You are on page 1of 1

Dok,saya sudah menikah selama 3 th tapi blm dikaruniai momongan.

kami sudah ke
dr.kandungan dan androlog.Pemeriksaan saya baru sampai tahap USG dan hasilnya
baik2 saja.Sedangkan suami baru sampai tahap analisa sperma.Pada analisa sperma
tsb,prosedurnya sbb:suami disuruh masturbasi dan spermanya ditampung.Beberapa
saat kemudian masturbasi lagi,spermanya ditampung lalu langsung buang air kecil
dan urine nya ditampung.Hasilnya AZOOSPERMIA dan didalam urine terdapat
fruktosa.Apakah dokter bisa menjelaskan maksyd dari hasil pemeriksaan tersebut
dok?saya tunggu jawabannya dok,terima kasih banyak
Bapak/Saudara yang Terhormat.
Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.
Azoospermia yaitu suatu keadaan dimana tidak ditemukan sperma dalam cairan
ejakulat. (semen) Cairan ejakulat adalah cairan yang keluar saat seorang pria
ejakulasi. Sperma adalah sel yang diperlukan untuk membuahi sel telur pada proses
fertilisasi. Kondisi ini dapat terjadi akibat sumbatan saluran sperma, atau akibat
penurunan produksi sperma dalam buah zakar. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan
serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisis langsung, pemeriksaan sperma,
hingga pemeriksaan hormon.
Dengan tidak adanya sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur, tentu tidak
akan terjadi kehamilan. Namun azoospermia akibat sumbatan saluran sperma masih
dapat diperbaiki dengan jalan operasi, sedangkan azoospermia akibat penurunan
produksi sperma tidak. Meskipun operasi yang dilakukan juga tidak bisa menjamin
100% kesuburan seorang laki-laki.
Pemeriksaan analisis sperma yang ideal adalah dengan berpuasa hubungan seksual
selama 2-5 hari, tetapi jangan hinggal lewat dari 1-2 minggu. Hal ini bertujuan untuk
mendapat kualitas dan kuantitas terbaik dari sperma.
Fruktosa terdapat pada cairan semen. Fruktosa berfungsi untuk memberikan energi
pada sperma. Karena air kencing terkontaminasi dengan cairan semen, maka terdapat
hasil (+) fruktosa pada air kencing suami.
Konsultasikanlah kembali hasil analisa sperma ini kepada dokter spesialis andrologi
untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)