You are on page 1of 11

| IP: 202.69.101.

170

| Buletin | Berita Dari Aceh | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh |
Aqidah | Fiqih | Tsaqofah | Sastra |
| Dunia Islam | Pustaka Sofwa | Kajian | Kaset | Kegiatan | Konsultasi | Materi KIT | Ekonomi Islam | Analisa |
Senyum | Download |
Menu Utama
Home
Kontributor
Tentang Kami
Buku Tamu
Produk Kami
Kirim Artikel / Berita
Formulir
Jadwal Shalat
Kontak Kami
Download
Forum Diskusi
Informasi !
Kajian Buku Berpegang Teguh
kepada al-Quran dan
as-Sunnah PENGUMUMAN
HASIL UJIAN
SELEKSI TAHAP II
SIWAKZ ALSOFWA
Bantu Korban Banjir
dan Longsor Bandung
Jadwal Kajian Harian

Kajian Islam

Statistik Situs
Minggu,20-3-2005 -2:6:53
Hits ...: 2485663
Online : 6 users
Artikel Tokoh Islam :
ABU HANIFAH- 2-habis (Sikap Bela Agama Dan
Argumentasinya Yang Kuat)
Sabtu, 12 Maret 05
Abu Hanifah an-Nu'man adalah seorang yang sangat
keras pembelaannya terhadap hak-hak Allah yang tidak
boleh dilanggar, banyak diam dan selalu berfikir.
(Imam Abu Yusuf)

Pencarian
cari di
Berita
search

Iklan

Pada suatu hari Abu Hanifah mendatangi majlis Imam Malik


yang sedang berkumpul dengan para sahabatnya, maka
tatkala ia keluar (karena pengajian sudah bubar), berkatalah
Imam Malik kepada orang-orang yang ada di sekitarnya,
Apakah kalian tahu siapa orang itu.? Mereka menjawab,
Tidak. Kemudian sang Imam berkata, Ia adalah anNu'man bin Tsabit, seorang yang apabila mengatakan
bahwasanya tiang masjid ini adalah emas maka
perkataannya itu tentulah menjadi hujjah dan sungguh
benar-benar tiang itu akan keluar seperti yang dikatakannya
itu.
Tidaklah Imam Malik berlebihan dalam mensifati Abu
Hanifah dengan hal demikian karena memang ia memiliki
hujjah yang kuat, kecepatan dalam megambil keputusan
yang tepat dan ketajaman dalam berfikir.

Jajak Pendapat
Rubrik apa yang
paling anda sukai di
situs ini ?

Meneladani Manasik
haji Rasulullah
Shallallaahu alaihi
wasalam
Kitab Tauhid 2
Kitab Tauhid 1
Kiat-Kiat
Menghidupkan Bulan
Ramadhan
Nama Islami
(puteri)
Yumna
(puteri)
Yusriyyah
(puteri)
Yusra
Banner

Kitab-kitab sejarah telah menceritakan bagaimana pendirian


dan sikapnya terhadap para penentang dan musuh-musuhnya
dalam hal ra'yu dan aqidah, yang kesemuanya itu menjadi
saksi akan kebenaran apa yang dikatakan oleh Imam Malik
tentang Abu Hanifah, yang mana jika seandainya ia
mengatakan bahwasanya pasir yang ada di depanmu adalah
emas maka tidak ada alasan bagi kamu kecuali percaya dan
menerima terhadap apa yang ia katakan. Maka bagaimana
halnya jika ia mendebat tentang kebenaran.?

Abu Hanifah menjawab, seseorang yang dikenal oleh


kaumnya dengan kemuliaan dan kekayaan, dermawan dan
ringan tangan serta suka membantu orang lain, hafal kitab
Allah Azza wa Jalla, selalu menghidupkan seluruh
malamnya untuk beribadah dan banyak menangis karena
takutnya kepada Allah.

Analisa
Ada Apa Dengan Bulan
Muharram..?

Ekonomi
Fatwa
Fiqih
Firaq
Kajian
Khutbah

Sebagai satu contoh apa yang terjadi dengan salah seorang


dari Kufah yang disesatkan Allah ia adalah seorang yang
terpandang di mata sebagian orang dan kata-katanya
didengar oleh mereka. Ia mengatakan kepada orang-orang
bahwasanya Utsman bin Affan pada asalnya adalah seorang
yahudi dan ia tetap menjadi yahudi setelah datangnya agama
Islam. Maka demi mendengar perkataannya tersebut Abu
Hanifah menghampirinya dan berkata, Saya datang
kepadamu hendak melamar anak perempuanmu untuk salah
seorang sahabatku.
Ia menjawab, silahkan wahai Imam, sesungguhnya orang
seperti dirimu tidak akan ditolak apabila meminta sesuatu,
tetapi kalau boleh tahu siapakah orang yang mau menikahi
anak perempuanku itu.?

Liputan Kegiatan
SEMBAKO LEBARAN
1425H
BUKA PUASA
DHUAFA & FUQARA
1425H
SEHAT JELANG
RAMADHAN 1425H

Buletin

Maka orang itu berkata, cukuplah wahai Abu Hanifah,


sesungguhnya sebagian dari sifat yang engkau sebutkan tadi
telah menjadikan orang itu pantas untuk menikahi anak
perempuan Amirul Mu'minin.
Kemudian Abu Hanifah berkata lagi, akan tetapi ia
memiliki satu sifat yang harus engkau pertimbangkan.
Ia bertanya, apakah sifat tersebut.
Sang Imam menjawab, sesungguhnya ia adalah seorang
yahudi.
Maka setelah mendengar jawaban tersebut ia terguncang

Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Pilih

Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

Penerimaan Aceh !

Bursa Saham Dalam


Perspektif Islam
Sutrah Dalam Perspektif
Fiqh Islam
Bolehkah Wanita Haid
dan Orang Junub Masuk
Masjid..?
Instan Messg
ilhamudin : al ilmu qobla
'amal
20-Mar-05 00:54
wajdi : syariah dan
khilafah solusi umat di
dunia ini
20-Mar-05 00:38

kaget seraya berkata, ia seorang yahudi? apakah engkau


akan memintaku untuk menikahkan anak perempuanku
dengan seorang yahudi wahai Abu Hanifah?! Demi Allah
aku tidak akan melakukannya sekalipun ia memiliki semua
sifat baik dari kaum terdahulu hingga yang terakhir.
Maka Abu Hanifah pun berkata, engkau menolak untuk
menikahkan anak perempuanmu dengan seorang yahudi dan
engkau sangat mengingkarinya, kemudian engkau
mengatakan kepada orang banyak bahwasanya Rasulullah
SAW telah menikahkan kedua putri beliau dengan seorang
yahudi !!
Maka demi mendengar apa yang dikatakan Abu Hanifah
tubuhnya bergetar kemudian berkata, aku memohon ampun
kepada Allah dari perkataan jelek yang telah aku katakan,
dan aku bertaubat kepada-Nya dari kedustaan yang pernah
aku lakukan.
Contoh yang lain adalah apa yang terjadi pada salah seorang
Khawarij* yang bernama adh-Dhahhak asy-Syary. Pada
suatu hari ia mendatangi Abu Hanifah dan berkata,
Bertaubatlah engkau wahai Abu Hanifah.

abd rahim : kirimkan


artikel -artikel islam ke
syukran
qablahuabed21a@yahoo.c
Sang Imam menjawab, Dari hal apakah aku bertaubat?
om
Orang itu menjawab, Dari perkataanmu tentang
19-Mar-05 11:18
dibolehkannya menentukan satu hakim untuk memutuskan
apa yang terjadi antara Ali dan Mu'awiyah.
latadry : Cak husnul di
Abu Hanifah berkata, Apakah engkau mau berdebat
aceh, piye kabare??baca
denganku tentang masalah ini? ia menjawab, Ya
ini dong..he he..hati-hati
ya..met bekerja...
Kemudian Abu Hanifah berkata, Jika kita berselisih tentang
19-Mar-05 04:49
apa yang kita perdebatkan, siapakah yang akan menjadi
hakim antara kita
Murni : Alsofwa, this is
Orang itu menjawab, Pilihlah yang engkau mau.
the first time I came to
your web. Than I really
Maka sang Imam memandang salah seorang temannya dan
suprise with the articles.
berkata, Wahai fulan, jadilah engkau penengah di antara
could you send me some
kami tentang apa yang kami perselisihkan
your articles about a
woman in
Selanjutnya ia berkata kepada Sang khawarij, Aku ridlo
Islam.PLEASE... ...
temanmu menjadi penengah antara kita, apakah kamu juga
19-Mar-05 04:23
demikian?
Maka dengan senang hati ia menjawab, Tentu

amirotul : butuh artikel or


produk-produk tentang
pendidikan anak mulai
dlm kandungn s/d balita
19-Mar-05 03:32

Namun kemudian Abu Hanifah berkata, Celakalah kamu,


bagaimana kamu membolehkan adanya penengah di antara
kita tentang apa yang kita perselisihkan, sedangkan kamu
mengingkari adanya di antara dua sahabat Rasulullah
SAW?!

Nama*

Maka orang terebut diam seribu bahasa dan tidak dapat


menjawabnya.

Email
Pesan*
Shout

*harus diisi

Kemudian di antara contoh lainnya adalah kisah perdebatan


beliau dengan Jahm bin Shafwan seorang pemimpin aliran
Jahmiyah yang sesat dan seorang yang menanam kejelekan
di bumi Islam. Pada suatu saat ia mendatangi Abu Hanifah
dan berkata, Aku ingin berbincang-bincang denganmu
tentang beberapa perkara yang telah aku siapkan. Akan
tetapi Abu Hanifah menjawab, berbincang-bincang
denganmu adalah merupakan aib, dan membicarakan
tentang apa yang kamu yakini adalah seperti api yang
menyala.
Maka Jahm berkata, bagaimana engkau menghukumiku
demikian, sedangkan engkau belum pernah bertemu
denganku sebelumnya dan belum pernah mendengar
perkataanku?
Kemudian Abu Hanifah menjawab, sesungguhnya hal yang
demikian telah tersebar dan terkenal di kalangan orang
awam maupun para ulama, sehingga boleh bagiku untuk
berkata demikian karena berita tentangmu telah mutawatir.
Setelah itu Jahm berkata lagi, aku tidak akan bertanya
kepadamu kecuali tentang iman.
Abu Hanifah menyela, apakah sampai saat ini kamu belum
tahu tentang iman sehingga kamu bertanya kepadaku
tentangnya?
Jahm menjawab, aku tahu, akan tetapi aku merasa ragu
pada salah satu macamnya.
Abu Hanifah berkata, ragu dalam hal keimanan adalah
kufur. Kemudian Jahm berkata, kamu tidak boleh
mensifatiku dengan kekufuran sebelum kamu mendengar
apa yang membuatku kafir,
Maka Abu Hanifah berkata, katakan apa yang ingin kamu
tanyakan!
Jahm berkata, kabarkanlah kepadaku tentang seorang yang
meyakini akan keberadaan Allah dengan hatinya, dan ia

yakin bahwasanya Allah adalah Esa dan tiada sekutu


baginya. Ia juga tahu tentang sifat-sifat Allah dan yakin
bahwasanya tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya.
Kemudian ia mati akan tetapi tidak menyatakan
keimanannya itu dengan lisannya. Apakah ia mati dalan
keadaan mukmin atau kafir.?
Abu Hanifah menjawab, ia mati dalam keadaan kafir dan
termasuk ahli neraka jika ia tidak menyatakan dengan
lisannya tentang apa yang diyakini hatinya, kecuali jika ada
sesuatu sebab yang menghalanginya untuk menyatakan
keimanan dengan lisannya.
Kemudian Jahm membantah dengan berkata, bagaimana ia
tidak menjadi mukmin sedangkan ia telah benar-benar
meyakini adanya Allah.?
Maka kemudian Abu Hanifah berkata, jika kamu beriman
kepada al-Qur'an dan kamu menjadikannya sebagai hujjah
maka aku akan menjawab pertanyaanmu dengannya, tapi
jika kamu tidak mengimani al-Qur'an dan kamu tidak
memandangnya sebagai hujjah, maka aku akan menjawab
pertanyaanmu dengan sesuatu yang biasa kami katakan
kepada orang yang menyelisihi Islam.
Akan tetapi kemudian Jahm menjawab, justru aku
mengimani al-Qur'an dan menjadikannya sebagai hujjah.
Maka Abu Hanifah menjawab, sesungguhnya Allah
Tabaraka wa Ta'ala telah menjadikan keimanan itu dengan
dua anggota badan yaitu hati dan lisan, tidak dengan salah
satunya, dan yang demikian itu telah di sebutkan dalam
Kitab Allah al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW,
diantaranya adalah:
Firman Allah Ta'ala, Dan apabila mereka mendengarkan
apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat
mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran
(al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab
mereka sendiri); seraya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah
beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang
menjadi saksi atas (kebenaran al-Qur'an dan kenabian
Muhammad s.a.w) Mengapa kami tidak akan beriman
kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada
kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami
memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang
shalih? Maka Allah memberi mereka pahala terhadap

perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir


sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di
dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang
berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).( al-Maidah:
83-85)
Disebutkan dalam ayat di atas bahwasanya mereka meyakini
kebenaran dengan hati dan menyatakannya dengan lisan,
maka karena apa yang mereka ucapkan Allah memasukkan
mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di
dalamnya.
Dia juga berfirman, Katakanlah (hai orang-orang mukmin):
Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan
kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang
diberikan kepda Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan
kepada nabi-nabi dari Tuhan-Nya.( Al-Baqarah: 136)
mereka diperintah untuk melafadzkan keimanan mereka dan
tidak cukup hanya dengan hati.
Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
Katakanlah, Laa ilaaha illallaah, maka kalian akan
selamat. beliau tidak menjadikan keselamatan hanya
dengan keyakinan hati, akan tetapi harus disertai dengan
dengan ucapan.
Di dalam hadits yang lain beliau SAW bersabda, akan
keluar dari neraka orang yang mengatakan Laa ilaaha
illallaah. Beliau tidak mengatakan, akan keluar dari neraka
orang yang tahu adanya Allah. Dan jikalau perkataan itu
tidak dibutuhkan, akan tetapi cukup keimanan itu hanya
dengan hati, maka iblis itu termasuk orang yang beriman.
Karena iblis tahu bahwasanya Allah itu ada, ia tahu
bahwasanya Allah lah yang telah menciptakannya dan Allah
pula yang akan mematikannya. Ia juga yakin bahwasanya
Allah yang akan membangkitkannya dan Allah pula yang
menyesatkannya.
Disebutkan dalam al-Qur'an bahwasanya iblis berkata,
Engkau menciptakan aku dari api sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah. Al-A'raaf: 12
Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah
kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. (Al-Hijr:
36)

Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benarbenar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau
yang lurus.(al-A'raaf: 16)
Dan jika apa yang engkau yakini adalah benar wahai Jahm,
maka sebagian banyak orang kafir menjadi beriman karena
mereka mengakui adanya Allah dengan hatinya walaupun
mereka mengingkari dengan lisan mereka.
Allah berfirman, Dan mereka mengingkarinya karena
kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka
meyakini (kebenaran)-nya. (An-Naml:14)
Keyakinan yang ada di hati mereka tidak dapat menjadikan
mereka beriman, akan tetapi mereka tetap orang kafir karena
pengingkaran lisan mereka.
Demikianlah Abu Hanifah menjelaskan tentang
permasalahan iman dengan sangat gamblangnya, kadang
dengan al-Qur'an dan terkadang dengan hadits, sehingga
tampak pada wajah Jahm rasa minder dan kalah sampai
kemudian ia berpamitan kepada Abu Hanifah seraya berkata,
engkau telah mengingatkanku akan sesuatu yang terlupa,
aku pamit sebentar. Akan tetapi ia pergi tanpa kembali lagi.
Di antara contoh yang lain, diceritakan bahwasanya pada
suatu saat Abu Hanifah menemui sekelompok orang yang
mengingkari adanya Sang Pencipta (Atheis), maka ia berkata
kepada mereka, Apa yang kalian katakan jika ada sebuah
kapal yang penuh dengan muatan barang, di tengah lautan ia
dikelilingi oleh ombak besar yang saling bertabrakan dan
diterjang oleh angin yang sangat kencang, akan tetapi kapal
tersebut dapat berlayar dengan sangat tenang menuju tempat
tujuan tanpa adanya goncangan sedikitpun, sedangkan di
atas kapal tersebut tidak ada seorang nahkodapun
didalamnya. Apakah hal tersebut masuk akal?
Mereka menjawab, Tidak, sesungguhnya kejadian tersebut
sama sekali tidak dapat diterima oleh akal
kemudian ia berkata, Begitukah? Subhaanallah!! Kalian
mengingkari adanya sebuah kapal yang dapat berjalan
dengan tenang tanpa nahkoda, sedangkan kalian meyakini
bahwasanya alam semesta yang penuh dengan lautan luas,
gugusan bintang yang selalu beredar, burung-burung yang
selalu bertashbih dan berbagai macam binatang ada
(tercipta) dengan sendirinya tanpa ada Sang Pencipta yang

menciptakan dan mengatur semua itu? Celakalah kalian.!


Demikianlah perjalanan hidup beliau yang selalu membela
agama Allah dengan apa yang telah dianugerahkan oleh-Nya
yang berupa kekuatan berhujjah dan kefasihan dalam
berbicara.
Kemudian tatkala maut menjemput, telah ditemukan
bahwasanya di antara wasiat beliau adalah agar jasadnya
dikuburkan di tanah yang bersih (tidak ada syubhat
rampasan atau lainnya) dan agar dijauhkan dari setiap
tempat yang dikhawatirkan diambil dengan ghosob (diambil
tanpa seizin pemiliknya).
Maka tatkala wasiat tersebut sampai ke telinga al-Manshur
ia berkata, siapakah yang berani mencela dia di depanku.?
Abu Hanifah juga telah berwasiat agar jasadnya dimandikan
oleh al-Hasan bin 'Ammaroh, maka tatkala memandikannya
ia berkata, Semoga Allah merahmatimu wahai Abu
Hanifah, dan semoga Dia menghapus dosa-dosamu sebagai
balasan dari apa yang pernah engkau lakukan.
Sesungguhnya engkau tidak pernah berbuka sejak tiga puluh
tahun, dan tidak pernah tidur sejak empat puluh tahun. Dan
sungguh engkau telah membikin susah ulama setelahmu
(karena harus mencontoh dan meniru perilakumu).

CATATAN:
* Al-Khawarij: orang-orang yang keluar dari ketaatan
kepada Ali dan Mu'awiyah RA
Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak |
|
|
|
| Pasca
Shahabat Tabi'in TabiutTabi'in Abad 3
|
|
|
H|

|
Kontemporer
|

Pengeluaran Aceh

YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: mailto:info@alsofwah.or.id | website:
http://www.alsofwah.or.id/ | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat tidak untuk komersil.