik. Dengan demikian, analisa HCl oleh NaOH secara konduktimetri, arus
konduktimetri dapat dilakukan secara mudah sebelum titik ekivalen dihasilkan oleh mobilitas
dan sederhana dengan memanfaatkan barang- ion H+, sedangkan setelah titik ekivalen arus
barang bekas untuk didaur ulang menjadi listrik utamanya disebabkan oleh mobilitas ion
bahan yang berguna khususnya dalam hidroksida.
mendesain peralatan elektroanalisis baik untuk
analisa maupun untuk pengajaran di kelas. UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih atas konstribusi data pengukuran
KESIMPULAN konduktifitas NaCl dan Asam Asetat dari
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa Suryanto Condro dan kawan-kawan serta Mas
pasta karbon dapat dimanfaatkan untuk Maryono selaku teknisi yang ikut menyiapkan
membuat seperangkat elektroda konduktansi terlaksananya penelitian ini.
yang cukup efektif. Hal ini sesuai dengan fakta
bahwa hasil percobaan yang diperoleh secara DAFTAR PUSTAKA
umum, elektroda ini mampu memberikan Hendayana S., 1994. Kimia Analitik Instrumen,
respon yang mendekati harga sesungguhnya Cetakan pertama, IKIP Semarang
dari besarnya konduktansi larutan-larutan yang Press, Semarang.
diuji. Hewitt C.N., 1991. Instrumental Analysis of
Larutan etanol termasuk dalam kategori Pollutans, Elsevier Applied Science,
non elektrolit karena tidak menghasilkan arus. London.
Asam asetat sedikit menghantarkan listrik Rieger H.P., 1994. Electrochemistry, Second
akibat dissosiasinya yang relatif rendah. edition, Chapman & Hall Inc., New
Larutan HCl dan NaCl merupakan sebuah York.
elektrolit yang baik karena mampu Sawyer D.T., Sabkowiak, A., Robert, J.L.,
menghantarkan listrik yang cukup besar. Daya 1995. Electrochemistry for Chemist,
Jurnal ILMU DASAR, Vol.2 No.1, 2001: 34-40 40

2nd Edition, Jhon Willey and Sons, Stobel H., 1989. Chemical Instrumentation A
Inc. New York. Synthetic Approach, Third edition,
Sevilla III F., Alfonso, R.L., Andres, R.T., John Wiley & Sons, New York.
1993. Journal of Chemical Education, Wilkinson C., 1976. Kimia Anorganik Dasar,
70, 582-584 UI-Press, Jakarta.