You are on page 1of 1

Asma adalah radang kronis pada jalan nafas yang berkaitan dengan obstruksi reversible dari

spasme, edema, dan produksi mucus dan respon yang berlebihan terhadap stimuli. (Varney, Helen.
2003)
Asma adalah keadaan klinis yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus yang reversibel,
dipisahkan oleh masa di mana ventilasi jalan nafas terhadap berbagai rangsang. (Sylvia Anderson
(1995 : 149)
Asma adalah suatu inflamasi kronis saluran nafas yang melibatkan sel eosinofil, sel mast, sel
netrofil, limfosit dan makrofag yang ditandai dengan wheezing, sesak nafas kumat-kumatan, batuk,
dada terasa tertekan dapat pulih kembali dengan atau tanpa pengobatan (Cris Sinclair, 1994)
Asma dalam kehamilan adalah gangguan inflamasi kronik jalan napas terutama sel mast dan
eosinofil sehingga menimbulkan gejala periodik berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat,
dan batuk yang ditemukan pada wanita hamil. Asma yang terkendali dengan baik tidak memiliki
efek yang berarti pada wanita yang hamil, melahirkan ataupun menyusui. Asma mungkin
membaik, memburuk atau tetap tidak berubah selama masa hamil, tetapi pada kebanyakan wanita
gejala-gejalanya cenderung meningkat selama tiga bulan terakhir dari masa kehamilan. Dengan
bertumbuhnya bayi dan membesarnya rahim, sebagian wanita mungkin mengalami semakin
sering kehabisan nafas. Tetapi ibu-ibu yang tidak menderita asmapun mengalami hal tersebut
karena gerakan diafragma/sekat rongga badan menjadi terbatas. Adalah penting untuk memiliki
sebuah rancang tindak asma dan ini harus ditinjau kembali secara teratur
selama masa kehamilan.