You are on page 1of 9

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Gangguan Neurologi

Laelasari S.kep,Ns
1.Meningitis
Meningitis radang dari selaput otak(arachnoid dan piameter). Bakteri dan virus
merupakan penyebab utama dari meningitis, yang tersering adalah meningitis
bacterial
a.Meningitis Bakteri
Etiologi
Streptococcus pneumonia
Hemofilus influensa type B
Neisseria meningitides
Diplococcus
streptococcus group A
staphylococcus aureus
E.coli
Klebsiela
Proteus
Pseudomonas
Patofisiologi
Tubuh akan berespon terhadap bakteri sebagai benda asing dan berespon dengan
terjadinya peradangan dengan cara mengeluarkan netrofil,monosit dan limfosit
Bakteriemimasuk ke ssp dengan jalan menembus sawar otak(BBB) melalui
mikrovaskuler otak/pleksus koroidCSSmultiflikasi mekarena kurangnya
pertahanan humoral &aktifitas fagositosistersebar scr pasif mll sistem ventrikel ke
slrh ruang sub arachnoid
Saat bakteri berkembangbiak /lisis
mengeluarkan dinding sel(endotoksin)
kerusakan jaringan otak&radang meningen

produk aktif tsb meransang sel endotel &makrofag di SSP utk memproduksi
mediator inflamasi(IL1&TNF)
TTIK
Aliran darah ke otak
Peradangan
ransang saraf sensoris
refleks kontraksi otot-otot tertentu untuk mengurangi rasa sakit: Kernig,brudzinski,
kaku kuduk
Gejala Meningitis
Pada Bayi:
-demam
-kejang pada tengkuk
-Rewel/gelisah
-Susah makan
-menangis terus-menerus
-lemah
-ubun-ubun menonjol
Pada anak:
-demam
-kejang pada tengkuk
-sakit kepala
-mual
-bingung/disorientasi
-serangan mendadak
-fotofobia
-ruam di sekujur tubuh

Manifestasi klinis
Pada awal penyakit, kelelahan, perubahan daya mengingat, perubahan tingkah
lakustupor
anak menjadi rewel, sakit pada otot,fotofobia
Pada tahap lanjuthemiplegi&petonus otot
-refleks brudzinski&kernig(+)
-nausea
-vomiting
-demam
-takikardi
-kejang
-anak merasa takut
Lanjutan..manifestasi klinis
Pada neonatus:
-sulit terdiagnosa,nonspesifik
-biasanya=karakteristik sepsis
-saat lahir biasabeberapa hari melemah
-refleks menelan/menghisap me,vomit,diare,tonus,hipothermi
-iritabel
-kejang
-apnea
-sianosis
Pemeriksaan penunjang
Evaluasi Diagnostik
Leukosit(serum)
Lumbal puncti

-Glukosa,protein
-jumlah sel
CT scan
Management therapy
Therapy anti mikroba
Ventilasi
TTIK diturunkan
Control kejang
Treatment komplikasi
Diagnosa keperawatan
Perubahan perfusi cerebral b.d proses inflamasi
Tidak efektif jalan nafas b.d kelemahan otot pernafasan,ketidakmampuan
batuk, penurunan kesadaran
Gangguan keseimbangan cairan:kurang dari kebutuhan b.d kehilangan cairan
abnormal
Gangguan keseimbangan cairan:lebih dari kebutuhan cairan : lebih dari
kebutuhan b.d SIADH
Actual/potensial gangguan pemenuhan nutrisi
Gangguan rasa nyaman nyeri b.d iritasi meningeal
Penanganan meningitis
1.Pada saat badan panas
-beri kompres hangat
-Berikan banyak minum ASI
-Berikan pakaian tipis
-jangan dikerumuni banyak orang
-berikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter
Penanganan meningitis

Pada saat kejang


-baringkan anak pada tempat yang rata, kepala dimiringkan dan pasangkan
gagang sendok yang dibungkus kain.Dengan tujuan untuk mencegah lidah tergigit
-buka baju anak,longgarkan pakaian yang mengganggu pernafasan seperti
gurita
-singkirkan benda-benda sekitar pasien
-jangan member minuman atau makanan apapun pada saat anak kejang
-Bila badan panas berikan kompres hangat
-segera bawa ke dokter jika kondisinya semakin memburuk
2. KEJANG DEMAM
Kejang demamkejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami
demam tanpa infeksi system syaraf pusat.
Umumnya terjadi pada usia 6 bln-5 thn dan jarang sekali terjadi untuk pertama
kalinya pada usia<6 bln atau >3tahun
Klasifikasi
Simple febrile seizurekejang menyeluruh yang berlangsung <15menit dan
tidak berulang dalam 24 jam.
Complex febrile seizurekejang fokal berlangsung >15menit, dan atau
berulang dalam waktu singkat(selama demam berlangsung)
Penanganan kejang demam
Anak harus dibaringkan di tempat yang datar dengan posisi menyamping untuk
menghindari tersedak
Jangan meletakan benda apapun
jangan memegangi anak untuk melawan kejang
Jika terus berlanjut selama 10 menit anak harus segera dibawa ke fasilitas
kesehatan terdekat
Penanganan di rumah sakit
Memastikan jalan nafas anak tidak tersumbat
Pemberian oksigen

Diazepam 0,5mg/kgBB per rectal atau 0,2mg/kgBb per infuse


Pengawasan tanda-tanda depresi pernafasan
Pemeriksaan kadar glukosa darah
Jika kejang msh berlanjut:
-fenobarbital 20-30mg/kg per infuse dalam 30 menit atau fenitoin
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah rutin
-kadar ekektrolit,kalsium,fosfor,magnesium,gula darah
-EEG
3.TETANUS
Tetanustoksemia akut yang disebabkan neurotoksin yang dihasilkan clostridium
tetani ditandai dengan spasme otot yang periodic dan berat
fase akut: paralitik spastic disebabkan tetanospasmin(neuro toksin) spora
clostridium
tetani masuk kedalam tubuh melalui luka kulit,tertusuk/luka bakar,infeksi tali
pusat(tetanus neonatorum)
PATOGENESIS
tetanospasmintoksin yang menyebabkan spasme, pada beberapa level dari
susunan saraf pusat, dengan cara: toksin menghalangi neuromuscular transmision
dengan cara menghambat pelepasan acetyl colin dari terminal nerve di otot
toksin mengganggu fungsi dari reflex synaptic dari spinalcord
Gejala klinis:
lokalkontraksi otot yang persisten pada daerah tempat dimana luka terjadi
berkembang menjadi tetanus umum
cephalic tetanusberasal dari otitis media, luka daerah muka dan kepala, ada
benda asing di hidung
tetanus umumtrismus gejala utama:kekakuan otot-otot masseter, kaku
kuduk dan disfagia
karakteristik dari tetanus:

kejang bertambah 3 hari pertama,menetap 5-7 hari


10 hari kejang mulai berkurang frekuensinya
2 mgg kejang mulai hilang
Dimulai trismusketegangan otot pada rahang dari leher(risus sardonicus)
Kejang ototkaku kuduk
Diagnosis
Gejala klinik: kejang tetanik,trismus,disfagia,risus sardonikus
Ada luka awalnya
Kultur clostridium tetani(+)
Lab: SGOT
Prognosis tetanus
1. ringan: tidak ada kejang umum
2. sedang: 1x muncul kejang umum
3. berat: kejang umum sering terjadi
Penatalaksanaan
Merawat dan membersihkan luka
Diet cukup kalori dan protein
Isolasi untuk menghindari ransang luar
Oksigen, pernafasan buatan bila perlu
Mengatur keseimbangan elektrolit
Obat-obatan untuk tetanus
Antibiotic : penicilin
Anti toksin:human tetanus imunoglobin 1x saja secara IM
Tetanus toksoid
Anti konvulsan
4.Encephalitis

Encephalitisperadangan pada encephalon


Etiologi:
virus,toxin,racunmasuk melalui kulit,saluran
pencernaan,sal.pernafasaninfeksi menyebar melalui pemb.darah system
sarafperadangan sspTTIK
Tanda dan gejala:
Demam
Sakit kepala, pada bayi disertai jeritan
Pusing
Muntah
Nyeri tenggorokan
Malaise
Nyeri ekstremitas
Pucat
Halusinasi
Kaku kuduk
Kejang
Gelisah
Irritable
Gangguan kesadaran
Pengkajian
Anamnesa:
Kelut: sakit kepala,kaku kuduk,gangguan kesadaran,demam,kejang
Riwayat penyakit sekarang,Riwayat kehamilan &persalinan,Riwayat penyakit
dahulu,Riwayat kesehatan keluarga,Riwayat social,ADL
Pemeriksaan fisik:focus pemeriksaan neurologi

Pemeriksaan diagnostic:
-pemeriksaan CSS, Pemeriksaan virus
EEG
Diagnosa keperawatan
Petensial terjadi TTIK b.d vasodilatasi pemb.darah otak akibat proses
peradangan
Tidak efektifnya jalan nafas s.d penumpukan secret pada jalan nafas
Intervensi Keperawatan
Kaji ulang status neurologi
Monitor TTV
Naikan kepala 15-30 derajat
Monitor intake output
Beri oksigen
Atur posisi klien semi fowler
Fisioterapi dada