You are on page 1of 8

PROSIDING 20 12

Arsitektur

Elektro

Geologi

Mesin

HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK


Perkapalan
Sipil

ANALISIS KINERJA MOTOR DIESEL PERKINS TYPE 108 - V


Baharuddin Mire
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea - Makassar, 90245
Telp. 0411-588400
e-mail: baharuddin_unhas@yahoo.com

Abstrak
Salah satu mesin yang digunakan praktikum mahasiswa teknik mesin fakultas teknik adalah
mesin diesel perkins milik laboratorium motor bakar. Sejak tahun 1980 mesin ini sudah
digunakan penelitian dan praktikum mahasiswa, oleh karena itu mesin tersebut tergolong
sudah tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja yang meliputi daya efektif,
konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi termal dan membandingkan kinerja mesin perkins
pada saat masih baru.
Penelitian ini dilakukan pada pembuka katup gas 30%, 40%, 50% dengan putaran
bervariasi dari 1500 rpm sampai 2500 rpm. Hasil yang diperoleh daya efektif maksimum
untuk kondisi mesin sekarang 15,18434 kw, sedangkan kondisi mesin pada saat baru
18,29340kw. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik minimum untuk kondisi mesin
sekarang diperoleh 0,3189 kg/kwh, sedangkan untuk kondisi mesin pada saat baru 0,1782
kg/kwh, sedangkan efesiensi termal maksimum untuk kondisi mesin sekarang 26,5017%,
untuk kondisi mesin saat mesin baru 47,4171%.
Kata kunci: daya, konsumsi bahan bakar, efesiensi

PENDAHULUAN
Dewasa ini motor diesel sebagai salah satu jenis penggerak mula yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik. Sebagian besar telah menyentuh masyarakat, berdasarkan hal tersebut telah banyak
dilakukan penelitian untuk meningkatkan daya dan efisiensi. Motor diesel dituntut untuk memiliki daya dan
efisiensi yang tinggi. Energi panas diperoleh dari perubahan panas kimia melalui proses pembakaran, makin
banyak bahan bakar yang terbakar makin besar pula daya dan efisiensi yang dihasilkan, hal tersebut di atas
terjadi apabila didukung komponen-komponen mesin yang masih baru. Faktor yang mempengaruhi kinerja
mesin adalah umur atau lamanya waktu operasi. Setiap komponen mesin mempunyai life time yang tertentu
untuk dapat digunakan secara ekonomis, sehingga mesin yang tidak memenuhi persyaratan baik segi teknis
maupun segi ekonomis harus segera dihentikannya pengoperasiannya, karena apabila hal tersebut tidak
diperhatikan maka mesin akan memperbesar jumlah pekerjaan perawatan, menghabiskan banyak alat-alat dan
mesin dapat mempengaruhi produktivitas.
Salah satu mesin tergolong sudah lama pengoperasiannya adalah mesin pengujian perkins pada laboratorium
motor bakar. Mesin tersebut sudah mengalami penurunan kinerja.
Penelitian ini bertujuan untuk:
Menentukan daya efektif maksimum terhadap variasi pembukaan katup gas, putaran poros dan beban
mesin.
Menentukan konsumsi bahan bakar spesifik minimum terhadap pembukaan katup gas, putaran poros dan
beban mesin.
Menentukan efisiensi termal maksimum terhadap pembukaan katup gas, putaran poros dan beban mesin
Menganalisis perbandingan kinerja mesin perkins pada kondisi mesin baru dengan kondisi mesin sekarang
terhadap variasi pembukaan katup gas putaran poros dan beban mesin.

Parameter Kinerja Mesin


Parameter kinerja mesin dalam penelitian ini adalah parameter yang digunakan untuk menganalisis kinerja
mesin yang meliputi :
Daya Efektif (Kw)

Volume 6 : Desember 2012

Group Teknik Mesin


TM2 - 1

ISBN : 978-979-127255-0-6

Analisis Kerja Motor Diesel....


Arsitektur
Elektro

Geologi

Mesin

Perkapalan

Baharuddin Mire
Sipil

Daya efektif merupakan daya berguna yang berhasil diperoleh sebagai daya poros penggerak beban. Daya
ini dibangkitkan oleh suatu daya mula yang disebut daya indikator yang merupakan daya gas pembakaran
yang menggerakkan jarak, sebagian daya indikator dibutuhkan untuk mengatasi gesekan-gesekan mekanik.
Untuk mengetahui daya mesin digunakan suatu alat yang dinamakan dinamometer untuk mengukur momen
putar atau torsi dan tachometer untuk mengukur putaran poros sehingga daya efektif dihitung dengan
persamaan :

T.n

Pe

(kw)

9549,305
Dimana:

T
n
9549,305

Konsumsi Bahan Bakar (Kg/h)


Jumlah konsumsi bahan bakar dapat dihitung dengan jalan mengukur waktu yang dibutuhkan mesin untuk
menghabiskan sejumlah tertentu bahan bakar dalam gelas ukur, hubungan tersebut dinyatakan persamaan:

Fc

V . 10
gu

P .3600
f

(kg/h)

= volume gelas ukur = 50 cc


= massa jenis bahan bakar
= waktu untuk menghabiskan 50 cc bahan bakar (detik)
= faktor konversi dari cc ke liter

Konsumsi bahan bakar spesifik (kg/kwh)


Dengan menghitung konsumsi bahan bakar spesifik, maka dapat diketahui ukuran ekonomi dari suatu
mesin, karena menyatakan jumlah konsumsi bahan bakar yang digunakan setiap jam untuk menghasilkan 1
kw daya efektif.
Konsumsi bahan bakar spesifik dapat dihitung dengan persamaan:

F
SFC c
P
e
Dimana:

3
t

Dimana : Vgu
Pf
t
10-3

= Torsi (N.m)
= putaran poros (rpm)
= konstanta dinamometer

Fc
Pe

(kg/kwh)

= Konsumsi bahan bakar (kg/h)


= Daya efektif (kw)

Efisiensi Termal Efektif (%)


Efisiensi termal efektif suatu motor bakar didefinisikan sebagai perbandingan antara energi kalor yang
diubah menjadi daya efektif dengan jumlah energi kalor bahan bakar yang disuplai kedalam silinder.
Parameter ini menunjukkan kemampuan mesin dalam mengubah energi kalor dari bahan bakar menjadi
energi mekanik sehingga efisiensi termal dihitung dengan persamaan:

P
e x 100%
t Q
tot
LHV . FC
Q

tot
3600

ISBN : 978-979-127255-0-6

Group Teknik Mesin


TM2 - 2

Volume 6 : Desember 2012

PROSIDING 20 12
Arsitektur
Dimana:

Elektro

Geologi

Mesin

HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK


Perkapalan
Sipil

Qtot = Energi bahan bakar (kw)


LHV = nilai kalor bawah bahan bakar (kj/kg)

METODOLOGI
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin dengan menggunakan mesin diesel perkins type 108-V
Spesifikasi Mesin
Mesin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tequipment TD 4a Diesel Engine Test Bed, dengan data
sebagai berikut:
1. Type mesin
: Perkins4-108V
2. Jumlah silinder
: 4buah
3. Diameter silinder
: 79,5 mm
4. Panjang langkah
: 88,9mm
5. Volume langkah
:1790cc
6. Perbandingan kompressi
: 22 : 1
7. Bahan bakar
: Solar
8. Jumlah langkah
: 4 langkah
Fasilitas Pengujian
Fasilitas pengujian seperti terlihat pada gambar merupakan faktor utama yang mempengaruhi keakuratan data
pengujian dan hasil analisa terhadap karakteristik pengujian yang diperoleh fasilitas yang tersedia pada mesin
ini adalah:
1. Dinamometer
Dinamometer yang terpasang pada mesin ini digunakan untuk mengukur daya efektif mesin, yang mana
merupakan daya guna yang ditimbulkan oleh poros engkol mesin setelah mengalami tahanan gesekan
dari mesin tersebut. Poros dinamometer terpasang bersama motornya, dimana didalamnya terdapat
pusaran air yang berkecepatan tinggi. Tahanan putaran yang dihasilkan, menyebabkan daya efektif yang
bervariasi sesuai dengan kecepatan putar.
2. Tachometer
Setelah dinamometer peralatan lain yang digunakan untuk daya efektif adalah tachometer. Alat ini
berfungsi untuk mengukur kecepatan putar dan poros, pada setiap kondisi operasi yang diberikan.
3. Flint Fuel Gauge
Peralatan ini berfungsi untuk mengukur konsumsi bahan bakar yang digunakan, dimana volume bahan
bakar yang terukur dibatasi oleh sekat (spacer) dengan volume tertentu yaitu 50 cc, 100 cc, dan 200 cc.
4. Inclined Manometer
Peralatan ini digunakan untuk mengukur tekanan udara yang masuk kedalam bak penampungan udara,
melalui sebuah plat.
Pengujian
Untuk menentukan hubungan variasi pembukaan katup gas, putaran poros dan beban mesin:
1. Pembukaan katup gas : 30%, 40% dan 50%
2. Putaran poros : (1500, 1700, 1900, 2100 dan 2300 rpm)
3. Setiap pengujian dilakukan pencatatan sebagai berikut :
Pembukaan katup gas
%
Putaran poros
(rpm)
Momen torsi
(N.m)
Waktu yang dibutuhkan untuk konsumsi bahan bakar 50 cc

Volume 6 : Desember 2012

Group Teknik Mesin


TM2 - 3

ISBN : 978-979-127255-0-6

Analisis Kerja Motor Diesel....


Arsitektur
Elektro

Geologi

Mesin

Baharuddin Mire
Sipil

Perkapalan

Hasil Pengolahan Data


Adapun hasil pengolahan data dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.
Tabel 1. Hasil Perhitungan Katup gas 30% kondisi mesin baru
n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300

T
(Nm)
70,5
68
65,3
61
57,5

t
(detik)
39
42,5
46
48,7
50,2

Pe
(kW)
11.07410
12.10559
12.99257
13.41459
13.84918

FC
(kg/h)
2.1447
2.2235
2.3155
2.4787
2.6296

SFC
(kg/kWh)
0.1937
0.1837
0.1782
0.1848
0.1899

(%)
t
43.6340
46.0068
47.4171
45.7335
44.5060

Tabel 2. Hasil Perhitungan Katup gas 30% kondisi mesin sekarang


n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300

T
(Nm)
55.5
54
52
49
47

t
(detik)
29
30.5
32
35
38.3

Pe
(kW)
8,71791
9,61327
10,34630
10,77565
11,32020

FC
(kg/h)
5,2138
4,9574
4,7250
4,3200
3,9478

SFC
(kg/kWh)
0,5981
0,5157
0,4567
0,4009
0,3487

(%)
t
14,1298
16,3869
18,5039
21,0785
24,2315

FC vs Putaran Katup gas 30%

14.60000
13.80000
13.00000
12.20000
11.40000
10.60000
9.80000
9.00000
8.20000
1400 1550 1700 1850 2000 2150 2300

5.5000
5.0000
4.5000

Fc

Pe

Pe vs Putaran Katup gas 30%

4.0000
3.5000
3.0000
2.5000
1400

1550

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

th

SFC

2300

Kondisi mesin sekarang

th Vs Putaran Katup Gas 30%

2150 2300

Putaran (rpm)

39.5000
36.5000
33.5000
30.5000
27.5000
24.5000
21.5000
18.5000
15.5000
12.5000
1400

1550

1700

1850

2000

2150

2300

Putaran (rpm)

Kondisi mesin sekarang

Gambar 3.Grafik hubungan antara SFC vs Putaran

Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

Gambar 4. Grafik hubungan antara th vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 30%

ISBN : 978-979-127255-0-6

2150

poros pada Bukaan Katup gas 30%

SFC vs Putaran Katup gas 30%

Kondisi mesin baru

2000

Gambar 2. Grafik hubungan antara FC vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 30%

1700 1850 2000

1850

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

Gambar 1. Grafik hubungan antara Pe vs Putaran

0.6400
0.6000
0.5600
0.5200
0.4800
0.4400
0.4000
0.3600
0.3200
0.2800
0.2400
0.2000
1400 1550

1700

Group Teknik Mesin


TM2 - 4

poros pada Bukaan Katup gas 30%

Volume 6 : Desember 2012

PROSIDING 20 12
Arsitektur

Elektro

Geologi

HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK


Perkapalan
Sipil

Mesin

Tabel 3. Hasil Perhitungan Katup gas 40% kondisi mesin baru


n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300
2500
2700

T
(Nm)
76,5
75
72,3
69,5
67
64,5
61,7

t
(detik)
32
34,2
36
38,5
39,7
41
43,2

Pe
(kW)
12,01658
13,35176
14,38534
15,28383
16,13730
16,88605
17,44525

FC
(kg/h)
4,7250
4,4211
4,2000
3,9273
3,8086
3,6878
3,5000

SFC
(kg/kWh)
0,3932
0,3311
0,2920
0,2570
0,2360
0,2184
0,2006

(%)
t
21,4911
25,5206
28,9434
32,8867
35,8054
38,6936
42,1200

Tabel 4. Hasil Perhitungan Katup gas 40% kondisi mesin sekarang


n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300
2500

T
(Nm)
70
69
67
64
60
57,5

t
(detik)
24
25,5
27
28,5
30
31,5

Pe
(kW)
10,99556
12,28362
13,33081
14,07432
14,45131
15,05345

FC
(kg/h)
6,3000
5,9294
5,6000
5,3053
5,0400
4,8000

SFC
(kg/kWh)
0,5730
0,4827
0,4201
0,3769
0,3488
0,3189

(%)
t
14,7488
17,5063
20,1163
22,4181
24,2301
26,5017

FC vs Putaran Katup gas 40%

17.80000
17.00000
16.20000
15.40000
14.60000
13.80000
13.00000
12.20000
11.40000
10.60000
1400

Fc

Pe

Pe vs Putaran Katup gas 40%

1660

1920

2180

2440

2700

6.8000
6.4000
6.0000
5.6000
5.2000
4.8000
4.4000
4.0000
3.6000
3.2000
1400

1660

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

Gambar 5. Grafik hubungan antara Pe vs Putaran

2440

2700

Kondisi mesin sekarang

poros pada Bukaan Katup gas 40%


th vs Putaran Katup Gas 40%

SFC vs Putaran Katup gas 40%


45.0000
40.0000
35.0000

th

SFC

2180

Gambar 6. Grafik hubungan antara FC vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 40%

0.6100
0.5700
0.5300
0.4900
0.4500
0.4100
0.3700
0.3300
0.2900
0.2500
0.2100
0.1700
1400

1920

Putaran (rpm)

30.0000
25.0000
20.0000
15.0000

1660

1920

2180

2440

2700

10.0000
1400

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

1920

2180

2440

2700

Putaran (rpm)

Kondisi mesin sekarang

Gambar 7. Grafik hubungan antara SFC vs Putaran

Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

Gambar 8. Grafik hubungan antara th vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 40%

Volume 6 : Desember 2012

1660

Group Teknik Mesin


TM2 - 5

poros pada Bukaan Katup gas 40%

ISBN : 978-979-127255-0-6

Analisis Kerja Motor Diesel....


Arsitektur
Elektro

Geologi

Mesin

Perkapalan

Baharuddin Mire
Sipil

Tabel 5. Hasil Perhitungan Katup gas 50% kondisi mesin baru


n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300
2500
2700

T
(Nm)
80,2
81
77,5
74,8
71
67,5
64,7

t
(detik)
21,7
24
26,3
28
30,2
31,5
33

Pe
(kW)
12,59778
14,41990
15,41997
16,44936
17,10072
17,67144
18,29348

FC
(kg/h)
6,9677
6,3000
5,7490
5,4000
5,0066
4,8000
4,5818

SFC
(kg/kWh)
0,5531
0,4369
0,3728
0,3283
0,2928
0,2716
0,2505

(%)
t
15,2785
19,3420
22,6656
25,7415
28,8635
31,1107
33,7394

Tabel 6. Hasil Perhitungan Katup gas 50% kondisi mesin sekarang


n
(rpm)
1500
1700
1900
2100
2300
2500

T
(Nm)
70
71
68
65,2
62
58

t
(detik)
20,5
22
24
25,5
27
29

Pe
(kW)
10,99556
12,63966
13,52978
14,33822
14,93302
15,18435

FC
(kg/h)
7,3756
6,8727
6,3000
5,9294
5,6000
5,2138

SFC
(kg/kWh)
0,6708
0,5437
0,4656
0,4135
0,3750
0,3434

(%)
t
12,5979
15,5412
18,1480
20,4344
22,5340
24,6105

Pe vs Putaran Katup gas 50%

FC vs Putaran Katup gas 50%

19.00000
18.00000
17.00000
15.00000

Fc

Pe

16.00000
14.00000
13.00000
12.00000
11.00000
10.00000
1400

1660

1920

2180

2440

2700

7.5000
7.2500
7.0000
6.7500
6.5000
6.2500
6.0000
5.7500
5.5000
5.2500
5.0000
4.7500
4.5000
1400

1660

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

Kondisi mesin baru

2440

2700

SFC

35.0000
32.5000
30.0000
27.5000
25.0000
22.5000
20.0000
17.5000
15.0000
12.5000
10.0000
1400

1920

Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

Gambar 11. Grafik hubungan antara SFC vs Putaran

2180

2440

2700

Kondisi mesin sekarang

Gambar 12. Grafik hubungan antara th vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 50%

ISBN : 978-979-127255-0-6

1660

Putaran (rpm)

Putaran (rpm)
Kondisi mesin baru

Kondisi mesin sekarang

th vs Putaran Katup Gas 50%

th
2180

2700

poros pada Bukaan Katup gas 50%

SFC vs Putaran Katup gas 50%

1920

2440

Gambar 10. Grafik hubungan antara FC vs Putaran

poros pada Bukaan Katup gas 50%

1660

2180

Putaran (rpm)

Kondisi mesin sekarang

Gambar 9. Grafik hubungan antara Pe vs Putaran

0.7200
0.6700
0.6200
0.5700
0.5200
0.4700
0.4200
0.3700
0.3200
0.2700
0.2200
1400

1920

Group Teknik Mesin


TM2 - 6

poros pada Bukaan Katup gas 50%

Volume 6 : Desember 2012

PROSIDING 20 12
Arsitektur

Elektro

Geologi

Mesin

HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK


Perkapalan
Sipil

PEMBAHASAN
Hubungan Daya Efektif dengan Putaran Mesin
Daya efektif tertinggi baik pada kondisi mesin sekarang maupun pada kondisi mesin pada saat masih baru
sebagai berikut :
Untuk katup gas 30% pada kondisi mesin sekarang diperoleh daya efektif 11,32020 kw pada putaran 2300
rpm sedangkan pada saat mesin baru diperoleh daya efektif 13,84918 kw pada putaran 2300 rpm. Untuk
katup gas 40% pada kondisi mesin sekarang diperoleh daya efektif 15,05345 kw pada putaran poros 2500
rpm, sedangkan pada saat mesin baru diperoleh daya efektif 17,44525 kw pada putaran poros 2700 rpm.
Untuk katup gas 50% pada kondisi mesin sekarang daya efektif 15,18435 kw pada putaran poros 2500 rpm,
sedangkan pada saat kondisi mesin baru daya efektif 18,29348 kw pada putaran poros 2700 rpm.
Pada ketiga pembukaan katup gas terlihat bahwa daya efektif turun pada kondisi mesin sekarang, hal ini
disebabkan karena terjadinya kebocoran air pada sistem dynamometer sehingga pembacaan torsi pada
dynamometer tidak optimal lagi, hal lain yang menyebabkan daya efektif turun karena umur mesin
tergolong sudah tua sehingga memungkinkan terjadi kebocoran gas pembakaran pada katup, cincin torak
dan sebagainya.
Hubungan Konsumsi Bahan Bakar dengan Putaran Poros
Konsumsi bahan bakar terendah baik pada kondisi mesin sekarang maupun pada kondisi mesin pada saat baru
sebagai berikut :
Untuk katup gas 30% pada kondisi mesin sekarang diperoleh 3,9478 kg/l pada putaran poros 2300 rpm
sedangkan pada kondisi mesin baru 2,1447 kg/l pada putaran poros 1500 rpm.
Untuk katup gas 40%, pada kondisi mesin sekarang konsumsi bahan bakar 4.800 kg/I pada putaran poros
2500 rpm, pada kondisi mesin pada saat baru konsumsi bahan bakar 3.500 kg/l pada putaran poros 2700
rpm.
Untuk katup gas 50%, pada kondisi mesin sekarang diperoleh konsumsi bahan bakar 5,2138 kg/I pada
putaran poros 2500 rpm, sedangkan pada kondisi mesin pada saat baru konsumsi bahan bakar 4,5818 kg/I
pada putaran poros 2700 rpm.
Dari ketiga pembukaan katup gas terlihat bahwa secara umum konsumsi bahan bakar lebih besar pada kondisi
mesin sekarang, hal ini disebabkan karena injector sudah lama tidak diganti sehingga penyemprotan bahan
bakar lebih banyak dan juga terjadi kebocoran bahan bakar pada sistem bahan bakar.
Hubungan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik dengan Putaran Poros
Konsumsi bahan bakar spesifik terendah baik pada saat kondisi mesin sekarang maupun pada kondisi mesin
pada saat baru dapat dijelaskan sebagai berikut:
Untuk katup gas 30% pada kondisi mesin sekarang diperoleh konsumsi bahan bakar spesifik terendah
0,3487 kg/kwh pada putaran poros 2500 rpm, sedangkan pada kondisi mesin pada saat baru diperoleh
konsumsi bahan bakar spesifik 0,1782 kg/kwh.
Untuk ketup gas 40% pada kondisi mesin sekarang diperoleh konsumsi bahan bakar spesifik terendah 0,
3189 kg/kwh. Pada putaran poros 2300 rpm, sedangkan pada kondisi mesin pada saat baru, konsumsi bahan
bakar spesifik 0,2006 kg/kwh, putaran poros 2300 rpm untuk katup gas 50%, pada kondisi mesin sekarang
diperoleh mesin konsumsi bahan bakar spesifik 0,3434 kg/kwh pada putaran 2500 rpm, sedangkan pada
kondisi mesin pada saat baru diperoleh konsumsi bahan bakar spesifik 0,2505 kg/kwh. Pada putaran poros
2700 rpm.
Dari ketiga pembukaan katup gas dengan berbagai putaran poros terlihat bahan nilai konsumsi bahan bakar
spesifik terendah diperoleh pada mesin baru sehingga pada kondisi mesin sekarang sangat boros. Borosnya
konsumsi bahan bakar spesifik pada kondisi mesin sekarang karena sangat dipengaruhi oleh daya efektif yang
dihasilkan mesin dan kondisi bahan bakar. Apabila daya mesin tinggi dan konsumsi bahan bakar rendah maka
konsumsi bahan bakar spesifik diperoleh rendah pula atau hemat.
Hubungan Efesiensi Termal dengan Putaran Poros
Efesiensi termal maksimal baik pada kondisi mesin sekarang maupun kondisi mesin pada saat baru, dapat
dijelaskan sebagai berikut :

Volume 6 : Desember 2012

Group Teknik Mesin


TM2 - 7

ISBN : 978-979-127255-0-6

Analisis Kerja Motor Diesel....


Arsitektur
Elektro

Geologi

Mesin

Perkapalan

Baharuddin Mire
Sipil

Untuk katup gas 30% pada kondisi mesin sekarang diperoleh efesiensi termal 24,2315%, pada putaran poros
2300 rpm, sedangkan pada kondisi mesin baru diperoleh efisiensi termal 44,5060% pada putaran poros 2300
rpm.
Untuk katup gas 40% pada kondisi mesin sekarang efisiensi termal 26,5017% pada putaran 2500 rpm,
sedangkan pada kondisi mesin baru efisiensi termal 14,1200% pada putaran 2700 rpm.
Untuk katup gas 50% pada, pada kondisi mesin sekarang efisiensi termal 24,6115% pada putaran poros
2500 rpm sedangkan pada mesin baru efisiensi termal 33, 7394% pada putaran 2700 rpm.
Dari ketiga pembukaan katup gas dengan variasi putaran poros terlihat bahwa pada kondisi mesin sekarang
diperoleh efisiensi termal sangat rendah dibanding pada kondisi baru. Hal ini disebabkan karena pada mesin
kondisi sekarang daya efektif yang dihasilkan lebih rendah pada semua perlakuan dan pengujian dilakukan
begitu pula konsumsi bahan bakar spesifik, pada kondisi mesin sekarang terlihat sangat boros, sehingga daya
efektif dari mesin bahan bakar spesifik sangat mempengaruhi efisiensi termal.

KESIMPULAN
Dari ketiga pembukaan katup gas dengan variasi putaran poros baik pada kondisi mesin sekarang maupun pada
kondisi mesin saat baru, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Daya efektif maksimum untuk kondisi mesin sekarang 15,18434 kw, pada katup gas 50% dengan putaran
poros 2500 rpm, sedangkan untuk kondisi mesin saat baru daya efektif 18,29348 kw, pada katup gas 50%
dengan putaran poros 2700 rpm.
Pemakaian bahan bakar spesifik minimumnya (terendah) untuk kondisi mesin sekarang diperoleh 0,3189
pada katup gas 40% dengan putaran poros 2500 rpm, sedangkan untuk kondisi mesin saat baru 0,1782
kg/kwh pada katup gas 30% pada putaran poros 1900 rpm.
Efisiensi termal maksimum untuk kondisi mesin sekarang 26,5017% pada katup gas 40% putaran poros
2500 rpm, sedangkan untuk kondisi mesin saat baru 47,4171% katup gas 30%, putaran poros 1900 rpm.
Pada mesin baru kondisi komponen-komponen masih dalam batas maksimal sedangkan kondisi sekarang
sudah banyak komponen-komponen yang tidak optimal misalnya dynamometer, injector, katup-katup dan
sebagainya sehingga kinerja mesin perkinsnya tidak optimal lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Arismunandar W. 1988. Penggerak Mula, Motor Bakar. Penerbit ITB, Bandung
Arismundar W, Saito Heizo. 1980. Penyegaran Udara. PT. Pradnya Paramita, Bandung.
Benson R.S dan Whitehouse N.D 1979, Internal Combustion Engines. Pergamon Press, New York.
Blundell J.K., Hydraulic Dynamometer TD4. England Tequipment Limited, Nottingham.
Chapra, S.C dan Canale R.P., 1998. Numerical Method for Engineers with Programming and software
Application, WCB/McGraw-Hill, New York.
Eastop dan MC., Congkey, 1993. Applied Thermodynamics For Engineering Technologist. New York.
Heywood, J.B., 1989. Internal Combustion Engines. Me Graw Hill Book Company, New York.
Maleev, V.L., 1951. Internal Combustion Engines. Tokyo Kogakusha & Co., Tokyo.
Mathur M.L, dan Sharma R.P Internal Combustion Engines. Dhampat Roi & Sons, New Delhi.
Obert E.F., 1973. Internal Combustion Engines and Air Pollution. Harper and Row Publisher.
Plint, Installation and Operating Instruction. England Plint Engineers & partner Ltd. Wokingham.

ISBN : 978-979-127255-0-6

Group Teknik Mesin


TM2 - 8

Volume 6 : Desember 2012