You are on page 1of 21

JUMBO PROJECT LINGKUNGAN

KEBERLANJUTAN

Disusun untuk Tugas Akhir Lingkungan Keberlanjutan


yang Diajar Oleh Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc.

Disusun Oleh:
Kelas

: Rabu Pagi

Kelompok

: 05

1406533314

Anisa Wulandari

1406572170

Erni Nora S

1406568974

Hamid Syami

1406533144

Nadya Ayu Anindita

1206260583

Andreanus Katili

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
Kampus UI, Depok
2016
1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

Abstrak

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
4
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
2. PEMBAHASAN
2.1. Uraian teknis tentang objek studi
2.2.

6
Permasalahan yang ada serta dampak yang diakibatkan

2.3.

7
Analisa terhadap permasalahan

13
2.4. Alternatif Solusi untuk Ledakan Penduduk
3. PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
4. REFERENSI

5
5
6

15
20
20
20
21

ABSTRAK
Pesatnya pertambahan populasi di dunia ini merupakan sebuah fenomena
yang patut diperhatikan dan diselesaikan. Ada banyak masalah masalah baru
akibat dampat ledakan populasi manusia ini. Dampak dari ledakan populasi antara
lain, kemiskinan, kelaparan, kesehatan kurang baik, peningkatan kebutuhan dan
kekurangan sumber daya, penyempitan wilayah dan lain-lain. perlu adanya solusi
untuk mengatasi itu semua, salah satunya adalah dengan peningkatan pendidikan,
kesehatan, regulasi yang tegas dari pemerintah mengenai perkawinan, dan lainlain.
Kata kunci : pertambahan, populasi, dampak, solusi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Semakin banyaknya populasi di dunia membuat banyak masalah
yang akhirnya timbul. Masalah yang timbul yaitu misalnya kemiskinan,
kelaparan, kejahatan, peningkatan polusi dan lain-lain. Namun, salah satu
yang paling berdampak dari banyaknya populasi adalah kemiskinan. Hal
ini dikarenakan kemiskinan juga dapat menimbulakan masalah lain yakni
kelapara, gizi buruk, penyebaran peyakit (malaria dan HIV) yang semakin
luas, kurangnya pendidikan dan lain-lain Semakin banyaknya kemiskinan
yang terjadi akibat terlalu banyaknya pertambahan populasi di dunia ini,
akhirnya keluarlah suatu targetan bahwa pada tahun

2015 setidaknya

setengah kemiskinan yang telah terjadi berkurang. Suatu targetan tersebut


berawal dari adanya tujuan untuk mengurangi pangsa populasi yang
semakin besar di duni ini. Pengurangan populasi di dunia ini bukan berarti
dengan cara meingkatkan kemtaian pada manusia, namun dengan cara
meningkatkan

kesehatan

dan

program

keluarga

bencana

serta

meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesahatan.


Dengan adanya MDGs sebenarnya membuat tujuan menjadi jelas
mengenai kemajuan untuk dunia ini dengan menetapkan target-target.
Namun, masih adanya pihak yang tidak yakin akan tercapainya target
tersebut. Mereka beranggapan bahwa target tersebut sulit dicapai dan
bahkan tidak mungkin untuk kondisi yang sekarang ini. Hal ini
dikarenakan bahwa pada Negara Negara berkembang hal itu sulit
diterapkan dimana masyarakatnya belum banyak yang sadar akan
kesehatan dan keluarga berencana. Akan banyak pekerjaan besar mengenai
permasalahan ini, perlu adanya usaha yang lebih dan besar untuk mencapai
target tersebut. Negara Negara juga agak kesulitan akan hal tersebut
selain mengusahakan untuk rata-rata dua anak per pasangan. Hal itu saja
banyak yang kesulitan dan bahkan belum terlaksanakan. Selain itu,
semakin banyaknya penyebaran penyakit menular juga sebagai salah satu
masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Setiap tahun pasti ada
saja penyakit menular yang muncul. Hal ini biasanya dialami oleh Negara
berkembang atau Negara miskin. Namun, jika masalah ini tidak
4

terselesaikan, maka hal ini dapat mengakibatkan pertambahan daftar


Negara gagal di dunia ini. Salah satu cara untuk mengatsai masalah ini
adalah dengan menigkatkan pendidikan masayrakat. Cara ini merupakan
salah satu cara yang efektif, namun butuh waktu yang agak lama.
Peningkatan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat mengenai

masalah populasi yang sedang dihadapi dunia

sekarang ini.
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang melatar belakangi kami untuk membahas mengenai baja
adalah sebagai berikut,
1. Apa saja dampak dari ledakan populasi di dunia?
2. Bagaimana solusi untuk mengatasi ledakan penduduk tersebut?
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui dampak dari ledakan populasi manusia di dunia
2. Untuk mengetahui solusi dari ledakan populasi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Uraian teknis tentang objek studi

Ledakan penduduk merupakan sebuah fenomena di dalam


dinamika penduduk di suatu wilayah. Secara teori, definisi ledakan
penduduk adalah sebagai pertumbuhan penduduk di suatu negara secara
cepat dan tiba-tiba serta tidak terkendali. Ledakan penduduk di dunia
terjadi sejak berakhirnya Perang Dunia ke-II dan disebabkan oleh
pertumbuhan penduduk yang meningkat yang diakibatkan oleh perbedaan
rasio kelahiran dan kematian. Populasi manusia dunia diperkirakan akan
meningkat hingga 1 juta penduduk pada 1 dekade mendatang. Ledakan
penduduk dapat menyebabkan overpopulation di dunia. Overpopulation
dapat dikatakan sebagai kondisi dimana memiliki lebih banyak penduduk
di bumi yang dapat hidup nyaman, bahagia dan sehat serta dapat tinggal di
ruang yang cukup di bumi untuk generasi mendatang.
Penyebab pertumbuhan populasi yang tajam adalah besarnya angka
kelahiran yang berbanding terbalik dengan angka kematian. Hal ini
dibuktikan dengan ledakan penduduk yang mulai muncul sejak usainya
Perang Dunia ke-II yang berarti selesainya masa perang yang
mengorbankan jutaan manusia pada medan perang, meningkatnya
distribusi makanan, obat-obat-an serta teknologi kesehatan. Dengan kata
lain, angka harapan hidup manusia pun meningkat.
Pertumbuhan populasi yang meningkat tajam ini sering terjadi di
negara-negara berkembang dan miskin karena kemiskinan tidak dapat
lepas dari angka fertilitas yang tinggi serta tingginya angka kematian bayi.
Suatu wilayah/negara dapat dikatakan mengalami ledakan
penduduk adalah jika wilayah/negara tersebut mengalami hal-hal sebagai
1)
2)
3)
4)

berikut:
Rasio pertumbuhan penduduk yang besar
Peningkatan angka harapan hidup
Melemahnya tindakan preventif untuk mencegah Ledakan Penduduk.
Hasil sensus jumlah penduduk melebihi perkiraan jumlah penduduk oleh
BPS.
Kasus di Indonesia dan negara-negara berkembang, yang
mengalami ledakan penduduk dapat juga dikarenakan oleh jumlah
penduduk yang besar. Pada titik tersebut, bila rasio pertumbuhan
penduduk, peningkatan angka harapan hidup, serta melemahnya tindakan

preventif meningkat sedikit saja, dipastikan akan mengakibatkan dampak


yang besar terhadap populasi di negara tersebut.
Sebagai contoh yaitu yang terjadi di Indonesia, seperti berikut:

Rasio pertumbuhan penduduk telah melebihi rasio ideal (1,3 % dari 0,5 %
per tahun)

Peningkatan angka pertumbuhan penduduk tahunan pada 1990-2000


sebesar 1,44% sedangkan pada 2000-2010 menjadi 1,48%

Hasil sensus lebih tinggi dari proyeksi BPS.

Laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan


akan melampaui suplai makanan (Malthus. 1798)

2.2

Permasalahan yang ada serta dampak yang diakibatkan


Populasi manusia saat ini berkembang sangat cepat dan tak
terkendali, sedangkan lahan di bumi tempat manusia tinggal tidak
mengalami pertambahan hal ini menyebabkan semakin kecilnya lahan
bumi yang bisa dihuni oleh manusia, berikut dibawah ini adalah
perkembangan

manusia

dari

masa

lampau

sampai

prediksi

pertambahan manusia pada 2025

Gambar 2.1 Grafik pertumbuhan penduduk dan prediksi 2025


Dari grafik diatas bisa dilihat bahwa populasi berkembang sangat
lambat dari 4000 BC sampai 1800-an, revolusi industri yang terjadi
membuat ledakan populasi dimulai, di tahun 1829, populasi manusia
mencapai 2 miliar, lalu dalam waktu 150 tahun, yaitu pada tahun 1970
populasi manusia menyentuh angka 3 miliar, dan tidak sampai 30 tahun
kemudian populasi manusia bertambah 2 kali lipat, menjadi 6 miliar jiwa,
meledaknya populasi manusia tidak terlepas dari revolusi industri yang
terjadi pada tahun 1760-1840 masehi, dimana produk dari revolusi ini
adalah semakin efisiennya pekerjaan dilakukan oleh manusia yang
sebelumnya manusia harus bergantung dengan kekuatannya sendir, dan
menjadikan waktu pekerjaan yang singkat karena dibantu oleh mesin,
revolusi dibidang teknologi agrikulturjuga memiliki peran besar, misalnya
selective breeding menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap
penyakit, dan lebih tahan lama untuk disimpan, dan semaking mutakhirnya
ilmu pengobatan yang menyebabkan permasalahan penyakit bisa
secepatnya ditaklukkan oleh manusia. Populasi manusia saat ini (data
tahun 2015 dari World Bank) mencapai 7.4 miliar jiwa, dan diprediksi
akan melewat angka 8.5 miliar jiwa pada 2025, berikut ini persebaran
manusia tahun 2014 menurut data world bank.

Persentase pertumbuhan manusia dari tahuan 2006-2014 rata-rata


adalah 1.2 %, angka ang terlihat kecil, namun jika 1.2% terhadap populasi

manusia saat itu yang mencapai 7 miliar jiwa, sama dengan 84 juta
manusia, dan karena besarnya jumlah manusia, maka angka pertambahan
manusia dari tahun ketahun akan tetap besar, walaupun persentase
pertmbuhan manusia menurun.
Gambar 2.2. Peta persebaran manusia di bumi
Density (population/sq.
World

km.) year 2007


49

More developed

27

Less developed

65

Less developed (excl. China)

56

Africa

31

AfricaEastern

46

AfricaMiddle

18

AfricaNorthern

23

AfricaSouthern

20

AfricaSub-Saharan

32

AfricaWestern
AmericaCaribbean

46
171

AmericaCentral

60

AmericaLatin

28

America/Caribbean
AmericaNorth

15

AmericaSouth

21

Asia

126

Asia (excl. China)

121

AsiaEast

132

AsiaSouth-Central

154

AsiaSoutheast

128

AsiaWestern

46

Europe

32

EuropeEastern

16

EuropeNorthern

54

EuropeSouthern

116

EuropeWestern

169

Oceania

Tabel 2.1. Persebaran manusia di berbagai negara


Dari data persebaran penduduk yang didapat, menunjukkan bahwa
kepadatan penduduk sangatlah bervariasi di tiap wilayah, namun peroleh
data tabel kepadatan penduduk tahun 2007, jika di hubungkan dengan
grafik pertambahan populasi, merupakan hasil dari pertambahan penduduk
di tahun sebelumnya, dan jumlah penduduk di tahun 2007 jauh lebih
banyak dari tahun 1900, hal ini membuktikan bahwa persebaran penduduk
dunia sekarang semakin padat dan bisa disimpulkan bahwa lahan yang bisa
ditempati manusia semakin sempit seiring dengan bertambahnya manusia,
padatnya penduduk semakin menekan lahan produktif sehingga manusia
terpaksa membuka lahan produktif baru untuk produksi mereka, misalnya
saja di indonesia, pembakaran lahan kelapa sawit dilakukan untuk
membuka lahan untuk produksi kelapa sawit, berikut data pembukaan
lahan di pulau jawa, kalimantan dan sumatra pada 3 tahun terakhir.
Tabel 2.2 Luas Areal perkebunan kelapa sawit

Seiring dengan waktu, lahan yang dibuka semakin besar untuk


memenuhi permintaan kelapa sawit dari dalam dan luar negeri, efek
samping dari pembukaan lahan ini sangatlah besar, lahan-lahan ini dibuka
dengan cara pembakarany, dan asap hasil pembakaran hutan yang heboh
pada tahun 2015 menutupi beberapa kota di pulau sumatra (kota riau

10

sampai harus membatalkan aktifitas ekonomi dan penerbangan karena


buruknya kualitas udara) dan sampai malaysia dan singapura.
Permasalahan lahan produktif yang tidak bertambah merupakan
masalah yang berkelanjutan, dimana akan berlangsung sepanjang generasi
jika tak dilakukan kontrol populasi, hal ini karena jumlah populasi
dibandingkan jumlah lahan produktif yang ada semakin besar seiring
berjalannya waktu. Masalah ini diperburuk dengan erosi yang terjadi
semakin mengurangi lahan produktif yang tersedia menjadi lahan-lahan
mati memberikan tekanan kepada populasi manusia, Saat ini ada 795 juta
orang atau sekitar 1/9 dari populasi manusia hidup dalam kondisi
kekurangan nutrisi,

dimana persebarannya 98% berada di negara

berkembang.
Tekanan untuk populasi selain dari berkurangnya lahan akibat erosi
tanah dan tempat tinggal penduduk juga terjadi karena badai debu, seperti
terjadi di china, dimana sejak 1960-1975 sekita 600 mile persegi lahan
berubah menjadi gurun akibat proses badai debu yang di sebut
desertifikasi, hal ini selain mengurangi lahan produktif juga mengurangi
lahan tempat tinggal penduduk karena telah menjadi gurun, sekitar 24000
desa ditinggalkan di utara dan barat China karena proses desertifikasi ini.
Air bersih tidak kalah penting untuk menunjang kehidupan
manusia selain makanan, dimana kebutuhan air bersih selalu bertambah
seiring dengan pertambahan penduduk, di dunia, air bersih bersumber dari
air tanah, dimana air dalam tanah di pompa dan disalurkan ke masyarakat
yang

membutuhkannya,

banyaknya

frekuensi

pemompaan

air

menyebabkan terkurasnya air dalam tanah, dan menyebabkan turunnya


permukaan air tanah. Secara global, saat ini 700 juta orang masih
kekurangan air bersih, hampir setengahnya berada di sub sahara afrika, dan
2.5 miliar manusia tidak memiliki sistem sanitasi yang baik untuk
lingkungannya.
Disaat ini energi tak terbarukan sedang gencar dicari alternatifnya,
salah satu alternatifnya adalah biofuel yang berasalah dari lahan pertanian,
hal ini juga menjadi suatu permasalahn karena lahan gandum yang ada
sekarang cukup bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan makanan
dunia, dan efisiensi bahan bakar biofuel ini juga menjadi masalah dimana
11

untuk memenuhi 25 liter tangki bensin mobil SUV sama dengan


menghabiskan hasil panen pertanian yang bisa digunakan untuk memenuhi
kebutuhan makanan satu orang selama satu tahun, sehingga terdapat
permasalahan prioritas disin, apakah alternatif energi ini harus diproduksi
besar-besaran, yang sangat jelas efek sampingnya akan mengurangi jumlah
persediaan makanan yang tersedia, atau harus mengutamakan produksi
makanan diatas produksi biofuel dari lahan pertanian. jika dilihat dari
tingkat efisiensi biofuel, dan populasi manusia yang sangat besar dan terus
bertambah, maka lebih baik memilih produksi makanan terlebih dahulu
diatas produksi biofuel sebagai aternatif energi.
Untuk beberapa kasus, pertumbuhan populasi berhubungan
langsung dengan masalah sosial yang terjadi karena pertambahan
penduduk meningkatkan angka kebutuhan manusia yang harus dipenuhi,
misalnya Asia memiliki angka pertumbuhan anak yang mengikuti sekolah
tinggi, namunkarena pertambahan penduduk disaat yang sama, anak yang
tidak mengikuti sekolah juga semakin banyak, karena sumberdaya yang
terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang semakin berkembang, hal yang
mirip juga bisa ditemukan di pekerjaan, tempat tinggal, sanitasi, dan
kebutuhan manusia lainnya, masalah ini akan semakin besar di saat
terjadinya migrasi dari daerah yang terpinggirkan ke perkotaan yang padat
dan belum memadai persediaan layanan untuk memenuhi kebutuhan,
inilah hal yang terjadi di negara-negara berkembang.
Sumber daya yang terbatas, namun populasi manusia sebagai
subjek yang membutuhkan terus meningkat, hasilnya adalah persebaran
pemas kebutuhan yang tidak merata, penduduk akan selalu mencari tempat
lebih terjamin, mulai dari makanan, air, bahkan pendidikan, pekerjaan, dan
kekuasaan, akan memicu konflik kedepannya, yang menjadi ancaman
terhadap kehidupan sosial, seperti di zona Sahelian di Afrika, populasi
disana berkembang pesat, tapi konflik disana menyebar luas, Nigeria, 151
juta populasinya berada di daerah seluas texas, memberi makanan
berlebihan kepada ternak, dan pembajakan tanah berlebihan untuk
pertanian menyebabkan lahan rumput dan lahan pertanian disana berubah
menjadi gurun, menurut laporan New York Times tahun 2004, gurun disana

12

meluas, dan populasi petani dan peternak semakin meningkat , kompetisi


memperebutkan lahanpun menjadi intens.

2.3

Analisa terhadap permasalahan

Analisa terhadap Kuantitas


A. Jumlah Penduduk
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam
pelaksanaan

pembangunan

karena

menjadi

subjek

dan

objek

pembangunan. Manfaat jumlah penduduk yang besar :

Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.


Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari
bangsa lain.
Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara yang berpenduduk
besar dapat juga menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu :

Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya.


Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit
diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk

kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.


Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan
pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang
terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah
menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini.

B. Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Terdapat
beragam faktor yang menyebabkan perubahan jumlah penduduk.
Misalnya, peperangan, wabah penyakit atau epidemi, kelaparan, dan
bencana alam.
C. Pertumbuhan Penduduk Alami

13

Pertumbuhan penduduk alami merupakan kenaikan atau penurunan


jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran dan
kematian.
D. Pertumbuhan Penduduk akibat Migrasi
Merupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang
diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi
(imigrasi dan emigrasi).Untuk menghitung kenaikan atau penurunan
jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk total
E. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per
satuan unit wilayah. Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah ratarata penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.
Analisa terhadap Kualitas
A. Tingkat Kesehatan
Ledakan penduduk dunia sangat berpengaruh pada tingkat
kesehatan penduduk untuk tiap negara. Dalam bidang kesehatan, tingkat
kelahiran dan tingkat kematian merupakan 2 faktor yang mempengaruhi
dalam jumlah penduduk dunia
B. Tingkat kelahiran (fertilitas)
Tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi
pada suatu periode tertentu.
C. Tingkat kematian (mortalitas)
Pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang
disebabkan oleh faktor kematian.

Angka kematian yang tinggi

menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan


hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik..

14

D. Tingkat Pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang
tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di
negara-negara maju. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan
sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini tampak dengan
ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar,
sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan
masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila
terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan.
E. Tingkat Kemakmuran
Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM. Semakin
tinggi

kualitas

SDM

penduduk,

semakin

tinggi

pula

tingkat

kemakmurannya. Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah


berakibat penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan
hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera.

2.4

Alternatif Solusi untuk Ledakan penduduk


Masalah kependudukan merupakan akar masalah hampir semua
masalah lingkungan ataupun bukan. Oleh karena itu, solusi yang selalu
digalakkan adalah program Keluarga Berencana dengan sub-program-subprogramnya. Tetapi, dalam pelaksanaannya masih kurang efektif untuk
menahan laju kenaikan populasi. Hal ini dibuktikan juga dengan masih
adanya 201 juta perempuan yang tidak memiliki akses untuk perencanaan
keluarga. Berikut dijelaskan tentang beberapa alternatif pendukung yang

dapat menjadi kontrol akan laju kenaikan angka populasi di dunia, yaitu:
Akses universal untuk alat kontrasepsi yang aman dan efektif untuk kedua
gender. Dengan fakta bahwa 2 dari 5 kehamilan adalah tidak diinginkan,
kurangnya akses kepada perencanaan keluarga merupakan kesenjangan
terbesar dalam masalah kelahiran yang tidak terkontrol. Biaya yang harus
dikeluarkan untuk perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi dapat
dikatakan lebih kecil dibanding dengan keuntungan setelahnya. Dengan

15

kemudahan untuk pasangan mengakses alat kontrasepsi yang aman dan


efektif, hal tersebut dapat memastikan bahwa setiap bayi yang lahir adalah
terencana dan dapat terdukung dengan baik oleh orang tuanya. Solusi ini
sesuai dengan goal pada Sustainable Development Goals nomor 3 yaitu

Good Health and Well Being.


Edukasi melalui sekolah terutama untuk wanita. Pada semua survey yang
dilakukan yang berhubungan dengan kependudukan dan kelahiran, terlihat
korelasi dari perempuan yang terpelajar/ bersekolah paling tidak hingga
sekolah menengah, rata-rata mempunyai anak lebih sedikit pada saat
dewasa dari perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan. Solusi ini
sesuai dengan goal pada Sustainable Development Goals nomor 4 yaitu

Quality Education.
Menghapuskan bias gender dari hukum, kesempatan ekonomi, kesehatan,
dan budaya. Perempuan yang dapat memiliki, mewariskan dan mengatur
propertinya, bercerai, memiliki kartu kredit, dan berpartisipasi dalam
politik dengan kesempatan yang sama dengan laki-laki lebih besar
peluangnya untuk menunda mempunyai anak dibandingkan dengan
perempuan yang tidak memiliki hak-hak tersebut. Solusi ini sesuai dengan
goal pada Sustainable Development Goals nomor 5 yaitu Gender Equality

dan 10 yaitu Reduced Inequalities.


Edukasi seksual yang layak-umur untuk semua siswa sekolah. Data dari
Amerika Serikat mengindikasikan eksposur dari program pengenalan masa
pubertas, hubungan seksual, opsi untuk berpantang dari seks pra-nikah dan
alat konstrasepsi serta menghormati hak seksual seseorang dapat
membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat
mengurangi laju kelahiran. Solusi ini sesuai dengan goal pada Sustainable

Development Goals nomor 4 yaitu Quality Education.


Menghentikan kebijakan yang menghadiahi pasangan suami istri dengan
hadiah finansial berdasarkan jumlah anak yang dimiliki. Pemerintah dapat
mempertahankan dan bahkan menaikkan pajak dan keuntungan finansial
lain yang ditargetkan untuk membantu pasangan bukan dengan
menghubungkannya bukan dengan jumlah anak, tetapi dengan status
keorangtuaan itu sendiri. Solusi ini sesuai dengan goal pada Sustainable

16

Development

Goals

nomor

11

tentang

Sustainable

Cities

and

Communities, juga dengan goal nomor 16 yaitu Peace, Justice and Strong

Institutions.
Mengintegrasikan

pelajaran

tentang

populasi,

lingkungan

dan

perkembangannya kepada sekolah dengan beberapa tingkatan. Dengan


menghindari

advokasi

atau

propaganda,

sekolah-sekolah

harus

mengedukasi murid-muridnya agar terinformasi dengan baik dan mengerti


pilihan-pilihan tentang pengaruh dari sikap yang diambilnya termasuk
tentang proses memiliki anak dan hubungannya dengan lingkungan. Solusi
ini sesuai dengan goal pada Sustainable Development Goals nomor 13
yaitu Climate Action karena dampak dari penambahan populasi dapat

berdampak pada lingkungan pula.


Memberikan harga kepada biaya lingkungan dan pengaruhnya. Pada saat
memperhitungkan biaya dari anggota keluarga tambahan dengan
mengkalkulasikan pajak dan naiknya biaya pangan, pasangan dapat
berkeputusan bahwa biaya memiliki anak lagi terlalu mahal, dibandingkan
dengan keuntungan memiliki keluarga yang lebih kecil. Keputusan
tersebut, yang dengan sukarela dipilih oleh pasangan suami istri dapat
menurunkan laju kelahiran tanpa keterlibatan yang bukan orang tua dalam
hal reproduksi. Menginvestasikan pada kesehatan reproduksi dan keluarga
berencana meninggalkan lebih banyak sumber daya fiscal per anak untuk
pendidikan dan pelayanan kesehatan, yang kemudian mempercepat
keluarnya dari kemiskinan. Untuk negara donor, memastikan pasangan
dimanapun mendapat akses kepada pelayanan yang dibutuhkan dapat
membuat ikatan sosial yang baik dan peningkatan pendidikan dan
pelayanan kesehatan sebagai kembalinya. Dengan membantu negara yang
ingin memperlambat pertambahan populasinya dapat mengacu kepada
kondisi yang disebut oleh ekonomis sebagai bonus demografi. Saat negaranegara berpindah pola pikir dan trennya menjadi keluarga kecil,
pertumbuhan jumlah angka muda yang dependen menurun relatif dengan

jumlah orang dewasa yang bekerja.


Menyesuaikan penuaan populasi daripada meningkatkan kemampuan
beranak melalui insentif pemerintah dan program-programnya. Penuaan

17

populasi harus dipertemukan dengan penyesuaian sosial seperti partisipasi


buruh yang meningkat, daripada menawarkan insentif kepada perempuan
untuk mempunyai anak. Solusi ini sesuai dengan goal pada Sustainable

Development Goals nomor 8 yaitu Decent Work and Economic Growth.


Meyakinkan pemimpin untuk menstabilkan pertumbuhan populasi melalui
pelaksanaan hak asasi manusia dan perkembangan manusia. Dengan
mengedukasi diri mereka tentang kebijakan populasi dalam hal hak,
pembuat kebijakan dapat secara etis dan efektif mengalamatkan tantangan
yang berhubungan dengan populasi dengan memberdayakan perempuan
dalam hal pembuatan keputusan mereka tentang keturunan. Solusi ini
sesuai dengan goal pada Sustainable Development Goals nomor 17 yaitu

Partnership for the Goals.


Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu ledakan populasi dengan
menggunakan media hiburan sebagai penyampaiannya. Salah satu cara
yang cukup efektif dan sudah dipraktikkan di beberapa negara adalah
dengan menyadarkan masyarakatnya tentang isu kependudukan melalui
pesan yang disampaikan melalui media hiburan yang lazim dinikmati di
suatu negara atau daerah tersebut..

Sementara itu, terdapat beberapa langkah taktis yang telah


dilakukan oleh Indonesia khususnya dalam menanggulangi permasalahan
ledakan penduduk, diantaranya :

Mencanangkan program keluarga berencana sebagai gerakan


nasional dengan cara menanamkan tujuan program KB dan

mengenalkan alat alat kontrasepsi pada pasangan usia subur.


Menetapkan undang-undang perkawinan yang di dalamnya

mengatur serta menetapkan tentang batas usia nkah.


Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya

sampai anak kedua.


Meningkatkan pelayanan kesehatan
Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang
pendidikan sehingga keinginan untuk segera menikah dapat
dihambat
18

Meningkatkan program wajib belajar 9 tahun.

Dari langkah langkah berdasarkan 17 goals untuk mengatasi


ledakan penduduk, ternyata ada beberapa langkah yang dapat Indonesia
adapatasikan, antara lain :

Meningkatkan edukasi terutama untuk wanita sehingga penanaman

usia menikah.
Edukasi seksual yang layak-umur untuk semua siswa sekolah.
Menghentikan kebijakan yang menghadiahi pasangan suami istri

dengan hadiah finansial berdasarkan jumlah anak yang dimiliki.


Meningkatkan kesadara masyarakat tentang isu ledakan populasi
dengan menggunakan media hiburan sebagai penyampaiannya.

BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Populasi manusia saat ini berkembang sangat cepat dan tak terkendali,
sedangkan lahan di bumi tempat manusia tinggal tidak mengalami
pertambahann. Pertumbuhan populasi berhubungan langsung dengan
masalah sosial yang terjadi karena pertambahan penduduk sehingga
meningkatkan angka kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Tekanan
untuk populasi selain dari berkurangnya lahan akibat erosi tanah dan
tempat tinggal penduduk juga berdampak kepada air bersih di dunia yang
semakin menipis. Beberapa alternatif pendukung yang dapat menjadi kontrol
akan laju kenaikan angka populasi di dunia, yaitu akses universal untuk alat
kontrasepsi, edukasi tentang kependudukan dan kelahiran, menghadirkan bias
dari gender hukum, Menghentikan kebijakan yang menghadiahi pasangan
suami istri dengan hadiah finansial berdasarkan jumlah anak yang dimiliki,
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu ledakan populasi dengan

19

menggunakan media hiburan sebagai penyampaiannya, Meyakinkan pemimpin


untuk menstabilkan pertumbuhan populasi melalui pelaksanaan hak asasi
manusia dan perkembangan manusia dan lain sebagainya.
b. Saran
Dibutuhkannya integrasi dan peran dari semua pihak dalam menyelesaikan
permasalahan ledakan penduduk ini. Untuk di Indonesia, dapat diterapkan
beberapa langkah baru antara lain :

Meningkatkan edukasi terutama untuk wanita sehingga penanaman

usia menikah.
Edukasi seksual yang layak-umur untuk semua siswa sekolah.
Menghentikan kebijakan yang menghadiahi pasangan suami istri
dengan hadiah finansial berdasarkan jumlah anak yang dimiliki.
Meningkatkan kesadara masyarakat tentang isu ledakan populasi
dengan menggunakan media hiburan sebagai penyampaiannya.

20

REFERENSI

Lester R. Brown. 2009. Plan B 4.0: Mobilizing To Save Civilization. W.W. Norton & Co.
New York. USA.
Robert Engelman. 2012. Nine Population Strategies To Stop Short at 9 Billion.
Washington DC: Island Press. Worldwatch Institute.

https://online.science.psu.edu/biol011_sandbox_7239/node/7284
http://data.worldbank.org/
http://www.bbc.co.uk/schools/gcsebitesize/geography/population/population_cha
nge_structure_rev1.shtml
United Nations Population Division, World Population Prospects, The 2008
Revision.
PRB 2007 World Population Data Sheet.
Plan B 4.0
http://news.liputan6.com/read/2106214/50-titik-api-sumbang-kabut-asap-tebal-dipalembang
FAO, IFAD and WFP. 2015. The State of Food Insecurity in the World 2015.
Meeting the 2015 international hunger targets: taking stock of uneven progress.
Rome, FAO.
World Health Organization and UNICEF, 2014. Progress on Drinking Water and
Sanitation 2014 Update
Malthus, Thomas. 1998. An Essay on the Principles of Population. London. St.
Pauls Church-Yard.
http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2010/07/100706_population1.sht
ml diakses pada Minggu, 08 Mei 2016 pukul 21.13
http://www.yale.edu/ynhti/curriculum/units/1998/7/98.07.02.x.html diakses pada
Minggu, 08 Mei 2016 pukul 20.35
https://www.bps.go.id/KegiatanLain/view/id/85 diakses pada Jumat, 06 Mei 2016
pukul 17.12
United

Nations Population Fund. Sustainable Development


(http://www.unfpa.org/sdg diakses pada 18 Mei 2016)

Goals.

21