You are on page 1of 6

MODUL 5 BLOK 19

Soal no1-3
Seorang laki-laki usia 45 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadarkan diri, dari heteroanamnesis diketahui pasien demam 2
hari, muntah-muntah, kemudian tidak sadar 2 jam sebelum dibawa ke rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien sakit
berat, GCS.. , tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 108 kali/menit, Respirasi 30 x/menit, suhu 380C.
1.

Pemeriksaan fisik lain yang perlu pada pasien ini


a.
b.

2.

c.
d.

Focus infeksi
Anemia

e.

Ronki pada paru

c.
d.

SGOT,SGPT
Glukosa darah

e.

Urinalisis

Pemeriksaan penunjang yang penting.


a.
b.

3.

Hepatosplenomegali
Lateralisasi
EKG
Foto toraks

Bila pada pemeriksaan didapatkan kadar kalium 3,0mEq/L tindakan yang dilakukan..
a.
b.
c.

Infuse larutan bikarbonat


Infuse insulin dalam larutan dekstrose
Injeksi larutan glukonas intravena perlahan

d.
e.

Bolus larutan kalium klorida


Infuse larutan kalium klorida

Soal no 4-6
Pasien laki-laki usia 50 tahun riwayat DM 10 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik GCS 4,
TD 160/100, anemis, respirasi 20 x/menit, ekstremitas dingin dan basah.
4.

Penyebab penurunan kesadaran yang mungkin..


a.
b.

5.

c.
d.

Hiperkalemi
Anemia

e.

Aritmia

e.

Hipokalsemi

Gangguan elektrolit yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran pada pasien ini
a.
b.

6.

Hiperglikemi
Hipoglikemi
Hipernatremi
Hiponatremi

c.
d.

Hiperkalemi
Hipokalemi

Bila ada pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum 200mg/DL,

kreatinin 12 mg/DL, kalium 7,1 mEq/L,

penanganannya
a.
b.
c.

Injeksi diuretic furosemid


Obat anti hipertensi
Oksigen 10 L/menit

d.
e.

Dialysis
Infuse larutan bikarbonat

Soal no 7-8
Pemuda 22 tahun dibawa temannya ke IGD dalam keadaan gelisah, diketahui sebelumnya mereka mengkonsumsi obat-obatan,
pada pemeriksaan fisik didapatkan pupil dilatasi, takikardi.
7.

Golongan obat yang dikonsumsi..


a.
b.

8.

c.
d.

Amfetamin
Benzodiazepine

e.

Antidepresan

c.
d.

Methanol
Lorazepam

e.

Dimelcaprol

Antidotum yang diberikan.


a.
b.

9.

Opiate
Analgesic
Nalokson
Sulfas atrofin

Pasien dibawa ke IGD setelah minum baygon 1 gelas 3 jam sebelumnya, antidotum yang diberikan..
a.
b.

Nalokson
N-asetil sistein

c.
d.

Fosistigmin
Diazepam

e.

Sulfas atrofin

10. Seorang pasien luka bakar pada grade II seluas 60%, mengeluh berdebar, pemeriksaan elektrolit yang paling mungkin
didapatkan..
a.
b.
Soal 11-12

Hiperkalemi
Hipokalemi

c.
d.

Hipernatremi
Hiponatremi

e.

Hiperkalsemi

Laki-laki usia 50 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 5, TD 100/70
mmHg, anemia, ikterus, abdomen distensi, akral dingin lembab. Dari anamnesis pasien memiliki kebiasaan minum alcohol sejak
usia muda.
11. Penyebab penurunan kesadaran yang paling mungkin.
a.
b.
c.

Koma uremikum
Ketoasidosis diabetikum
Koma hepatikum

d.
e.

Intoksikasi alcohol akut


Sepsis

12. Pemeriksaan laboratorium yang paling penting saat di IGD pada pasien ini..
a.
b.
c.

Kadar alcohol dalam darah


Glukosa darah
Bilirubin total

d.
e.

Kalium
Kreatinin

13. Factor yang mempengaruhi keracunan.


a.
b.

Sensitifitas
Konsentrasi

c.
d.

Struktur kimia
Idiosinkrasi dan alergi

e.

Absorbsi

14. Yang terpenting pada criteria diagnosis keracunan.


a. Adanya tanda dan gejala yang sesuai dengan racun penyebab
b. Analisis kimiawi membuktikan adanya racun
c. Keterangan tentang racun apa yang kira-kira penyebabnya
d. Dapat ditemukan racun/sisa racun dalam tubuh/cairan tubuh, jika racun menjalar sistemik
e. Korban benar-benar kontak dengan racun
15. Dalam menangani kasus kematian akibat keracunan, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan penting yaitu..
a.
b.
c.

Analisis patologi klinik


Analisis patologi anatomi
Otopsi verbal

d.
e.

Pemeriksaan di TKP
Otopsi klinik

16. Bila dicurigai seseorang meninggal akibat keracunan sianida,maka pada otopsi sebaiknya yang dibuka lebih dahulu
adalah.
a.
b.

Rongga tengkorak
Rongga Dada

c.
d.

Rongga Perut
Rongga Pinggang

e.

Kelenjar-kelenjar

17. Secara umum, bahan yang diambil untuk pemeriksaan toksikologi pada kasus keracunan akut yang masuk melalui mulut
adalah.
a. Darah,urin,bilasan lambung, usus beserta isinya, hati,ginjal,otak, dan empedu
b. Limpa,jantung,liquor otak, jaringan lemak,dan rambut
c. Lambung,darah,urin,dan empedu
d. Darah, seluruh hati,seluruh urin, dan lambung beserta isinya
e. Semua yang tersebut diatas
18. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan kejang seluruh tubuh sejak 2 hari lalu. Panas badan sejak 4
hari lalu. Dua minggu sebelumnya yang bersangkutan mengeluh nyeri pada rahang bagian atas sisi kanan. Diagnosis yang
paling mungkin..
a.
b.

Kejang demam
Hipokalemi

c.
d.

Tetanus
Hiperkalsemi

e.

meningoensefalitis

19. pemberian profilaksis tetanus pada pasien trauma.


a. Tetanus toksoid tidak perlu diberikan bila luka tidak rentan tetanus dengan riwayat imunisasi lebih 3 kali pemberian
b.

dalam kurun lebih 10 tahun yang lalu


Tetanus toksoid diberikan bila luka rentan tetanus dengan riwayat imunisasi lebih dari 3 kali pemberian dalam kurun

c.
d.

lebih 5 tahun yang lalu


Semua pasien trauma sebaiknya diberikan tetanus toksoid
Semua pasien dengan luka kotor sebaiknya diberikan tetanus toksoid dan tetanus imunglobin bila status imunisasi

sebeumnya tidak diketahui


e. Sebaiknya semua pasien trauma dengan luka luas diberikan tetanus toksoid dan tetanus imunglobin
20. Seorang laki-laki 17 tahun datang ke IGD dengan keluhan kejang seluruh tubuh sejak 2 hari lalu. Panas badan sejak 8
hari lalu. Sepuluh hari sebelumnya yang bersangkutan mengeluh nyeri pada rahang bagian atas sisi kiri. Riwayat
imunisasi sebelumnya tidak jelas. Setelah diperiksa dengan seksama maka yang bersangkutan diagnosisnya tetanus
generalisata. Prognosis berdasarkan skor Philips pasien ini adalah.
1. Masa inkubasi=3,status imunisasi=8
2. Lokasi infeksi=4, factor pemberat-8

3. Masa inkubasi=3, lokasi infeksi=4, status imunisasi=8, factor pemberat=1


4. Lokasi infeksi=4,masa inkubasi=3,factor pemberat=1
21. Mortalitas tetanus
1.
2.
3.
4.

Terjadi karena penyulit hipoksia


Skor Philip >16
Sering terjadi pada usia neonates dan usia >60 tahun
Terjadi karena penyulit sepsis

22. Prinsip penatalaksanaan tetanus


1.
2.

Anti kejang
Anti tetanus

3.
4.

Imunisasi pasif
Antibiotic

3.
4.

Spirillum minus
Simian herpes virus

23. Bakteri yang menyertai gigitan tikus


1.
2.

Stretobacillus moniliformis
Clostridium spesies

24. Tetanus disebabkan oleh bakteri C.Tetani SEBAB bakteri C.Tetani mengeluarkan toksin tetanolisin
25. Insidensi tetanus di Negara berkembang menurun mencolok SEBAB telah ditemukan vaksinasi tetanus
Soal 26-28
Tn. Ammar 40 tahun, menderita gagal ginjal sejak 3 tahun terakhir dan secara rutin menjalani hemodialisa setiap 2 pekan
sekali. 2 hari SMRS pasien merasa lelah. 1 hari SMRS pasien terlihat mengantuk dan segera dibawa ke RS karena muntahmuntah dan kemudian tidak sadar. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 70/50 mmHg, RR 40 x/menit, suhu 37 derajat
celcius, GCS 15.
26. Pemeriksaan penunjang yang perlu diberkan pada pasien ini
a.
b.
c.

Pemeriksaan kimia darah


Pemeriksaan darah lengkap
Analisa gas darah

d.
e.

Kimia lengkap dan analisis gas darah


Fungsi ginjal,fungsi hati,dan analisa gas darah

27. Pada pemeriksaan analisis gas darah didapatkan HCO3 menurun dan PCO2 juga menurun dengan PH darah 7,1. Sebagai
respon kondisi di atas maka pasien mengalami.
a.
b.

hiperventilasi
hipoventilasi

c.
d.

Poliuri
Muntah

e. Penurunan Tekanan darah

28. Penatalaksanan pada pasien diatas


a.
b.
c.

Sodium bikarbonat parenteral


Infuse NaCl 0,9%
Koreksi hipokalemi

d.
e.

Injeksi sodium bikarbonat im


Hemodialisa

Soal 29-30
Ny.D menderita DM tipe II baru menambah satu jenis ADO(Anti Diabetes Oral), sekitar 45 menit setelah minum obat, tibatiba pusing, mual, keringat dingin, dan tremor
29. Dasar diagnosis berdasarkan glukosa pada penderita diatas adalah.
a.
b.

>400 mg/dl
>600 mg/dl

c.
d.

<60 mg/dl
<50 mg/dl

e.

<40 mg/dl

30. Tindakan yang bisa dilakukan di rumah adalah..


a.
b.
c.

Tidak ada harus segera dirujuk ke RS


Segera minum air gula atau makan
Segera suntik insulin jika ada

d.
e.

Meminum ADO dihentikan


Segera berbaring angkat kaki lebih tinggi dari
kepala

31. Seoarang wanita dengan riwayat DM usia 55 tahun dibawa ke IGD dengan ambulan. Dia datang dengan kesadaran
somnolen dan sakit selama beberapa hari. Maka untuk membedakan koma metabolic dengan koma neurologic, maka
dilakukan.
a.
b.
c.

Glucose challenge test


Pemeriksaan reflex neurologis
Pemeriksaan TD dan nadi

d.
e.

Pemeriksaan skala koma glasgow


Pemeriksaan tipe napas kussmaul

32. Seorang pasien rawat inap RSUD AWS tiba-tiba jatuh dalam kondisi tidak sadar. Pada pasien tampak anemis dan kulit
a. Ketoasidosis diabetikum
d. Koma hepatikum
tampak
b.
Koma
keabu-abuan
hipoglikemik
serta tampak bekas garukan. Dari luar pasien tampak
e. Intoksikasi
sangat kurus dan oedem pada tungkai kaki.
c. Koma uremikum
Dari rekam medis diketahui bahwa pasien memiliki riwayat hipertensi. Kemungkinan kondisi yang dialami pasien
33. Hepatitis akut yang dapat menyebabkan terjadinya koma hepatikum adalah.
adalah..
a. Hepatitis A
c. Hepatitis C
e. Fatty liver
b. Hepatitis B
d. Sirosis hepatis
34. Seorang wanita ibu gina 59 tahun dilarikan ke IGD RSUD AWS dengan keadaan tidak sadar, dari anamnesa keluarga
pasien dketahui bahwa pasien sudah lama menderita DM dan selama 2 tahun terakhir mendapat terapi insulin. Setelah
diberi bolus dekstros iv 40% sebanyak 4 flakon, kadar gula ibu ini masih tetap 45 mg/dl. Tindakan yang diberikan
selanjutnya adalah.
a.
b.
c.

Na bikarbonat parenteral
Pemberian gula murni 30 gram
Pemberian adrenalin atau kortison

d.
e.

Pemberian manitol
Pemberian diuretik

35. Bu putri 30 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan mual, nyeri perut, pusing, dan muntah2 hebat. Pasien diketahui
baru saja mengkonsumsi setengah kaleng daging kornet 6 jam yang lalu. Apakah pertolongan pertama yang tepat sebelum
pasien dibawa ke RS.
a.
b.
c.

Memberikan susu segar


Memberikan air kelapa
Memaksa pasien untuk muntah

d.
e.

Memberikan obat penghilang rasa sakit


Memberikan tablet karbon aktif

36. Seorang laki-laki 20 tahun datang ke IGD dengan keluhan tidak dapat melihat sejak 4 jam yang lalu. Beberapa jam
sebelum pasien mengkonsumsi minuman oplosan berisi alcohol, obat flu, minuman berkarbonasi, dan lotion anti nyamuk.
Setelah minum pasien tidak sadarkan diri dan saat terbangun pasien tidak dapat melihat. Apa yang menyebabkan keluhan
tersebut.
a.
b.

Intoksikasi Etanol
Intoksikasi Methanol

c.
d.

Intoksikasi Obat flu


Intoksikasi Bikarbonat

e.

Intoksikasi Obat nyamuk

37. Yang tidak termasuk kondisi hipovolemik hipernatremi adalah..


a.
b.

Keringat berlebihan
Diare

c.
d.

Muntah
Sindroma chusing

e.

Luka bakar

e.

Sulfas atrofin

38. Pada penatalaksanan keracunan paracetamol, antidotum yang dianjurkan adalah.


a.
b.

EDTA
N-asetil sistein

c.
d.

Methanol
Nalokson

39. Pemberian serum anti bisa ular (SABU) adalah dengan cara..
a. Intramuscular sebanyak 1 vial, maksimal 3 vial
b. Intravena sebanyak 1 vial, maksimal 3 vial
c. Intramuscular sebanyak 2 vial, maksimal 20 vial
d. Intravena sebanyak 2 vial, maksimal 20 vial
e. Di infuskan 2 vial ke dalam 500 ml NaCl/D5 40-80 tetes, maksimal 20 vial
40. Prinsip pemberian diet pada pasien koma hepatikum
a. Restriksi kalori dan pemberian tinggi protein
b. Restriksi protein dan pemberian asam amino rantai cabang
c. Restriksi protein dan pemberian asam lemak tak jenuh
d. Restriksi kalori dan protein
e. Restriksi kalori, protein, dan lemak
41. Seorang gadis 20 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah minum cairan pembasmi nyamuk 1 jam
yang lalu. Dokter segera member injeksi atropine sampai terjadi atropinisasi. Yang merupakan parameter telah terjadi
atropinisasi adalah.
a.
b.

Hipersalivasi
Kejang

c.
d.

Midriasis maksimal
Bronkokonstriksi

e. Denyut jantung menurun

42. Seorang wanita berusia 25 tahun ditemukan dalam keadaan tidak sadar di kamarnya. Disampingnya ditemukan sekaleng
cairan tanpa label. Pada pemeriksaan dari mulutnya ditemukan ludah berbuih, GCS 3-4-5, pupil pin point, td 120/80
mmhg, denyut nadi 100x/menit, suhu badan 37 0C, RR 22x/menit. Pada anamnesis diketahui penderita mengalami patah
hati. Kemungkinan yang paling mendekati pada kasus ini adalah keracunan
a.

Alcohol

b.

Morfin

c.

Organofosfat

d.

Amfetamin

e.

Deterjen

43. Pria 45 tahun ditemukan polisi tidak sadarkan diri di jalan. Ia terlihat baru saja muntah, tidak demam, dan tidak ada tanda
luka di kepala. TD 220/110 mmHg, RR 25 x/menit regular, gula darah sewaktu = low (tidak terukur), EKG normal.
Keluarga tidak ada. Penanganan pertama untuk menyelamatkan otak yang penting pada penderita koma yang belum
diketahui penyebabnya..
a.
b.
c.
d.
e.

Pasang infuse salin normal


Pemberian dekstrose 40% 2 ampul iv
Periksa laboratorium cito darah lengkap,gula darah,elektrolit
Pemberian neuroprotektan (citikolin,piracetam)
Pemberian anti hipertensi

Kasus soal no 44-46


44. Seorang laki-laki 50 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadar. Pasien adalah penderita diabetes mellitus tidak
terkontrol. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran koma, RR 36x/menit, pemeriksaan laboratorium didapatkan gula
darah sewaktu 400 mg/dl dan ketonuria. Apakah penyebab terjadinya peningkatan frekuensi napas yang paling tepat.
a.
b.
c.

Penurunan kadar HCO3


Peningkatan kadar HCO3
Peningkatan CO2 dalam darah

d.
e.

Peningktan O2 dalam darah


Penurunan PH darah

d.
e.

Syok hipovolemik
Hipoglikemik state

45. Apakah keadaan yang paling tepat yang dialami pasien di atas..
a.
b.
c.

Koma hipoglikemi
Hiperglikemi hiperosmolar
Ketoasidosis diabetikum

46. Bila kadar pemeriksaan gas darah menunjukkan PH=7,32, PCO2=30 mmHg, kadar HCO3 20mEq/l. maka kondisi
keasaman pasien ini adalah.
a.
b.
c.
d.
e.

Asidosis metabolic dengan kompensasi respiratorik


Alkalosis metabolic dengan kompensasi respiratorik
Asidosis respiratorik akut
Alkalosis respiratorik akut
Asidosis campuran metabolic+respiratorik

47. Seorang laki-laki 60 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan terasa gemetar, keringat dingin, jantung berdebar. Dari
anamnesis pasien telah di diagnosis DM sejak 5 tahun yg lalu. Pasien terbiasa minum obat anti diabetic oral 3x/hari.
Sejak 2 hari lalu penderita makan sedikit, tetapi obat tetap diminum 3x sehari. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah
sewaktu didaptkan hasil 55mg/dl, apakah penyebab paling tepat keluhan diatas..
a.
b.

Gangguan Otonomik
Gangguan Neurogenik

c.
d.

Gangguan Hemostatik
Gangguan Respirasi

e.

Gangguan vaskular

48. Seorang wanita 57 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar dan panas tinggi. Dari anamnesis keluarga pasien
sebelumnya demam, sulit tidur, dan sesak napas sejak 3 hari. Dari pemeriksaan fisik pernapasan cepat dan dalam,
terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. GCS 2-1-3, reflex patologis negative. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu
700 mg/dl, SGOT 23 mg/dl, SGPT 30 mg/dl, ureum 40 mg/dl, kreatinin 0,3 mg/dl, apakah diagnosis paling mungkin
pasien diatas..
a.
b.

Koma Neurogenik
Koma Ketoasidosis

c.
d.

Koma Septic
Koma Hepatikum

e.

Koma Uremikum

49. Seorang wanita 57 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar dan panas tinggi. Dari anamnesis keluarga pasien
sebelumnya demam, sulit tidur, dan sesak napas sejak 3 hari. Dari pemeriksaan fisik pernapasan cepat dan dalam,
terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. GCS 2-1-3, reflex patologis negative. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu
700 mg/dl, SGOT 23 mg/dl, SGPT 30 mg/dl, ureum 40 mg/dl, kreatinin 0,3 mg/dl, apakah tindakan pertama yang paling
tepat pada kasus di atas
a.
b.
c.

Antibiotic intravena
Dosis OAD ditingkatkan
Resusitasi cairan

d.
e.

Drip neuroprtektan
Injeksi antipiretik

50. Seorang laki-laki 50 tahun dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS
E2V3M5, tanpa tanda lateralisasi, dan tidak ada tanda iritasi menigeal. Apakah penyebab yang paling mungkin pada
kondisi di atas..
a.

Tromboemboli di pembuluh darah otak pada

b.

pasien fibrilasi atrial


Perdarahan pada spasium-sub arakhnoid

c.
d.
e.

Gangguan elektrolit
Perdarahan intraserebral
Infeksi meningeal