You are on page 1of 20

19

BAB III
TINJAUAN KASUS
TINJAUAN KASUS
1. Pengkajian
a. Pengumpulan Data
1) Data Biografi
a) Identitas Klien
Nama

: Tn. M

Umur

: 27 Tahun

Jenis kelamin

: Laki - laki

Agama

: Katholik

Pendidikan

: Sarjana

Pekerjaan

: Wiraswasta

Status Marital

: Belum menikah

Suku / bangsa

: Jawa / Indonesia

Tanggal masuk RS

: 06 September 2016 Jam 08.10

Tanggal Pengkajian

: 13 September 2016 Jam 09.50

No. Medrec

: 06010150

Diagnosa Medik

: Diare Akut pada ODHA

Alamat

: Jl. Raya Mundu No: 66 Purwokerto

b) Identitas Penanggung Jawab


Nama

: Ny. A

Umur

: 65 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Katholik

Pekerjaan

: Tidak bekerja

Pendidikan

: SMA

Hubungan dengan Klien : Anak


Alamat

: Jl. Raya Mundu No: 66 Purwokerto

20

2) Riwayat Kesehatan
a) Riwayat Kesehatan Sekarang
(1) Keluhan saat masuk RS
Dua minggu sebelum berobat ke RS Margono Soekardjo
klien mengeluh pilek dan mencret dan berat badan
dirasakan menurun, tanggal 19 Agustus klien berobat ke RS
Margono

Soekardjo

dan

dilakukan

pemeriksaan

laboratorium anti HIV dan klien diduga AIDS tapi untuk


memastikan

diagnosa

tersebut

dianjurkan

dilakukan

pemeriksaan konfirmasi anti HIV Western Blot ke RSUPN


Cipto Mangunkusumo. Dan klien disarankan dirawat di RS
Margono Soekardjo. 4 hari sebelum berobat ke RSMS klien
mengeluh mencret 5 x/ hari konsistensi cair tanpa disertai
lendir dan darah, perut klien dirasakan nyeri, badan klien
terasa lemas. Tanggal 06 Januari 2006 klien berobat ke
RSHS kemudian dirawat di ruang 10A.
(2) Keluhan saat pengkajian
Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 13 September 2016
pukul 09.50 WIB klien mengeluh demam, dan mencret 6-7
kali sejak satu hari yang lalu, dengan konsistensi cair (+),
darah (-), lendir (-), mencret dirasakan bertambah ketika
mengkonsumsi makanan pedas, klien mengatakan mencret
disertai sakit pada daerah perut, klien mengeluh mual saat
makan tanpa muntah dan klien juga mengatakan sakit pada
waktu menelan.
b) Riwayat kesehatan dahulu
Klien mengatakan pernah mengalami penyakit mencret sampai
terjadi penurunan berat badan, nafsu makan berkurang dan
timbul bercak-bercak putih pada mulut, klien hanya berobat ke
dokter praktek dan klien mendapatkan obat anti diare dan
vitamin, klien mengaku sering mengkonsumsi zat-zat narkoba

21

dan melakukan hubungan seks yang bebas tanpa memakai


pengaman.
c) Riwayat kesehatan keluarga
Klien menyangkal dikeluarganya ada yang menderita penyakit
menular seperti TBC, penyakit turunan seperti kencing manis,
dan hypertensi / darah tinggi. Klien mengatakan penyakit yang
saat ini diderita, hanya dirinya di keluarga.
3) Pola aktivitas sehari hari
No
1
1

Jenis aktivitas
2
Nutrisi
a.

Makan

Di rumah
3
Klien

dengan

Makan dengan bubur,

nasi putih, sayur, dan

sayur, dan lauk pauk

lauk pauk, buah kadang-

dengan

kadang.

buahan: pisang, lemon,

Klien mengatakan tidak

serta

pepaya.

Klien

mempunyai

juga

sempat

makan

dalam

makan

Di Rumah Sakit
4

pantangan

mengkonsumsi

makanan. Klien makan

telur.

makanan pedas yang


dibawa adiknya.

sehari 3x, satu porsi

Klien hanya dapat

habis. Tidak ada keluhan

menghabiskan porsi,

mual dan muntah.

makan sehari 3x, klien


mengeluh
makan

b.

Minum

Buah-

mual
dan

saat
tidak

Klien minum setiap kali

muntah.

merasa haus, dan setiap

Minum air putih sehari

habis

mencapai 4 botol aqua

makan.

Sehari

rata-rata 10 gelas air

500 ml

putih ( 1 gelas = 250 cc)


2

Eliminasi
a.

BAB

Klien mengatakan setiap

Klien

hari

BAB 6-7 x/hari cair,

BAB

5x/hari,

mengatakan

konsistensi cair, darah

tidak

berlendir

dan

dan lendir (-), warna

berdarah dalam faeces

faeces kuning.

saat BAB

22

2
BAK

b.

3
Klien BAK 3-4 x/hari

Klien

4
BAK

tidak

warna

kuning

ada

keluhan

apapun saat berkemih

3x/hari

merasakan

tidak

keluhan

apapun saat berkemih.


3

Personal hygiene
a.

Mandi

Sehari

2-3

kali,

memakai sabun

Klien

dapat

mandi

sendiri 1x/hari dengan


memakai sabun.

b.

Gosok
gigi

Sehari 2x memakai odol

Klien

mengaku

dan sikat gigi

menggosok gigi 2 hari


sekali.

Klien
c.

Keramas

keramas

kali/minggu

memakai

shampo

Klien keramas 1x pada


saat

awal

masuk

RSHS dan membasahi


rambut tiap kali mandi

Klien
d.
4

senantiasa

Gunting

menggunting

kuku
Istirahat dan tidur

minggu 1 kali

a.

Klien tidak pernah tidur

Sering,

siang karena kerja di

sebentar antara -1

bengkel

jam

Siang

kuku

dari

Klien mengunting kuku

pagi

sekali selama dirawat

sebentar-

sampai sore
b.

Malam

Klien dapat tidur dengan

Klien

nyenyak

mulai

pukul

sering terbangun dari

kadang

pukul

tidur

dikarenakan

01.00 baru tidur sampai

mencret

yang

pukul 06.00
Klien bekerja tiap hari

menerus.
Klien

mengatakan

mengelola bengkel dari

kegiatan

di

pagi sampai sore.

hanya tidur dan baca

23.00

Aktivitas

koran
TTS

4)

Pemeriksaan Fisik
a) Sistem Pernafasan

mengatakan

serta

terus

bangsal
mengisi

23

Pernafasan melalui hidung, tidak ada pernafasan cuping hidung


(pch). Ukuran dan bentuk hidung simetris, tidak ada deviasi
septum, hidung kokoh, tidak ada sekret, terdapat bulu hidung
(fibrise), Tidak terdapat polip, pola nafas reguler, frekwensi
28x per menit, tes kepatenan kuat nostril kanan dan kiri.
Diameter dada antero posterior (AP) 2:1, Pergerakan dada
simetris antara kanan dan kiri, tidak ada nyeri tekan, auskultasi
bunyi nafas vesikuler pada seluruh area paru serta tidak
ditemukan ronchi dan wheezing. Perkusi suara vokal premitus
terdapat pada kedua paru. Ekspansi paru kanan dan kiri sama.
b) Sistem Kardiovaskuler
Konjunctiva warna merah muda (tidak pucat), bibir tidak
cyanosis, Ictus cordis terdapat pada line midklavikula inter
costalis (ICS) V, tidak ada peninggian jugular vena pressure
(JVP), pada pemeriksaan auskultasi bunyi S1 pada daerah katup
trikuspidal dan mitral, bunyi S2 pada daerah katup aortik dan
pulmonal di sela iga II parasternal kiri dan sela iga II
parasternal kanan. Bunyi jantung murni reguler, tidak ada murmur, tidak ada oedema tungkai, tidak ada clubing finger,
capilary refile time (CRT) < 3 detik, akral hangat. Burgeur tes
negatif, Homan tes negatif, tensi darah 90/60 mmHg, Nadi 104
x per / menit.
c) Sistem Pencernaan
Bibir tidak cyanosis, mukosa mulut dan bibir agak kering,
terdapat bercak-bercak putih tipis di sisi lidah dan gusi, ukuran
dan bentuk simetris, warna gigi agak kuning, jumlah tidak
lengkap, ditemukan nyeri menelan, uvula kaku dan tampak
kemerahan, bentuk abdomen agak cekung, lembut, tidak teraba
massa, tidak terdapat lesi / luka bekas operasi, turgor kulit
lambat, auskultasi bising usus 34x per menit, pada perkusi
terdapat bunyi tympani pada seluruh daerah abdomen, kecuali

24

pada kwadran kanan atas hypocondriac kanan (organ hati),


pada palpasi terdapat nyeri tekan, ukuran hati tidak membesar,
berat badan sebelum sakit 55 kg dan sesudah sakit 45 kg, LILA
16cm.
Susunan gigi geligi

0212 2121
3 2 1 2 2 10 2 3

d) Sistem Perkemihan
Tidak terlihat distensi kandung kemih, tidak teraba pembesaran
ginjal, tidak terdapat nyeri ketok costavertebra, tidak ada
1
oedema palpebra, klien dapat berkemih 3-4 x/hari + 100 cc
warna kuning jernih tanpa ada keluhan
e) Sistem Reproduksi
Area genital tidak dapat dikaji karena klien merasa malu. Klien
hanya mengatakan penisnya tidak dapat ereksi.
f) Sistem Endokrin
Tidak ada gambaran moon face, tidak terdapat pembesaran
kelenjar tyroid, tidak nampak pembesaran kelenjar getah
bening, tidak ada gerakan tremor / ektra piramidal.
g) Sistem Muskuloskeletal
a. Atas
Ukuran simetris, bentuk normal, tidak ada poli dan
syndactyli, tidak terdapat atropi, tidak terdapat gambaran
tromboplebitis, gerakan bebas. Refleks bisep +/+, trisep +/
+, radiobrakhialis +/+. Kekuatan otot 5/5
b. Bawah
Ukuran simetris, bentuk normal, tidak ada deformitas,
pergerakan bebas, Homan tes negatif, tidak ada oedema
tungkai, kekuatan otot 5/5, refleks achiles +/+, Refleks
patela +/+, refleks babinski negatif. Sensasi tajam tumpul
positif.
h) Sistem Integumen

25

Warna kulit sawo matang, kulit ekstremitas atas dan bawah


kering dan bersisik terdapat keropeng diektrremitas atas dan
bawah, rambut panjang warna hitam dan tampak kotor,
distribusi merata, tidak mudah dicabut, kuku pendek bersih,
tidak terdapat luka bekas operasi, badan klien teraba panas
dengan temperatur: 38.2oC per axila menggunakan termometer
air raksa. Turgor kulit menurun.
i) Sistem Penglihatan, Pendengaran, Wicara
Tidak terdapat gangguan pada penglihatan, wicara dan
pendengaran baik, terbukti klien dapat membaca dan menjawab
pertanyaan yang diajukan dengan benar, tidak menggunakan
alat bantu baca dan pendengaran.
j) Sistem Persyarafan
1. Fungsi serebral
(a) Status Mental

Orientasi
Klien dapat membedakan, petugas dan sesama
pasien. Klien dapat menyebutkan tanggal, bulan,
tahun, keberadaannya saat ini, dan di kota mana ia
berada.

Daya Ingat
Tidak terdapat gangguan baik jangka panjang, dan
pendek, Klien dapat menyebutkan ulang 3 nama
objek dengan jelas yang diperlihatkan

perawat.

Klien dapat mengingat tahun kelahiran saat ditanya


ia menjawab tahun 1978.

Perhatian / Konsentrasi
Klien dapat meneruskan 5 angka kedepan dan
kebelakang dari pengurangan yang disebutkan
perawat.

26

Konsentrasi
Caranya perawat menyebutkan kata-kata yg tdk
berhubungan kemudian klien disuruh mengulang.
Misal : Dan, Jika, Kalau, Apabila, Atau. & mobil,
makan, mandi, tidur, terbang.Bahasa dan Wicara
Tidak mengalami gangguan wicara, intonasi sesuai
dengan keadaan emosi, klien menggunakan bahasa
Indonesia saat wawancara, vokal jelas dan dapat
dimengerti, komunikasi non verbal sesuai dengan
emosi / afek (keadaan topik pembicaraan).

(b) Kesadaran
Kompos mentis
2. Fungsi syaraf kranial
(a) Nervus I (Olfaktorius)
Fungsi

penciuman

tidak

terganggu,

klien

dapat

membedakan dan mengenal antara bau kayu putih dan


kopi dengan mata tertutup secara bergantian pada kedua
nostril.
(b) Nervus II (Optikus)
Klien dapat membaca koran pada jarak +30, lapang
pandang tidak mengalami penyempitan.
(c) Nervus III, IV, VI (Okulomotorius, trochlearis, abdusen)
Klien dapat menggerakan bola matanya ke arah yang
diperintahkan pengkaji (lateral,medial, oblique inferior
dan superior), pupil isokor, bereaksi terhadap cahaya.
(d) Nervus V (Trigeminus)
Klien dapat merasakan pilinan kapas pada wajah, otot
maseter kuat, reflek kornea positif, fungsi mengunyah
baik.
(e) Nervus VII (Facialis)

27

Klien dapat merasakan rasa manis, asin pada 2/3


anterior lidah, klien dapat menyeringai, mengerutkan
dahi, dan mengedepankan kedua bibir ke arah depan
(f) Nervus VIII ( Auditorius)
Klien dapat mendengar bisikan yang diberikan perawat
dengan telinga sebelah tertutup dan klien dapat
mengulanginya dengan benar, tes tunjuk jari-hidung
dapat dilakukan klien.
(g) Nervus IX (Glosofaringeus)
Klien dapat merasakan rasa pahit pada 1/3 posterior
lidah
(h) Nervus X (Vagus)
Fungsi menelan terganggu, klien dapat membuka mulut,
uvula

kaku

dan

tampak

kemerahan

saat

klien

mengatakan ah
(i) Nervus XI (Asesorius)
Klien dapat menggerakan leher ke kanan dan ke kiri
tanpa hambatan, otot sternokledomastoideus tegang saat
klien melawan daya yang diberikan pada mandibula
oleh pengkaji. Klien dapat menahan beban yang
diberikan pada bahunya
(j) Nervus XII (Hypoglosus)
Klien dapat menjulurkan lidah, menggerakannya ke
kanan dan ke kiri.
5)

Data Psikologis
(a) Status Emosi
Emosi klien stabil, klien aktif menjawab pertanyaan, tidak
mudah tersinggung, afek dan mimik muka sesuai keadaan.

(b) Kecemasan

28

Klien mengaku bahwa dirinya diduga dengan diagnosis AIDS,


Klien bertanya kepada perawat apakah benar dia sudah positif
mengidap HIV? serta menanyakan; Apakah penyakit saya bisa
disembuhkan?? ekspresi wajah klien tampak cemas dan
gelisah.
(c) Pola Koping
Klien mengatakan bila mempunyai masalah klien hanya
mengatasinya sendiri kemudian bergaul dengan teman-teman
dan untuk mengalihkan masalahnya klien minum-minuman
beralkohol sampai mabuk dan melakukan hubungan sexual
dengan PSK (Pekerja Sex Komersial).
(d) Gaya Komunikasi
Pada saat berkomunikasi klien cenderung diam, vokal jelas,
menggunakan bahasa Indonesia saat wawancara, sehari-hari
klien menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia.
6)

Konsep Diri
(a) Gambaran diri
Klien mengatakan menyukai seluruh bagian tubuhnya, tetapi
merasa malu dan bingung karena sejak menderita sakit ini
penis klien tidak dapat ereksi.
(b) Harga Diri
Klien mengatakan merasa bersalah atas perbuatannya selama
ini dan klien merasa malu dengan keadaan dirinya yang diduga
mengidap HIV,
(c) Peran Diri
Klien seorang pemuda sudah bekerja mengelola bengkel dan
dapat mencukupi kebutuhannya sehari-hari serta membiayai
kuliah adiknya..

(d) Identitas Diri

29

Klien mengaku diriny


a adalah seorang bujangan, pendiam, tidak gampang marah.
(e) Ideal Diri
Klien mengatakan dirinya ingin cepat sembuh dan kembali
menjalankan aktifitas di bengkel yang dikelolanya.
7)

Data Sosial
Hubungan klien dengan keluarga serta saudaranya baik, klien
ditunggu oleh saudaranya yang perempuan. Klien dapat menjalin
kerja sama dengan petugas dan sesama pasien di ruang perawatan.
Klien termasuk pribadi yang kooperatif.

8)

Data Spiritual
Klien beragama katholik, klien percaya penyakitnya dapat di
sembuhkan, klien mengatakan datangnya ke RS merupakan salah
satu usaha yang harus ia jalani karena penyakitnya merupakan
cobaan dari Tuhannya. Klien mengatakan jarang melakukan
peribadahan sesuai dengan agama yang di yakininya.

9)

Data Penunjang
Laboratorium.

No

Tanggal

1
1

2
6/09/16

Jenis pemeriksaan

Hasil

Nilai normal

Satuan

10.7
9.700
31,0
372.000

13-18
3.8-10.6rb
40-52
150-440 rb

gr / dl
/mm3
%
/ mm3

Kimia klinik
- Ureum
- Kreatinin
- GDS
- SGOT
- SGPT
- Albumin
- Globulin

43
1.12
123
60
59
2,3
1,9

15-50
0.6-1.1
< 140
sd. 37
Sd. 40
3,5-5,0
3,1-3,7

mg /dl
mg /dl
mg / dl
U/L0 C
U/L0 C
Gr/dl
Gr/dl

AGD
Ph Arteri
PCO2
PO2
HCO3Total CO2 Arteri

7,410
25,5
112,5
15,9
16,7

7,35 7,45
35 48
80 - 108
22 26
22 29

mmHg
mmHg
mmHg
meq/L
mmHg

3
Hematologi
- Haemoglobin
- Leucosit
- Hematokrit
- Trombosit

30

3
Base Excess Arteri
Saturasi O2
Urine
- Bj
- Ph
- Protein
- Reduksi
- Billirubin
- Urobillin
- Nitrit
- Keton
- Erytrosit
- Leucosit
- Epitel

4
-7,0
98,3

5
(-2) (+3)
95 98 %

1.005
7
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
4-8
Negatif
0-2

.002-1.03
4.8-7.5
Negatif
Negatif
Negatif
0.2-1.0
Negatif
Negatif
<1
<6
<6

Faeces
- Warna
- Konsistensi
- Lendir
- Eritrocyt
- Leukocyt
- Amoeba
- Telur cacing
Kalium
Natrium
Kalium
Natrium
Kalsium
Ureum
Kreatinin
Kalsium
Kalsium

Kuning
Lembek
Negatif
Negatif
0,1
Negatif
Negatif
Negatif
<1,5
132
1,6
137
2,9
32
1,1
1,9
1,9

3
4

7/09/16
8/09/16

9/09/16

6
7

10/09/16
11/09/16

Negatif
0,1 1
Negatif
Negatif
Negatif
3,6-5,5
135-145
3,6-5,5
135-145

6
meq/L

Ml / dl
/ Lpg
Lpg
/ Lpk

Meq/L
Meq/L
Meq/L
Meq/L
Meq/L

Pengobatan :
-

IVFD RL 3000cc/24jam

KCL 250 Eq dalam 500cc Dextrose 5%

Aspar k 3x2 tablet

Spasmal 3x1 tablet

Kotrimoksazol 2x400mg

OMZ 1x1 tablet

Itrakonazol 2x200 mg

Diet lunak rendah serat

b.Analisa Data
NO

DATA

Kemungkinan penyebab dan


dampak

Masalah

31

1.

DS :
-

Klien mengatakan
BAB 6-7 x/hari
Klien mengatakan
sakit pada daerah perut.
Klien mengatakan
mencret
dirasakan
bertambah
ketika
mengkonsumsi makanan
pedas
Klien mengatakan
mual

2.

DO :
BAB 6-7x/hari
Konsistensi feses
cair (+), lendir (-), darah
(-), warna feces kuning.
Turgor
kulit
menurun
Mukosa
mulut
dan bibir agak kering
Kulit kering dan
bersisik
Tensi
90/60
mmHg,
Nadi 104 x /
menit.
Respirasi
28x/menit
Suhu 38,2 0C
DS :
-

Klien mengatakan
merasa

bersalah

atas

perbuatannya selama ini


-

Klien
malu
dirinya

merasa

dengan

keadaan

yang

diduga

mengidap HIV

Pada
berkomunikasi

saat
klien

cenderung diam
-

Ekspresi

wajah

klien tampak cemas dan

Kekurangan
volume
cairan tubuh
berlebih

Diare tiap hari

Kehilangan cairan yang berlebihan

Kekurangan volume cairan tubuh


berlebih

Didiagnosa AIDS

Isolasi

sosial

Persepsi AIDS Penyakit Aib

Persepsi tidak diterima dalam


masyarakat

Isolasi sosial

DO :
-

Memudahkan
Invasi MO
melalui
Makanan &
minuman

Melepaskan
enterotoxin

Reaksi
imflamasi

Peningkatan
motilitas salcerna

Virus HIV
(Rotavirus)

Menurunkan
jmlh & fungsi
CD-4

32

gelisah
-

Klien

bertanya

kepada perawat apakah


benar dia sudah positif
mengidap HIV?
-

Klien

bertanya;

Apakah penyakit saya


bisa disembuhkan?

c. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


NO

Diagnosa Keperawatan

1.

Kekurangan volume cairan tubuh; berlebih

2.

berhubungan dengan diare tiap hari


Isolasi sosial berhubungan dengan prsepsi tidak
diterima dalam masyarakat

Ditemukan
(tanggal)

13-09-16
13-09-16

34

2. Perencanaan
No
1
1

Diagnosa Keperawatan
2
Kekurangan
volume
cairan
tubuh
berhubungan dengan diare tiap hari
DS:

berlebih

Klien mengatakan BAB 6-7x/hari

Klien mengatakan sakit pada daerah perut

Klien mengatakan mencret bertambah bila


makan makanan pedas

Klien mengatakan mual

Tujuan
3
Jangka Panjang :

BAB 6-7x/hari

Konsistensi feses cair (+), lendir (-), darah


(-), warna feses kuning.

Turgor kulit menurun

Mukosa mulut dan bibir agak kering

Kulit kering dan bersisik

Tensi 90/60 mmHg,

Nadi 104 x / menit.

Respirasi 28x/menit

Suhu 38,2 0C

1.

Volume cairan tubuh normal

untuk

Rasional
5
Memepertahankan

1.

minum sedikitnya 2500 ml/hari

keseimbangan

cairan,

dipertahankan

mengurangi rasa haus dan

Jangka Pendek :

melembabkan

Setelah

dilakukan

intervensi

selama 1 hari tercapai rehidrasi


Frekuensi

2.

Ukur intake dan out put

2.

Menunjukan

perfusi

ginjal dan status cairan


BAB < 3

3.

kali

Kaji turgor kulit, membran

3.

mukosa, dan rasa haus

Konsistensi lembek

Turgor kulit baik

Membran

mukosa

4.

Tanda vital stabil

Observasi tanda-tanda vital

5.

Anjurkan

4.

tidak

Indikator dari volume


cairan sirkulasi

klien

untuk

5.

menghidari makanan pedas


6.

Indikator

langsung dari status cairan

dan timbang BB.

lembab
-

membran

mukosa.

dengan kriteria :
-

DO:

Intervensi
4
Anjurkan klien

<

Kolaborasi

pemberian

Mendukung
berkurangnya diare

6.

cairan parenteral

Diperlukan

untuk

mendukung / memperbesar
volume sirkulasi dan jika
mual

atau

muntah

terus

menerus
7.

Berikan

anti

spasmodik

dan terapi lain sesuai order


-

Spasmal 3x1 tab

7.

Mengurangi
usus dan peristaltik

kejang

35

4
Jam 13.00-21.00-05.00
-

Aspar K 3x2 tablet


Jam 13.00-21.00-05.00

Kotrimoksazol 2x400mg
Jam 16.00 dan jam 04.00

OMZ 1x1 tablet


Jam 21.00

2.

Isolasi sosial berhubungan dengan persepsi tidak

Tupan : Persepsi tidak diterima

diterima dalam masyarakat

dalam masyarakat hilang

1.

Ditandai dengan :

Itrakonazol 2x200

mg

Jam 16.00 dan jam 04.00


Batasi/hindari

1.

penggunaan masker, baju dan

perasaan pasien akan isolasi

sarung

fisik

tangan,

jika

memungkinkan.
DS :
-

perbuatannya selama ini


-

Klien merasa malu dengan keadaan dirinya


yang diduga mengidap HIV

DO :
-

Setelah

dilakukan

intervensi

menciptakan

Tentukan persepsi
klien tentang situasi.

Isolasi
sebagian

dapat

mempengaruhi
pasien

perasaan

reaksi orang lain.

harga

diri,

dengan

3.
Klien dapat berinteraksi

Berikan
untuk

bicara

waktu 3.

dengan

klien

aktif dan terbuka dengan

selama dan diantara aktivitas

petugas

perawatan,

Klien

tampak

tidak

tetap

memberi

dukungan, perlakukan dengan

takut

diri,

klien menunjukan peningkatan

Ekspresi wajah klien tampak cemas dan


gelisah

2.

keperawatan selama tiga hari,

diam
-

2.

kriteria :
Pada saat berkomunikasi klien cenderung

dan

hubungan sosial yang positif.

Tupen :
Klien mengatakan merasa bersalah atas

Mengurangi

saat

penolakan
Pasien

mengalami isolasi fisik

akan

36

1
-

2
Klien bertanya kepada perawat apakah benar
dia sudah positif mengidap HIV?

Klien bertanya; Apakah penyakit saya bisa


disembuhkan?

3
murung

Klien
bersosialisasi

penuh
mau
dengan

4
penghargaan

5
dan

menghormati perasaan klien


4.

lingkungannya

Dorong

adanya 4.

Membantu

hubungan yang aktif dengan

memantapkan partisipasi pada

orang terdekat

hubungan sosial.
5.

5.

Indikasi bahwa

Waspadai gejala-

putus asa dan ide untuk

gejala verbal/nonverbal, misal:

bunuh diri sering muncul,

menarik

ketika

diri,

putus

asa

perasaan kesepian. Tanyakan

diketahui

kepasien:

perawatan,

apakah

pernah

berfikir untuk bunuh diri ?

tanda-tanda
oleh

ini

pemberi

pasien

umumnya

ingin

mengenai

perasaan

pada

berbicara
bunuh

diri, terisolasi dan putus asa.

39

3. Pelaksanaan
No

Tanggal

Waktu

Implementasi dan Evaluasi

Paraf

P
1
1

2
13-9-16

3
3

&
4
10.50

Nama
6

5
I:
Berikan kompres dingin
E:
DS: Klien mengatakan: Merasa nyaman dengan
kompres dingin
DO:-

13-9-16

10.55

I:
Menganjurkan banyak minum
E:
DS:
DO: Klien mau minum gelas

13-9-16

11.00

I:
Menganjurkan klien mengenakan pakaian tipis dan
mudah menyerap keringat
DS:
DO: Klien mau mengganti dengan pakaian yang tipis

13-9-16

11.00

I:
Anjurkan klien untuk menghindari makanan pedas
E:
DS: Klien mengatakan; Mengerti dan tidak akan
mengkonsumsi makanan pedas
DO: I:

13-9-16

11.05

1.

Menganjurkan
klien untuk batasi makanan yang menyebabkan mual
dan muntah

2.
6

13-9-16

3.
11.10
4.

E:
DS:DO:

Klien

40

tampak mengerti
I:
Menganjurkan klien untuk batasi cairan satu jam
sebelum makan dan pada saat makan
E:
DS:
7

13-9-16

11.15

DO: Klien mengerti


I:
Menganjurkan klien untuk makan dengan porsi
sedikit frekuensi sering
E:
DS:

13-9-16

11.20

DO: Klien mengerti


I:
Membatasi/menghindari penggunaan masker, baju
dan sarung tangan
E:
DS:

13-9-16

11.20

DO: Klien mau berkomunikasi dengan perawat


I:
Memberikan waktu untuk bicara dengan klien
selama dan diantara aktivitas perawatan, tetap
memberi
perlakukan

dukungan,
dengan

mengusahakan
penuh

verbalisasi,

penghargaan

dan

menghormati perasaan klien


E:
DS:DO: Klien mau berkomunikasi dengan perawat
10

13-9-16

11.35

secara aktif
I:
Mewaspadai gejala-gejala verbal / nonverbal, misal :
menarik diri, putusasa perasaan kesepian

41

5
E:
DS: Klien mengatakan Kesepian karena tidak ada
yang menunggu.

11

13-9-16

12.00

DO: terlihat tampak melamun


I:
Mengobservasi tanda tanda vital
E:
DS:DO:

12

13-9-16

12.05

Tensi : 90/60 mmHg

N: 98 x/mnt

R: 26 x/mnt

S: 37,7 0 C

I :
Kaji turgor kulit, membran mukosa, dan rasa haus
E:
DS:
Klien mengatakan : Masih merasa haus
DO:
Turgor kulit menurun, membran mukosa kering,