You are on page 1of 2

1.

Keracunan botulinum
Gejala botulisme berupa mual, muntah, pening, sakit kepala, pandangan
berganda, tenggorokan dan hidung terasa kering, nyeri perut, letih, lemah
otot, paralisis, dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan kematian.
Gejala mula-mula timbul biasanya adalah gangguan pencernaan yang
akut, diikuti dengan mual, muntah-muntah, diare, fatig (lemas fisik dan
mental), pusing dan sakit kepala. Pandangan berubah menjadi dua, sulit
menelan dan berbicara. Otot-otor menjadi lumpuh, dan paralisis menyebar
pada system pernafasan dan jantung, dan kematian biasanya terjadi
karena sulit bernafas. Pada kasus yang fatal, kematian biasanya terjadi
dalam waktu 3 hingga 6 hari.
Pengobatan membutuhkan pembersihan jalan nafas, ventilasi dan
antitoksin polivalen intravena.
2. Keracunan teofilin
Dosis dewasa adalah 300-600 mg per hari.
Gejalanya ual dan muntah, sakit atau kram perut, detak jantung cepat
atau tidak beraturan, gangguan tidur atau insomnia, diare, kehilangan
selera makan, sering buang air kecil, merasa pusing dan sakit kepala.
3. Keracunan organofosfat
Gejala : mual, muntah, nyeri perut, hipersalivasi, nyeri kepala, mata
miosis, kekacauan mental, bronchokonstriksi, hipotensi, depresi
pernafasan dan kejang.
Pengobatan : Atropin 2 mg tiap 15 menit sampai pupil melebar, jangan
diberi morfin dan aminophilin.
4. Keracunan digoxin
Gejala : anoreksia, mual, diare, nadi lambat, aritmia dan hipotensi
Pengobatan : Propranolol, KCl iv
5. Keracunan alkohol
Gejala : emosi labil, kulit memerah, muntah, deresi pernapasan, stupor
sampai koma
Tindakan : bilas lambung dengan air, infus glukosa untuk cegah
hipoglikemia
6. Keracunan sianida
Gejala : nyeri pada kepala, mual muntah, sesak nafas, dada berdebar,
selalu berkeringat sampai tidak sadar dan apabila tidak segera ditangani
dengan baik akan mengakibatkan kematian.
Antidotum : natrium nitrit
7. Keracunan CO
Gejala : kulit dan mukosa tampak merah terang, nyeri dan pusing kepala,
dispneu, pupil midriasis, kejang, depresi pernafasan sampai koma.
Tindakan : Oksigenisasi, jangan gunakan stimulan
8. Keracunan DDT
Gejala : muntah, parestesi, tremor, kejang, edem paru, vebrilasi s/d
kegagalan ventrikel, koma
Pengobatan : Jangan gunakan epinefrin, bilas lambung, beri pencahar, beri
Kalsium glukonat 10 % 10 cc iv
9. Keracunan timbal
Gejala : muntah muntah, nyeri kolik abdomen, rasa logam dan garis biru
pada gusi, konstipasi kronis.
Pengobatan : berikan CaNa2EDTA (calsium dinatrium etilen diamin tetra
acetc acid).
10.Keracunan merkuri

Gejala :
11.Keracunan paracetamol
Gejala : anoreksia, mual, muntah, nyeri subkostal kanan, gagal hati akut,
meninggal
Pengobatan : beri metionin dan asetil sistein