You are on page 1of 6

IX.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Percobaan gas hidrogen bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas
hidrogen, mengetahui sifat-sifat gas hidrogen dan senyawanya, dan mengidentifikasi
gas hidrogen dan senyawanya. Sedangkan percobaan gas oksigen bertujuan untuk
mengetahui cara pembuatan gas oksigen di laboratorium dan mengetahui adanya gas
oksigen dalam suatu senyawa.
a. Percobaan gas hidrogen
1. Percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas hidrogen.
Pertama memasukkan logam kalsium sebanyak satu sendok spatula ke dalam
cawan porselin. Dimana logam kalsium berbentuk serbuk berwarna putih.
Kemudian disiram dengan menggunakan air suling secukupnya. Setelah
disiram dengan air suling, terbentuk endapan putih, timbul sedikit gas, dan
larutan berwarna putih. Reaksi antara logam kalsium dengan air suling dapat
ditulis dalam persamaan rekasi sebagai berikut:
Ca(s) + 2 H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g)
Berdasarkan reaksi tersebut, dapat diketahui bahwa gas yang terbentuk
adalah gas hidrogen. Sedangkan larutan putih adalah larutan Ca(OH) 2. Untuk
membutikkan bahwa larutan yang terbentuk adalah benar larutan Ca(OH) 2,
maka larutan tersebut diuji dengan menggunakan kertas lakmus merah.
Berdasarkan uji kertas lakmus, lakmus merah berubah menjadi biru. Hal ini
menandakan terdapat larutan Ca(OH)2 yang bersifat basa.
2. Percobaan kedua bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas hidrogen dan
mengetahui sifat-sifat gas hidrogen dan senyawanya. Pertama memasukkan
sedikit air suling ke dalam cawan porselin, kemudian memasukkan satu sendok
spatula serbuk magnesium berwarna hitam. Air suling ditambahkan dengan
serbuk magnesium menghasilkan endapan hitam. Setelah itu dipanaskan diatas
nyala bunsen kecil. Setelah dipanaskan terbentuk gas hidrogen dan logam
magnesium sedikit larut dalam air (larutan berwarna hitam) dan terdapat
endapan hitam. Dimana ketika dipanaskan terjadi letupan yang menunjukkan
sifat dari gas hidrogen. Hal ini sesuai dengan teori dimana reaksi antara logam
magnesium dan air suling mengahsilkan gas hidrogen dan larutan Mg(OH) 2.
Berikut reaksinya:
Mg(s) + 2 H2O(l) Mg(OH)2(aq) + H2(g)
Larutan yang terbentuk adalah Mg(OH)2. Untuk membuktikkan larutan
tersebut benar Mg(OH)2 maka ditetesi dengan 1 tetes indikator penolptalein
(PP). Larutan tersebut berubah menjadi berwarna merah muda yang
menunjukkan larutan tersebut bersifat basa.
3. Percobaan ketiga bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat gas hidrogen dan
senyawanya. Pertama memasukkan berturut-turut kapas kaca yang sedikit basa,
kapas kaca kering, kemudian serbuk seng 0,02 gram ke dalam tabung reaksi.
Dimana serbuk seng berwarna hitam. Kemudian tabung reaksi tersebut ditutup

dengan karet penutup/gabus yang berlubang bagian tengahnya dan dimasukkan


selang plastik yang dihubungkan dengan tabung reaksi yang telah terisi penuh
dengan air dalam posisi terbalik di dalam bejana berisi air. Kemudian
dipanaskan. Fungsi dari kapas kaca kering adalah untuk menahan uap air yang
terbentuk agar bereaksi dengan Zn sedangkan fungsi dari kapas kaca basah
adalah untuk menguapkan air karena Zn sangat reaktif, maka proses
pemguapan air ini harus dilakukan untuk mengurangi kereaktifan reaksi antara
Zn dan air. Kemudian dari proses tersebut dihasilkan gas hidrogen. Hal ini
ditandai dari tabung reaksi yang semula terisi penuh dengan air kemudian air
tersebut digantikan dengan gas hidrogen. Volume gas hidrogen yang dihasilkan
sebesar 90 mL. Untuk membuktikan benar bahwa gas yang dihasilkan adalah
gas hidrogen, maka dilakukann uji nyala api, bara api yang dimasukkan pada
tabung reaksi yang berisi gas hidrogen yang semula nyala menjadi mati.
Namun, ketika dikeluarkan dari tabung reaksi tersebut, bara api menyala
kembali. Hal ini menujukkan bahwa gas hidrogen mudah terbakar dalam udara.
Berikut reaksi yang terjadi:
Zn(s) + 2 H2O(l) Zn(OH)2(aq) + H2(g)
2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(g)
4. Percobaan keempat bertujuan untuk membuat gas hidrogen, mengetahui sifatsifat gas hidrogen dan mengidentifikasi gas hidrogen dan senyawanya. Pertama
memasukkan 3 sedok spatula logam seng yang berbentuk serbuk berwarna
hitam ke dalam erlenmeyer berparuh kemudian pasang selang dan dihubungkan
dengan penampung gelas ukur yang diletakkan terbalik di dalam air. kemudian
ditambahkan HCl 0.1 M secukupnya untuk terjadi reaksi, kemudian tutup
erlenmeyer berparuh dengan karet penutup. Kemudian reaksi antara logam
seng dengan HCl mengahsilkan endpaan hitam dan larutan berwarna hitam.
Kemudian diuji nyala, dimana bara api yang semula menyala kemudian mati.
Dan ketika bara api di keluarkan dari erlenmeyer berparuh, bara api nyala
kembali. Hal ini menunjukkan sifat gas hidrogen yang mudah terbakar dalam
udara. Berikut reaksi yang terjadi:
Zn(s) + 2 HCl(aq) ZnCl2(aq) + H2(g)
Dalam uji tersebut tidak terjadi letupan dikarenakan gas H 2 telah
bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan uap air.
5. Pada percobaan kelima bertujuan untuk membuat gas hidrogen, mengetahui
sifat- sifat gas hidrogen dan mengidentifikasi gas hidrogen dan senyawanya.
Pertama masukkan 1 mL KI dan 1 tetes larutan amilum ke dalam tabung reaksi
yang berisi sekitar. Dimana larutan KI dan larutan amilum tidak berwarna.
Sehingga setelah dicampurkan menghasilkan larutan tidak berwarna. Kemudian
ditambahkan 3 tetes larutan hidrogen peroksida (H2O2) 3%, larutan yang
semula tidak berwarna kemudian berubah menjadi berwarna biru keunguan.
Pada reaksi ini amilum tidak ikut bereaksi melainkan hanya sebagai indikator
adanya iod dalam larutan. Iod terbentuk perlahan-lahan dan larutan akan

berangsur-angsur menjadi ungu. Pada reaksi tersebut terdapat gelembunggelembung gas yang menunjukkan adanya gas hidrogen. Berikut persamaan
reaksinya:
H2O2(aq) + 2 KI(aq) 2 KOH(aq) + I2(aq) + H2(g)
b. Percobaan gas oksigen
1. Percobaan pertama bertujuan untuk membuat gas oksigen dan mengetahui
adanya gas oksigen dalam suatu senyawa. Pertama memasukkan kalium
klorat ke dalam tabung reaksi dan menambahkan sedikit serbuk batu kawi.
Kemudian tabung reaksi tersebut ditutup dengan karet penutup/gabus yang
berlubang bagian tengahnya dan dimasukkan selang plastik yang
dihubungakn dengan tabung reaksi yang telah terisi penuh dengan air dalam
posisi terbalik di dalam bejana berisi air dan dipanaskan. Dimana kalium
klorat berbentuk serbuk berwarna putih dan batu kawi berbentuk kristal
berwarna hitam, setelah keduanya dicampurkan terdapat endapan hitam dan
larutan berwarna hitam. Setelah dipanaskan terdapat gelembung-gelembung
gas oksigen. Hal ini sesuai dengan reaksi berikut ini:
2KClO3(aq) + MnO2(aq) 2KCl(aq) + 3O2(g) + MnO2(aq)
Untuk memastikan bahwa gas yang terbentu adalah gas oksigen, mkaa
dilakukan uji dengan sebilah kayu berpijar. Dimana dihasilkan nyala api yang
membesar ketika diuji dengan bara api. Volume gas oksigen yang dihasilkan
banyak (++).
2. Percobaan kedua bertujuan bertujuan untuk membuat gas oksigen dan
mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu senyawa. Pertama memasukkan
0,5 gram permanganat (MnO4) dalam erlenmeyer berparuh yang telah
dihubungkan dengan selang yang ujungnya telah dilengkapi dengan gelas
ukur yang diletakkan terbalik dalam bak berisi air. Kemudian ditambahkan
tetes demi tetes hidrogen peroksida (H2O2) 3%, lalu dipanaskan dengan
nyala bunsen kecil. Permanganat (MnO4) berbentuk krital berwarna hitam
dan hidrogen peroksida adalah larutan yang tidak berwarna. Ketika setelah
direaksikan, larutan menjadi berwarna ungu dan terdapat endapan hitam.
Setelah di panaskan 10 menit, sedikit terbentuk gas. Oleh krena itu, diuji
dengan sebilah kayu berpijar dimasukan ke dalam erlenemyer berparuh
menghasilkan bara api yang teteap menyala. Hal ini menandakan bahwa gas
yang terbentuk adalah ags oksigen. Berikut reaksi antara permanganat dan
hidrogen peroksida:
2 KMnO4(s) + H2O2(aq) 2 MnO2(aq) + 2 KOH(aq) + 2 O2(g)

Volume gas oksigen yang dihasilkan lebih sedikit dibanding volume


gas oksigen pada percobaan pertama, yaitu antara kalium klorat dan batu kawi.
X.

Kesimpulan
1. Gas hidrogen dapat dibuat dengan mereaksikan logam alkali tanah (logam
golongan II A) dengan air (H2O) menghasilkan senyawa yang bersifat basa.
2. Sifat dari gas hidrogen adalah mudah terbakar pada udara, hal ini dibuktikan
dengan uji dengan sebilah kayu berpijar, dimana bara api mati ketika dimasukkan
pada tabung reaksi yang berisi gas hidrogen dan bara api menyala kembali saat di
udara.
3. Reaksi antara KI dan hidrogen peroksida menghasilkan gas hidrogen dan larutan
yang berwarna ungu.
4. Pembuatan gas oksigen dapat dilakukan dengan mereaksikan senyawa kalium
klorat dengan batu kawi dan mereaksikan permanganat dengan hidrogen
peroksida.
5. Sifat dari gas oksigen bersifat mudah terbakar dibuktikan dengan nyala api yang

XI.

bertambah besar ketika diuji dengan bara api.


Jawaban Pertanyaan
Gas Hidrogen
1. Jelaskan apakah gas letup itu dan apa kegunaannya?
Jawab :
Gas letup adalah gas yang timbul dikarenakan adanya reaksi antara gas H 2
dengan api, yang pada dasarnya gas H 2 ini memang sangat reaktif terhadap api
karena bereaksi dengan dengan O2. Dan pada skala laboratorium letupan ini
digunakan untuk mengidentifikasi adanya gas H2.

2. Tulislah semua reaksi yang terjadi pada percobaan di atas!


Jawab :
a. Reaksi antara logam kalsium dengan air
Ca(s) + 2H2O Ca(OH)2(aq) + H2(g)
b. Reaksi antara logam magnesium dengan air
Mg(s) + 2H2O Mg(OH)2(aq) + H2(g)
c. Reaksi antara logam seng dengan air
Zn(s) + 2H2O Zn(OH)2 + H2(g)
d. Reaksi antara logam seng dengan HCl
Zn(s) + 2HCl(l) ZnCl2 + H2(g)
e. Reaksi antara Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida
2KI + 3H2O2 2KIO3 + 3H2(g)
3. Mengapa hidrogen peroksida harus digunakan dalam larutan yang encer?
Jawab
Hidrogen peroksida adalah cairan yang hampirtak berwarna. Bersifat sangat
eksplosif dan berbahaya dalam konsentrasi tinggi. Oleh karena itu, hidrogen

peroksida digunakan sebagai larutan encer, tetapi larutan dalam air 90%
digunakan.
Gas Oksigen
1. Hitunglah volume gas oksigen yang diperoleh bila KClO3 yang tersedia 1 gram ?
Jawab :
Mol KClO3 = massa KClO3 / Mr KClO3
= 1 gram /122,5 = 0,008 mol
2KClO3 + MnO2 2KCl + 3O2 + MnO2
M:
0,008
R:
0,008
0,004
0,008 0,012
0,004
____________________________________________
S:
0,004
0,008 0,012
0,004
V O2

= 0,012 mol x 22,4


= 0,2688 L = 268,8 mL

2. Tulislah rumus struktur lewis yang menunjukkan sebuah molekul O 2 dengan dua
electron valensi yang tidak berpasangan !
Jawab :

3. Terangkan kejadian pada percobaan 1 dan 2 ?


Jawab :
Percobaan 1
Percobaan pertama bertujuan untuk membuat gas oksigen dan mengetahui
adanya gas oksigen dalam suatu senyawa. Pertama memasukkan kalium klorat ke
dalam tabung reaksi dan menambahkan sedikit serbuk batu kawi. Kemudian
tabung reaksi tersebut ditutup dengan karet penutup/gabus yang berlubang bagian
tengahnya dan dimasukkan selang plastik yang dihubungakn dengan tabung reaksi
yang telah terisi penuh dengan air dalam posisi terbalik di dalam bejana berisi air
dan dipanaskan. Dimana kalium klorat berbentuk serbuk berwarna putih dan batu
kawi berbentuk kristal berwarna hitam, setelah keduanya dicampurkan terdapat
endapan hitam dan larutan berwarna hitam. Setelah dipanaskan terdapat
gelembung-gelembung gas oksigen. Hal ini sesuai dengan reaksi berikut ini:
2KClO3(aq) + MnO2(aq) 2KCl(aq) + 3O2(g) + MnO2(aq)
Untuk memastikan bahwa gas yang terbentu adalah gas oksigen, mkaa
dilakukan uji dengan sebilah kayu berpijar. Dimana dihasilkan nyala api yang
membesar ketika diuji dengan bara api. Volume gas oksigen yang dihasilkan
banyak (++).

Percobaan kedua
Percobaan kedua bertujuan bertujuan untuk membuat gas oksigen dan
mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu senyawa. Pertama memasukkan 0,5
gram permanganat (MnO4) dalam erlenmeyer berparuh yang telah dihubungkan
dengan selang yang ujungnya telah dilengkapi dengan gelas ukur yang diletakkan
terbalik dalam bak berisi air. Kemudian ditambahkan tetes demi tetes hidrogen
peroksida (H2O2) 3%, lalu dipanaskan dengan nyala bunsen kecil. Permanganat
(MnO4) berbentuk krital berwarna hitam dan hidrogen peroksida adalah larutan
yang tidak berwarna. Ketika setelah direaksikan, larutan menjadi berwarna ungu
dan terdapat endapan hitam. Setelah di panaskan 10 menit, sedikit terbentuk
gas. Oleh krena itu, diuji dengan sebilah kayu berpijar dimasukan ke dalam
erlenemyer berparuh menghasilkan bara api yang teteap menyala. Hal ini
menandakan bahwa gas yang terbentuk adalah ags oksigen. Berikut reaksi antara
permanganat dan hidrogen peroksida:
2 KMnO4(s) + H2O2(aq) 2 MnO2(aq) + 2 KOH(aq) + 2 O2(g)
Volume gas oksigen yang dihasilkan lebih sedikit dibanding volume gas
oksigen pada percobaan pertama, yaitu antara kalium klorat dan batu kawi.
4. Tulislah persamaan reaksi pada percobaan 1 dan 2 ?
Jawab :
Percobaan 1: reaksi antara kalium klorat dan batu kawi
2KClO3(aq) + MnO2(aq) 2KCl(aq) + 3O2(g) + MnO2(aq)
Percobaan 2 : Reaksi antara permanganat dan hidrogen peroksida
2 KMnO4(s) + H2O2(aq) 2 MnO2(aq) + 2 KOH(aq) + 2 O2(g)