You are on page 1of 25

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

J DENGAN LANSIA LUMPUH DI


SOMODARAN BANYURADEN GAMPING SLEMAN

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Praktik Kerja Lapangan


Keperawatan Keluarga pada Diploma IV Keperawatan
Semester VI

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kelompok I
Alvionita Rosa N
NIM. P07120213002
Arsinda Prastiwi
NIM. P07120213007
Distia Taravella
NIM. P071202130
Eva Fakhrunnisa
NIM. P07120213017
Farida Sosiawati
NIM. P07120213018
Heryuni Prastiwi
NIM. P07120213019
Imsakul Fatimah
NIM. P07120213021
Kalifa Nurrahmad F
NIM. P071202130
Rohmad Adi S
NIM. P07120213035

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
PROSES KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Hari/tanggal

: Jumat, 18 Maret 2016

Waktu

: Pukul 15.00 WIB

Tempat

: Ruang tamu rumah keluarga Tn.J

Oleh

: Kelompok 1

Sumber data

: Tn.S, Ny.T, Tn.J

Metode

: Observasi, wawancara, pemeriksaan fisik

Alat pengumpul data

: Spygmomanometer, stetoskop

1. Struktur dan Sifat Keluarga


a. Identitas kepala keluarga
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Pendidikan Terakhir
Pekerjaan
Alamat

: Tn.J
: 85 Tahun
: Laki-laki
: Islam
: SD
::Somodaran, Banyuraden, Gamping,

Suku/ Kebangsaan

Sleman
: Jawa/Indonesia

Jumlah Anggota Keluarga

: 4 orang

2. Daftar Anggota Keluarga


No
1
2
3
4

Nama
Tn.S
Ny.T
An.I
An.D

Umur
(Tahun)

Agama

L/P

HUB.
Dg. KK

Pend.

Pekerjaan

45
40
15
8

Islam
Islam
Islam
Islam

L
P
L
L

Menantu
Anak
Cucu
Cucu

SMA
SMK
SD
-

Buruh pabrik
Buruh jahit
Pelajar
Pelajar

3. Keluarga yang meninggal


Ny.T

mengatakan

dikarenakan.
4. Genogram

bahwa

Ny.J

meninggal..tahun

yang

lalu

Ket

85t
h

45th

40 th

15th

8 th

Keterangan :
: Klien
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: Garis Keturunan
: Garis Pernikahan
: Tinggal satu rumah
5. Struktur Keluarga
Keluarga Tn.J adalah keluarga yang menganut patriakal dan keluarga
extended yang terdiri dari orang tua, anak, menantu, dan cucu
6. Hobi Masing-masing Anggota Keluarga
No

Nama

Waktu

Tempat

Manfaat

Saat
luang
Saat
luang
Pulang
sekolah

Di rumah

Hiburan

Di rumah

Hiburan

An.I

Macam
Hobi
Menonto
n tv
Menonto
n tv
Bermain

1
2

Tn.J
Tn.S

Ny.T

Sosialisas
i

An.D

Bermain

Pulang
sekolah

Di
lingkunga
n rumah
Di
lingkunga
n rumah

Hiburan

7. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Hubungan dalam keluarga Tn.J terjalin akrab, antara satu dengan
yang lain saling mendukung, menghormati, membantu bila ada

masalah. Ny.T mengatakan jarang terjadi permasalahan dalam


keluarga.
b. Fungsi Reproduksi
Tn.J mempunyai..anak salah satunya adalah Tn S. Tn.S dan Ny.T
mempunyai 2 orang anak laki-laki. Ny.T mengatakan belum
menopause menggunakan alat kontrasepsi
c. Fungsi Sosialisasi
Interaksi dalam keluarga terjalin dengan akrab baik antar keluarga
ataupun dengan masyarakat sekitar. Tn.T dan keluarga mengikuti
beberapa kegiatan di masyarakat seperti Rapat RT, Rapat RW, dan
gotong royong.
d. Fungsi Ekonomi
Tn.J sudah tidak berkerja karena usia dan kelemahan fisiknya.
Sumber penghasilan keluarga adalah dari Tn.S dan Ny.T yang bekerja
sebagai buruh di pabrik dan buruh jahit. Penghasilan keluarga ratarata dalam sebulan kurang dari 1 juta. Ny.T mengatakan bahwa
keluarganya tidak menabung karena penghasilan yang didapat
tergolong paspasan untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga.
8. Anggota Keluarga yang Berpengaruh terhadap pengambilan keputusan
Dalam keluarga Tn.J, pengambilan keputusan tidak pada Tn.J sebagai
kepala keluarga. Karena kondisi Tn.J yang sudah lansia, keputusan
dalam keluarga diambil oleh anak Tn.J yaitu oleh Tn.S.
9. Hubungan Antar Anggota Keluarga
a. Hubungan suami istri: tidak terjalin komunikasi antara Tn.J dan Ny.J
setelah setelah Ny.J meninggal. Komunikasi Tn.S dan Ny.T sangat
baik dan harmonis.
b. Hubungan orang Tua-Anak: Meski Tn.J sudah tidak mampu
berkomunikasi secara normal, Ny.T mengatakan setiap hari selalu
merawat dan memenuhi kebutuhan Tn.J
c. Hubungan anak dengan anak: Ny.T mengatakan anak-anak Tn,J
masih sering berkomunikasi baik secara langsung dengan berkunjung
atau melalui telepon.

d. Hubungan antar anggota baik dengan anggota keluarga dan keluarga


lain:

semua

anggota

keluarga

bersikap

ramah

dan

saling

menghormati antar sesama anggota keluarga maupun dengan


anggota keluarga lain.
10. Kebiasaan Anggota Keluarga Sehari-hari
a. Nutrisi
1) Frekuensi makan

: 3 kali/hari

2) Waktu makan : Ny. T mengatakan keluarga makan teratur pagi,


siang, malam walapun makan sendiri-sendiri/tidak makan
bersama-sama
3) Porsi makan

: Satu piring rata

4) Jenis Makanan

: Nasi dengan porsi cukup, lauk seadanya.

tahu, tempe dengan porsi cukup. Sayuran seadanya kadang


kangkung bayam, buncis, kacang panjang dengan porsi cukup,
dan buah.
5) Cara Pengolahan makanan

memenuhi

syarat

kesehatan

karena sebelum dimasak dicuci terlebih dahulu, dipotong-potong


dan dimasukkan ke dalam air yang mendidih.
6) Cara penyajian makanan

: disajikan langsung setelah selesai

masak. Tidak terdapat ruang makan kusus, keluarga biasa makan


di kursi dapur, ruang tengah dan depan tv dengan menggunakan
sendok kadang tangan tergantung jenis makanannya.
7) Kebiasaan makan keluarga: Keluarga Tn. J tidak memilki makanan
pantang tertentu. Akan tetapi Tn.J hanya mampu makan makanan
yang halus seperti bubur karena kemampuan untuk mengunyah
makanan tidak maksimal/tidak mampu makan makanan kasar.
Dalam sehari rata-rata keluarga Tn.J minum sebanyak 7-8 (1600
cc) gelas perhari untuk setiap anggota keluarganya berupa teh
pada pagi hari dan air putih.
b. Pola istirahat

Ny.T mengatakan Tn.J biasa tidur siang dan malam hari. Tn.J
tidak mengalami gangguan pada pola istirahat. Sepanjang hari
Tn.J menghaiskan waktunya di tempat tidur karena kemampuan

fisiknya yang lemah. Tn.S dan Ny.T tidur di malam hari 6 jam
karena harus bekerja di siang hari. An.I dan An.D tidur mulai
pukul 21.00 sampai 05.00 karena harus berangkat sekolah.
c. Rekreasi

Ny.T mengatakan jarang sekali berekreasi. Setiap hari Ny.T dan


Tn.S harus bekerja dan merawat Tn.J.
d. Pemanfaatan waktu senggang
Ny. T memanfaatkan waktu senggangnya dengan menonton tv,
berbincang-bincang dengan tetangga. Penggunaan efisien waktu
senggang cukup baik dan suasana waktu senggang menyenangkan
karena digunakan untuk hal yang bermanfaat dan menghibur.
e. Pola Eliminasi
1) Miksi
No.
1

Nama
Tn. J

2
Tn. S
3
Ny.T
4
An.I
5
An.D
2) Defekasi
No.
1
2
3
4
5
f.

Nama
Tn. J
Tn. S
Ny.T
An.I
An.D

Frekuensi
Tidak

Ket
Inkontinensi

teratur
5-6 x
5-6 x
5-6 x
5-6 x

a
-

Frekuensi
Tidak teratur
1x
1x
1x
1x

Ket
-

Higiene perorangan
Keluarga biasa mandi 2 kali/hari setiap pagi dan sore menggunakan
sabun dan menggosok gigi menggunakan sikat gigi dan pasta gigi 2
kali/hari saat mandi. Keluarga mencuci rabut setiap dua hari sekali
menggunakan sampo, engganti pakaian setelah andi, menggunting
kuku ketika sudah panjang, dan mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan. Ny.T mengatakan setiap pagi dan sore hari
memandikan Tn.J dan mengganti pakaian dan alas tidur Tn.J ketika
basah.

g. Kebiasaan Keluarga yang Merugikan


Ny.T mengatakan tidak ada kebiasaan keluarga yang dianggap
merugikan. Tn.S mengatakan bahwa sudah lama dirinya tidak
merokok.
11. Faktor Sosial, Ekonomi, dan Budaya
a. Penghasilan
1) Penghasilan utama
Penghasilan utama keluarga Tn.J adalah dari upah kerja yang
didapat Tn.S dan Ny.T setiap bulan
2) Penghasilan tambahan : Tidak ada
b. Penggunaan dan pemanfaatan dana keluarga per bulan
Ny.S mengatakan penghasilan yang didapat setiap bulan kadang
masih kurang untuk mencukupi kebutuhan harian seperti makan,
biaya pendidikan, dan biaya kesehatan Tn.J.
c. Pengelola ekonomi keluarga
Ekonomi keluarga diatur oleh Ny.T sebagai ibu rumah tangga
d. Hubungan anggota keluarga dalam masyarakat
Ny. T mengatakan keluarganya mengikuti kegiatan yang diadakan di
lingkungan sekitarnya seperti RT, RW, gotong royong, dll
e. Fasilitas untuk pertemuan masyarakat
Pertemuan biasa dilakukan di masjid (untuk acara sosial), di rumah
ketua Dusun, Ketua RT, dan rumah warga secara bergiliran seperti
untuk arisan.
12. Faktor Rumah dan Lingkungan
Keluarga Ny.S tinggal di rumah milik sendiri. Dinding rumah permanen
terbuat dari batu bata, lantai berupa semne, langit-langit rumah tidak ada,
dan atap rumah adalah genting. Ventilasi rumah berasal dari pintu,
jenjela, dan lubang-lubang udara diatas pintu dan jendela. Penerangan
rumah menggunakan listrik. Keluarga membuka jendela rumah pada pagi
hari dan menutup jendela pada sore hari.
a. Kebersihan rumah

Rumah disapu setiap hari. Tidak ada sampah yang berserakan di


dalam rumah dan di luar rumah.
b. Sarana memasak

Keluarga Tn.J masak menggunakan bahar bakar gas. Peralatan dapur


disimpan di almari dan rak piring. Dapur nampak bersih, rapi dan
terdapat pintu yang menghubungkan ke luar. Terdapat bak sampah
pada dapur danSetiap selesai memasak peralatan masak dibersihkan
dan dicuci
c. Sampah
Keluarga Tn.J mengelola sampah dengan cara dibakar. Tempat
sampah?????????
d. Sumber air

Sumber air minum keluarga Tn.J berasal dari sumur. Kualitas air tidak
berwarna, tidak berasa,dan tidak berbau. Tidak terdapat pencemaran
air
e. Jamban keluarga

Terdapat jamban keluarga yang letaknya di kamar mandi. Jamban


yang digunakan adalah jenis jongkok (leher angsa). Jamban selalu
dibersihkan setiap hari. Tembok kamar mandi bersih tidak terdapat
kerak dan lumut
f.

Pembuangan air limbah

Limbah milik rumah tangga Tn. J dibuang melalui saluran


pembuangan yang menuju ke septic tank. Kontruksi saluran dan
penampungan limbah permanen, dan tertutup. Jarak limbah dengan
sumber air : lebih dari 10 meter. Bau limbah tidak menyengat dan
tidak terjadi penyumbatan air.
g. Kandang ternak
Keluarga mempunyai kandang ternak yaitu ayam yang letaknya di
luar rumah. Sebelah mana??? Kebersihan????
h. Halaman
Keluarga mempunyai halaman yang terletak di depan rumah.
Pemanfaatan??? Kebersihan???

i.

Kamar mandi
Keluarga punyan kamar mandi letaknya di dalam rumah. Bak mandi
terbuat dariplastik (ember). Kamar mandi bersih??? Licin???

j.

Lingkungan
Rumah keluarga Tn.J berada di desa yang letaknya di pinggiran
tepatnya adalah di wilayah perbatasan antara kabupaten sleman, dan
kabupaten bantul. Lingkungan tempat tinggal nmpak ramai karena
letaknya sekitar 500m dari jalan lingkar.

k. Fasilitas pendidikan
Di lingkungan tempat tinggal keluarga Tn.J terdapat 2 SMA dan 1 TK
yang jaraknya kkurang dari 1 km
l.

Fasilitas perdagangan
Fasilitas perdagangan terdekat yaitu warung kelontong dan took
swalayan letaknya masih berada dalam 1 dusun.

m. Fasilitas peribadatan
Masjid terletak sekitar 400 m dari rumah keluarga Tn.J
n. Fasilitas kesehatan
Fasilitas kesehatan yang terdekat adalah PMI ( jarak sekitar 500m)
dan puskesmas Gamping II (jarak 1,5 km)
o. Sarana hiburan
Sarana hiburan yang dimiliki keluarga adalah televisi
p. Fasilitas transportasi
Transportasi yang digunakan keluarga yaitu sepeda motor dan
sepeda.
13. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Riwayat Kesehatan Keluarga
Riwayat kesehatan sekarang :
Ny. T mengatakan bahwa Tn.J sudah tidak mampu jalan dan berdiri
karena faktor usia. Ny.T mengatakan setiap hari merawat Tn.J
meskipun dirinya juga harus bekerja. Saat jam istirahat, Ny. T pulang
ke rumah untuk melihat keadaan Tn.J, membantu makan, dan
mengganti alas tidur yang sudah basah. Ny.T mengatakan tidak

pernah mengganti-ganti posisi tidur Tn.J kecuali ketika akan


memandikan atau menyuapi Tn.J.
Riwayat kesehatan dahulu :
1) Tn. J
Ny.T mengatakan bahwa sebelum Tn.J tidak bisa berdiri dan
berjalan

dulunya

Tn.J

sering

terjatuh

karena

gangguan

keseimbangan akibat usianya yang sudah masuk lansia. Ny.T


mengatakan setiap hari merawat Tn.J meskipun dirinya juga harus
bekerja. Saat jam istirahat, Ny. T pulang ke rumah untuk melihat
keadaan Tn.J, membantu makan, dan mengganti alas tidur yang
sudah basah. Ny.T mengatakan tidak pernah mengganti-ganti
posisi tidur Tn.J kecuali ketika akan memandikan atau menyuapi
Tn.J.
2) Tn.S
Tn.S mengatakan tidak mengalami masalah kesehatan pada
dirinya. Tn.S mengatakan bahwa sudah sejak lama dirinya tidak
merokok.
3) Ny.T
Ny.T mengatakan tidak mengalami masalah kesehatan pada
dirinya.
4) An.I
Ny.T mengatakan anaknya sehat dan tidak mengalami masalah
kesehatan
5) An.D
Ny.T mengatakan anaknya sehat dan tidak mengalami masalah
kesehatan
b. Pemeriksaan Fisik
1) Tanda-tanda vital
Pemeriksaan

Tn J

TD
160/90mmHg
Nadi
80 kali/menit
Respirasi
20 kali/menit
Suhu
2) Pemeriksaan head to toe

Pemeriksaan
KEPALA :

Tn. W
Mesochepal

Rambut

Beruban

Mata

konjungtiva tidak anemis

Hidung

Tidak ada secret

Telinga

Simetris ki-ka

Gigi mulut
LEHER :

gigi nampak kecoklatan dan kotor


Tidak ada pembesaran tonsil dan
vena jungularis

DADA :
Jantung

Nadi teraba.tidak ada peningkatan


vena jungularis dan tidak ada bunyi

c. Riw
ayat

tambahan
Paru

Ekspansi dada simetris, tidak


menggunakan otot bantu

PERUT

DAN

PUNGGUNG :

pernafasan
bising usus 14x/menit
Terdapat luka tekanan pada daerah
pantat berwarna kemerahan

KULIT :
Turgor
EXTREMITAS :

Turgor kulit baik


Extremitas kanan-kiri dapat
digerakkan namun ada kelemahan,
capilary refil <2 detik.
Ada luka tekanan di ekstremitas
bawah bagian belakang

kesehatan Mental-Psikososial-Spiritual
Ny.T mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang mempunyai
penyakit jiwa dan tidak ada anggota keluarga yang merasa depresi
sehingga mengasingkan diri dari lingkungannya. Keluarga Ny.T

menjalankan shalat 5 waktu setiap hari dan

juga rajin mengikuti

acara ibadah seperti pengajian di desanya


14. Presepsi Keluarga Terhadap Masalah
a. Presepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi
1) Resiko decubitus Tn.J
?????????????
2) Resiko jatuh Tn.J
??????????????
3) Pemenuhan kebutuhan hygiene Tn.J
???????????????????
b. Tanggapan/mekanisme koping keluarga terhadap masalah

Keluarga Tn J mengatakan jika ada masalah kesehatan, maka


saling mengungkapkan dan jika sakit dirasa sudah parah maka
akan dibawa ke puskesmas atau ke dokter terdekat.
B. Analisa Data
No
1

Data

Masalah
Resiko decubitus

DS :
-

Ny. T mengatakan
Tn.J

sudah

mampu

tidak

jalan

dan

berdiri karena faktor


usia
-

Ny.T

mengatakan

tidak

pernah

mengganti-ganti
posisi

tidur

Tn.J

kecuali ketika akan


memandikan

atau

menyuapi Tn.J
-

Ny.T

mengatakan

bagian pantat Tn.J


berwarna kemerahan

pada Tn.J

Penyebab

karena alas kasurnya


yang basah terkena
urin
DO :
-

Terdapat

luka

tekanan pada daerah


pantat

dan

bagian

kaki

belakang

nampak kemerahan
-

Tn.J

nampak

terbaring

di

atas

tempat tidur
DS:

Ketidakmampuan

keluarga mengenal

Ny.T
luka

mengatakan
pada

bagian

masalah dekubitus

pantat dan kaki Tn.J


disebabkan

karena

alas tidur yang kotor


DO
DS:
-

Ketidakmampuan

Ny.T

mengatakan

tidak

pernah

mengambil

posisi

keputusan

untuk

kecuali

mengubah

posisi

mengganti
tidur
saat

Tn.J

memandikan

keluarga

tidur Tn.J

dan saat menyuapi


DO
-

Tn.J
terbaring

nampak
terlentang

di tempat tidur
DS:

Ketidakmampuan

keluarga merawat

Ny.T

mengatakan

memberikan

salep

yang dibeli di apotek

Tn. J

pada luka Tn.J


DO:
-

Terdapat

luka

tekanan pada daerah


pantat

dan

bagian

kaki

belakang

nampak kemerahan
DS:

Ketidakmampuan

Ny.T

mengatakan

keluarga

setiap

hari

menciptakan

sibuk

bekerja
-

Ny.T

mengatakan

lingkungan

yang

kondusif

untuk

pulang ke rumah saat

mencegah

jam istirahat kerja

dekubitus

Ny.T

mengatakan

mengganti
Tn.J

sarung

yang

basah

terkena urin saat jam


istirahat

kerja

dan

sepulang kerja pada


sore hari
DO
-

Kondisi kamar Tn.J


nampak lembab

Tn.J
kasur,

tidur

diatas

dialasi

dan

tikar

diselimuti

dengan sarung
DS
-

Ketidakmampuan
Ny.T

mengatakan

keluarga

hanya membeli salep

memanfaatkan

di apotek

sumber-sumber

Ny.T

mengatakan

belum memeriksakan

kesehatan

luka

Tn.J

ke

puskesmas/klinik lain
DO
2

DS

Resiko jatuh pada

Tn. S mengatakan

Tn.J

Tn.J pernah jatuh


-

Ny. T mengatakan
tidak

ada

menjaga

yang

Tn.J

saat

Ny.T dan suaminya


pergi bekerja
DO:
-

Keterbatasan
gerak

ruang

Tn.J

karena

lumpuh
-

Tn.J

perlu

dalam

bantuan
kebutuhan

dasar
-

Kondisi tempat tidur


yang tinggi dan tidak
ada penghalang

DS

Ketidakmampuan

Tn.S

mengatakan

sebelumnya

Tn.J

masalah

pernah

Tn.S

jatuh

jatuh,

mengatakan

tidak

tahu penyebab jatuh


-

Tn.S

mengatakan

wajar kalau Tn.J jatuh


karena usianya sudah
tua
DO
-

keluarga mengenal

Ny.T tidak menyadari

resiko

bahwa

Tn.

bisa

jatuh lagi jika tidak


dijaga
DS

Ketidakmampuan

- Ny.T mengatakan tidak

keluarga

mengetahui
mengatasi

cara

mengambil

kejadian

keputusan

dalam

mengatasi

resiko

jatuh pada Tn.J


DO

jatuh

- Jika ditanya tentang


pencegahan kejadian
jatuh Ny.T tidak bisa
menjawab
DS

Ketidakmampuan

- Ny.T mengatakan Tn. J

keluarga merawat

ditinggal bekerja saat

anggota

keluarga

pagi dan sore

yang

beresiko

Ny.T

mengatakan

belum

melaporkan

kejadian

jatuh

jatuh

ke

Puskesmas
DO
-

Tidak

terpasang

pengaman agar Tn.J


tidak jatuh
DS
-

Ketidakmampuan
Ny. T mengatakan

keluarga

membaringkan

Tn.J

menciptakan

di

tidur

lingkungan

tempat

seadanya

kondusif

DO
- Tn. J terlihat berbaring
di tempat tidur yang
tinggi
3.

DS

Defisit

personal

yang

Ny. T mengatakan

hygiene pada Tn.J

jarang membersihkan
gigi dan mulut Tn.J
DO
-

Kebersihan gigi dan


mulut

Tn.J

tidak

terjaga
DS
-

Ketidakmampuan
Ny.T

mengatakan

merawat

anggota

jarang membersihkan

keluarga

yang

gigi dan mulut Tn.J

sakit

DO
- Tercium bau mulut pada
Tn.J
-

Gigi Tn. J terlihat


berkerak dan kotor

Penapisan
1. Resiko dekubitus
PARAMETER
Sifat Masalah

Kemungkinan

KRITERIA
Resiko

Mudah

diubah

HITUNGAN

SKOR

2
x1
3

0,67

2
x2
2

dicegah

Tinggi

3
x1
3

N
Kondisi
yang

Tn.J
sudah

lemah

dan

jarang

diubah

posisi

oleh

keluarga
Terdapat
fasilitas
kesehatan

2
x2
2
Kemungkinan

PEMBENARA

yaitu
1

puskesmas
Dengan
mengubah

posisi

tidur

secara berkala
dan

menjaga

kelembaban
tempat

tidur,

dekubitus pada
Tn.J
Urgensi

Masalah
tidak

0
x1
2

dapat

dicegah
Keluarga
mengatakan

dirasakan

bahwa

bagian

pantat dan kaki


Tn.J berwarna
kemerahan
karena

kotor

terkena urin
TOTAL

2,67

2. Resiko jatuh
PARAMETER
Sifat Masalah

Kemungkinan

KRITERIA
Resiko

Mudah

diubah

HITUNGAN

SKOR

2
x1
3

0,67

2
x2
2

PEMBENARA
N
Pernah terjadi
kejadian

jatuh

pada Tn.J
Terdapat
fasilitas
pelayanan
kesehatan
yang

Kemungkinan
dicegah

Tinggi

3
x1
3

mudah

dijangkau
Dengen
memberikan
lingkungan
yang

aman,

penerangan

yang

cukup,

dan
pengewasan
yang

optimal,

resiko
Urgensi

Masalah
tidak

0
x1
2

jatuh

dapat dicegah
Keluarga
mengatakan

dirasakan

Tn.

yang

jatuh itu wajar


karena

sudah

tua
TOTAL

2,67

3. Defisit personal hygiene


PARAMETER
Sifat Masalah
Kemungkinan

KRITERIA
Actual
Mudah

diubah

HITUNGAN

2
x3
3
2
x2
2

SKOR
2

PEMBENARAN
Sudah ada bau

dari mulut Tn. J


Terdapat
alat
untuk
membersihkan

Kemungkinan

3
x1
3

Tinggi

dicegah

mulut
Dengan
membersihkan
mulut

secara

berkala menjaga
Urgensi

Ada
masalah tapi
tidak

1
x1
2

1
2

perlu

kebersihan mulut
Keluarga
mengatakan Tn.
J yang jatuh itu

ditangani

wajar

karena

sudah tua
TOTAL

1
2

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


1. Defisit Personal Hygiene pada Tn.J di keluarga Tn.S berhubungan dengan:

a. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit

DS
- Ny.T mengatakan jarang membersihkan gigi dan mulut Tn.J
DO
- Tercium bau mulut pada Tn.J
- Gigi Tn. J terlihat berkerak dan kotor
2. Resiko Decubitus pada Tn.J di keluarga berhubungan dengan
a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dekubitus
DS:
-

Ny.T mengatakan luka pada bagian pantat dan kaki Tn.J disebabkan
karena alas tidur yang kotor

DO:
b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengubah
posisi tidur Tn.J
DS:
-

Ny.T mengatakan tidak pernah mengganti posisi tidur Tn.J kecuali


saat memandikan dan saat menyuapi

DO:
-

Tn.J nampak terbaring terlentang di tempat tidur

c. Ketidakmampuan keluarga merawat Tn.J


DS:
-

Ny.T mengatakan memberikan salep yang dibeli di apotek pada luka


Tn.J

DO:
-

Terdapat luka tekanan pada daerah pantat dan kaki bagian belakang
nampak kemerahan

d. Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk


mencegah dekubitus
DS:
-

Ny.T mengatakan setiap hari sibuk bekerja

Ny.T mengatakan pulang ke rumah saat jam istirahat kerja

Ny.T mengatakan mengganti sarung Tn.J yang basah terkena urin


saat jam istirahat kerja dan sepulang kerja pada sore hari

DO
-

Kondisi kamar Tn.J nampak lembab

Tn.J tidur diatas kasur, dialasi tikar dan diselimuti dengan sarung

e. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan sumber-sumber kesehatan


DS
-

Ny.T mengatakan hanya membeli salep di apotek

Ny.T

mengatakan

belum

memeriksakan

luka

Tn.J

ke

puskesmas/klinik lain
DO : 3. Resiko Jatuh pada Tn.J di keluarga Tn. S berhubungan dengan:
a. Ketidakmampuan mengenal masalah resiko jatuh
DS
-

Tn.S mengatakan sebelumnya Tn.J pernah jatuh, Tn.S mengatakan


tidak tahu penyebab jatuh

Tn.S mengatakan wajar kalau Tn.J jatuh karena usianya sudah tua

DO
-

Ny.T tidak menyadari bahwa Tn. J bisa jatuh lagi jika tidak dijaga

b. Ketidakmampuan mengambil keputusan dalam menangani resiko jatuh


DS
-

Ny.T mengatakan tidak mengetahui cara mengatasi kejadian jatuh


pada Tn.J

DO
-

Jika ditanya tentang pencegahan kejadian jatuh Ny.T tidak bisa


menjawab

c. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang beresiko jatuh


DS
-

Ny.T mengatakan Tn. J ditinggal bekerja saat pagi dan sore

Ny.T mengatakan belum melaporkan kejadian jatuh ke Puskesmas

DO
-

Tidak terpasang pengaman agar Tn.J tidak jatuh

d. Ketidakmampuan menciptakan lingkungan yang kondusif


DS
-

Ny. T mengatakan membaringkan Tn.J di tempat tidur seadanya

DO
-

Tn. J terlihat berbaring di tempat tidur yang tinggi

Perencanaan
No
Diagnosa
Tujuan
1 Defisit Personal Hygiene pada Tujuan jangka panjang :
Tn.J di keluarga Tn.S
Setelah dilakukan asuhan keperawatan
selama 2 x pertemuan, deficit perawatan
diri teratasi
Tujuan jangka pendek :
Setelah dilakukan asuhan keperawatan
selama 1 x pertemuan, keluarga mampu
membantu perawatan diri dengan kriteria
hasil :
a. keluarga membersihkan mulut Tn. J
minimal 1 kali sehari
b. keuarga mampu menjaga kebersihan
mulut Tn. J

Resiko Decubitus
Tn.J di keluarga

Intervensi

Rasional

1. Edukasi tentang pentingnya


menjaga kebersihan mulut
2. Ajarkan keluarga cara
membersihkan mulut
3. Motivasi keluarga untuk menjaga
kebersihan mulut Tn. J

1. Membuka pengetahuan
keluarga dapat
meningkatkan
partisipasi keluarga
untuk merawat klien
2. Teknik membersihkan
yang benar dapat
membersihkan mulut
secara efektif
3. Menambah rasa
percaya diri keluarga
untuk menjaga
kebersihan mulut klien.

pada Tujuan jangka panjang :


Setelah dilakukan asuhan keperawatan
selama 2 x pertemuan, dekubitus tidak
terjadi.
Tujuan jangka pendek :
1. Edukasi bahaya luka dekubitus
Setelah dilakukan asuhan keperawatan2. Motivasi keluarga untuk

1. Manambah wawasan
keluarga dalam

mengubah posisi klien 4


selama 1 x pertemuan, keluarga mampu
mencegah dekubitus dengan kriteria hasil :
jam
a. tidak ada tanda perlukaan di area tekan 3. Anjurkan keluarga untuk
b. keluarga membantu mobilisasi klien di
membersihkan area yang
tempat tidur
beresiko untuk dekubitus
c. Keluarga mampu memanfaatkan
terutama pada area yang
fasilitas kesehatan (puskesmas)
lembab
4. Anjurkan keluarga untuk
membawa klien ke
puskesmas

meningkat partisipasi
untuk merawat klien
2. Menambah rasa
percaya diri keluarga
untuk menjaga klien
agar tidak terkena
lukadi area tekan
3. Menambah
pengetahuan keluarga
dalam mencegah
dekubitus
4. Kondisi klien yang
mengalami penurunan
fungsi tubuh perlu
dipantau secara rutin
di Puskesmas

Resiko Jatuh pada Tn.J di Tujuan jangka panjang :


keluarga Tn. S

Setelah silakukan asuhan keperawatan


selama 2 x pertemuan, kejadian jatuh tidak
terjadi
Tujuan jangka pendek :
Setelah dilakukan asuhan keperawatan
selama 1 x pertemuan,keluarga mampu

1. Edukasi tentang resiko jatuh


2. Motivasi klien untuk memasang
pengaman tempat tidur

1. Manambah wawasan keluarga


dalam meningkat partisipasi

menciptakan lingkungan yang aman agar


kejadian jatuh tidak terjadi dengan kriteria:
a. Keluarga mampu menjelaskan cara
meminimalkan resiko jatuh
b. Keluarga mampu memasang
pengaman di sekitar tempat tidur
c. Keluarga tahu cara mengatasi kejadian
jatuh

3. Anjurkan kelurga untuk


mengawasi mobilisasi klien

untuk merawat klien


2. Menambah rasa percaya diri

keluarga untuk menjaga klien


agar tidak jatuh
3. Keluarga mampu
memberikan rasa aman pada
klien