You are on page 1of 17

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

CODE OF CONDUCT

Sambutan Presiden Direktur


Buku Pedoman Etika Usaha & Tata Perilaku (Code of Conduct) ini
disusun sebagai bentuk komitmen PT. GS Battery ("Perseroan") dalam
melaksanakan prinsip dan ketentuan tata kelola perusahaan yang baik
(Good Corporate Governance) dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan, termasuk hukum perseroan, Anggaran Dasar
Perseroan.
Etika Usaha & Tata Perilaku (Code of Conduct) merupakan salah
satu aspek GCG yang mengatur tentang bagaimana seharusnya
berhubungan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) yang
terdiri dari rekanan bisnis, pemasok, pelanggan, karyawan, pemerintah
dan masyarakat dalam mengelola perusahaan guna mencapai visi, misi
dan tujuan Perseroan.
Dengan adanya Buku Pedoman ini diharapkan pelaksanaan GCG di
Perseroan dapat dijalankan dengan benar dan terus ditingkatkan.
Jakarta, Agustus 2012

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan disusunnya Pedoman Etika


Usaha & Tata Perilaku (Code of Conduct) ini
untuk memberi panduan bahwa Perseroan telah
mematuhi
semua peraturan dan perundang undangan yang
terkait, dan memastikan bahwa
memberikan panduan berperilaku yang wajar, patut
dan dapat dipercaya bagi
Direksi, Dewan Komisaris dan Karyawan PT GS
Battery dalam melakukan
interaksi terkait hubungan bisnis maupun hubungan

Bagian ini menjelaskan bagaimana Perseroan dan karyawan beretika, bersikap dan
bertindak bila berhubungan dengan pihak-pihak di luar Perseroan.
1.PELANGGAN
:
Pembeli atau pemakai produk atau jasa yang diproduksi dan/atau dipasarkan Perseroan.

2.PESAING
:
Perusahaan di luar Perseroan, yang memproduksi atau memasarkan barang dan jasa yang sama
Atau yang bersifat sebagai pengganti dari barang dan jasa yang diproduksi atau dipasarkan oleh
Perseroan.
3.PEMASOK ( SUPPLIER )
:
Mitra usaha yang bergerak di bidang usaha penyediaan barang dan atau jasa. Termasuk dalam arti
Yang sama dipakal juga istilah vendor, kontraktor dan konsultan.

4.PEMEGANG SAHAM
:
Setiap individu atau lembaga yang tercatat dalam Daftar Pemeqang Saham (DPS) Perseroan.
5.PRINSIPAL
:
Mitra usaha selaku pemilik teknologi dan lisensi atas barang atau jasa, yang mana produksi atau
pemasarannya dilakukan oleh dan/atau bersama Perseroan.
6.PENYELENGGARA NEGARA
:
Institusi pelaksana kenegaraan beserta aparaturnya, yang meliputi legislatif, eksekutif, yudikatif
dan lembaga lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah.
7.MASYARAKAT
:
Individu atau kelompok di luar Perseroan yang mempunyai hubungan langsung maupun tidak
langsung dengan kegiatan Perseroan.

Bagian ini menjelaskan bagaimana seharusnya seorang karyawan bersikap,


berperilaku clan berhubungan dengan pihak-pihak di dalam Perseroan.

Etika meliput hal hal berikut ini :

1. Sikap Karyawan dalam Perseroan;


2. Sikap Karyawan dengan wewenang dan jabatannya di
Perseroan
3. Hubungan Karyawan dengan atasan dan dengan
bawahannya; dan
4. Hubungan Karyawan dengan sesama karyawan.

1.KARYAWAN DALAM PERSEROAN

Menjadi warga Perseroan yang baik, mentaati peraturan Perseroan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Menggunakan dan mengembangkan potensinya secara optimal untuk kepentingan Perseroan.
Turut menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan secara bersama-sama membangun budaya
kerja yang baik.

2.KARYAWAN DENGAN WEWENANG DAN JABATANNYA DI PERSEROAN

Menggunakan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan Perseroan dan tidak untuk
kepentingan pribadi atau pihak-pihak tertentu.
Menjaga dan menggunakan seluruh data, informasi, harta dan fasilitas Perseroan untuk kepentingan
Perseroan dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau pihak-pihak tertentu.
Menjaga nama baik Perseroan dalam sikap dan perilakunya, baik di luar maupun di dalam Perseroan.

3.KARYAWAN DENGAN ATASAN DAN BAWAHANNYA DIPERSEROAN

Atasan sebagai pengarah dan pembimbing bawahannya dan bertanggung jawab atas kinerja dan unjuk
kerja bawahannya di Perseroan.
Bawahan secara aktif mengembangkan diri dan mengekspresikan potensinya dalam arah dan di bawah
tanggung jawab atasannya.
Saling menerima, menghargai dan membina kerjasama dalam suasana keterbukaan didasari ketulusan
dan itikad baik.

4.KARYAWAN DENGAN SESAMA KARYAWAN


Saling menghargai, mendorong semangat dan membina kerjasama dalam tugas dan tanggung
jawabnya masing-masing.
Mengembangkan integritas dan keterbukaan dalam hubungan yang harmonis sebagai warga
Perseroan.
Menciptakan ketenangan kerja demi pencapaian produktivitas yang optimal

KRITERIA PELANGGARAN

Penyimpangan dari etika bisnis dan etika kerja, peraturan


hukum, Anggaran Dasar Perseroan, perjanjian/kontrak,
rahasia perusahaan, transaksi benturan kepentingan serta
penyimpangan lainnya yang material/signifikan, sepanjang
laporan tersebut berdasarkan fakta dan relevan dengan
bisnis Perseroan.

PELESTARIAN LINGKUNGAN
Dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan,
Perseroan mengimplementasikan Program Green Company.
Secara umum ada 4 pilar untuk mendukung keberhasilan
Green Company, yaitu pilar Green Strategy, Green Process,
Green Product dan Green Employee:

Pada pilar GREEN STRATEGY


:
Perseroan telah memastikan bahwa aspek LK3 telah terintegrasi dalam kegiatan bisnis Perseroan.
Pada pilar GREEN PROCESS
:
Perseroan menjamin bahwa semua proses dan prosedur telah secara efisien memenuhi aspek LK3 yang
diatur dalam peraturan dan standar LK3 baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada pilar GREENPRODUCT
:
Perseroan telah menghasilkan jasa dan produk yang tidak merusak lingkungan, aman bagi pengguna,
hemat energi dan sumber daya alam.
Pada pilar GREEN EMPLOYE
:
Perseroan telah melakukan program pelatihan dan membangun kesadaran semua karyawan dan pihak
yang terkait dalam setiap proses kegiatan bisnis untuk menjadikan aspek LK3 sebagai bagian penting dan
tidak terpisahkan dalam bekerja.

Dalam rangka pemenuhan tanggung jawab sosial kepada pemangku kepentingan


stakeholders (yaitu pemegang saham, karyawan, masyarakat, pemerintah, konsumen
dan pemasok) serta untuk mentaati kode etik/konvensi/peraturan perundangundangan tentang tanggung jawab sosial perusahaan, Perseroan melakukan
kegiatan antara lain :

Pemberdayaan lingkungan sekitar;


Donasi;
Program penghijauan;
Pembinaan hubungan dengan instansi pemerintahan;
Pembinaan hubungan dengan masyarakat;
Program pendidikan sistem ganda.

Pedoman Etika Usaha & Tata Perilaku (Code of


Conduct) ini didasari semangat untuk menerapkan
prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)
dan nilai-nilai dasar Perseroan. Pedoman ini
diharapkan menjadi acuan perilaku Perseroan
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab
masing-masing dan berinteraksi dengan para
pemangku kepentingan (stakeholder)
Perseroan akan selalu mengkaji Pedoman Etika Usaha
& Tata Perilaku (Code of Conduct) ini secara
berkesinambungan dan melakukan evaluasi atas
pelaksanaannya. Sesuai dengan perkembangan