You are on page 1of 20

JURNAL PRAKTIKUM DFK

MODUL 5
RESPONS TO SYMPTOMS

OLEH
ANASTASIA LALOJAWA 2443013286

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA


FAKULTAS FARMASI
2015/2016

I.

TUJUAN
Mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan kepada pasien dengan sesuai alur yang
diperlukan untuk menganalisa penyakit ringan.
Mahasiswa dapat menganalisa jenis penyakit ringan yang diderita pasien serta
memberikan obat yang sesuai.
Mahasiswa dapat memberikan informasi pada pasien yang diperlukan untuk

proses penyembuhan dan pencegahan kembali


II. PENDAHULUAN
Penyakit gangguan saluran cerna merupakan penyakit yang sering diderita oleh orang
dewasa. Sehingga sering dikatakan bahwa saluran pencernaan merupakan organ yang sangat
vital bagi manusia. Karena apabila sistem pencernaan terganggu, tubuh pun akan mengalami
sakit. Bila hal tersebut terjadi, maka proses metabolisme tidak dapat berjalan dengan baik.
Saluran pencernaan pun tak lepas dari serangan berbagai penyakit diantaranya adalah
Esofagitis, Karsinoma Esofagus, Tukak Peptik, Karsinoma Lambung, Tukak Duodenum,
Penyakit Crohn, Karsinoma Kolon Rektum, dan Kolitis Ulseratif.
Menurut Dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB, staf Divisi Gastroenterologi
pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI / RSCM, pemahaman masyarakat saat ini
tentang sistem pencernaan masih sangat rendah. Pada umumnya masyarakat hanya
mengaitkan masalah pencernaan dengan penyakit maag. Padahal jika kita ketahui penyakit
masalah pencernaan tersebut sangat banyak dan kompleks. Sesuai dengan letaknya saluran
cerna pada manusia di kelompokan menjadi dua, yaitu saluran cerna atas dan bawah. Karena
letaknya lebih tinggi maka saluran cerna atas dimulai dari rongga mulut hingga usus dua
belas jari, sedangkan saluran cerna bawah dimulai dari usus dua belas jari distal hingga anus.
Gejala pada gangguan saluran cerna atas meliputi mual, muntah, kembung, nafsu makan
menurun dan sendawa. Sedangkan gejala pada gangguan saluran cerna bawah meliputi nyeri
pada perut, flatulensi, sembelit dan diare.
a. Pengertian
Sembelit atau konstipasi merupakan keadaan tertahannya feses (tinja) dalam usus
besar pada waktu cukup lama karena adanya kesulitan dalam pengeluaran. Hal ini terjadi
akibat tidak adanya gerakan peristaltik pada usus besar sehingga memicu tidak teraturnya
buang air besar dan timbul perasaan tidak nyaman pada perut (Akmal, dkk, 2010).

Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi


mengalami stasis usus besar sehingga menimbulkan eliminasi yang jarang atau keras, serta
tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras (Uliyah, 2008).
Konstipasi adalah suatu gejala bukan penyakit. Di masyarakat dikenal dengan istilah
sembelit, merupakan suatu keadaan sukar atau tidak dapat buang air besar, feses (tinja)
yang keras, rasa buang air besar tidak tuntas (ada rasa ingin buang air besar tetapi tidak
dapat mengeluarkannya), atau jarang buang air besar. Seringkali orang berpikir bahwa
mereka mengalami konstipasi apabila mereka tidak buang air besar setiap hari yang
disebut normal dapat bervariasi dari tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu (Herawati,
2012).
b. Patofisiologi
Pengeluaran feses merupakan akhir proses pencernaan. Sisa-sisa makanan yang tidak
dapat dicerna lagi oleh saluran pencernaan, akan masuk kedalam usus besar ( kolon )
sebagai massa yang tidak mampat serta basah. Di sini, kelebihan air dalam sisa-sisa
makanan tersebut diserap oleh tubuh. Kemudian, massa tersebut bergerak ke rektum
(dubur ), yang dalam keadaan normal mendorong terjadinya gerakan peristaltik usus besar.
Pengeluaran feses secara normal, terjadi sekali atau dua kali setiap 24 jam ( Akmal,
dkk,2010 ).
Kotoran yang keras dan sulit dikeluarkan merupakan efek samping yang tidak
nyaman

dari

kehamilan.

Sembelit

terjadi

karena

hormon-hormon

kehamilan

memperlambat transit makanan melalui saluran pencenaan dan rahim yang membesar
menekan poros usus (rektum ). Suplemen zat besi prenatal juga dapat memperburuk
sembelit. Berolahraga secara teratur, menyantap makanan yang kaya serat serta minum
banyak air dapat membantu meredakan masalah tersebut ( Kasdu, 2005)

c. Tanda-tanda dan gejala


Tanda dan Gejala Konstipasi Menurut Akmal, dkk (2010), ada beberapa tanda dan
gejala yang umum ditemukan pada sebagian besar atau terkadang beberapa penderita
sembelit sebagai berikut:
1. Perut terasa begah, penuh dan kaku;
2. Tubuh tidak fit, terasa tidak nyaman, lesu, cepat lelah sehingga malas mengerjakan
sesuatu bahkan terkadang sering mengantuk;
3. Sering berdebar-debar sehingga memicu untuk cepat emosi, mengakibatkan stress,
rentan sakit kepala bahkan demam;
4. Aktivitas sehari-hari terganggu karena menjadi kurang percaya diri, tidak
bersemangat, tubuh terasa terbebani, memicu penurunan kualitas, dan produktivitas
kerja;
5. Feses lebih keras, panas, berwarna lebih gelap, dan lebih sedikit daripada biasanya;
6. Feses sulit dikeluarkan atau dibuang ketika air besar, pada saat bersamaa tubuh
berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan atupun menekannekan perut
terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang feses ( bahkan sampai
mengalami ambeien/wasir );
7. Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan bagai terganjal sesuatu disertai
rasa sakit akibat bergesekan dengan feses yang kering dan keras atau karena
mengalami wasir sehingga pada saat duduk tersa tidak nyaman;
8. Lebih sering bung angin yang berbau lebih busuk daripada biasanya;

9. Usus kurang elastis ( biasanya karena mengalami kehamilan atau usia lanjut), ada
bunyi saat air diserap usus, terasa seperti ada yang mengganjal, dan gerakannya lebih
lambat daripada biasanya;
10. Terjadi penurunan frekuensi buang air besar;
Adapun untuk sembelit kronis ( obstipasi ), gejalanya tidak terlalu berbeda hanya
sedikit lebih parah, diantaranya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perut terlihat seperti sedang hamil dan terasa sangat mulas;


Feses sangat keras dan berbentuk bulat-bulat kecil;
Frekuensi buang air besar dapat mencapai berminggu-minggu;
Tubuh sering terasa panas, lemas, dan berat;
Sering kurang percaya diri dan terkadang ingin menyendiri;
Tetap merasa lapar, tetapi ketika makan akan lebih cepat kenyang (apalagi ketika
hamil perut akan tersa mulas ) karena ruang dalam perut berkurang dan mengalami
mual bahkan muntah.

Gamabar Tipe-tipe Feses

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Konstipasi pada Ibu Hamil


a. Usia Kehamilan
Usia kehamilan adalah ukuran lama waktu seorang janin berada dalam rahim. Usia
janin dihitung dalam minggu dari hari pertama haid terakhir (HPHT) ibu sampai hari
kelahiran. Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 minggu atau 10 bulan. Kehamilan dibagi
atas tiga trimester yaitu: trimester I antara 0-12 minggu, kehamilan trimester II antara 12-28
minggu, dan trimester III antara 28-40 minggu. Pada minggu ke-9 usia kehamilan, kesulitan
untuk buang air besar sering terjadi dan hampir semuanya disebabkan oleh tingginya kadar
hormon progesteron di dalam tubuh yang memperlambat kerja otot-otot usus halus, sehingga
usus kurang efesien mengakibatkan feses lebih keras dari biasa. ( Ana, 2010 ).

Sekitar 11 % sampai 38% ibu hamil mengalami konstipasi, terutama pada awal
kehamilan dan trimester ketiga masa kehamilan ( Herawati, 2012 ). Wanita yang sebelumnya
tidak mengalami konstipasi dapat memiliki masalah ini pada trimester ke dua atau ke tiga.

Konstipasi diduga terjadi akibat penurunan peristaltik disebabkan relaksasi otot polos pada
usus besar ketika terjadi peningkatan progesteron. Pergeseran dan tekanan pada usus akibat
pembesaran uterus atau bagian presentasi juga dapat menurunkan motilitas pada saluran
gastrointestinal sehingga menyebabkan waktu pengosongan lambung dan waktu transit
makan menjadi lebih panjang sehingga lebih banyak air yang terserap dapat menyebapkan
konstipasi ( Varney, dkk, 2007).

b. Asupan Makanan
Diet, pola, atau jenis makanan yang dikomsumsi dapat mempengaruhi proses
defekasi. Makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat membantu proses percepatan
defekasi dan jumlah yang dikonsumsi pun mempengaruhinya ( Uliyah, dkk, 2008 ).
Serat penting artinya bagi kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Serat
juga membantu menjaga kadar gula darah. Ada dua macam serat, yaitu serat yang terlarut dan
tak larut. Serat terlarut ditemukan dalam makanan semisal apel, pir, havermut (oat), gandum
hitam, dan polong-polongan. Serat membantu kenyang lebih lama dan menjaga pelepasan
gula yang stabil kedalam darah. Serat tak terlarut yang ditemukan didalam kacang-kacangan,
buah, sayuran hijau, kacang india, dan sereal whole-grain membantu pergerakan makanan
melalui sistem pencernaan dan mencegah sembelit ( Campbell, 2006 ).
Serat makanan adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik
menjadi bagian-bagian yang dapat terserap di saluran pencernaan. Serat secara alami terdapat
dalam tanaman. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan adalah karbohidrat
kompleks. Rata-rata negara di dunia ini menetapkan sebanyak 30 gram kebutuhan akan serat
setiap harinya ( Akmal,dkk, 2010 ).

Komponen terbesar buah-buahan adalah air. Oleh karena itu, kandungan serat pangan
dalam buah-buahan lebih rendah. Komponen terbesar dari serat pangan pada buah-buahan
adalah senyawa pektin dan lignin sel buah.
Kandungan serat pangan pada sayuran lebih tinggi dibandingkan buahbuahan. Kadar
serat pangan pada sayuran berkisar antara 2-3 g/100 g. Seperti halnya buah-buahan, sayuran
juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik
Berdasarkan penelitian Astinal Eka, S (2011) di RSUP H.Adam Malik, dapat
diketahui bahwa dari 60 penderita konstipasi, ada 7 orang (11,7%) mengalami konstipasi
dengan tinggi serat, 333 orang (55%) dengan baik serat dan 20 orang(33,3%) dengan kurang
serat. Sebagai kesimpulan dari peneliitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makanan
berserat dengan kejadian konstipasi.
c. Asupan Cairan
Pemasukan cairan yang kurang dalam tubuh membuat defekaksi menjadi keras. Oleh
karena proses absorbsi air yang kurang menyebabkan kesulitan proses defekasi ( Uliyah,
2008 ).
Menurut Simkin ( 2008 ), Air dan cairan lain merupakan elemen yang penting dari
diet yang seimbang. Retensi cairan, bagian normal dari kehamilan yang sehat, memastikan
terjadinya kenaikan volume darah dan air ketuban. Sebagai wanita yang sedang hamil perlu
mempunyai cairan lebih banyak karena dua alasan berikut:
1. Volume darah meningkat 50% atau lebih (dari kira-kira 2,5 menjadi 2,75 liter).
2. Menjelang akhir kehamilan, berenang dalam cairan ketuban yang banyaknya 1 liter,
yang diganti setiap tiga jam sekali. Cairan juga ditahan dalam jaringan, mengalir
melalui dinding pembuluh darah, untuk membantu mempertahankan keseimbangan
cairan yang sehat. Diperkirakan volume cairan jaringan meningkat 2-3 liter selama
kehamilan.
Dalam sehari ibu hamil dianjurkan untuk minum air putih/ air segar minimal 8 gelas
atau 2-3 liter. Air putih yang menyegarkan baik bagi tubuh karena melancarkan peredaran
darah. Jus buah merupakan sumber vitamin dan penghilang rasa mual. Tetapi sebaiknya ibu
hamil membatasi komsumsi buah-buahan yang mengandung kalori tinggi seperti jus alpukat,
jus mangga, jus durian ( Pramono, 2012 ).

Minum susu sangat dianjurkan sebagai sumber kalsium dan vitamin D terbaik untuk
pertumbuhan tulang janin. Dianjurkan untuk minum 1-2 gelas susu setiap hari. Boleh susu
sapi biasa atau susu sapi untuk ibu hamil. Bagi yang alergi atau tidak tahan susu sapi, susu
kedelai merupakan pilihan yang baik ( Pramono, 2012 ).

d. Olahraga
Aktivitas dapat mempengaruhi proses defekasi karena melalui aktivitas tonus otot
abdomen, pelvis, dan diafragma dapat membantu kelancaran proses defekasi. Hal ini
kemudian membuat proses gerakan peristaltik pada daerah kolon dapat bertambah baik
(Uliyah, 2008).
Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang baik dilakukan selama hamil. Olahraga
selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada kondisi tertentu yang membahayakan
kehamilan. Olahraga malah dapat membantu menjaga kondisi ibu hamil dengan
meningkatkan volume aliran darah, meningkatkan kekuatan otot diafragma untuk bernafas,
dan membantu flekbilitas otot-otot. Hal ini akan membantu bayi tumbuh lebih baik
( Hermawan dan Ayu, 2009 ).
Kehamilan bukanlah waktunya untuk melakukan olahraga berat seperti softball, tenis
atau meluncur yang membutuhkan keseimbangan yang baik atau gerakan menyentak yang
mendadak. Meskipun demikian, jika sudah terampil dan aktif bermain dalam olahraga
tersebut, tetap dapat terus bermain selama merasa nyaman. Dengan kata lain, asalkan
kehamilan tetap normal, dapat dengan aman melanjutkan olahraga rekreasional atau aktivitas
yang dikuasai, termasuk tenis, berenang, lintas alam, ski, joging, atau bersepeda (Simkin,
dkk, 2008).
Olahraga dalam kehamilan mempunyai keuntungan. Beberapa wanita merasakan
kemajuan daya tanggap tubuh, yang lain merasakan peningkatan fleksibilitas otot dan sendi
yang lain untuk mengurangi atau mencegah ketidaknyamanan selama kehamilan (LiewellynJones, 2005).
Jika pekerjaan dan gaya hidup sebelumnya santai tanpa olahraga teratur, ibu hamil
sungguh sangat beruntung bila mau melakukan kegiatan ringan. Ambil kesempatan untuk

berjalan kaki di bandingkan naik mobil atau menggunakan kenderaan umum. Jika bekerja
dilantai atas suatu bangunan, berjalanlah menaiki anak tangga itu dari pada naik lift. Selama
periode singkat, calon ibu akan mulai merasa lebih energik, kurang lelah diakhir penghujung
hari, dan dapat terus meningkat keolahraga sedang waktu kehamilan membesar. Jika cukup
aktif tetapi ingin meningkatkan kebugaran, usahakan melakukan tiga sesi olahraga sedang 1520 menit setiap pekan. Belilah video olahraga kehamilan atau carilah informasi tentang kelas
khusus kehamilan pada pengumuman di pusat hiburan lokal atau rumah sakit. Sebelum
bergabung dengan kelasolahraga umum, pastikan bahwa pelatih mengetahui anda hamil.
Berjalan kaki teratur menguatkan kaki, meningkatkan fleksibilitas, dan mudah diawasin.
Kegiatan itu memberikan latihan aerobik yang baik, membantu paru-paru mengambil lebih
banyak oksigen dengan lebih sedikit usaha, dan meningkatkan stamina. Jika secara umum ibu
hamil tidak melakukan banyak olahraga, kemajuan akan segera terlihat dalam kebugaran bila
ibu hamil berjalan selama 20 menit tiga kali seminggu dan mencatat laju denyut jantung.
(Thorn, 2003)
Menjaga kesehatan, kandungan berarti sehat secara fisik dan mental, karena tubuh
yang sehat membutuhkan pikiran yang sehat pula. Sisihkan waktu selama 10 menit setiap
harinya untuk bersenam, namun bila hal itu tidak mungkin, cobalah setidaknya 15 menit tiga
kali seminggunya. Senam singkat namun teratur lebih baik daripada sejam sekali seminggu
(Thorn, 2003).
e. Konsumsi Tablet Besi
Zat besi diperlukan untuk memproduksi hemoglobin ( protein pembawa oksigen
dalam darah ). Karena volume darah meningkat 50% selama kehamilan, hemoglobin dan
konstituen dara lainnya juga meningkat. Selain itu, selama 6 minggu terakhir kehamilan,
janin akan menyimpan zat besi dalam jumlah yang memadai dalam hatinya untuk memenuhi
kebutuhannya pada 3 atau 6 bulan pertama kehidupan. Karena orang yang sehat menyerap
10-20% dari zat besi yang dicerna, institute of medicine menganjurkan suplemen zat besi
sebanyak 30-60 miligram setiap hari, selama kehamilan ntuk memastikan terjadinya absorbsi
dari zat besi dari zat yang dibutuhkan setiap hari. Walaupun diperlukan untuk nutrisi yang
baik, suplemen zat besi dapat mengganggu saluran pencernaan diantaranya konstipasi atau
sembelit (Simkin, P, dkk, 2008).
WHO menganjurkan untuk memberikan 60 mg besi selama 6 bulan untuk memenuhi
kebutuhan fisiologik selama kehamilan. Namun, banyak literatur menganjurkan dosis 100 mg

besi setiap hari selama 16 minggu atau lebih pada kehamilan. Diwilayah-wilayah dengan
prevalensi anemia yang tinggi, dianjurkan untuk memberikan suplementasi sampai tiga bulan
postpartum (Prawirohardjo, 2009).
Pemberian suplementasi preparat Fe, pada sebagian wanita menyebabkan sembelit.
Penyulit ini dapat diredakan dengan cara memperbanyak minum, menambah komsumsi
makanan yang kaya akan serat seperti roti, serealia dan agaragar ( Arisman, 2010)
I. PENATALAKSANAAN
1. Non Farmakologis
1. Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fi sik berhubungan dengan peningkatan dua kali lipat risiko
konstipasi. Tirah baring dan imobilisasi berkepanjangan juga sering dihubungkan
dengan konstipasi.
2. Latihan
Sebagian kemampuan defekasi merupakan suatu refl eks yang dikondisikan.
Sebagian besar pasien dengan pola defekasi teraturmelaporkan bahwa pengosongan
saluran
cernanya pada saat yang hampir sama setiap hari. Saat optimal untuk defekasi adalah
segera setelah bangun tidur dan setelah makan, saat transit kolon tersingkat.
Pasienpasien harus mengenali dan merespons keinginan defekasi, jika gagal dapat
mengakibatkan menumpuknya feses yang berlanjut diabsorpsi cairan yang membuat
nya makin sulit dikeluarkan.
3. Posisi Saat Defekasi
Suatu penelitian yang membandingkan posisi-posisi defekasi menyimpulkan
bahwa pasien harus dimotivasi untuk mengadopsi posisi setengah berjongkok atau
semisquatting untuk defekasi. Kebanyakan orang tidak terbiasa dengan posisi
berjongkok, tetapi dapat dibantu dengan menggunakan pijakan kaki dan membungkuk
badan ke depan saat di toilet. Bantal juga dapat digunakan untuk membantu untuk
menguatkan otot-otot abdomen.
4. Konsumsi Air
Konsumsi air adalah kunci penatalaksanaan, pasien harus dianjurkan minum
setidaknya gelas air per hari (sekitar 2 liter per hari). Konsumsi kopi, teh, dan alkohol
dikurangi semaksimal mungkin atau konsumsi segelas air putih ekstra untuk setiap
kopi, teh, atau alkohol yang diminum.5
5. Serat
Meningkatkan konsumsi serat umum direkomendasikan sebagai terapi awal
konstipasi.

Rekomendasi

makanan

tinggi

serat

(buah

dan

sayur)

atau

suplemensuplemen serat Psyllium (kulit ari ispaghula/ ispaghula husk, metilselulosa,

polycarbophil, atau kulit padi/bran) perlu dilanjutkan selama 2-3 bulan sebelum ada
perbaikan gejala yang bermakna. Pendekatan ini hanya efektif pada sebagian pasien
dan masih sedikit bukti penelitian klinis yang mendukung cara ini.
2. Farmakologis
Obat pencahar digunakan apabila konstipasi tidak dapat diatasi dengan penyesuaian
jenis makanan dan perubahan gaya hidup saja. Kriteria obat pencahar yang boleh
diberikan kepada ibu hamil adalah:
a.
b.
c.
d.

Efektif,
Tidak diserap oleh saluran cerna,
Tidak teratogenik ( tidak menyebabkan cacat pada janin ), dan
Dapat ditoleransi dengan baik ( tidak menimbulkan efek samping pada ibu dan
janin ).

Terdapat beberapa golongan obat pencahar, antara lain: obat pencahar osmotik,
pembentuk massa, dan stimulan. Obat pencahar pilihan untuk ibu hamil adalah hanya
digunakan secara terbatas hanya jika konstipasi tidak dapat diatasi dengan obat pencahar
osmotik.
Conth obat yang dapat digunakan untuk mengatsi sembelit :
Pencahar adalah obat yang digunakan untuk memudahkan pelintasan dan pengeluaran
tinja dari kolon dan rektum. Pencahar umumnya harus dihindari, kecuali bila ketegangan
akan memperparah suatu kondisi (seperti pada angina) atau meningkatkan resiko
pendarahan rektal (seperti pada hemoroid). Pencahar juga bermanfaat pada konstipasi
kerena obat, untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmenti, serta untuk
membersihkan

saluran

cerna

sebelum

pembedahan

dan

prosedur

radiologi.

Penyelahgunaan pencahar dapat menyebabkan hipokalemia dan atonia kolon sehingga


tidak berfungsi.

Cara pengguna supositoria


1. Cuci tangan anda dengan air sampai bersih
2. Keluarkan supositoria dari kemasan dan basahi supositoria dengan air bersih

3. Bila supositoria terlalu lembek dinginkan terlebih dahulu dalam lemari es selma 30
menit atau rendam dalam air dingin sebelum membuka kemasan.
4. Atur posisi tubuh dalam keadaan berbaring dengan kaki bawah di luruskan sedangkan
kaki bagian atasnya ditekukan ke arah perut.

5. Angkat bagian atas dubur untuk menjangkau daerah anus.

6. Masukan supositoria dab=n ditekan dengan jari telunjuk sampai betul betul masuk
kedalam bagian otot sfingter ( kekitar 0,5 1cm dari lubang anus) jika tidak sampai pada
otot sfingter supositoria akan terdorong keluar anus

7. ahan tubuh agar tetap berbaring dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih 5
menit untuk menghindari supositoria terdorong keluar.

Kasus 5
Seorang wanita sedang hamil, datang dengan keluhan sudah beberapa (3-4 hari) hari
tidak/ sulit untuk buang air besar. Pasien merasakan perutnya penuh dan tidak nyaman dan
ingin membeli obat yang dapat melancarkan BAB.
1. Obat yang digunakan

Farmakologi
Laktulosa digunakan dalam pengobatan sembelit kronis. Metabolit laktulosa
mengalirkan air ke dalam isi perut, yang menimbulkan efek cathartic melalui aksi
osmotik. Laktulosa aman untuk orang dari semua usia, kecuali untuk orang yang sangat
kecil persentase populasi yang tidak toleran terhadap galaktosa. Dosis mungkin
disesaikan menurut waktu untuk menghasilkan efek dingin akibat efek laksatif yang
dapat merosot dengan pengobatan harian.

Laktulosa bekerja dengan meningkatkan kandungan air dan volume isi perut,
yang membuat isi perut lebih lunak dan lebih mudah keluar. Laktulosa dibuat dari
molekul-molekul gula dan sebagian terurai oleh bakteri yang hidup di bagian bawah
pencernaan. Ini mengarahkan isi perut menjadi lebih asam karena ada asam karboksilat
di antara metabolitnya, yang tidak diserap dari pencernaan lebih bawah. Keadaan ini
pada gilirannya menyebabkan air tertahan di usus yang lebih bawah. Ini menaikkan
jumlah air dalam tempat buangan, melunakkan dan memudahkan tinja keluar. Volume
gas bertambah dan gas dalam perut (ftatulensi) disebabkan oleh fermentasi laktulosa
yang menambah bagi volume materi tinja, dan membuatnya lebih mudah untuk
dikeluarkan. Kondisi kolon sedikit asam disebabkan oleh adanya asam-asam penyebab
aktifnya peristalsis. Efek gabungan dari semua proses tersebut membebaskan sembelit
dengan satu cara yang sangat efektif.
Laktulosa bermanfaat dalam mengobati orang dengan sembelit kronis karena
kelupaan atau mengabaikan kebutuhan untuk buang air besar. Pengobatan ini dimulai
dengan dosis yang rendah dan kemudian bertahap meningkatkannya selama satu minggu
hingga urgensi sedemikian hingga pergerakan isi perut memungkinkan diabaikan.
Setelah dosis manjur ditentukan,

ini dipertahankan secara tidak terbatas atau

ditingkatkan bila diperlukan sepanjang waktu.


Indikasi

Kontra indikasi
Dulcolactol jangan diberikan kepada :
Penderita yang hipersensitif terhadap laktulosa, Penderita dengan obstruksi
intestinal/penyumbatan saluran pencernaan, dan Penderita galaktosemia
Efek samping
Diare, kehilangan cairan atau dehidrasi, hipokalemia, hipernatremia, mual, dan
muntah. Reaksi hipersensitivitas atau alergi.

Dosis
Untuk konstipasi kronis :
Dulcolactol menormalkan kembali fungsi fisiologis kolon. Oleh karena itu efek
ini kadang-kadang memerlukan waktu sampai 48 jam sebelum terjadi defekasi yang
normal. Dosis sekali sehari sebaiknya diminum pada waktu makan pagi. Besarnya dosis
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penderita. Informasi untuk pemakaian
pada anak-anak masih sedikit sekali.
Berdasarkan informasi yang ada dianjurkan dosis sebagai berikut :
Dewasa. Keadaan parah : dosis awal 2 x 15 ml/hari, dosis penunjang 15 25 ml/hari.
Keadaan sedang : dosis awal 15 30 ml/hari, dosis penunjang 10 15 ml/hari.
Keadaan ringan : dosis awal 15 ml/hari, dosis penunjang 10 ml/hari.
Anak-anak. Usia 5 10 tahun : dosis awal 2 x 10 ml/hari, dosis penunjang 10 ml/hari.
Usia 1 5 tahun : dosis awal 2 x 5 ml/hari, dosis penunjang 5 10 ml/hari. Di bawah
1 tahun : dosis awal 2 x 2,5 ml/hari, dosis penunjang 5 ml/hari.

Penyimpanan
Simpan obat dalam wadah kemasannya, tertutup rapat, dan jauh dari jangkauan
anak-anak. Menyimpannya pada suhu kamar dan jauh dari kelebihan panas dan

kelembaban (bukan di kamar mandi). Membuang semua obat yang sudah usang atau
tidak lagi diperlukan. Bicaralah dengan apoteker Anda tentang pembuangan obat Anda

1. Percakapan KIE
Pasien : Selamat siang bu, saya mau beli obat untuk melancarkan BAB.
Apoteker : Oh selamat siang bu. Mari silahkan duduk. Saya Oland apoteker penanggung
jawab di apotik ini.
Pasien : Ini bu saya kesini mau beli obat pencahar, saya sudah hampir tiga hari tidak
BAB.
Apoteker : Oh iya ibu, tunggu saya data nama ibu di daftar dulu. Siapa nama ibu?
Pasien : Saya bu Bene, bu.
Apoteker : usia ibu ?
Pasien : usia saya 31 tahun.
Apoteker : alamat ibu ?
Pasien : Jalan dinoyo baru no 1b
Apoteker : Oh iya ibu bagaimana keluhan ibu, sudah berapa lama tidak BAB?
Pasien : Saya sudah kurang lebih empat hari tidak BAB. Apalagi saya sedang hamil.
Perut saya terasa sangat penuh. Saya merasa sangat tidak nyama. Saya berusaha untuk
ngejeng agar saya bisa BAB, tetapi saya takut.
Apoteker : pada umunya ibu yang sedang hamil sering mengalami susah BAB juga
seperti ibu karena adanya janin dalam perut yang menekan lambung, yang menyebapkan
makan akan lebih lama di lambung sehingga banyak air yang teraserap. Karena
banyaknya air yang terserap menyebapkan feses akan menjadi lebih keras dan susah
untuk dikeluarkan.
Pasien
: Oh begitu ya bu. Tetapi saya sangat tidak nyaman bu. Perut saya terasa
sangat penuh sehingga membuat saya menjadi tidak napsu makan.
Apoteker : Baik bu saya akan memberikan ibu obat untuk melancarkan BAB
Laksadilac

Pasien

: ibu saya mau tanya kalo sya minum dlukolax bisa tidak soalnya saya tadi

mau minum yang dlukolax tapi saya batal karena saya takut ada apa-apa dengan
kehamilan saya?
Apoteker :oh ia ibu obat dlukolax memang dilarang untuk ibu hamil karena akan
gterjadi kontraksi berlbihan didalam perut yang dapat menyebapkan keluarnya bay dari
dalam perut. Jadi ibu hamil tidak boleh minum dlukolax
Pasien : oh begitu ya bu. Terima kasih
Apoteker :( sambil menyerahkan obat). Ini bu obatnya obat ini di minum 1kali sehari 3
sendok makan, kemudian besoknya ibubisa minum 1 kali sehari 2 sendok makan. Karena
obat ini akan memberikan efek sekitar 48 jam jadi ibu sebainya minum pada malam
hari, sehingga malam berikutnya ibu baru merasa efeknya agar tidak menggagun aktifitas
ibu.
Pasien : oh terima kasih bu. Tetapi bagaimana jika walaupun saya minum obat ini saya
tidak BAB apakah saya bisa langsung beli dan minum?
Apoteker : jika obat yang diminum ini tidak memberikan efek ibu harus segera periksa
ke dokter. Karena jika ibu terus mengkonsumsi obat ini, ibu akan menjadi sangat
bergantung pada obat ini. Selain minum obat ini, ibu juga harus banyak makan makanan
yang mengandung serat tinggi seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan biasanya sari
gandum. Ibu juga harus banyak minum air minimal 10 gelas sehari. Selain itu ibu juga
harus banyak olahraga. Tetapi jangan olahraga yang berat. Dengan berjalan 30 menit
sehari itu sudah dapat membantu itu untuk melancarkan BAB.
Pasien : terima kasih bu.
Apoteker : Ia sama-sama bu. Apakah masih ada yang kurang jelas ? oh iya saya jugamau
mengingatkan efek obat ini ibu akan merasasangat mulas
Pasien : Tidak bu terima kasih. Saya permisi dulu.
Apoteker : Oh iya sama-sama. Hati- hati bu di jalan.