You are on page 1of 3

ARTHROPODA

Praktikum ke-2
Hari / Tanggal

: Selasa / 27 September 2016

Tempat

: Lab Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

I.

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Dalam klasifikasi terdapat kingdom atau dunia animalia (hewan).
Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti filum
vermes dan filum Arthropoda. Di bumi ini, keanekaragaman hewan sangat
beragam jenisnya oleh karena itu, kita perlu mengklasifikasikannya.
Klasifikasi bertujuan untuk mempermudah mengenal objek yang
beranekaragam dengan cara melihat atau mencari persamaan dan
perbedaan ciri dan sifat pada objek tersebut. (Tambunan, at all, 2013)
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthro yang berarti
ruas, dan poda yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang
kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum Arthropoda memiliki
kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah species yang saat ini
telah diketahui sekitar 900.000 species. Hewan yang tergolong Arthropoda
hidup di darat sampai ketinggian 6000m, sedangkan yang dihup di air
dapat ditemukan sampai kedalaman 10.000 meter. (Hala yasminah, 2007)
Arthropoda (dalam bahasa latin, Arth : ruas atau buku atau segmen,
poda : kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku,
atau bersegmen. Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya. Tubuh
Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong triploblastik
selomata. Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan
sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh
Arthropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem
peredaran darah yang terbuka seperti laba-laba, lipan, kalajengking,
jangkrik, belalang, kaki seribu, udang, lalat, kecoa, dan lain-lain. (Darlia,
2014)
Ukuran tubuh Arthropoda beragam, beberapa diantaranya memiliki
panjang lebih dari 60cm, namun kebanyakan berukuran kecil. Begitu pula
dengan bentuk tubuh Arthropoda pun beragam. Hewan dengan filum
Arthropoda memiliki tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, dan
tubuhnya bersegmen. Tubuh dilapisi lapisan kutikula yang merupakan
rangka luar (eksoskeleton). Ketebalan kutikula sangat bervariasi,
tergantung dari species hewannya. Kutikula dihasilkan oleh epidermis
yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Pada waktu serangga
mengalami pertumbuhan, kutikula akan mengalami pengelupasan.
(Setiati, 2007)
Kutikula berfungsi melindungi tubuh bagian dalam, memberi bentuk
pada tubuh serangga dan dapat menjadi tempat melekatnya otot,
terutama yang berhubungan dengan alat gerak. Otot serangga merupakan
otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan
untuk melakukan gerak yang cepat. (Kamal Mustafa, 2008)

Arthropoda memiliki empat kelas yaitu kelas myriapoda, kelas


austaceal, kelas arachruda, dan kelas insekta. Arthropoda dalam dunia
hewan merupakan filum yang terbesar di dinua. Empat dari lima bagian
species hewan adalah Arthropoda, dengan jumlah diatas satu juta species
modern yang ditemukan dan rekor fosil yang yang mencapai awal
cambrian, jumlah speciesnya yaitu sekitar 900.000 species dengan
beragam variasi, jumlah ini kira-kira 80% dari spcsies hewan yang
diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, lau, tanah, dan
praktis semua di permukaan bumi dipenuhi oleh species ini. Arthropoda
dianggap berkerabat dekat dengan Annelida. Contohnya adalah di Afrika
Selatan. (Rusyana, 2011)
Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika
liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini
mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin.
Rongga tubuh utama disebut homocoel. Homocoel terdiri dari sejumlah
ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal
tubuhnya. (Wardani, 2013)
I.2 Tujuan
Untuk memahami keragaman Arthropoda dan perbedaan prinsip
antara serangga dan Arthropoda lain.
II.

Tinjauan Pustaka
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu arthos, sendi dan
podos, kaki oleh karena itu ciri-ciri utama hewan yang termasuk dalam
filum ini adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas. Jumlah species anggota
filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan filum yang lainnya yaitu
lebih dari 800.000 species. Contoh anggota filum ini antara lain kepiting,
udang , serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu.
Serta species-species lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil. Habitat
anggota filum Arthropoda ini di air dan di darat. (Hala, 2007)
Sejak tahun 1990 banyak ahli zoology membagi kelompok
Arthropoda menjadi filum Onychophora, filum Trilobita , filum Chelicerata,
filum Uniramia, dan filum Crustacea. Pemisahan ini terutama berdasarkan
perbedaan dalam hal struktur dan susunan kaki serta apendik yang lain.
Filum Arthropoda dibagi menjadi empat subfilum, yaitu Trilobita,
Chelicerata, Onychopora, dan Mandibulata. (Wardani, 2013)
Pada tubuh Arthropoda terdapat segmen. Tubuh Arthropoda
merupakan simetri bilateral dan tergolong triploblastik selomata. Ukuran
dan bentuk tubuh sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki
panjang lebih dari 60cm, namun kebanyakan berukuran kecil. begitu pula
dengan bentuk Arthropoda pun beragam. Tubuh Arthropoda bersegmen
dengan jumlah segmen ynag bervariasi. Pada setiap segmen tubuh
tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung
membentuk bagian tubuh yaitu caput (kepala), toralis (dada), dan
abdomen (perut). Arthropoda ditemukan adanya kutikula keras yang
membentuk rangka luar (eksoskeleton). Eksoskeleton disusun dari kitin
yang disekresikan oleh sel kulit. Eksoskeleton melekat pada kulit
membentuk perlindungan tubuh yang kuat. Eksoskeleton terdiri dari
lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yaitu fleksibel dan lunak.
Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Oleh

karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan


pengepulasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru.
Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau ekdisis.
Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalkan kepiting, udang, dan
laba-laba. (Erwin, 2011)
Filim Arthropoda saat ini yang paling beragam speciesnya, dalam
kerajaan hewan, terdiri lebih dari tiga-perempat dari semua species yang
dikenal. Approximatelly 1.100.000 species Arthropoda yang telah direkam,
dan kemungkinan bahwa lebih banyak dan tetap harus dikasifikasikan.
Pada kenyataannya, berdasarkan survei fauna serangga di kanupi hutan
hujan, banyak perkiraan species belum terdekskripsikan jauh lebih tinggi.
Arthropoda termasuk laba-laba, kalajengking, kutu, tungau, lerustasea,
kaki seribu, lipan, serangga, dan lainnya. Filum Arthropoda dibagi menjadi
empat kelas, yaitu Crustacea, Arachnida, Insecta, Myriapoda (Chilopoda
dan Diplopoda). (Rusyana, 2011)
Crustacea (dalam bahasa latinnya, Crusta kulit) memiliki kulit
yang keras udang, lobster, dan kepiting adalah contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada
yang hidup di darat. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas
berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
Entomostraca adalah Crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup
sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai
parasit. Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris Virens, Cyclops sp.
(Yuwono, 2005)
Archnoidea (dalam bahasa Yunani archno : laba-laba) disebut juga
kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja,
kalajengking adalah salah satu kelas Archnoidea yang jumlahnya sekitar
30 species. Ukuran tubuh Archnoidea bervariasi, ada yang panjangnya
lebih kecil dari 0.5mm sampai 9cm. Archnoidea merupakan hewan
terestrial (darat) yang hhidup secara bebas maupun parasit. Archnoidea
yang hidup bebas bersifat karnivora. Archnoidea dibedakan menjadi tiga
ordo, yaitu Scorpionida, Archnida, dan Acarina. Scorpionida memiliki alat
penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini
adalah kalajengking (urchotonus murdax) dan ketunggeng (Buthus after).
Pada Archnida, abdomen tidak bersegmen dan meiliki kelenjar beracun
pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan ini adalah laba-laba serigala
(pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephilia maculata). Arcarina
memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah caplak citciu tungau
(Pcarina sp). (Rusyana, 2011)
Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda
berasal dari kata heksa berarti enam, dan kata podos yang berarti kaki.
Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih
dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 2 ordo. Hal ini menunjukan bahwa
banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan
kebiasaannya. Tubuh insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput,
turaks, dan abdomen. (Setiati, 2007)