You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Latar belakang diadakannya pengamatan ini adalah agar Mahasiswa dapat melihat dan

mengetahui

langsung

para

pelaku

home

industry,

sehingga

Mahasiswa

dapat

mengembangkan jiwa kewirausahaan yang dimilikinya. Dengan melihat dan mengetahui halhal yang didapat dalam pengamatan/ observasi ini Mahasiswa dapat pula menambah
pengalaman-pengalaman yang sangat berguna kelak.
Mahasiswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri sebagi rekreasi, tapi
menganggap kunjungan industri sebagai sarana belajar dengan cara mendatangi industri
secara langsung, dan melihat urutan-urutan proses kerja di industri tersebut. Kunjungan
industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia kerja. Mahasiswa dituntut
untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan
tentang dunia industri. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran kepada
siswa tentang industri dan proses produksi dibidang bisnis dan managemen.
1.2.

Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya praktikum modul ini yaitu :
1. Menggunakan konsep teknik RWL ( Recommended Weight Limit ) dan LI ( Lifting
Index ) dalam merancang gerakan-gerakan perpindahan alat dan benda kerja yang
ergonomis dengan posisi kaki statis.
2. Menggunakan konsep dan teknik AL (Action Limit ) dan MPL ( Maximum
Permissible Limit ) untuk mengetahui besar gaya yang diterima oleh bagian L5/S1
( Lumbar 5/Sacrum 1 )
3. Menggunakan gabungan teknik RWL, LI, AL, dan MPL untuk merancang sistem

kerja yang ergonomis dari segi Biomekanika.


4. Menganalisa postur kerja operator dalam melakukan aktifitas kerja tertentu.
5. Menganalisis setiap elemen-elemen kegiatan yang dilakukan oleh operator.
1.3.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam modul ini yaitu :
1. Bagaimana menghitung nilai RWL dan LI dalam mengukur beban kerja .
2. Apa saja perbaikan postur kerja pada sisteem kerja dengan memperhatikan aspekaspek biomekanika untuk meghasilkan rancangan yang efektif.

1.4.

Batasan masalah
Batasan masalah pada praktikum ini pengukuran yang dilakukan hanya menggunakan
konsep dan teknik RWL, MPL, LI, dan AL.

1.5.

Alat dan Bahan


1. Meteran
2. Timbangan badan
3. Goniometer
4. Krat minuman sebagai beban
5. Kamera untuk menganbil gambar
6. Stopwatch
1.6.
Asumsi yang digunakan
Asumsi yang digunakan yaitu aktifitas pemindahan benda kerja dari tempat penumpukan
ke gudang atau sebaliknya selama beberapa kali pengamatan. Kemudian menganalisis
pekerjaan yang dilakukan
1.7.
Sistematika Laporan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
1.2.
Tujuan Praktikum
1.3.
Rumusan Masalah
1.4.
Batasan masalah
1.5.
Alat dan Bahan
1.6.
Asumsi yang digunakan
1.7.
Sistematika laporan
BAB II

LANDASAN TEORI
1.1.
Biomekanika
1.1.1. Pengertian Biomekanika
1.1.2. Keterkaitan Biomekanika dengan Ergonomi
1.1.3. Ruang Lingkup Biomekanika
1.2.
NIOSH ( National Institute of Occupational Safety and Health )
1.2.1. Latar Belakang Berdirinya NIOSH
1.2.2. Fungsi dan Tujuan Berdirinya NIOSH
1.3.
Manual Material Handling dan Masalah-masalah yang Dihadapi
1.4.
Macam-macam Persamaan Pembebanan
1.4.1. AL (Action Limit )
1.4.2. MAWL ( Maximum Acceptable Weight of Lift )
1.4.3. MPL ( Maximum Permissible Limit )
1.4.4. RWL ( Recommended Weight Limit )
1.5. Jurnal Internet

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Praktikum
3.2. Sampel yang Digunakan
3.3. Data yang Digunakan
3.4. Pengolahan Data
3.5. Analisis dan Evaluasi
3.6. Kesimpulan dan Saran
3.7. Flowchart Praktikum

BAB IV

4.1. Pengumpulan Data Biomekanika

4.1.1. Pengumpulan Data RWL


4.1.2. Pengumpulan Data MPL
BAB V

5.1. Pengolahan Biomekanika

5.1.1.
5.1.2.
5.1.3.

Penentuan Nilai RWL


Penentuan Nilai LI
Penentuan Nilai MPL

BAB VI

Analisis dan Evaluasi


7.1. Analisis
7.1.1. Analisis Biomekanika
7.1.2. Analisis Hubungan Biomekanika dan Postur Kerja pada Aktifitas.
7.2. Evalusi
7.2.1. Perancangan Metode Usulan

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN


8.1. Kesimpulan
8.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Biomekanika
2.1.1. Pengertian Biomekanika
Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem
biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan
ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir
semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam
penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam
biologi dan kedoteran.
Pendekatan biomekanika memandang tubuh manusia sebagai suatu sistem yang
terdiri dari elemen-elemen yang saling terkait dan terhubung satu sama lain, melalui
sendi-sendi dan jaringan otot yang ada. Prinsip-prinsip fisika digunakan untuk

menyatakan tegangan mekanik pada tubuh dan gaya otot yang diperlukan untuk
mengimbangi tegangan-tegangan tersebut.
2.1.2. Keterkaitan Biomekanika dengan Ergonomi
Hubungan antara biomekanika dengan ergonomi juga dapat dilihat dari definisi
ergonomi, yaitu suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasiinformasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu
sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu
mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, sehat,
nyaman, dan efisien.
Seperti telah disebutkan di atas, biomekanika berkaitan dengan sistem biologi dan
menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Namun karena
ergonomic hanya membahas manusia maka lingkup biomekanika yang digunakan adalah
biomekanika padamanusia.Ergonomi memiliki prinsip dasar untuk menyesuaikan kerja
agar sesuai dengan batasan atau karakteristik pekerjanya.
Karakteristik ini biasanya disebut antropometri baik fisik / tubuh ataupun
antropometri non fisik seperti psikometri. Biomekanika merupakan studi tentang
karakteristik-karakteristik tubuh manusia dalam istilah mekanik. Biomekanika
dioperasikan pada tubuh manusia baik saat tubuh dalam keadaan statis ataupun dalam
keadaan dinamis. Oleh karena itu agar sistem kerja menjadi ergonomis maka harus
memperhatikan biomekanika.
2.1.3. Ruang Lingkup Biomekanika
Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup.
Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep,
analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedokteran.
Dalam ilmu biomekanika diperlukan pengetahuan tentang benda yang digunakan
dalam kesehatan dan fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi kesehatan dan
penyakit. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan
ilmu-ilmu biologi dan fisiologi.
2.2. NIOSH ( National Institute of Occupational Safety and Health )
2.2.1. Latar Belakang Berdirinya NIOSH
NIOSH (National for Occupational Safety and Health) adalah suatu lembaga yang
menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika. Banyaknya pekerjaan
yang berbahaya dan menimbulkan cidera pada tahun 1970-an mendorong sekumpulan

orang dari berbagai disiplin ilmu yakni epidemiologi, kedokteran, industri, keamanan,
psikologi, teknik, kimia, dan statistik untuk membentuk suatu organisasi yang dapat
membantu memastikan keamanan dan keselamatan kondisi kerja operator. Sebagai
realisasinya kemudian dibuatlah Occupational Safety and Health(OSH) Act yang
menjadi dasar terbentuknya NIOSH (National Institute of Occupational Safe and Health)
yang ditandatangani oleh Presiden Richard M. Nixon, pada tanggal 29 Desember 1970.

2.2.2. Fungsi dan Tujuan Berdirinya NIOSH


NIOSH digunakan untuk memperkirakan risiko yang berhubungan dengan
pekerjaan aktivitas lifting berdasarkan parameter NIOSH (National Institute of
Occupational Safety and Health) yang diperluas.
Adapun fungsi dan tujuanberdirinya NIOSH antara lain :
a.
b.
c.
d.

di dalamsuatu lingkungankerja.
Mengevaluasi bahaya di tempat kerja, termasuk bahan-bahan kimia untuk mesin.
Membuat metode untuk mencegah penyebaran penyakit, cidera, dan cacat.
Menginvestigasipotensibahayakerja Menentukan prioritas pekerjaan-pekerjaan

yang perlu dievaluasi lebih lanjut.


e. Melakukan penelitian dan memberikan rekomendasi ilmiah untuk melindungi
pekerja.
f. Memberikan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan individu di bidang
keselamatan dan kesehatan.
2.3. Manual Material Handling dan Masalah-masalah yang Dihadapi
Manual Material Handling (MMH) adalah salah satu pekerjaan paling penting yang
sering dilakukan bahkan dalam dunia industri modern saat ini dan bidang ini banyak
diteliti

karena MMH merupakan

sumber

utama

terjadinya

cedera

punggung. MMH meliputi mengangkat, menurunkan, membawa, mendorong dan menarik


barang.
Pada dasarnya ada 3 macam Material Handling ditinjau dari sifat pekerjaannya, yaitu:
1. Material Handling yang otomatis
Otomatis maksudnya segala jenis pekerjaan tidak lagi dikerjakan operator secara
langsung, melainkan dikerjakan oleh mesin-mesin.
2. Material Handling yang semiotomatis

Semiotomatis maksudnya pekerjaan yang melibatkan bukan hanya operator, tetapi juga
melibatkan mesin.
3. Material Handling yang manual
Manual maksudnya pekerjaan yang tidak melibatkan mesin sama sekali, seluruhnya
dikerjakan oleh operator.
Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan akibat Manual Material Handling (MMH)
yaitu :
a.
b.
c.
d.

Masalah musculoskeletal pada pekerja atau operator.


Risiko cidera yang meningkat saat bekerja.
Kemandulan pada pria maupun wanita.
Manual Material Handling (MMH) yang buruk perlu mendapat perhatian khusus
dari perusahaan untuk menghindari cidera berarti yang mungkin terjadi pada

operatornya.
e. Kondisi berbahaya

yang

diakibatkan

oleh

sikap

kerja Manual

Material

Handling yang tidak tepat tentunya harus dicegah dan ditangani dengan baik.
Penanganan dan pencegahan akan lebih mudah dilakukan setelah mengetahui faktor
resiko dari Manual Material Handling di atas.
2.4. Macam-macam Persamaan Pembebanan
2.4.1. AL ( Action Limit )
Action Limit merupakan kelanjutan tindakan untuk mengantisipasi, mencegah dan
mengkoreksi proses produksi yang tidak sesuai dan memastikan bahwa proses tersebut
tidak berulang. Untuk menghitung AL dan MPL hanya diperlukan untuk mengetahui
berat obyek yang diangkat, lokasi beban yang berhubungan dengan pekerja, jarak dan
frekuensi angkat, dan durasi dari kegiatan mengangkat.
Dalam istilah US (Customary Units), yang persamaannya adalah:
1) AL (lb) = 90(6/H)(1-0,01|V-30|)(0,7+3/D)(1-F/Fmax)
2) MPL (lb) = 3 (AL)
Keteranagn :
H = Lokasi horizontal pada tangan di origin pada kegiatan mengangkat ke depan diukur
pada garis tengah tubuh atau titik tengah antara mata kaki (inci). Nilai minimum yang
akan digunakan adalah 6".
V = Jarak antara kedua tangan dengan lantai.
D =Jarak perbedaan ketinggian vertikal antara destination dan origin dari
pengangkatan. Nilai minimum yang akan digunakan adalah 10".
F = Frekuensi angkat. Jumlah rata-rata angkat per menit.

Fmaks = Frekuensi maksimum yang dapat dilanjutkan (dari tabel nilai-nilai


yang terkandung dalam panduan).
2.4.2. MAWL ( Maximum Acceptable Weight of Lift )
MAWL adalah berat dipilih oleh operator pada preferensi sendiri untuk
mengangkat tugas yang diberikan di bawah kondisi tersebut, berdasarkan kemampuan
tenaga operator. Berdasarkan asumsi bahwa pekerja mampu menentukan beban tertinggi
yang dapat diterima kerja dan dapat mereka pertahankan selama 8 jam shift, yang
pendekatan poin psikofisik untuk mengukur kemampuan kapasitas manusia berdasarkan
persepsi para pekerja. Namun, tidak ada bukti bahwa bukti ini dapat menghilangkan rasa
sakit kembali dan musculoskeletal cedera para pekerja.
Rumus untuk menentukan MAWL (Maximum Acceptable Weight Limit) adalah:
Beban (MAWL) = -6,013 + (0,029 x Berat badan) + (0,0766 x Tinggi badan) (0,435 x
Frekuensi) + (0,023 x Tinggi angkatan) + (0,076 x Jarak angkatan) + (0,264 x Jenis
kelamin) + (0,218 x Pekerjaan).
2.4.3. MPL ( Maximum Permissible Limit )
MPL merupakan batas besarnya gaya tekan pada segmen L5/S1 dari kegiatan
pengangkatan dalam satuan Newton yang distandarkan oleh NIOSH ( National Instiute of
Occupational Safety and Health ) tahun 1981. Besar gaya maksimum MPL adalah
dibawah 6500 N pada L5/S1. Sedangkan batasan gaya angkatan normal ( Action Limit )
sebesar 3500 N pada L5/S1, sehingga :
1. Fc < AL dikategorikan aman
2. AL < Fc < MPL dikategorikan perlu hati-hati
3. Fc < MPL dikategorikan berbahaya
2.4.4. RWL ( Recommended Weight Limit )
Sebuah lembaga yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di
Amerika, NIOSH melakukan analisis terhadap kekuatan manusia dalam mengangkat atau
memindahkan beban, dan merekomendasikan batas beban maksimum yang masih boleh
diangkat oleh pekerja yaitu AL ( Action Limit ) dan MPL ( Maximum Permissible
Limit ) pada tahun 1981. Kemudian persamaan tersebut direfisi sehingga dapat
mengevaluasi dan menyediakan pedoman untuk pembatasan yang lebih luas untuk
kegiatan angkat. Revisi tersebut menghasilakn RWL ( 1991 ), yaitu batas beban yang
dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cedera meskipun pekerjan dilakukan
dalam durasi waktu tertentu dan dalam waktu yang cukup lama. Persamaan dari RWL
sebagai berikut :

RWL = LC X HM X VM X DM X AM X FM X CM
RWL = Batas beban yang direkomendasikan
LC

= Konstanta pembebanan =23 kg

HM

= Faktor pengali horizontal = 25/H

VM

= Faktor pengali vertikal = 1- 0,00326 | V- 69 | ( ukuran indonesia )

DM

= Faktor pengali perpindahan = 0,82 + 4,5/D

AM

= Faktor pengali sudut asimetrik = 1- 0,0032 A

FM

= Faktor pengali frekuensi ( dari tabel )

CM

= Faktor pengali pegangan ( dari tabel )

Adapun batasan-batasan yang harus dipenuhi oleh masing-masing faktor yaitu :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

H dimana 25 cm hingga 63 cm
V dimana 0 cm hingga 175 cm
D diantara 25 cm hingga 175 cm
A diantara 0 hingga 135 derajat
V diantara 0,2 hingga 15 kali per menit
Jika satu tangan lebih dominan mengangkat beban dan jari fleksi pada 90
derajat di bawah beban maka kopling dinilai sebagai fair.

2.5.Jurnal Internet
1. Jurnal,vol.3, No 3, pp.77-81 ISSN 2302-495X, Cut Ita Erlina.
Judul : Perbaikan metode kerja pengantongan semen menggunakan peta tangan kiri dan
kanan, PT X ,menjelaskan :
Perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengantongan semen dan produk yang
dihasilakan adalah semen portland pozzolon 50 kg. Masalah yang yang dihadapi
perusahaan adalah kemampuan produksi semen yang lebih rendah dari permintaan
semen. Analisis dilakukan terhadap komponen sistem kerja yaitu manusia, bahan baku,
mesin, dan lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor manusia yaitu
pada metode kerja yang berpengaruh terhadap kemampuan produksi semen. Tujuan
dari penelitian ini adalah mendapatkan rancangan perbaikan metode kerja pada
stasiun pengantongan semen agar waktu pengarjaan produk menjadi lebih singkat
sehingga jumlah jumlah produksi semen meningkat.
2. Jurnal, vol 2, No 5, pp. 1304707 ISSN > Yanti Helianti
Judul : Analsisi kebutuhan jumlah pegawai berdasarkan analisis beban kerja.
Menjelaskan :
Analsisis jumlah pegawai dalam suatu perusahaan adalah sesuatu yang lazim
dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menentukan jumlah pegawai yang optimal untuk
menjalankan proses bisnisnya. Sebagai sebuah PTS, dalam menentukan kebutuhan
jumlah tengan pengajar telah ada ketentuannya yaitu, berdasarkan rasio mahasiswa

dan tenaga pengajar. Namun untuk standar jumlah tenaga kependidikan belum ada
ketentuannya. Sehingga dalam studi ini dilakukan analisis kebutuhan jumlah tenaga
kependidikan berdasarkan analisis beban kerja. Hasil studi ini memberikan informasi
kepada pemimpin. Institusi terkait dengan jumlah tenaga kependidikan yang
diperlukan untuk mendukung jalannya proses bisnis institusi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Praktikum
Lokasi praktikum dilakukan di kampung Meurandeh, Asambetek,Kota Langsa pada
pukul 14.00 WIB s/d selesai.
3.2.

Sampel yang Digunakan


Sampel yang digunakan dalam praktikum ini yaitu manusia
3.3.
Data yang Digunakan
Data yang digunakan dalam praktikum ini menggunakan perhitungan RWL, MPL,
AL, LI, dan MAWL.
3.4.

Pengolahan Data
Pengolahan data pada praktikum ini yaitu menggunakan pengolahan biomekanika :
1. Penentuan nilai RWL
2. Penentuan nilai LI
3. Penentuan nilai MPL
3.5. Analisis dan Evaluasi
Analisis yang kami gunakan dalam menyelesaikan laporan praktikum ini dengan
menghitung nilai RWL, LI, dan MPL. Setelah didapat hasil dari data yang didapatkan
kemudian di evaluasi kembali agar tidak mengalami kesalahan dan mendapatkan hasil
yang optimal.
3.6. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan pada modul ini yaitu penilaian terhadap beban dan resiko kerja yang
diaplikasikan untuk menganalisa apakah suatu kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh
seorang pekerja diindutri masih dalam kategori aman atau berbahaya.
Saran yang dapat disampaikan agar setiap perusahaan/ instansi selalu menerapkan
biomekanika dan postur kerja yang baik agar tidak menimbulkan cedera apabila pekerjaan
tersebut dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

3.7. Flowchart Praktikum


Mulai

Pemilihan
opertaor terbaik
Data elemen
kerja
Pengolahan data
biomekanika
Skor
biomekanika
Kesimpulan dan
saran
selesai

BAB IV
PENGUMPULAN DATA
4.1. Pengumpulan Data Biomekanika
4.1.1. Pengumpulan Data RWL
Pengumpulan data RWL sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Komponen horizontal 66 cm
Komponen vertikal 99 cm
Sudut 45
Frekuensi pengankatan 4 pengangkatan/menit

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

R = 4 jam
M = 1.7 kg
Lc = 23 kg
Hm =25/ H
Vm = 1-0,00326 x ( v-69)
Dm = 0,86 + 4,5 %
Am = 1- 0,0032 A
Fm = 0,45
Cm = 0,8

4.1.2. Pengumpulan Data MPL


Pengumpulan data MPL dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.1.1. pengumpulan data MPL
No

Segmen

Jarak titik masa dari bagian

Sudut

.
1

Tealapak tangan

bawah
17

1=20

Lengan bawah

28

2 = 20

Lengan atas

32

3=80

Punggung

50

4 =45

Inklinasiperut

H = 50

Inklinasipaha

H = 50

BAB V
PENGOLAHAN DATA
5.1. Pengolahan Biomekanika
5.1.1. Penentuan Nilai MPL
Penentuan nilai RWL dapat dilihat pada perhitungan dibawah ini :
1. Menentukan berat
a. Wo = m.g =1.7 . 10 = 17 N
b. Wbadan= m.g = 65. 10 = 650 N
c. WH = 0.6% X Wbadan= 0,6% X 650 = 3.9 N
d. WLA= 1.7% X Wbadan= 1.7% X 650 = 11.05 N
e. WUA= 2.8% X Wbadan= 2.8% X 650 = 18.2 N
f. WT= 50% X Wbadan= 50% X 650 = 325 N
2. Menentukan Gaya
a. Telapak tangan
Fyw= Wo/2 + WH = 17/2 + 3.9 = 12.4
b. Lenganbawah
Fyc= Fyw+ WLA= 12.4 + 11.05 = 23,9

c. Lenganatas
Fys= Fye+ WUA= 23,9 + 18.2 = 42.1
d. Punggung
Fyt= Fys+ WT = 42.1 + 325 = 367.1
3.Menentukan Momen
1.
Menentukan momen
a. Telapaktangan
(W O +W H ) X SL1 X cos2
M W =
2

(17+3.9) x 17 x cos 20
2

166.9
b. Lengan bawah
W
F

( LA X 2 X SL2 X cos 2)+


M C =M W +
20
12.4 x 43 x cos 20
11.5 x 43 x 28 x cos +
166.9+

292.37
c. Lengan atas

W
F

( UA X 3 X SL3 X cos 3 )+
M S =M C +
292,37+ (18.2 x 43,6% x 32 x cos 80) + (23,5 9x 32 x cos

80)
467.04
d.Punggung
W
2F

( T X 4 X SL4 X cos 4 )+
M I =2 M S +

2(467,04)+ (325 x 43,6% x 32 x cos 80) + (2 (23,9) x 32 x


cos 80)
= 1987.08
4. Gaya perut danTekanan perut

430.36( H + T )

4
10
PA=
430.36(50+ 50)

104

106.518,05

FA=PA X AA=106.581,05 X 465=49.560.188,2


5. Gaya otot pada spinal erector
FM X E=M L5 FA X D
S1

FM X 0.05 = 12.896,18 X 0.11


12.896,18 X 0.11
FM =
= 28.371,596
0.05
6. Menghitung berat total
W TOT =W 0 +2 W H + 2W LA +2W UA +W T
17+2 ( 3.9 ) +2 ( 11,5 ) +2 ( 18.2 ) +325
409.2

7. Menentukan gaya kompresi / tekan pada L5/S1


W
( tot X cos 4 )F A + F M
F C =
( 409.2 X cos 45 )49.560 .188,2+28.371,596
- 49531
Dikategorikan FC aman karna FC < AL adalah -49531

5.1.2. Penentuan Nilai RWL


RWL = LC x Hm x Dm x Am x Fm x Cm

= 23 x 25/65 x 1,00326 x ( 99 66 ) x 0,82 + 45/4 + 1 0,0032 ( 45 ) x 0,45


x 0,90
= 25.23

BAB VI
ANANLISIS DAN EVALUASI
6.1.

Analisis

6.1.1. Analisis Biomekanika


6.1.2. Analisis Hubungan Biomekanika dan Postur Kerja pada Aktifitas
Biomekanika berhubungan dengan beban kerja yang dilakukan pada saat
bekerja sedangkan postur kerja adalah posisi operator saat bekerja. Postur kerja yang
telah dinilai dapat dilihat pada laporan praktikum modul IV.

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nilai dari penentuan gaya telapak tangan (Fyw) = 12.4


Nilai dari perhitungan gaya lengan bawah (Fys ) = 42.1
Nilai dari perhitungan gaya lengan atas (Fyc ) = 23,9
Nilai dari perhitungan gaya punggung ( Fys ) = 367.1
Nilai dari perhitungan momen telapak tangan (Mw ) = 166.9
Nilai dari perhitungan momen lengan bawah ( Mc ) = 292.37
Nilai dari perhitungan momen lengan atas ( Ms ) = 467.04
Nilai dari perhitungan momen punggung (Mi) = 1987.08

7.2. Saran

Saran pada praktikum modul ini yaitu pada setiap perusahaan/ instansi harus
menerapkan biomekanika dan postur kerja yang baik sehingga tidak menimbulkan cedera
apabila pekerjaan dilakukan berulamg-ulang dalam jangka waktu yang lama.