You are on page 1of 18

Asuhan Keperawatan Klien

I.

Studi Kasus
Ny.N membawa anaknya yaitu Nn. R.P datang ke RSJ Ramtumbuisan Manado karena menurut keluarga klien sering
bicara-bicara sendiri, suka tidur terus, gelisah dan kadang-kadang marah dan mengamuk, serta mengucapkan kata-kata yang
diyakininya benar tetapi pada kenyataannya tidak.
Keluhan saat pengkajian : klien bahwa kedua orang tuanya tinggal di luar negeri klien tampak kooperatif dalam
menjawab pertanyaan-pertanyaan. Klien terkadang terlihat bingung, mondar-mandir sendiri, 10 kali ganti pakaian, klien juga
mengatakan dia anak tunggal yang disayangi orang tuanya
Pengkajian Keperawatan.
1. Identitas Klien.
Inisial
Umur
Jenis Kelamin
Alamat
Suku/Bangsa
Pendidikan
Agama
Status Perkawinan
Tanggal MRS
Tanggal Pengkajian
Ruang Perawatan
Pekerjaan
2. Penanggung Jawab.
Nama
Umur
Pendidikan
Pekerjaan
Hubungan
Alamat

: Nn R. P
: 31 tahun
: Perempuan
: Talutu, Tondano Jaga III
: Minahasa/Indonesia
: SMP
: Kristen Protestan
: Tidak Kawin
: 02 September 2015
: 02 September 2015
: Ruangan E (Ruangan Maengket)
: Tidak Ada
: Ny. S
: 55 tahun
: SD Kelas II
: Tani
: Ibu Klien
: Talutu, Tondano Jaga III

II.

Faktor Predisposisi.

Klien pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu > ya. Karena sejak 2 tahun yang lalu klein sudah merasakan gejela-gejala ini
Pengobatan Sebelumnya.
Klien belum pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya,
Trauma
Sejak kecil pernah mengalami trauma perpisahan antara kedua orang tuanya
Anggota keluarga yang gangguan jiwa
Ibu klien perna mengalami gangguan jiwa
Pengalaman masa lalu yang menyenangkan dan tidak menyenangkan
Klien dilarang oleh keluarga untuk bekerja dan sering tinggal di rumah

III. Pemeriksaan Fisik.


a. Tanda-tanda Vital
TD : 110/80 mmHg
N : 80 x/menit
R : 18 x/menit
b. Berat Badan
: 155 cm
Tinggi Badan
: 50 kg
c. Keluhan Fisik
: Saat pengkajian klien mengeluh demam.
2.

Konsep Diri.
a. Citra Tubuh.
Klien mengatakan bahwa dia sangat menyukai seluruh bagian tubuhnya, karena ia merasa bahwa ia adalah orang luar negeri dan
seperti bidadari.
b. Identifikasi Diri.
Klien dapat meyebutkan identitasnya seperti nama umur, alamat klien dengan baik.
c. Peran.
Belumnya MRS. Klien hanya membantu pekerjaan ibunya di rumah seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci baju, karena
tidak diizinkan ayahnya untuk berkerja.
d. Ideal Diri.
Klien mengatakan ingin segera sembuh dan cepat pulang ke rumah.

e. Harga Diri.
Klien mengatakan bahwa dirinya masih berguna dalam keluarganya dan masyarakat.
3. Hubungan Sosial.
- Orang yang terdekat.
Klien mengatakan bahwa di rumah ia dekat dengan kedua orang tuanya.
- Peran serta dalam kelompok masyarakat.
Klien sangat aktif dalam mengikuti kegiatan aktivitas kelompok.
- Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien tidak memiliki hambatan dalam beriinteraksi dengan orang lain karena sifat klien yang mudah bergaul dengan orang lain.
4. Spiritual
- Nilai dan Keyakinan.
Klien beragama kristen protestan dan yakin akan sembuh karena pertolongan Tuhan.
- Kegiatan Ibadah :
Klien jarang mengikuti ibadah karena menurut klien ia tidak mempunya baju gereja.
1.

3.
4.
5.
6.

VI. Status Mental.


Penampilan.
Cukup, menggunakan pakaian sesuai, ganti baju 10 kali sehari
2. Pembicaraan.
Pembicaraan cepat, suara perlahan
Aktivitas Motorik
Klien gelisah, suka mondar-mandir di ruangan
Alam Perasaan
Klien tampakm gelisah, dia mengatakn ingin pulang rumah
Afek
Adar, kadang-kadang tampak tenang, kadang-kadang tampak gelisah, suka bertengkar dengan klien lain.
Maslah keperawatan : resiko tinggi melakukan tindak kekerasan
Interaksi selama wawancara
Saat dikaji klien kooperatif menunjukan sifat bersahabat dan mau menjawab semua pertanyaan.

7. Perpepsi
Saat pengakjian. Klien mengatakan masih mendengar dan melihat bayangan-bayangan
8. Proses Pikir
Klien selalu menjawab pertayaan yang diajukan
9. Isi Pikir
Klien mengatakan bahwa ayah dan ibunya tinggal diluar negeri, klien juga mengatakan bahwa dia memiliki banyak pacar. Dan klien
mengatakan dia tinggal di luar negri.
Masalah : waham kebesaran
10. Tingkat Kesadaran
Klien dapat mengenal orang yang berbicara dengannya, dapat menyebutkan tempat dam waktu tanpa bantuan perawat.
11. Memori
Klien sudah tidak bisa mengingat kejadian dimasa lalu. Tapi dia masih ingat kejadian sekarang
Masalah : gangguan proses pikir.
12. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Klien dapat menghitung dengan benar.
13. Kemampuan Penilaian
Klein mampu mengambil keputusan.
14. Daya Tilik diri
Klien menyadari kalau dirinya sedang sakit dan berada di RS.
VII. Kebutuhan Persiapan Pulang.
1.
Makan.
- Frekuansi makan kien 3 x/hari dengan komposisi nasi, ikan, sayur, dan buah, klien dapat menghabuskan makanan yan disajikan.
2. BAB Dan BAK.
Klien mampu melakukan sendiri tanpa bantuna orang lain.
3. Mandi
Klein dapat mandi sendiri, mandi 3x/hari dan 3x gosok gigi/hari

4. Berpakaian.
Klien dapat melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain
5. Istirahat dan Tidur.
Klien dapat tidur siang 1 jam, tidur malam 8 jam.
6. Penggunaan Obat.
Klien dapat minum obat secara mandiri dan dimonitor oleh perawat (di RSJ) dam dikontrol oleh keluarga bila sudah pulang
7. Pemeliharaan Kesehatan.
Untuk sementara waktu klien harus durawat du RSJ
8. Aktivitas di dalam rumah.
Untuk dirumah, kadang-kadang klien melakukan aktivitas seperti saat diruma mencuci baju, memasak dan membersihkan
rumah.
9. Aktivitas di luar rumah.
Klien belum bisa melakukan aktivitas diluar rumah.
VIII. Aspek medik.
1. Diagnosa medik
Skizofrenia residual
2. Terapi medic
- CPZ (clorpromazime) 3 x 100 mg.
- Hallop ( Hollopenidol) 3 x 5 mg
- THP ( trihexphenidyl) 3 x 2 mg
-

IX. Masalah Keperawatan


Gangguan isi pikir : Waham Kebesaran
Koping induvidu tidak efektif.
Resiko melakukan tindakan kekerasan.

IIX. Pengelompokan Data


Data subjektif
- Klien mengatakan bahwa ia adalah orang luar negeri
- Klien mengatakan bahwa ia memiliki banyak pacar
- Klien mengatakan bahwa kedua orang tuanya tinggal di luar negeri
- Klien mengatakan bahwa dia anak tunggal yang disayangi orang tuanya
Data objektif
- Pembicaan capat
- Klien sudah mengalami gejala ini 2 tahun yang lalu
- Klien suka bertengkar dengan teman-temannya
- Klien MRS bertengkar dengan teman-temannya

2. ANALISA DATA
Data

Masalah

Ds :
Gangguan Isi pikir : waham
- Klien mengatakan bahwa ia adalah orang luar Kebesaran
negeri
- Klien mengatakan bahwa ia adalah seorang
bidadari
- Klien mengatakan bahwa dia anak tunggal yang
disayangi orang tuanya
Do :
- Pembicaan cepat

ASUHAN KEPERAWATAN
NAMA KLIEN
: Nn. R.P
RUANGAN
: A
No.
Diagnosa keperawatan
Tujuan/kriteria hasil
I.

Gangguan isi pikir :


waham kebesaran b.d
individu tidak efektif yang
ditandai dengan.
Ds :
- Klien mengatakan bahwa
ia adalah orang luar negeri
Klien
mengatakan
bahwa ia memiliki banyak
pacar
Klien
mengatakan
bahwa dia anak tunggal
yang disayangi orang
tuanya
Do :
- Pembicaraan capat

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan pada pasien
dengan
Gangguan isi pikir waham
kebesaran selama 3 bulan
dapat teratasi. Dengan
kriteria hasil:
1. Pasien dapat berorientasi
pada realitas secara
bertahap
2. Pasien dapat memenuhi
kebutuhan dasar
3. Pasien mampu
berinteraksi dengan orang
lain dan lingkungan
4. Pasien menggunakan
obat dengan prinsip 5
benar

Perencanaan Keperawatan
Intervensi

Rasional

SP 1
1. Hubungan saling percaya sebagai dasar
1.
Bina hubungan saling percaya
interaksi yang terapeutik perawat klien

- Dorong dan beri kesempatan


kien untuk mengungkapkan
perasaannya

- Ungkapkan perasaan klien kepada


perawat sebagai bakti bahwa klien mulai
mempercayai perawat

- Rasa empati dapat meningkatkan


- Dorong ungkapkan klien dengan hubungan saling percaraya.
empati

2.
Anjurkan pertayaanpertayaan yang penting
- Identifikasi ketakutan dan
perhatian klien saat ini, tetapi juga
terlihat diskusikan panjang tentang
waham yang kompleks

2.
Mengetahui jenis gangguan pada
pasien.
Mencegah pembicaraan terlampaui
jauh sehingga pikiran pasien lebih
meningkat lagi ke waham.

3.
Tanyakan apa yang
dipikirkan klien

3.
Menguji daya ingat dan
mengidetifikasi alam perasaan klien

- Bantu klien membedakan


khayalan dan kenyataan

- Membantu klien membedakan


khayalan dan kenyataan

SP 2
Identifikasi kemampuan positif
pasien dan bantu
mempraktikannya

Mengetahui kemampuan positif yang


dimiliki pasien

SP 3
Ajarkan dan latih cara minum obat
yang benar

Membantu pasien agar dapat meminum


obat dengan benar

Tindakan Keperawatan
pada keluarga:
Tujuan :

Tindakan Keperawatan pada


keluarga

SP 1:
Diskusikan masalah yang dihadapi
1. Keluarga mampu
keluarga saat merawat pasien
mengindentifikasi waham dirumah.
pasien
SP2:

SP 1:
Mengetahui cara mengatasi masalah yang
sering dihadapi keluarga pasien
SP 2:

2. Keluarga mampu
memfasilitasi pasien
untuk memenuhi
kebutuhan yang dipenuhi
oleh wahamnya
3. Keluarga mampu
mempertahankan
program pengobatan
pasien secara optimal

Diskusikan dengan keluarga


tentang waham yang dialami pasien

Pentingnya pengetahuan tentang waham


pada keluarga, agar keluraga dapat
mengetahui apa yang dialami klien

SP 3:
Diskusikan dengan keluarga
tentang:
- Cara merawat pasien waham
dirumah
- Tindakan tindak lanjut dan
pengobatan yang teratur
- Lingkungan yang tepat
untuk pasien
- Obat pasien (nama obat
dosis, frekuensi, efek
samping akibat penghentian
obat)

SP 3:
Keluarga harus mengetahui cara merawat
klien, obat-obat yang diminum, dll. Agar
tidak terjadi kesalahan dalam perawatan
dirumah.

Berikan latihan kepada keluarga


tentang cara merawat pasien
waham
Menyusun rencana pulang pasien
bersama keluarga.
Implementasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan

Tgl : 02/10-2015
Jam : 09.00

Tgl : 02/10-2015
Jam : 09.00

Diagnosa Keperawatan :
Gangguan isi pikir : waham kebesaran b.d individu tidak efektif yang ditandai dengan.

SP 1

1. Membina hubungan saling percaya sengan klien

Orientasi
selamat pagi,perkenalkan nama saya N,saya perawat yang dinas pagi ini di
ruangan A. Saya dinas dari jam 7 pagi sampai jam 10 siangan nanti,saya yang
akan merawat anda hari ini. Nama anda siapa,senangnya di panggil apa?
boleh kita bercincang-bincang tentanga apa yang R rasakan sekarang?
berapa lama R mau kita berbincang-bincang?bagaimana kalau 30 menit?
di mana enaknya kita berbincang-bincang,R?
Kerja
saya mengarti R merasa bahwa R adalah seorang bidadari,tetapi sulit bagi saya
untuk mempercayainya karna setau saya bidadari itu tidak ada. Bisa kita
lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus R?
Tampaknya R gelisah sekali, bisa R ceritakan apa yang R rasakan?
O...jadi R merasa takut nanti di atur-atur oleh orang lain dan tidak punya hak
untuk mengatur diri R sendiri?
Siapa menurut R yang sering mengatur-ngatur diri R?
Jadi,ibu yang terlalu mengatur-ngatur ya R,?
Kalau R sendiri,inginnya seperti apa?
Bagus,R sudah punya rencana dan jadwal untuk diri sendiri!
coba kita tuliskan rencana dan jadwal tersebut R
Wah,bagus sekali!j jadi setiap harinya R ingin ada kegiatan di luar rumah karna
bosan kalau di rumah terus ya?
Terminasi
bagaimana perasaan R setelah berbincang-bincang dengan saya?
apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus!
bagaiman kalau jadwal ini R coba lakukan,setuju?
bagaimana kalau saya datang kembali dua jam lagi?
kita bercakap-cakap tentang kemampuan yang pernah R miliki?

S:
Nama saya R. P
Saya merasa senang
Saya tinggal di luar negeri dan saya adalah seorang
bidadari
Ayah saya tinggal di belanda, dan ibu saya tinggal
di Jerman
Saya punya pacar namanya R.
Saya anak tunggal

O:
Hubungan saling percaya mulai tercipta
Klien kooperatif dan mau menjawab pertanyaan
perawat
- Klien dapat menerima bahwa ia harus dirawat di
RS.
-

A:
- Hubungan saling percaya mulai tercipta
-

P:
Lanjutkan intervensi keperawatan SP 2

mau d mana kita bercakap-cakap?


bagaimana kalau di sini lagi?

Jam : 11.30
2.
Menanyakan pada klien tanggapan pribadi terhadap dirinya sendiri
Orientasi
selamat pagi R,bagaimana perasaannya saat ini? Bagus!
apakah R sudah mengingat-ingat apa saja hobi R?
bagaimana kalau kita bicarakan hobi tersebut sekarang?
di mana enaknya kita berbincang-bincang tentang hobi R tersebut?
berapa lama R mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit?

Kerja

SP 2
Tgl : 02/10-2015
Jam : 11.30
S:
Hobi saya berbelanja, jalan-jalan dan saya sangat

apa saja hobi R?saya catat ya R,terus ap lagi?


wah,rupanya R pandai bernyanyi ya,tidak semua orang bisa bernyanyi seperti itu
lho R.
dapatkah R ceritakan kepada saya kapan pertama kali bernyanyi,siapa yang dulu
mengajarkannya kepada R,di mana?
dapatkah R memperagakan kepada saya bagaimana cara bernyanyi dengan
baik ?
wah,merdu sekali suaranya.
Apa yang R harapkan dari kemampuan bernyanyi yang baik ini?

Terminasi
Bagaiman perasaan R setelah kita bercakap-cakap tentang hobi dan kemampuan
R?
setelah ini,coba R lakukan bernyanyi sesuai dengan jadwal yang telah kita buat
ya!
besok kita ketemu lagi ya R?bagaimana kalau nanti sebelum makan siang?di
kamar makan saja ya?
nanti kita akan menbicarakan tentang obat yang harus R minum,setuju?

suka bernyanyi.
Saya belajar bernyanyi dari kecil dan saya mulai
memenangkan banyak kejuaran.
Saya boleh bernyanyi 3 x semingu.
Saya ingin menjadi seorang penyanyi yang terkenal
seperti Maria Carey.
O:
Hubungan saling percaya tercipta
Klien menceritakan tentang dirinya sendiri.
Klien menceritakan tentang hobinya
A:
Hubungan saling percaya tercipta dengan adanya
komunikasi tentang diri klien
P: Lanjutkan intervensi keperawatan SP 3

03-10-2015
Jam 10.00
3.Mengajarkan dan meatih cara minum obat yang benar
Orientasi
selamat pagi R! Bagaimana R sudah dicoba latihan bernyanyinya? Bagus
sekali!
sesuai dengan janji kita kemarin, bagaimana kalau sekarang kita membicarakan
tentang obat yang R minum?
dimana kita mau berbicara? Bagaimana kalau ditempat ini?

SP 3
03-10-2015
Jam 10.00
S:

berapa lama R mau kita berbicara? Bagaimana kalau 30 menit?

Kerja
R, berapa macam obat yang diminum? Jam berapa saja obat diminum?
R perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang.
Obatnya ada tiga macam, yang berwarna oranye namanya CPZ gunanya untuk
menenangkan, yang berwarna putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan
yang berwarna merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran R tenang.
Semuanya ini diminum 3 x sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Jika
nanti setelah minum obat mulut B terasa kering, untuk membantu mengatasinya
R bisa banyak minum dan mengisap-isap es batu. Sebelum meminum obat ini, B
mengecek dulu label dikotak obat apakah benar nama R tertulis disitu, berapa
dosis atau butir yang harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah
benar.
obat-obat ini harus diminum secara teratur dan kemungkinan besar harus
diminum dalam waktu yang lama. Agar tidak kambuh lagi, sebaliknya R tidak
menghentikan sendiri obat yang harus diminum sebelum membicarakannya
dengan dokter.
Terminasi
bagaimana perasaan R setelah kita bercakap-cakap tentang obat yang R minum?
apa saja nama obatnya? Dan jam berapa minum obat?
mari kita masukkan pada jadwal kegiatan . jangan lupa minum obatnya dan
nanti saat makan minta sendiri obatnya pada suster.
jadwal yang telah kita buat kemarin dilanjutkan ya R!
R, besok kita ketemu lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang telah
dilaksanakan. Bagaimana kalau seperti biasa, jam 10 pagi dan ditempat sama?
Sampai besok!
Tgl : 02/10-2015
Jam : 09.00

Iya ,saya sudah mencoba latihan bernyanyi.


Saat ini saya merasa senang.
Saya harus meminum 3 macam obat, yaitu CPZ yang
berwarna oranye, THP yang berwarna putih, dan HLP
yang berwarna merah jambu. Diminum 3 x sehari,
jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam.
O:
Hubungan saling percaya tercipta
Pasien dapat menyebutkan nama-nama obat dan
waktu untuk meminum obat tersebut.
A:
Intervensi keperawatan pada klien dengan waham
tercapai
P:
Lanjutkan pertemuan berikutnya.

Tgl : 02/10-2015
Jam : 09.15

Tindakan keperawatan kepada Keluarga

Tindakan keperawatan kepada Keluarga


SP 1

SP 1
Membina hubungan saling percaya dengan keluarga; mengidentifikasi masalah
menjelaskan proses terjadinya masalah; dan membantu pasien untuk patuh minum obat.

S:
Kami terkadang merasa kewalahan menghadapi
perilaku R.
Orientasi
Dirumah, kami mencoba untuk menenangkan dia.
Wah ternyata banyak yang harus dilakukan untuk
Selamat pagi Pak, Bu, perkenalkan saya perawat C, saya perawat yang dinas di
ruang A ini. Saya yang merawat R selama ini. Nama Bapak dan Ibu siapa, senangnya menangani R, yahh.
Kami bisa datang kembali kemari dua hari depan jam
dipanggil apa?
Bagaimana kalau sekarang kita membicarakan tentang masalahR dan cara merawat 10.
R dirumah?
O:
Dimana kita mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau diruang wawancara?
Hubungan saling percaya tercipta
Berapa lama waktu Bapak dan Ibu?
Keluarga Klien kooperatif dalam mendengarkan
bagaimana kalau 30 menit?
arahan dari perawat.
Kerja
Pak, Bu, apa masalah yang Bapak/Ibu rasakan dalam merawat R? apa yang sudah
dilakukan dirumah?
Dalam menghadapi sikap anak Ibu dan Bapak yang selalu mengaku-ngaku sebagai
seorang bidadari, tetapi nyatanya, merupakan salah satu gangguan proses berpikir.
Untuk itu, akan saya jelaskan cara dan sikap untuk menghadapiny. Setiap kali anak
Bapak dan Ibu berkata bahwa ia adalah seorang bidadari, Bapak/Ibu dengan
mengatakan pertama, Bapak/Ibu mengerti R merasa seorang bidadari, tetapi sulit
bagi bapak/ibu untuk mempercayainya karena setahu bapak/ibu bidadari itu tidak
ada . Kedua, Bapak/Ibu harus lebih sering memuji R jika ia melakukan hal-hal yang
baik, dan ketiga hal-hal ini sebaiknya dilakukan oleh seluruh keluarga yang
berinteraksi dengan R. bapak/ibu dapat bercakap-cakap dengan R tentang kebutuhan
yang diinginkan R.
keempat, katakana, bagaimana kalau dicoba lagi sekarang? jika R mau mencoba,

A:
Hubungan saling percaya tercipta
P:
Lanjutkan Intervensi Keperawatan untuk keluarga
SP 2

berikan pujian.
pak, Bu, R perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang.
Obatnya ada tiga macam, yang berwarna oranye namanya CPZ gunanya untuk
menenangkan, yang berwarna putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan yang
berwarna merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran R tenang. Semuanya
ini diminum 3 x sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Jangan dihentikan
sebelum berkonsultasi dengan dokter karena dapat menyebabkan R kambuh
kembali.
R sudah mempunyai jadwal minum obat. Jika R minta obat sesuai jamnya, segera
beri pujian!
Terminasi
bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah kita bercakap-cakap tentang cara
merawat R dirumah?
setelah ini coba Bapak dan Ibu lakukan apa yang sudah saya jelaskan tadi setiap
kali berkumpul dirumah sakit.
Baiklah bagaimana kalau dua hari lagi bapak dan Ibu datang kembali kesini dan
kita akan mencoba melakukan langsung cara merawat R sesuai dengan pembicaraan
kita tadi.
Jam berapa bapak dan ibu bisa kemari? Baik saya tunggu, kita ketemu lagi ditempat
ini ya pak.
SP 2
Tgl : 04/10-2015
SP2
Jam : 10.00
Tgl : 04/10-2015
Jam : 10.00
S:

Melatih keluarga cara merawat pasien


Orientasi
Selamat pagi pak, bu, sesuai janji kita dua hari yang lalu kita sekarang bertemu
lagi.
Bagaimana pak, bu, ada pertanyaan tentang cara merawat R yang kita bicarakan

Wahh.. suara R bagus yahh..


R jangan lupa untuk minum obat dan latihan
bernyanyi.
O:
Keluarga klien kooperif saat mempraktikkan cara
berbicara yang benar pada R.

dua hari yang lalu?


Sekarang kita akan latihan cara-cara merawat tersebut? Kita akan coba disini dulu,
setelah itu baru kita coba langsung ke R ya?
Berapa lama bapak, ibu punya waktu?

Kerja
Sekarang anggap saya R yang sedang mengaku sebagai bidadari, coba bapak dan
ibu praktikan cara bicara yang benar jika R sedang dalam keadaan yang seperti ini.
Bagus, betul begitu caranya!
Sekarang coba praktikan cara memberikan pujian pada kemampuan yang dimiliki
R. Bagus!
Sekarang coba cara memotivasi R minum obat dan melakukan kegiatan positifnya
sesuai jadwal?
Bagus sekali, ternyata bapak dan ibu sudah mengerti cara merawat R.
Bagaimana kalau sekarang kita mencobanya langsung kepada R?
Terminasi
Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah kita melatih cara merawat R?
Setelah ini, coba bapak dan ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap kali
bapak dan ibu membesuk R.
Baiklah bagaimana kalau dua hari lagi bapak dan ibu datang ke,bali disini dan kita
akan mencoba lagi cara merawat R sampai bapak dan ibu lancer melakukannya.
Pukul berapa bapak dan ibu kemari?
Baik saya tunggu, kita ketemu lagi ditempat ini ya pak, Bu.

A:
Intervensi Keperawatan pada keluarga pasien waham
tercapai
P:
Lanjutkan Intervensi ke SP 3

SP 3
Tgl : 06/10-2015
Jam : 10.00

SP 3
Tgl : 06/10-2015
Jam : 10.00
Membuat perencanaan pulang bersama keluarga.

S:
Jadwalnya bisa dilaksanakan di rumah.
Kami siap merawat R dirumah

Oreientasi

O:

Selamat pagi pak, bu, karena R sudah boleh pulang maka kita bicarakan jadwal R
selama dirumah.
Bagaimana pak, bu, selama bapak, ibu besuk apakah sudah terus dilatih cara
merawat R?
Nah, sekarang bagaimana jika kita bicarakan jadwal dirumah? Mari baak dan ibu
duduk disini!
Kerja
Pak, Bu, ini jadwal R selama di RS. Coba diperhatikan! Apakah kira-kira dapat
dilaksanakan semua dirumah? Jangan lupa memperhatikan R, agar ia tetap
menjalankan dirumah, dan jangan lupa memberi tanda M(mandiri), B(Bantuan), atau
T(TIdak melaksanaknya).
Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh
anak ibu dan bapak selama dirumah. Jika, misalnya R mengaku sebagai seorang
bidadari terus menerus, dan tidak memperlihatkan perbaikkan, menolak minum obat,
atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera
hubungi suster C di puskesmas terdekat, ini nomor telephonnya 0431XXXXXXXX
Selanjutnya suster C yang akan membantu perkembangan R selama dirumah.
Terminasi
Apa yang ingin bapak/ibu tanyakan? Bagaimana perasaan bapak/ibu? Sudah siap
melanjutkan dirumah?
Ini jadwal kegiatan hariannya. Ini rujukan suster C dipuskesmas terdekat. Jika ada
apa-apa bapak/ibu boleh juga menghubungi kami. Silhkan menyelesaikan
administrasi dikantor depan.

Keluarga klien kooperatif dalam komunikasi


Keluarga klien siap merawat klien dirumah.
A:
Intervensi keperawatan pada keluarga tercapai
P:
Intervensi dihentikan