You are on page 1of 1

Ukuran keberhasilan Proyek MES

1. Performance
Implementasi bukan hanya menjalankan IT secara fungsional. Tujuan yang ingin
dicapai dalam implementasi MES berupa penurunan lead time, minimasi presentase
scrap, ataupun peningkatan efisiensi. Dalam konteks ini, pencapaian tujuan
merupakan kriteria kesuksesan yang sebenarnya. Kesalahan yang sering dilakukan
adalah terlalu mengacu pada fixed bid sehingga mengabaikan kebutuhan
sebenarnya. Dampaknya, proyek implementasi MES ini dapat dikatakan gagal.
Intinya, performance harus searah dengan tujuan yang diharapkan.
2. Ongkos
Kebanyakan sponsor (top management) proyek bersedia menerima overbudget jika
mereka dapat melihat keuntungan langsung dari suatu proyek. Ini berarti bahwa
kesesuaian dengan initial budget bukan merupakan suatu keharusan dalam
mencapai kesuksesan proyek. Untuk mencapai suatu tujuan proyek, sebenarnya
overbudget mengindikasikan kegagalan. Jika terjadi overbudget, perusahaan perlu
mengevaluasi sejauh apa proyek berpengaruh terhadap kesuksesan bisnis
perusahaan. Apabila keuntungan yang diperoleh akibat terjadinya overbudget
sepadan dengan kesuksesan bisnis perusahaan, maka proyek tetap sebaiknya
dipertahankan. Pertimbangan ongkos juga perlu dilakukan secara periodik melalui
tingkat Return on Investment.
3. Waktu
Jika waktu eksekusi proyek lebih lama dari perencanaan, maka proyek dapat
dikatakan gagal. Keterlambatan eksekusi dapat berimplikasi pada terganggunya
perencanaan kegiatan produksi di perusahaan karena sistem belum siap digunakan.
Dampaknya, perusahaan akan mengalami masalah dalam aktivitas produksinya dan
mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, misalnya akibat pesanan yang tidak
terpenuhi. Oleh karena itu, analisis proyek perlu dilakukan secara mendalam
sebelum implementasi awal dilakukan untuk mendapatkan hasil perencanaan
proyek yang lebih akurat.
4. Fleksibilitas
Proyek MES biasanya bukan merupakan single event. Artinya, perubahan MES akan
terus terjadi untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dan proses bisnis
dari perusahaan. Oleh karena itu, MES yang dibuat harus fleksibel terhadap
perubahan yang mungkin dilakukan di masa depan. Tentunya, perubahan ini perlu
diimbangi dengan proses peninjauan, misalnya dengan meninjau tingkat Return on
Investment dan dampaknya terhadap strategi perusahaan. Pada beberapa kasus,
tujuan jangka panjang akan lebih diprioritaskan daripada tujuan jangka pendek.