You are on page 1of 5

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1

TINJAUAN PUSTAKA
Diera

ini

perkembangan

industri

semakin

maju

dengan

pesat.

Perkembangan tersebut banyak yang menggeser lahan pertanian, lebih-lebih di


daerah perkotaan. Akibatnya, lahan pertanian semakin sempit. Disisi lain
kebutuhan akan hasil pertanian semakin meningkat seiring dengan meningkatnya
jumlah penduduk. Oleh karena untuk mengatasi kondisi tersebut, hidroponik
merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan
produktivitas tanaman, terutama pada lahan sempit. Menurut Nazaruddin (1998),
dengan adanya kemajuan teknologi pertanian memungkinkan penanaman sayuran
di luar musimnya. Oleh karena itu, kebutuhan akan sayuran dapat terpenuhi dan
kontinyuitasnya dapat lebih terjaga. Hidroponik adalah istilah yang digunakan
untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah
sebagai media pertanamannya (Lingga, 2002). Media-media tanamnya dapat
berupa kerikil, pasir, serabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu
bata, potongan kayu, atau busa. Keberhasilan metode hidroponik bergantung dari
kebersihan wadah, media, dan tanaman yang digunakan. Oleh karena itu, semua
media dan wadah yang akan digunakan harus dibersihkan terlebih dahulu. Salah
satu caranya adalah dengan dipanaskan atau dicuci sehingga bebas dari hama dan
penyakit. Setelah media dan wadah hidroponik dibersihkan, barulah tanaman
ditanam pada media tersebut, kemudian diberikan larutan nutrisi. Larutan nutrisi
mengandung unsur makromolekul, mikromolekul, hormon, dan bahan mineral
yang dibutuhkan tanaman.
Keuntungan menggunakan teknik hidroponik adalah hasil tanaman berkualitas
tinggi, bebas hama penyakit, penanaman tidak harus mengikuti musim tanam,
tidak memerlukan tanah yang lebih luas, serta penggunaan air dan pupuk menjadi
lebih hemat.
Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tetapi
cadangan makanan dan air yang terkandung dalam tanah yang diserap akar.
Berarti dapat disimpulkan bahwa suatu tanaman dapat tumbuh tanpa tanah,

asalkan diberikan cukup air dan garam-garam mineral. Berdasarkan sistem yang
digunakan, hidroponik mempunyai beberapa sistem, salah satu diantaranya yaitu,
Sistem Sumbu (wick system) merupakan Sistem hidroponik yang menggunakan
sumbu yang dipasangkan ke media/pot tanaman, sumbu ini berfungsi untuk
mengalirkan larutan nutrisi dari bawah (penampung) ke atas (akar tanaman).
Media tanam yang bisa digunakan dalam sistem ini adalah perlite, vermiculite,
rockwool dan coco fiber. Karena hanya mengandalkan kapilaritas sumbu dalam
memasok nutrisi, maka sistem ini tidak cocok digunakan untuk tanaman rakus
hara, karena tanaman akan menyerap nutrisi lebih cepat daripada yang bisa
dialirkan oleh sumbu.
Dewasa ini pemupukan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan
melalui sistem organik sangat dianjurkan. Bahan pemupukan yang dapat
digunakan salah satunya adalah berupa air bekas cucian beras dan kascing
(kotoran bekas pemeliharaan cacing).
Air cucian beras telah diketahui oleh berbagai penelitian, bahwa ia
memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Ada pun beberapa kandungan nutrisi
utama pada air cucian beras diantaranya: Karbohidrat sebesar 85 % hingga 90 %
yang berupa pati, gula, protein, glutein, selulosa, hemiselulosa dan juga beberapa
jenis vitamin B yang tergolong cukup tinggi. Air cucian beras sangat bermanfaat
untuk kesuburan tanaman yaitu untuk pengendali organisme pengganggu
tanaman, memperbanyak serta menyehatkan akar tanaman. Pemanfaatan Air Leri
atau Air cucian beras sebagai pupuk tanaman adalah pola pertanian yang ramah
lingkungan. Air limbah Organik cucian beras di ketahui mempunyai Mikroba/
bakteri Pseudomonas fluorescens Ia banyak di gunakan sebagai bahan baku POC
(Pupuk Organik Cair). Bakteri Pseudomonas fluorescens sejenis mikroba atau
mikroorganisme yang beradaptasi serta mengkloning dengan baik pada sistem
perakaran (akar tanaman) serta mempunyai keunggulan untuk mensintesis
metabolit untuk proses menghambat perkembangbiakan patogen .
Selain air cucian beras, nutrisi yang baik untuk tanaman adalah nutrisi
kascing. Kascing merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari proses
pencernaan dalam tubuh cacing yang dibuang sebagai kotoran cacing yang telah

terfermentasi (Mashur, 2001). Kascing ini memiliki banyak kelebihan jika


dibandingkan dengan pupuk organik lain, karena kascing kaya akan unsur hara
makro esensial seperti: carbon (C), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan unsurunsur hara mikro lain seperti zinc (Zn), tembaga (Cu), mangan (Mn), serta
mengandung hormon tumbuh tanaman seperti auksin, giberelin dan sitokinin yang
mutlak dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman secara maksimal. Beberapa hasil
penelitian menunjukkan bahwa kascing dapat meningkatkan pertumbuhan dan
hasil tanaman hortikultura, seperti jagung manis, mentimun, dan melon, dan untuk
padi, untuk bibit coklat (Mulyati dan Sinwin, 2010).
Klasifikasi Lumbricus rudellus
Kingdom

: Animalia

Phyllum

: Annelida

Kelas

: Clitellata

Ordo

: Haplotaxida

Family

: Lumbricidae

Genus

: Lumbricus

Spesies

: Lumbricus rubellus
Selada (Lactuca sativa) merupakan jenis dari famili Compositae, yang

banyak digunakan sebagai bahan makanan bagi masakan eropa, karena daunnya
yang membentuk roset tanpa batang yang dapat dimakan (Slamet soeseno). Selada
mempunyai beberapa varietas yang satu diantaranya adalah jenis selada romaine.
Meskipun semua varietas selada memiliki kalori rendah, namun memiliki
kandungan gizi yang berbeda. Selada sebagai sumber baik kolin. Selada Romain
yang paling padat nutrisi dari semua varietas dan merupakan sumber vitamin A,
B1, B2 dan C, asam folat, mangan dan kromium. Selada merah mendapat warna
merah dari pigmen yang disebut antosianin. Pigmen ini berfungsi sebagai
antioksidan, menghilangkan radikal bebas yang merusak sel. Beberapa peneliti
menemukan berbagai selada merah mengandung flavonoid, yang merupakan
antioksidan kuat. Selada memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh antara
lain : menjaga berat badan. Selada sangat baik untuk pelaku diet karena sangat
rendah kalori, rata-rata hanya 1-50 per porsi. Selada juga kaya air, memungkinkan

tubuh untuk terhidrasi. Selada juga mengandung serat, yang membantu


pencernaan

dan

memberi

rasa

kenyang

lebih

lama.

Selada juga dapat melawan penyakit, karena mengandung beta-karoten yang


merupakan pejuang melawan penyakit. Penyakit tertentu seperti katarak, stroke,
penyakit

jantung,

dan

kanker

dapat

dilawan

dengan

makan

selada.

Menurut American Cancer Institute dan American Cancer Society, makanan yang
kaya vitamin A dan C dapat membantu mencegah kanker tertentu. Selada
mengandung kedua vitamin tersebut.
Klasifikasi selada
Divisi

: Spermatophyte

Subdivisi

:Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Asterales

Famili

: Asteraceae (Compositae)

Genus

: Lactuca

Spesies

: Lactuca sativa

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan macam media dan komposisi nutrisi
yang tepat dalam budidaya tanaman selada secara hidroponik. Dari penelitian ini
diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berharga, terutama untuk
pengembangan teknologi hidroponik dengan biaya murah dan dapat diaplikasikan
di tingkat petani maupun masyarakat luas.
2.2

HIPOTESIS
Berdasakan tinjauan pustaka atau kerangka pemikiran diatas, maka penulis

mencoba untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya, apakah hasil
penelitian akan menerima atau menolak hipotesis tersebut, sebagai berikut:

Diduga pot yang diberi pupuk kombinasi dari kascing dan air cucian beras (P4)
lebih besar pengaruhnya dibanding dari pot dengan nutrisi kascing (P3) dan pot
dengan nutrisi air cucian beras (P2).
H0 : P4<P2,P3
H1 : P4>P2,P3