You are on page 1of 36

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN PENYAKIT GEA DEHIDRASI ( DIARE


DEHIDRASI SEDANG) DI RUANG ANAK
RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON

DI SUSUN OLEH
NAMA : HANA TATIRATU
NIM: 1240212014052

YAYASAN WAHANA BHAKTI KARYA HUSADA


AKADEMI KEPERAWATAN
RUMKIT TK III Dr. J. A. LATUMETEN
AMBON 2016

Laporan Praktek Klinik Asuhan Keperawatan Anak Ini Telah Disetujui


Dan Diketahui Oleh Pembimbing Klinik Institusi Pendidikan
Serta Disahkan Oleh Ka. Ur. Mindik

Ambon, Agustus 2016

Diketahui Oleh

Pembimbing Klinik Lapangan

Pembimbing Klinik Institusi

Sandra Jacob, Amd. Kep


NIP: 19700812 198903 2 001

F. Kelrey, S.Kep,. NS

Disahkan Oleh:
Ka. Ur. Mindik
Institusi Pendidikan

dr. H. Tuanakotta, M. Kes

LAPORAN PENDAHULUAN
DIARE DEHIDRASI SEDANG PADA ANAK
A.

Landasan Teori Medis


1. Pengertian
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah
cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif.,
et all. 1999).
Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari ( WHO, 1980.
Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan
oleh bakteri yang bermacam-macam, virus dan parasit yang patogen (Whaley &
Wongs,1995).
Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang
disebabkan oleh infeksi, alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).
Tingkat dehidrasi gastroenteritis :
1. Dehidrasi ringan
Kehilangan cairan 2 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang
elastis, suara serak, klien belum jatuh pada keadaan syok.
2. Dehidrasi sedang
Kehilangan cairan 5 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek,
suara serak, presyok nadi cepat dan dalam.
3. Dehidrasi berat
Kehilangan cairan 8 - 10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tandatanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot
kaku sampai sianosis.
2. Etiologi
a.
1.
2.
3.
4.
5.
b.
1.
2.
3.
4.
5.

Faktor infeksi
Bakteri : Enteropathogenic escherichia coli,Salmonela,Shigella,Yersinia enterocolika
Virus : Enterovirus,Echoviruses,Adenovirus,Human retrovirua seperi agent,Rotavirus
Jamur : Candidaenteritis
Parasit : Giardia clamblia,Crytosporidium
Protozoa
Bukan faktor infeksi
Alergi makanan,susu formula
Gangguan metabolik atau malabsorbsi,penyakit fibrosis pada pangkreas
Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan
Obat-obatan terutama Antibiotik pemakaian yang lama
Emosional dan stress

3. Manifestasi klinis

Manifestasi dari diare antara lain :


a. Sering Buang air besar dengan kosistensi tinja cair
b. Terdapat tanda-tanda dehidrasi : turgor kulit jelek,ubun-ubun dan mata cekung,membran
mukosa kering
c. Kram abdominal
d. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dan asam basa
e. Demam
f. Mual-muntah
g. Anoreksia
h. Lemah
i. Pucat
j. Perubahan tanda-tanda vital:
k. Pandangan mata anak nampak sayu
4. Patofisiologi
Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris,
Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia
dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen
ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana
merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.
Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya.
Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang
terkontaminasi.
Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang
tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat
sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan
sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding
usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan
multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu
sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam
basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih),
hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.
5. Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan Tinja:
- Makroskopis dan mikriskopis
- PH dan kadar gula dalam tinja
- Biakan dan resistensi feses (colok dubur)
2. analisis gas darah
3. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, Ca dan P serum pada diare yang disertai
kejang.
6. Komplikasi

a. Dehidrasi
Dari komplikasi Gastroentritis,tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Dehidrasi ringan
Kehilangan cairan 2 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang
elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.
2. Dehidrasi Sedang
Kehilangan cairan 5 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara
serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.
3. Dehidrasi Berat
Kehilangan cairan 8 - 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda
dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku
sampai sianosis.
Tabel 1.1 Penilaian Derajat Dehidrasi
Penilaian
1.

Lihat 1. Baik, sadar

1. Gelisa, rewel

1. Lesu, lunglai, atau


tidak sadar

2.

Mata 2. Normal

2. Cekung

2. Sangat Cekumg dan


kering

3.

Air

3. Ada

3. Tidak ada

3. Tidak ada

4. Basah

4. Kering

4. Sangat kering

keadaan umum

mata
4.

Mulut
dan lidah

5.

5. Minum biasa (Tidak 5. Haus ingin minum 5. Malam minum atau


haus)
banyak
tidak minum

Rasa
haus

7. Tanpa dihidrasi
6.

Periks
a : turgor kulit

7.

Hasil
pemeriksaan

6. Kembali lambat

6. Lebih sangat lambat

7. Dihidrasi ringan
atau sedang

7. Dihidrasi berat

6. Kembali cepat

Tabel .1.2 Kehilangan cairan menurut derajat dihidrasi pada anak dibawah dua tahun.

Derajat Dihidrasi

Pwl

Nwl

Cwl

Jumlah

Ringan

50

100

25

175

Sedang

75

100

25

200

Berat

125

200

25

350

Tabel.1.3 Kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2-5 tahun

Derajat Dihidrasi

Pwl

nwl

Cwl

Jumlah

Ringan

30

80

25

135

Sedang

50

80

25

155

Berat

80

80

25

185

Tabel. 1.4 Kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien dan umur

b.
en
ta

Derajat Dihidrasi

pwl

nwl

Cwl

Jumlah

Ringan

50

100

25

175

Sedang

75

100

25

200

Berat

125

200

25

350

R
ja
n

hipovolemik
c. Kejang
d. Bakterimia
e. Mal nutrisi
f. Hipoglikemia
g. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.
7. Penatalaksanaan Dan Pencegahan
1. Pemberian cairan
Pemberian cairan, pada klien Diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan
umum, yaitu :
- Cairan peroral
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang, cairan diberikan peroral berupa cairan
yang berisikan NaCl dan Na, HCO, K dan Glukosa, untuk Diare akut diatas umur 6 bulan
dengan dehidrasi ringan, atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/l dapat dibuat sendiri
(mengandung larutan garam dan gula) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Hal
tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk
mencegah dehidrasi lebih lanjut.
- Cairan parenteral
Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau
ringannya dehidrasi, yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan
berat badannya.
a. Dehidrasi ringan
1 jam pertama 25 50 ml / Kg BB / hari, kemudian 125 ml / Kg BB / oral
b. Dehidrasi sedang
1 jam pertama 50 100 ml / Kg BB / oral, kemudian 125 ml / kg BB / hari.
c. Dehidrasi berat
Untuk anak umur 1 bulan 2 tahun dengan berat badan 3 10 kg
- 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes
atau 13 tetes / kg BB / menit.

7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20


tetes ).
- 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum,teruskan dengan
2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.
Untuk anak lebih dari 2 5 tahun dengan berat badan 10 15 kg.
- 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 15
tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).
- 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral,bila anak tidak mau minum dapat
diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.
Untuk anak lebih dari 5 10 tahun dengan berat badan 15 25 kg.
- 1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20
tetes ).
- 16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral.
2. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada klien dengan tujuan penyembuhan
dan menjaga kesehatan, adapun hal yang perlu diperhatikan :
- Memberikan asi
- Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan
makanan yang bersih.
3. Obat obatan
- Obat anti sekresi
- Obat anti spasmolitik.
- Obat antibiotik.

B.

Landasan Teori Keperawatan


1) Pengkajian Keperawatan
Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data, analisa data dan penentuan
masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi, observasi, pemeriksaan
fisik, adalah :
1. Identitas klien
2. Riwayat keperawatan
- Awalan serangan : Awalnya anak cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, anoreksia
kemudian timbul diare.
- Keluhan utama : Feces semakin cair, muntah, bila kehilangan banyak air dan elektrolit
terjadi gejala dehidrasi, berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung, tonus
dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering, frekwensi BAB lebih
dari 4 kali dengan konsistensi encer.
3. Riwayat kesehatan masa lalu
Riwayat penyakit yang diderita, riwayat pemberian imunisasi.
4. Riwayat psikososial keluarga
Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,
kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,
setelah menyadari penyakit anaknya, mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa
bersalah.
5. Kebutuhan dasar
- Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari, BAK
sedikit atau jarang.
- Pola nutrisi : diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan penurunan berat
badan pasien.
- Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan
menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.
- Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat
distensi abdomen.
6. Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah, kesadaran composmentis sampai
koma, suhu tubuh tinggi, nadi cepat dan lemah, pernapasan agak cepat.
- Pemeriksaan sistematik :
a. Inspeksi : mata cekung, ubun-ubun besar, selaput lendir, mulut dan bibir kering, berat
badan menurun, anus kemerahan.
b. Perkusi : adanya distensi abdomen
c. Palpasi : turgor kulit jelek, kurang elastis
d. Auskultasi : bising usus meningkat
- Pemeriksaan tumbuh kembang
Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan
menurun.
- Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan tinja, darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk mengetahui
penyebab secara kuantitatip dan kualitatif
2) Diagnosa Keperawatan pada Klien Diare

Defisit/kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan


cairan aktif/output cairan yang berlebihan
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Ketidakmampuan untuk mencerna makanan/intake nutrisiyang tidak adekuat
Hipetermi berhubungan dengan dehidrasi
Gangguan Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan metabolic
3) Intervensi Keperawatan pada Klien Diare Diagnosa
a) Defisit/kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan
kehilangan cairan aktif/output cairan yang berlebihan
o Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 6 jam volume
cairan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal.
Dengan kriteria hasil:
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi (elastisitas kulit baik, membaran
mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan, Kulit lembab, mata
tidak cekung, kunjungtiva tidak pucat)
- Tanda vital dalam batas normal
- Memperthankan Konsistensi feses lunak, frekuensi 1x/hari
Intervensi
Rasional
Tindakan mandiri
1. Kaji dan catat warna, frekuensi dan
karakteristik defekasi
2. Monitor vital sign (TD, suhu,nadi
pernapasan)
3. Monitor status hidrasi (Observasi
kulit kering berlebihan dan
membran
mukosa,
penurunan
turgor kulit).
Tindakan Kolaborasi
1. Kolaborasi dalam peberian IVFD
2. Berikan obat sesuai dengan indikasi
(antidiare antibiotik)

1. Membantu membedakan penyakit


individu dan mengkaji beratnya
episode
2. Hipotensi takikardi demam dapat
menunjukan respons terhadat dan atau
efek kehilangan cairan.
3. Menunjukan
kehilangan
cairan
berlebihan atau dehidrasi

1. Untuk membantu dalam memperbaiki


gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit
2. Menurunkan mobilitasi usus bila diare
terjadi dan untuk mengobati infeksi

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


Ketidakmampuan untuk mencerna makanan/intake nutrisiyang tidak adekuat
o Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 6 jam kebutuhan
nutrisi terpenuhi.
Dengan kriteria hasil:
- Tidak ada tanda malnutrisi
- Tidak terjadi penurunan berat badan yang bearti

Nafsu makan kembali normal


Intervensi

Rasional

Tindakan mandiri
1. Monitor Jumlah nutrisi/
intake/output nutrisi dan monitor
mual muntah
2. Monitor lingkungan pada saat
makan

1.Berguna dalam mendefinisikan derajat


atau luasnya masalah dan pilihan
intervensi yang tepat.
2. situasi yang nyaman, rileks akan
merangsang nafsu makan.
3. Mengawasi penurunan BB atau
efektifitas intervensi nutrisi.

3. Monitor BB pasien dalam batas


normal
Tindakan Kolaborasi
1. Dengan ahli gizi dalam pemberian
diet

1. Membantu dalam membuat rencana


diet untuk memenuhi kebutuhan
individual

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK


DENGAN PENYAKIT DIARE DEHIDRASI SEDANG DI RUANG
ANAK RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON
A. Pengkajian Data

Tgl/jam pengkajian

: 04-08-2016/pukul 12.30 wit

Tgl/jam masuk RS

: 04-08-2016/pukul 12.00 wit

Ruangan/kamar No

: Ruangan anak /kelas III

No Register

: 088121

Dx medis

: Diare dehidrasi sedang

I. DATA BIOGRAFI
a. Identitas Klien
Nama

: An. R. A.M

Nama panggilan

: An. A

Tanggal lahir/umur

: 4 November 2015/ 9bulan

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Suku/bangsa
Pendidikan

: Ambon/Indonesia
:-

Bahasa Yang digunakan

: Ambon

b. Identitas Orang Tua/Wali


Ibu

Ayah

Nama

: Ny. M

Tn. T

Usia

: 34 thn

36 thn

Pendidikan

: SMA

SMA

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Swasta

Agama

: Islam

Islam

Suku/Bangsa

: Ambon

Ambon

Alamat Rumah

: Negri Lima

II. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG


a. Keluhan Utama

: BAB encer 4x sehari

b. Keluhan Yang Menyertai

: Muntah 4x

sehari, Panas, perut kembung, Flu, anak rewel,


keadaan lemas
c.

Riwayat Kesehatan Utama

Faktor Pencetus
: Bakteri terkontaminasi
dengan makanan dan minuman
Sifat Keluhan
:Lokasi penyebaran : Hal-hal yang meringankan : Ketika beristirahat (tidur)
Hal-hal yang memberatkan : Ketika beraktivitas (pada saat bermain)
Intensitas Keluhan
:-

d. Catatan Kronologis :
Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya BAB encer sudah 4 hari yang lalu dan
muntah setiap makan dan minum, dan juga ada pilek dimulai dari Hari Senin
1 agustus 2016 jam 02.00 pagi pasien sudah muntah disertai dengan perut
kembung kemudian pasien BAB encer dan dalam sehari 4x, kemudian
hari berikutnya dibawa kepuskesmas untuk berobat tapi belum mengalami
perubahan akhirnya dirujuk ke Rungan anak di RSUD DR. M. HAULUSSY
dan diberikan terapi:
-

IVFD Kaein 3B 28 tpm


Vometa 3 x 0,3 cc
Zinc 1 x 1
Liprolac 2 x 1 sach
Rhinos 3 x 0,3 cc
Sanmol 3 x 0,5 cc

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


o Riwayat Kelahiran dan Kehamilan
ANTENATAL
1. Kesehatan Ibu Pada Waktu Hamil

Hiperemisis Gravidarum
Perdarahan Pervagina
Anemia
Penyakit Infeksi
Pre eklamsi/eklamsi
Gangguan Kesehatan

ya

tidak
x
x
x
x
x
x

komentar

2. Pemeriksaan Kehamilan

ya

Teratur
Diperiksa Oleh
Tempat Pemeriksaan
Hasil Pemeriksaan
Imunisasi TT

tidak

komentar

x
Dokter
klinik/tempat prakter
baik
x

3. Riwayat Pengobatan Selama Hamil


Pemberian vitamin dan obat tambah darah
MASA NATAL
1.
2.
3.
4.

Usia Kehamilan Saat Kelahiran : 9 bulan


Cara Persalinan
: Cesar
Ditolong Oleh Dokter
Keadaan Bayi Saat Lahir
BB 2,8 Kg
PB 49 Cm
LD Cm
LK Cm
LLA Cm

NEONATAL
a) Catatan Kongenital : Ibu mengatakan bahwa anknya tidak ada cacat
bawaan
b) Iktirus
: tidak ada iktirus
c) Kejang
: tidak ada kejang
d) Paralisis
: tidak ada Paralisis
e) Perdarahan
: tidak ada perdarahan
f) Trauma persalinan
: tidak ada trauma persalinan
g) Penurunan BB
: tidak ada penurunan BB
h) Pemberian minuman ASI/PASI : Asi diberikan selama 1 minggu
kemudian hari berikutnya susu formula
i) Lain-lain
j)

o Riwayat Perkembangan Dan Pertumbuhan


1. -

BB lahir

2,8 Kg

BB usia 9 bulan

Sebelum Sakit

Saat Sakit

7,6 kg

7,4 kg

Panjang Badan
BBI

- Status Gizi
2. Pertumbuhan gigi

:
:

60 cm
Perhitungan BBI= Umur dalam bulan +9/2
= 9+9/2= 9 Kg
: Kurang

Jumlah

Tidak ada

masalah gigi

Tidak ada

3. Perkembangan bahasa
-

Perkembangan bahasa anak belum sempurna/baik


(anak belum bisa bicara)

4. Perkembangan motorik kasar dan halus


-

Perkembangan motorik kasar dan halus anak mulai berkembang dengan


baik (mis..., anak mulai mengangkat kepala,pantatnya, dan miringkan
badan)

5. Tingkat sekolah saat ini dan penilaian di sekolah : --6. Interaksi dengan teman sebaya dan orang dewasa :
-

interaksi anak dengan orang tua baik

o Penyakit-penyakit yang pernah diderita


Batuk, pilek
o

Pernah dirawat di RS
Tidak pernah

Riwayat penggunaan obat


Obat pilek dan batuk

Tindakan (misalnya : operasi )


Tidak ada
Alergi
Tidak ada alergi

o
o

Kecelakaan

Tidak ada kecelakaan

o Riwayat imunisasi

No

Jenis

Usia pemberian

Pemberian
keberapa

BCG

0 bulan

Ke 1

DPT

: 2 bulan

Ke 2

II

: 3 bulan

Ke 2

III

: 4 bulan

Ke 3

: 0 bulan

Ke 1

II

: 1 bulan

Ke 2

III

: 2 bulan

Ke 3

IV

: 3 bulan

Ke 4

Polio

Campak

Belum diberikan

--------

Hepatitis

0 bulan

Ke 1

1 bulan

Ke -2

2 bulan

Ke -3

Keterangan

BCG , Polio,
dan Hepatitis B,
diberikan
setelah
bayi
lahir di RS

IV. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


a. Susunan Keluarga (genogram 3 generasi )
X

36

?7

9 bln

Keterangan :
= Laki laki
= Perempuan

34

= Pasien
= Garis Perkawinan
= Garis keturunan
= Tinggal Serumah
X

= Meninggal

= Tidak diketahui
b. Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit
Orang tua
o Penyakit yang pernah diderita
o Penyakit yang sedang diderita

Saudara
kandung

Anggota keluarga
lain

Hipertensi
Hipertensi

c. Koping keluarga
: Koping keluarga baik
d. System nilai kepercayaan
: Keluarga percaya karena dengan bantuan
Tuhan Yang Maha Esa dan tim medis anaknya dapat sembuh

V. RIWAYAT KESEHATAN LINGKUNGAN


a. Resiko bahaya kecelakaan
Rumah
: tidak ada
Lingkungan rumah : tidak ada
b. Polusi
: tidak ada
c. Tempat bermain
: didalam rumah
VI. PENGKAJIAN FISIK
a. Penampilan Umum
1.
2.
3.

Keadaan umum :
Tingkat kesadaran
BB/TB, LK, LD, LLA

Lemah
: Compos mentis
: BB : 35 kg
TB : 60 cm
LK :

43 cm

LD :

43

LLA :

13

b. Kepala
1.
2.

Bentuk : Simetris
Besar / kecil : Normal
c. Muka

1.
2.
3.

Bentuk : Simetris
Paralysis : Tidak ada
Oedema : Tidak ada

d. Mata
1. Bola mata

Exopthalmus : Tidak ada


Enopthalmus : Tidak ada
2. Gerakan bola mata

Normal (tidak strabismus)

3. Kelopak mata

Ptosis : Tidak ada


Oedema
: Tidak ada
Tanda radang : Tidak ada
Pendarahan : Tidak ada
4. Konjungtiva

Warna : Pucat
Secret : Tidak ada
Keluar air mata : Ya (saat menangis)
5. Kornea
Keruh

Tidak ada

Tidak ada

7. Pupil

Isokor

8. Sclera

Icterus tidak ada

9. Visus

Tidak dikaji

6. Lensa
Keruh

e. Mulut
1. Bibir
Warna

Pucat

Kelembaban

Kering

Lessi

Tidak ada

Ulkus

Tidak ada

Masa

Tidak ada

Kelainan

2. Membran mukosa
Warna : pucat
Kelembaban : kering
Luka : Tidak ada
Lessi : Tidak ada
Masa : Tidak ada
3. Gigi

Warna : Tidak ada


Jumlah : Tidak ada
Jarak : Tidak ada
Caries : Tidak Ada
Karang gigi : Tidak ada
Bengkak : Tidak ada
Pendarahan : Tidak ada
4. Lidah

Bentuk : Simetris
Warna : merah muda
Pergerakan: Normal, baik
Kelainan : Tidak ada
5. Palatum

Warna :
Lessi :
Masa :
Kelainan

Merah muda
Tidak ada
Tidak ada
: Tidak ada

6. Ovula

Bentuk / kesimetrisan :
7. Oropharing

Simetris

Warna :
Lessi :

Warna : Merah muda


Pembengkakan : Tidak ada
Lessi : Tidak ada
Eksudasi : Tidak ada
f. Hidung

Bentuk : Simetris, normal


Gerakan cuping hidung
: Tidak ada
Septum : Berada di garis tengah
Dinding dalam: Normal, tidak ada odema
Pembauan : Tidak dikaji
Pendarahan : Tidak ada
g. Telinga

Merah mudah
Tidak ada
8. Tonsil

1. Daun telinga
Kelainan congenital :
Oedema
:
2. Liang telinga

Tidak ada
Tidak ada

Serumen : Tidak ada


Corpus alieneum : Tidak ada
Furunkel : Tidak ada
3. Membran timpani
Warna
Perforasi
Ruptur
g. Leher

Bentuk
Kaku kuduk
Pembengkakan
Kelenjar limfe
Kelenjar tiroid
Arteri carotis

:
:
:

Putih
Tidak ada
Tiidak ada

:
:
:
:
:
:

Normal (tidak ada kelainan)


Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada pembesaran
Tidak ada pembesaran
Teraba

Vena jugularis
i. Dada
Bentuk : Normal
Pertumbuhan buah dada
Pembengkakan :
Retraksi dinding dada
j. Paru paru
Bunyi napas : Normal/vesikuler
Batuk : tidak ada
Sputum : Tidak ada
Sesak napas : Tidak ada
Respirasi : tidak dikaji

Tekanan normal, tidak ada pembesaran.

: Belum ada
Tidak ada
: Tidak ada

k. Abdomen
Bentuk : Simetris tidak ada pembesaran
Bising usus : Terdengar
Gambaran
Strie :
Tidak ada
Pembuluh darah :
Tidak ada
Kembung :
ada
Tegang / kaku
: Tidak ada
Lingkaran perut
: 43cm
Hernia : Tidak ada
Nyeri tekan dan nyeri lepas
: tidak ada
Pembesaran hepar
: Tidak ada
Pembesaran limfe
: Tidak ada
Pembesaran ginjal
: Tidak ada
Distensi kandung kemih
: Tidak ada
l. Ekstremitas atas dan bawah
Ektermitas atas
:Terpasang IVFD KaEN 28 tts/m (Mikro) pada
tangan kanan
Bentuk : Normal
Keseimbangan berjalan
: Baik
Kekuatan menggenggam
- Tangan kiri
: baik
- Tangan kanan
: Baik
Rentang gerak
: Baik
Kekuatan otot
: Baik
n. Tulang belakang
: Normal (tidak ada kelainan)

o. Genetalia

Labia : Tidak dikaji


Orifisium uretra eksterna :
Secret : Tidak ada
Lessi : Tidak ada
Kelainan congenital
p. Anus
Paten : Ya
Hemoroid / prolaps
Lessi : Tidak ada
Kelainan : Tidak ada
Warna : Kemerahan
q. Kulit
Warna : Pucat
Turgor : Turgor menurun
Suhu : 37,90C
Luka : Tidak ada
Lessi : Tidak ada
Kelembaban : Pucat
r. Kuku
Warna : Merah muda
Bentuk : Lancip (sesuai jari)

Normal

Tidak ada

Tidak ada

VII. Pola kebiasaan sehari - hari


Pola hidup
Pola Nutrisi
ASI
- Lama pemberian

Makanan Padat
Kapan mulai diberikan
Jenis makanan
Cara pemberian
Vitamin
Pola minum
Frekuensi minum susu
Jenis minuman
- Minuman yang disenangi
- Jumlah minum / hari

Pola makanan
Frekuensi makanan
Jenis makanan
- Makanan yang disenangi
- Kebiasaan makan

Sebelum Sakit

Saat Sakit

ASI diberikan sampai usia 1


minggu setelah itu susu
formula
Belum diberikan
Tidak ada
Tidak ada
Ada

ASI tidakdiberikan

10-12X ( 30ml)sehari
SGM
Tidak ada
300-360 ml/cc

3x1
Bubur sum
Tidak ada
Makan disuapi

Pola tidur
2- 3 jam
Waktu tidur siang
10 jam
Waktu tidur malam
Tidak ada
Kelainan waktu tidur
Digendong
Kebiasaan menjelang tidur
Punggung di usap usap
- Kebiasaan yang membuat anak
merasa nyaman saat tidur
Nyenyak
- Kualitas
Pola kebersihan diri
Mandi
Frekuensi
Sabun
Bantuan

2x sehari
Pakai sabun
Ada dari ibu (aktivitas masih

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

6-7X(30ml)sehari
LLM
Tidak ada
180-210ml/cc
( dalam 1 hari minum
6-7 x 30ml = !80-210
ml )

1x
Bubur (tidak
dihabiskan)
Tidak ad a
Makan disuapi
1 jam
8 jam
Tidak ada
Digendong
Pungungdiusap usap
Nyenyak

1 x sehari (dilap)
Tidak ada
Ada dari ibu (aktivitas

ke ibu )
Oral hygiene
Frekuensi
Waktu
Cara
Menggunakan pasta gigi
Cuci rambut
Frekuensi
Sampo
Keluhan
Berpakaian

Belum tumbuh gigi

2 x sehari
Ya
Tidak ada
Dibantu

Belum tumbuh gigi

Tidak pernah
Tidak
Tidak ada
Dibantu

Pola eliminasi
BAB
Frekuensi
Waktu
Warna
Bau
Konsistensi
Cara
Keluhan
Penggunaan laxatif
Kebiasaan waktu BAB

2 3 x / hari
Tidak menentu
Kuning
Khas
Lunak
Manual
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

4-5x per /hari


Tidak menentu
Kuning
Khas
Cair
Manual
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

BAK
Frekuensi
Warna
Bau
Keluhan

7 8 x / hari
Kuning
Amoniak/pesing
Tidak ada

4 5 x / hari
Kuning
Amoniak/pesing
Tidak ada

Kebiasaan lain
Mengisap jari
Mengigit kuku
Mempermainkan genitalia
Mudah marah

ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

VIII. Keadaan psikologis


a.
b.
c.

masih ke ibu )

Keadaan emosional
Pola adaptasi
: Baik
Sifat dasar (karakter)

: Tidak dikaji
: Tidak dikaji

ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

d. Keadaan emosional keluarga :


Keluarga
pasrah dengan keadaan anak mereka
IX. Keadaan sosial
a.
b.
c.
d.

Interaksi dalam keluarga


: Baik
Hubungan dengan orang yang paling dekat: Baik
Rekreasi
: Kadang kadang
Pola konsep diri keluarga
: Baik
X. Aspek spiritual
Agama
: Islam
XI. Penilaian Tingkat Dehidrasi
DATA

PENILAIAN

1. Keadaan umum

Lemah

2. Mata

Cekung

3. Air mata
4. Mulut dan lidah

Tidak ada
Kering

5. Rasa haus

Haus
Jelek

6. tugor kulit

XII. Penatalaksanaan Medis


- IVFD Kaein 3B 28 tpm
- Vometa 3 x 0,3 cc
- Zinc 1 x 1
- Liprolac 2 x 1 sach
- Rhinos 3 x 0,3 cc
- Sanmol 3 x 0,5 cc
- Promuba 3 x cc

HASIL
PEMERIKSAAN
Dehidrasi sedang

KLASIFIKASI DATA
Data Subyektif

a. BAB encer ( 4x / hari)


b. Sering BAB

c. Muntah ( 3x-4X /hari)


d. Pilek
e. Badan lemas
f. Demam
g. Anak rewel
h. Perut Kembung
i. Nafsu makan berkurang

Data Obyektif
Kondisi umum Lemah
Kulit

Warna

Turgor
Bibir dan Mukosa
Warna :Pucat
Kelembaban:Kering
Konjungtiva pucat
Mata Cekung
Bising usus hiperaktif
Penurunan BB : 200 gram
IVFD KaEN 3B
28 tts/m (Mikro)
Frekwensi minum:
6-7 X(30 ml)/ Hari
Tanda-Tanda Vital
Suhu:37,90C

:
:

Pucat
Turgor Jelek

ANALISIS DATA
No
1

DATA
DS : Keluarga pasien mengatakan :

a. BAB encer ( 4 x / hari)


b. Sering BAB
c. Anak rewel
DO :
a. Kulit

Warna

Turgor
r Jelek
b. Bibir dan Mukosa
Warna

ETI OLO GI

M ASALAH

Output cairan yang


berlebihan

Devisit/kekurangan
volume cairan dan
elektrolit

:Pucat
:Turgo

:Pucat
Kelembaban:Kering
c. Konjungtiva pucat
d. Mata cekung
2

DS : Keluarga pasien mengatakan


a. Badan lemas
b. Frekwensi minum:
6-7 X(30 ml)/ Hari
c. Makan bubur tidak habis
hanya porsi
d. Muntah 3-4x sehari
e. Nafsu makan berkurang
DO :
a. K/u lemah
b. Mengalami Penurunan
BB : 200 gr
c. Perut kembung
d. Terdengar bising usus

Intake nutrisi yang


tidak adekuat

Ke
tidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh

RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Devisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan output cairan yang
berlebihan. Ditandai dengan:
DS : Keluarga pasien mengatakan :

a. BAB encer ( 4 x / hari)


b. Sering BAB
c. Anak rewel
DO :
a.
b.
c.
d.

Kulit
Warna :Pucat
Turgor :Turgor Jelek
Bibir dan Mukosa
Warna :Pucat
Kelembaban:Kering
Konjungtiva pucat
Mata cekung

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Intake nutrisi
yang tidak adekuat Ditandai dengan :
DS : Keluarga pasien mengatakan
a.
b.
c.
d.

Badan lemas
Frekwensi minum:
6-7 X(30 ml)/ Hari
Makan bubur tidak habis hanya porsi
e. Muntah 3-4x sehari
f. Nafsu makan berkurang
DO :
a.
b.
c.
d.

K/u lemah
Mengalami PenurunanBB : 200 gr
Perut kembung
bising usus hiperaktif

PRIORITAS MASALAH
1. Devisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan output cairan yang
berlebihan
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Intake
nutrisi yang tidak adekuat.

Rencana Asuhan Keperawatan


Nama

an.R.A.M

RS

RSU Dr. M.Haulussy

Umur

9 bulan

Ruangan

anak

Jenis Kelamin

Laki-laki

NO. Register :

No

Dx. Keperawatan

P E R E N C AN AAN
Tujuan

Devisit volume cairan dan elektrolit


berhubungan dengan output cairan yang
berlebihan. Ditandai dengan:
DS : Keluarga pasien mengatakan :

a. BAB encer ( 4 x / hari)


b. Sering BAB
c. Anak rewel
DO :
a.
b.
c.
d.

Kulit
Warna :Pucat
Turgor :Turgor Jelek
Bibir dan Mukosa
Warna :Pucat
Kelembaban:Kering
Konjungtiva pucat
Mata cekung

088121

Intervensi

setelah
dilakukan Tindakan mandiri
tindakan keperawatan
1. Kaji dan catat
selama 1 x 6 jam
warna, frekuensi
volume cairan dan
dan karakteristik
elektrolit
defekasi
dipertahankan secara
2. Monitor vital sign
maksimal.
(TD,
suhu,nadi
Dengan kriteria hasil:
pernapasan)
- Tidak ada tanda-tanda
3. Monitor
status
dehidrasi (elastisitas
hidrasi (Observasi
kulit baik, membaran
kulit
kering
mukosa lembab, tidak
berlebihan
dan
ada rasa haus yang
membran mukosa,
berlebihan,
Kulit
penurunan turgor
lembab, mata tidak
kulit).
cekung, kunjungtiva Tindakan Kolaborasi
tidak pucat)
4. Kolaborasi dalam
- Tanda vital dalam batas
peberian IVFD
normal

Rasional
1. Membantu
membedakan penyakit
individu dan mengkaji
beratnya episode
2. Hipotensi
takikardi
demam
dapat
menunjukan
respons
terhadat dan atau efek
kehilangan cairan.
3. Menunjukan kehilangan
cairan berlebihan atau
dehidrasi

4. Untuk membantu dalam


memperbaiki gangguan
keseimbangan
cairan

- Memperthankan
5. Berikan obat sesuai
Konsistensi
feses
dengan
indikasi
lunak,
frekuensi
(antidiare antibiotik)
1x/hari

Perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh


b/d intake nutrisi yang tidak adekuat
ditandai dengan:
DS : Keluarga pasien mengatakan
a.
b.
c.
d.

Badan lemas
Frekwensi minum:
6-7 X(30 ml)/ Hari
Makan bubur tidak habis hanya porsi

e. Muntah ( 3-4x /hari)


DO :
f.
g.
h.
i.

K/u lemah
Mengalami PenurunanBB : 200 gr
Perut kembung
bising usus hiperaktif

setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 1 x 6 jam
kebutuhan nutrisi
terpenuhi.
Dengan kriteria hasil:
- Tidak ada tanda
malnutrisi
- Tidak terjadi
penurunan berat
badan yang bearti
- Nafsu makan
kemabali normal

Tindakan mandiri
1. Monitor Jumlah
nutrisi/ intake/output
nutrisi dan monitor
mual muntah
2. Monitor lingkungan
pada saat makan
3. Monitor BB pasien
dalam batas normal

dan elektrolit
5. Menurunkan mobilitasi
usus bila diare terjadi
dan untuk mengobati
infeksi

1. Berguna dalam
mendefinisikan derajat
atau luasnya masalah dan
pilihan intervensi yang
tepat.
2. situasi yang nyaman,
rileks akan merangsang
nafsu makan.
3. Mengawasi penurunan
BB
atau
efektifitas
intervensi nutrisi.

Tindakan Kolaborasi
4. Dengan ahli gizi
dalam pemberian diet

4. Membantu
dalam
membuat rencana diet
untuk
memenuhi
kebutuhan individual

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Nama

an.R.A.M

RS

: RSU Dr. M.Haulussy

Umur

9 bulan

Ruangan

: anak

Jenis Kelamin

Laki-laki

NO. Register : 088121

N
o
1

Hari/tanggal
Kamis, 04-08-2016

Diagnosa
Keperawatan
Devisit volume
cairan dan
elektrolit
berhubungan
dengan output
cairan yang
berlebihan

Jam

Implementasi dan hasil

12.30 wit 1.

12:35 wit

12.40 wit

Evaluasi

Mengakaji dan mencatat


warna, frekuensi dan karakteristik
defekasi
Hasil : BAB warna kunig,Frekwensi
4x/hari, Karakteristik encer

2. Mengkaji tanda-tanda vital (TD,


suhu nadi pernapasan)
Hasil : Suhu:37,90C,
Nadi : 120 x/menit
3. Mengobservasi
dehidrasi
Hasil:
Kulit
- Warna :Pucat
- Turgor :Turgor Jelek

Tanggal 05-08-2016
Jam 09:00 wit
S : Keluarga pasien
mengatakan:
-

BAB warna kuning,


Frekwensi 1-2 x/hari,
Karakteristik cair + ampas

O:
tanda-tanda
- Suhu 36,80C
- Mata cekung
- Konjungtiva pucat
- Turgor baik
A : Masalah Belum Teratasi

12.45 wit

Bibir dan Mukosa


Warna :Pucat
Kelembaban:Kering
Konjungtiva pucat
Mata cekung

P : Intervensi 1,2,3,4dilajutkan

4.

Mengkolaborasi dengan
dokter dalam pemberian cairan dan
obat sesuai indikasi
Hasil : cairan IVFD KaEN 3B 28
tts/menit sudah diberikan dan
pemberian Obat Vometa, Zinc,
Liprolac, Promuba.

Kamis, 04-08-2016

Perubahan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan
dengan intake
nutrisi yang tidak
adekuat

12.50 wit 1. Mencatat jumlah nutrisi/intake


dengan menanyakan kebiasaan
makan/minum.
Hasil : Frekwensi minum 67X(30ml) /hari, bubur porsi
dihabiskan, orang tuanya
mengatakan pasien kurang nafsu
makan.
2. Mengkaji dan mencatat mual
muntah pasien dengan menanyakan
13:00 wit
apakah pasien mual muntah/tidak
dan frekuensinya berapa kali sehari.
Hasil: orang tua pasien mengatakan

Tanggal 05-08-2016
Jam 11.30 wit
S : keluarga pasien
mengatakan:

Makan bubur masih 1


porsi belum habis
hanya porsi.
Tidak muntah

O:
KU Baik

pasien muntah 3-4x sehari


13.05

13.10

setiap minum dan makan


3. Mengukur BB
Hasil: BB 7,4, BBI 9 Kg, status gizi
kurang
4. Mengkolaborasi dengan ahli gizi
dalam pemberian diet TKTP sesuai
dengan diet RS
Hasil: Sudah diberikan diet TKTP
(Beri makan dengan porsi kecil tapi
sering tapi,makanan tidak
dihabiskan)

Perut tidak kembung


BB masih 7,4
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan 1,2,4