You are on page 1of 26

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PADA KLIEN WS DENGAN GANGGUAN PROSES


BERPIKIR
DI RUANG DARMAWANGSA
RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

OLEH:
NAMA : IDA AYU ARI ADNYANI
NIM

: P07120213038

JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES DENPASAR


PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN

2015

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN POLTEKKES DENPASAR
I.

IDENTITAS KLIEN

Ruang Rawat

: Darmawangsa

Tanggal Rawat : 1 Mei 2015

Inisial

: WS(L)

No.RM

: 016046

Umur

: 40 tahun

Status

: Belum menikah

Pekerjaan

: Petani

Pendidikan

: SLTA

II. ALASAN MASUK

Data Primer :Pasien mengatakan di rumah mengamuk sambil marah-marah dan berkelahi
dengan sepupunya. Pasien juga mengatakan sempat mengamuk ke rumah tetangganya
dan membawa pisau kemana-mana seperti ketempat suci (pura).
Autoanamnesis : Pasien datang dengan menggunakan baju berwarna orange, hanya
menggunakan celana dalam dan kaki kiri mengalami luka, dan pasien mengeluh nyeri.
Pasien mampu menyebutkan nama, umut, dan tau sedang berada dimana. Pasien
mengamuk dengan memarahi warga sekitar, terutama yang pernah mempunya konflik
tanah dengan keluarganya. Pasien dikatakan sudah sekitar 4-5 kali dirawat di RSJ, namun
menjadi lebih parah ketika bapaknya meninggal karena kondisi ekomominya yang
semakin memburuk.
Data Sekunder : Pasien mengatakan dirinya adalah orang kaya yang memiliki banyak
mobil, tanah, dan rumah secara berulang-ulang.
III. FAKTOR PREDISPOSISI

1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?

ya tidak

2. Pengobatan sebelumnya ?
berhasil

kurang berhasil

tidak berhasil

Jelaskan : Pasien mengatakan sempat putus obat sekitar 8 bulan yang lalu.
3. Penolakan dari lingkungan : ya tidak
Jelaskan : Pasien mengatakan hubungannya dengan orang-orang disekitarnya tidak
ada masalah. Pasien biasa bergaul dengan orang-orang sekitarnya baik itu di
rumahnya maupun saat sekarang berada di Rumah Sakit Jiwa.
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?

ya

tidak

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Pasien mengatakan merasa kecewa karena tidak bisa menjadi PNS/ Pegawai Bank
BRI.
Masalah Keperawatan :
1) Risiko perilaku kekerasan.
2) Regimen terapeutik yang tidak tercapai.
IV. FISIK

1. Tanda vital

TD : 110/80 N : 82 x/menit S : 36oC P : 20 x/menit

2. Ukuran

TB : 165 cm BB : 60 kg Turun

3. Keluhan fisik Ya

Naik

Tidak

Jelaskan: Pasien mengatakan tidak mengalami keluhan fisik/ rasa sakit saat di
tubuhnya. Pasien mengatakan saat ini tubunya terasa sehat (baik-baik saja).
Masalah Keperawatan : V. PSIKOSOSIAL

1. Genogram :
Keterangan :
: Pasien
: Meninggal
: Tinggal
Serumah
: Laki-laki
: Perempuan
: Menikah
: Keturunan
: Orang terdekat
Jelaskan : Klien mengatakan bahwa Ia tinggal berdua dirumahnya dengan Ibunya
saja. Ayah dan kedua kakak laki-laki pasien sudah meninggal dan adik
perempuan pasien sudah menikah.
Masalah keperawatan : -

2. Konsep Diri
a. Citra tubuh

Pasien mengatakan bahwa Ia merasa sehat. Ia menyukai seluruh bagian tubuhnya


terutama tangan kanannya yang ditato karena terlihat keren.
b. Identitas diri

Pasien mengatakan/ mampu menyebutkan nama panjangnya, nama panggilannya,


alamat, umur, serta pendidikannya.
c. Peran

Pasien mengatakan bahwa dirumah ia berperan sebagai seorang anak. Ia biasanya


pergi ke sawah mencari kelapa untuk dijual sebagai sekedar untuk membeli rokok
atau memenuhi kebutuhannya.
d. Ideal Diri :
Pasien mengatakan merasa kecewa karena gagal atau tidak mampu mewujudkan
cita-citanya untuk menjadi seorang PNS/ Pegawai Bank BRI.
e. Harga Diri :
Pasien mengatakan bahwa Ia tidak memiliki pekerjaan tetap (tidak bekerja).
Pasien mengatakan merasa kecewa karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
Masalah keperawatan : Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah.
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti

Pasien mengatakan bahwa Ia dekat dengan Ibunya. Jika ada masalah biasanya Ia
akan menceritakan pada Ibunya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat:
Pasien mengatakan di lingkungan rumahnya (Banjar), Ia sering ikut kegiatan di
Banjarnya seperti jika ada piodalan di Pura atau jika ada kegiatan-kegiatan di
Banjarnya.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Pasien mengatakan tidak ada masalah jika berkomunikasi atau bergaul dengan
orang lain, baik di rumah ataupun dengan orang-orang di Rumah Sakit Jiwa
tempatnya dirawat saat ini.
Masalah Keperawatan: 4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan

Klien mengatakan bahwa dirinya beragama Hindu. Ia yakin dengan adanya Tuhan
yang dalam agama Hindu disebut Ida Shang Hyang Widhi.
b. Kegiatan ibadah

Klien mengatakan bahwa Ia tetap bersembahyang walaupun tidak langsung ke


Pura di wilayah RSJ sama seperti saat Ia berada dirumah. Ia bersembahyang
hanya saat-saat tertentu seperti jika ingin bersembahyang. Pasien mengatakan
biasa berdoa dalam hati.
Masalah keperawatan : VI. STATUS MENTAL

1. Penampilan
Tidak Rapi

Penggunaan pakaian tidak sesuai

Cara pakaian tidak seperti biasanya


Jelaskan: Pasien tampak cukup rapi. Pasien memakai pakaian sewajarnya dengan
celana berwarna putih dan baju kaos hitam.
Masalah keperawatan : 2. Pembicaraan
Cepat

Apatis

Kasar

Lambat

Gagap

Membisu

Inkoherensi

Tidak mampu memulai pembicaraan

Jelaskan: Pasien berbicara dengan normal dalam bercerita dan mampu menjawab
pertanyaan perawat (koherensi).
Masalah keperawatan : 3. Aktivitas motorik
Lesu

Gelisah

Tik

Tremor

Tegang

Agitasi

Grimasem Kompulsif

Jelaskan: Pasien tidak mengalami masalah aktivitas motorik baik saat bercerita
dengan perawat atau saat melakukan aktivitasnya.
Masalah keperawatan : -

4. Alam perasaan
Sedih

Putus Asa Gembira berlebihan

Ketakutan

Kuatir

Jelaskan: Saat pengkajian, pasien tidak menunjukkan perasaan sedih, putus asa,
ketakutan, kuatir , atau gembira berlebihan saat bercerita.
Masalah keperawatan : 5. Afek/ emosi
Datar

Tumpul

Labil

Tidak sesuai

Jelaskan: Saat pengkajian pasien tidak menunjukkan emosi yang berubah-ubah.


Pasien terlihat tenang saat bercerita.
Masalah keperawatan : 6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan

Mudah tersinggung

Tidak kooperatif

Kontak mata kurang

Defensif
Curiga

Jelaskan : Saat pengkajian pasien menunjukkan interaksi yang baik saat bercerita
(wawancara) dengan perawat. Pasien kooperatif.
Masalah keperawatan : 7. Persepsi
Pendengaran

Pengelihatan

Pengecapan

Penghidu

Perabaan

Jelaskan : Pasien tidak mengalami gangguan persepsi.


Masalah keperawatan : 8. Proses pikir
Sirkumstansial

Tangensial

Kehilangan asosiasi

Flight of ideas

Blocking

Pengulangan pembicaraan/ preservarasi

Jelaskan : Saat pengkajian, pasien melakukan pengulangan/ peservarasi dalam


bercerita/menjawab pertanyaan perawat. Pasien terus menerus menceritakan dirinya
yang memiliki banyak mobil, tanah, dan rumah.
Masalah keperawatan : -

9. Isi pikir
Obsesi

Hipokondria

Ide yang terkait

Phobia

Depersonalisasi

Pikiran magis

Waham
Agama

Somatik

Kebesaran Curiga

Nihilistik

Sisip piker

Siar piker Kontrol piker

Jelaskan : Isi pikiran pasien adalah obsesi dengan kehidupan yang kaya, banyak
mobil, rumah, dan tanah. Pasien mengatakan dirinya adalah orang kaya yang memiliki
banyak mobil, tanah, dan rumah. Pembicaraan pasien cenderung berulang-ulang dan
tidak sesuai dengan kenyataan. Saat bercerta pandangannya biasanya mengarah lurus
kedepan dan menatap perawat saat ditanya kembali.
Masalah keperawatan : Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.
10. Tingkat kesadaran
Bingung

Sedasi

Stupor

Tempat

Orang

Disorientasi:
Waktu

Jelaskan : Tingkat kesadaran pasien yaitu compos mentis. Pasien dalam keadaan sadar
dan tenang.
Masalah keperawatan : 11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang

Gangguan

daya

ingat

jangka

pendek
Gangguan daya ingat saat ini

Konfabulasi

Jelaskan : Pasien tidak mengalami gangguan dalam memorinya.


Masalah keperawatan : 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Mudah beralih

Tidak mampu berkonsentrasi

Tidak mampu berhitung sederhana


Jelaskan : Pasien mampu menghitung dari 1-10 sesuai anjuran perawat dan dan dapat
fokus dalam menceritakan pengalamannya.

Masalah keperawatan : 13. Kemampuan penilaian


Gangguan ringan

Gangguan bermakna

Jelaskan : Pasien mampu menilai mana hal yang benar atau salah. Pasien mampu
menilai tingkah lakunya yang salah contohnya mengamuk saat Ia ada masalah.
Masalah keperawatan : 14. Daya tilik diri
Mengingkari penyakit yang diderita Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan : Pasien mengatakan sadar akan keadaan/ kondisinya saat ini.
Masalah keperawatan : VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

1. Kemampuan klien memenuhi/menyediakan kebutuhan :


a. Makan : Bantuan minimal Bantuan total
b. Keamanan : Bantuan minimal Bantuan total
c. Tempat tinggal : Bantuan minimal Bantuan total
d. Perawatan kesehatan : Bantuan minimal Bantuan total
e. Berpakian / berhias: Bantuan minimal

Bantuan total

f. Transportasi : Bantuan minimal Bantuan total


g. Uang : Bantuan minimal Bantuan total
2. Kegiatan hidup sehari-hari
a. Perawatan diri : Bantuan minimal Bantuan total
b. Nutrisi :
-

Apakah anda puas dengan pola makan : ya tidak

Apakah anda memisahkan diri : ya tidak

Frekwensi makan perhari : 3x sehari

Frekwensi kudapan perhari : 2 x sehari

Nafsu makan : Baik

BB : 60 kg

Diet khusus : -

c. Tidur

apakah ada masalah ? : ya tidak

apakah anda merasa seger setelah bangun tidur ? : ya tidak

apakah ada kebiasaan tidur siang ? : ya tidak

apa yang menolong anda untuk tidur ? ya tidak

Waktu tidur malam : ya tidak

3. Kemampuan klien dalam


-

Mengantisipasi kebutuhan sendiri ? : ya tidak

Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ya tidak

Mengatur penggunaan obat ? : ya tidak

Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : ya tidak

4. Klien memiliki sistem pendukung


Keluarga : ya tidak

Teman Sejawat : ya tidak

Profesional/terapis : ya tidak

Kelompok social : ya tidak

5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang menghasilkan atau hobi :
ya tidak
Masalah keperawatan: VIII.

MEKANISME KOPING

Adaptif

Maladaptif

Bicara dengan orang lain

Minum alcohol

Mampu menyelesaikan masalah

Relaksaksi lambat berlebih

Teknik relokasi

Berkerja berlebihan

Aktivitas konstruktif

Menghindar

Olahraga

Mencederai diri

Lainnya

Lainnya ( Mengamuk)

Alasan

: Pasien mengatakan sebelum masuk RSJ saat mengalami masalah Ia

melampiaskannya dengan mengamuk.

Masalah keperawatan : Koping individu tidak efektif.


IX.

MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

Masalah dengan dukungan Kelompok:

Pasien mengatakan tidak mengalami masalah dari dukungan kelompoknya baik itu
keluarga ataupun teman-temannya.
Masalah dengan Lingkungan:
Pasien mengatakan Ia bisa diterima dalam lingkungannya. Tetapi Ia memiliki konflik
masalah tanah dengan tetangganya.
Masalah dengan pendidikan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pendidikannya. Pasien mengatakan
pendidikan terakhirnya SLTA dan mampu berbicara Bahasa Inggris.
Masalah dengan Pekerjaan :
Pasien mengatakan tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi Ia biasanya memenuhi
kebutuhannya dengan bekerja di sawah atau mencari kelapa.
Masalah dengan perumahan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dirumahnya. Pasien tinggal dengan Ibu yang
paling dekat dengannya.
Masalah dengan ekonomi:
Pasien mengatakan sejak ayahnya meninggal, Ia memiliki masalah dalam ekonomi
keluarganya.
Masalah dengan pelayanan kesehatan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan dirinya. Pasien
memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas.
Masalah lainnya : X.

PENGETAHUAN KURANG TENTANG :

Penyakit jiwa
Faktor presipitasi
Koping
Lainnya
Sistem pendukung
Penyakit fisik
Obat-obatan
Masalah keperawatan :.XI. ASPEK MEDIK

- Diagnosa medik : Skizofrenia Hebefrenik

- Diagnosis multiaxial :
Aksis I

: Skizofrenia hebefrenik

Aksis II

: Ciri kepribadian tertutup

Aksis III

: Tidak ada diagnosis

Aksis IV

: Masalah ekonomi

Aksis V

: GAF 20-11

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


Data

Masalah Keperawatan
Risisko Perilaku Kekerasan

Subyektif :

a) Pasien mengatakan di rumah mengamuk


sambil

marah-marah

dan

berkelahi

dengan sepupunya.
b) Pasien mengatakan sempat mengamuk
ke rumah tetangganya dan membawa
pisau kemana-mana seperti ketempat
suci (pura).
Obyektif :
Tatapan pasien tampak lurus kedepan.
Subyektif :

Regimen terapeutik yang tidak tercapai

Pasien mengatakan sempat putus obat sekitar 8


bulan yang lalu.
Obyektif :
a) Pengobatan sebelumnya kurang berhasil.
b) Pasien kembali masuk RSJ tanggal 1 Mei
2015.
Subyektif :

a) Pasien
karena

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

mengatakan
gagal

atau

merasa

kecewa

tidak

mampu

mewujudkan cita-citanya untuk menjadi


seorang PNS/ Pegawai Bank BRI.
b) Pasien mengatakan merasa kecewa
karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
Obyektif :
Pasien tampak sedikit kecewa dan ekspresi
wajah datar.

Subyektif :

Gangguan proses berpikir : waham

Pasien mengatakan dirinya adalah orang kebesaran


kaya yang memiliki banyak mobil, tanah,
dan rumah.
Obyektif :
a) Pasien terus bercerita tentang kekayaan yang
dimilikinya seperti mobil, rumah dan tanah.
b) Pembicaraan cenderung berulang-ulang
c) Isi pembicaraan tidak sesuai dengan
kenyataan.
Subyektif :

Koping individu tidak efektif

Pasien mengatakan sebelum masuk RSJ saat


mengalami masalah Ia melampiaskannya dengan
mengamuk.
Obyektif :
Tatapan pasien tampak lurus kedepan
POHON MASALAH

Effect

Risiko Perilaku Kekerasan


Regimen terapeutik yang
tidak tercapai

Gangguan Proses Berpikir :


Waham Kebesaran

Code problem

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

Problem

Koping individu tidak efektif


XII.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.


Bangli, 8 Mei 2015
Mahasiswa

(Ida Ayu Ari Adnyani)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

Dx. Kep
Gangguan proses

Rencana Tindakan Keperawatan


Tujuan
Kriteria Evaluasi
Tindakan Keperawatan
1. Klien dapat membina
1. Ekspresi wajah
1. Bina hubungan saling

Rasional
Hubungan saling percaya

berpikir : waham

hubungan saling

bersahabat,

percaya dengan

merupakan dasar untuk

kebesaran.

percaya

menunjukkan rasa

menggunakan prinsip

kelancaran hubungan

senang, ada kontak

komunikasi terapeutik:
a. Sapa klien dengan

interaksi selanjtnya..

mata, mau berjabat


tangan, mau
menyebutkan tangan,
mau menyebutkan
nama, mau

ramah baik verbal


maupun nonverbal
b. Perkenalkan diri
dengan sopan
c. Tanyakan nama

menjawab salam,

lengkap klien dan

klien mau duduk

nama panggilan yang

berdampingan
dengan perawat, mau
mengutarakan
masalah yang
dihadapi.

disukai klien
d. Jelaskan tujuan
pertemuan
e. Jujur dan menepati
janji
f. Tunjukkan sikap
empati dan

menerima klien apa


adanya
g. Beri perhatian pada
klien dan perhatikan
kebutuhan dasar
klien.
2. Jangan membantah dan
mendukung waham klien
:
a) Katakan perawat
menerima keyakinan
klien: Saya
menerima keyakinan
anda disertai
ekspresi menerima.
b) Katakan perawat
tidak
mendukung :Sukar
bagi saya untuk
mempercayainya
disertai ekspresi ragu
tapi empati.
c) Tidak membicarakan

isi waham klien.


3. Yakinkan klien berada
dalam keadaan aman dan
terlindung:
a) Anda berada
ditempat aman, kami
akan menemani
anda.
b) Gunakan
keterbukaan dan
kejujuran
c) Jangan tinggalkan
klien sendirian.
4. Observasi apakah
waham klien
mengganggu aktivitas
sehari-hari dan
Gangguan proses

2. Klien dapat

2. Klien mampu

perawatan diri
1. Beri pujian pada

Diskusikan tingkat

berpikir : waham

mengidentifikasi

mendiskusikan

penampilan dan

kemampuan klien seperti

kebesaran.

kemampuan yang

kemampuan yang

kemampuan klien yang

menilai realitas, control

dimiliki

dimiliki pada masa


lalu dan saat ini
sesuai realita.

realistis.
2. Diskusikan dengan klien
kemampuan yang

diri/integritas ego sebagai


dasar asuhan keperawatan.

dimiliki pada waktu lalu


dan saat ini yang realistis
(hati-hati terlibat diskusi
tentang waham).
3. Tanyakan apa yang biasa
klien lakukan (kaitkan
dengan aktivitas seharihari dan perawatan diri)
kemudian anjurkan
untuk melakukannya
saat ini.
4. Jika klien selalu bicara
tentang wahamnya,
dengarkan sampai
kebutuhan waham tidak
ada. Perawat perlu
memperlihatkan bahwa
Gangguan proses

3. Klien dapat

3. Klien dapat

klien penting.
1. Bantu klien

Diketahuinya fator pencetus

berpikir : waham

mengidentifikasi

menyebutkan

mengidentifikasi

dari waham yang dialami

kebesaran.

stressor/pencetus

kejadian-kejadian

kebutuhan yang tidak

klien.

waham

sesuai dengan urutan

terpenuhi serta kejadian

waktu serta harapan/

yang menjadi fator

pencetus wahamnya.
2. Diskusikan dengan klien
tentang kejadiankejadian traumatic yang
kebutuhan dasar yang
tidak terpenuhi,

menimbulkan rasa takut,


cemas, maupun perasaan

seperti : harga diri,

tidak dihargai.
rasa aman, dsb. Dapat 3. Diskusikan
menyebutkan
hubungan antara
kejadian traumatis/
kebutuhan tidak
terpenuhi dengan
wahamnya.

kebutuhan/harapan yang
belum terpenuhi.
4. Diskusikan dengan klien
cara-cara mengatasi
kebutuhan yang tidak
terpenuhi dan kejadian
traumatic.
5. Diskusikan dengan klien
antara kejadian traumatic

Gangguan proses

4. Klien dapat

4. Klien dapat

dengan wahamnya.
1. Bantu klien

berpikir : waham

mengidentifikasi

menyebutkan

mengidentifikasi

kebesaran.

wahamnya

perbedaan

keyakinan yang salah

pengalaman nyata

tentang situasi yang

dengan pengalaman

nyata (bila klien sudah

Klien dapat mengenali


wahamnya.

siap) :
a. Diskusikan dengan
klien pengalaman
wahamnya tanpa
beragumentasi.
b. Katakana kepada
klien akan keraguan
wahamnya.

perawat terhadap
pernyataan klien.
c. Diskusikan dengan
klien respon perasaan
terhadap wahamnya.
d. Bantu klien
membedakan situasi
yang dipersepsikan

Gangguan proses
berpikir : waham
kebesaran.

5. Klien mendapat
dukungan keluarga

5. Klien dapat
menjelaskan tentang
pengertian waham,
tanda dan gejala
waham, penyebab dan
akibat waham, cara
merawat klien waham

salah oleh klien.


1. Diskusikan dengan
keluarga tentang:
d) Gejala waham
e) Cara merawatnya
f) Lingkungan
keluarganya
g) Follow-up obat
2. Anjurkan keluarga
melaksanakan 3 dengan

Keterlibatan keluarga sangat


mendukung terhadap proses
perubahan kondisi klien.

dan dapat
mempraktikkan cara
merawat klien
waham.
6. Klien dapat

Gangguan proses

6. Klien dapat

bantuan perawat.

1. Diskusikan dengan klien

mengetahui obat,

dan keluarga tentang

Dengan menyebutkan dosis,

dosis, frekuensi dan

obat, dosis, frekuensi

frekuensi, dan manfaat

efek samping akibat

dan efek samping akibat

obat . diharapkan klirn

berpikir : waham

menggunakan obat

berhenti minum obat,

kebesaran.

dengan benar

dan
mendemonstrasikan
penggunaan obat
dengan benar.

penghentian.
2. Diskusikan perasaan
klien setelah makan
obat.
3. Berikan obat dengan
prinsip 5 (lima) benar.

melaksanakan program
pengobatan. Menilai
kemampuan klien dalam
pengobatannya sendiri.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
Evaluasi Proses :
Hari/tgl/jam
Selasa, 5 Mei
2015
Pk. 10.00 WITA

No dx
1

Implementasi
TUK 1
a) Menyapa klien dengan ramah baik verbal
maupun nonverbal
b) Memperkenalkan diri dengan sopan
c) Menanyakan nama lengkap klien dan
nama panggilan yang disukai klien
d) Menjelaskan tujuan pertemuan
e) Menunjukkan sikap empati dan
menerima klien apa adanya
f) Memberi perhatian pada klien dan
memperhatikan kebutuhan dasar klien.
g) Tidak membantah dan mendukung
waham klien
h) Mengobservasi apakah waham klien
mengganggu aktivitas sehari-hari dan
perawatan diri

Respon klien
TUK 1
S:
a) Pasien menjawab salam perawat Selamat
pagi
b) Pasien berkata nama lengkap saya Komang
Gede Wirata Sindu, nama panggilannya Sindu.
c) Pasien mengatakan dapat beraktivitas seperti
biasa.
d) Klien menceritakan pengalamannya
(wahamnya).
O:
a) Pasien ikut tersenyum
b) Pasien kooperatif saat berkenalan dengan
perawat.
c) Pasien kooperatif dalam memperkenalkan
dirinya.
d) Pasien kooperatif mendengarkan perkataan

Selasa, 5 Mei

perawat.

Paraf

2015

e) Pasien terlihat tertarik dengan pembicaraan dan

Pk. 10.15 WITA

TUK 2
a) Memberi pujian pada penampilan dan
kemampuan klien yang realistis.
b) Mendiskusikan kemampuan yang

Rabu, 6 Mei

mau terbuka.
f) Pasien kooperatif.
A: BHSP tercapai

dimiliki klien
P : Pertahankan SP 1
c) Menanyakan kebiasaan sehari-hari pasien
d) Mendengarkan wahamnya sampai
TUK 2
kebutuhan waham tidak ada.
S:

2015

a) Pasien mengatakan merasa senang saat perawat

Pk. .00 WITA

mengatakan pasien sudah berpakaian rapi dan


mencuci piring setelah makan.
b) Klien mengatakan biasa bekerja disawah atau
ladang untuk hasilnya sekedar dibelikan rokok.
Pasien juga mengatakan mampu berbahas
inggris.

Rabu 6 Mei 2015


Pk.

c) Pasien mengatakan selama di RSJ, Ia biasa

.00 WITA

membagikan ma/mi untuk pasien lain. Pasien


menunjukkan kebiasaanya itu saat makan
TUK 3
a) Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak

qwq
Rabu, 6 Mei
2015

terpenuhi serta kejadian yang menjadi


fator pencetus waham pasien.
b) Mendiskusikan dengan klien tentang

siang.
d) Pasien bercerita tentang dirinya yang memiliki
banyak mobil, rumah dan tanah sampai
akhirnya tidak mengulangi wahamnya tersebut.

Pk.

.00 WITA

kejadian traumatic yang menimbulkan

O:

rasa takut, cemas, maupun perasaan tidak

a) Pasien terlihat senang dan menunjukkan

dihargai.

kebiasaanya membantu menyiapkan makanan


untuk pasien lainnya.
A : kemampuan mengidentifikasi kemampuan
yang dimiliki tercapai
P : Pertahankan SP 2

TUK 4
a) Mendiskusikan dengan klien pengalaman TUK 3
wahamnya tanpa beragumentasi.
b) Membantu klien membedakan situasi

S:
a) Pasien mengatakan cita-citanya tidak tercapai

yang dipersepsikan salah oleh klien.

yaitu ingin menjadi seorang PNS/Pegawai


Bank BRI.
b) Pasien mengatakan ditipu masalah tanah
dengan tetangganya.
O:
a) Pasien tampak menceritakan masalahnya.

TUK 6
a) Mendiskusikan dengan klien dan tentang
obat, dosis dan efek samping akibat
penghentian.
b) Diskusikan perasaan klien setelah makan

b) Pasien tampak kecewa karena tidak bisa


menjadi menjadi PNS.
A : Kemampuan identifikasi stressor/pencetus
waham belum tercapai
P : evaluasi dan lanjutkan SP 3

obat.
c) Berikan obat dengan prinsip 5 (lima)
benar

TUK 4
S:
a) Pasien mengatakan dirinya adalah orang kaya
yang banyak memiliki mobil, tanah, dan
rumah.
O:
a) Pasien tampak berpikir/menerima argument
perawat saat perawat mengatakan Saya akan
percaya bapak punya banyak mobil kalau saya
lihat mobil-mobil bapak.
A : Kemampuan mengidentifikasi waham tercapai
sebagian.
P : Lanjutkan SP 4
TUK 6
S : Pasien mengatakan nama obatnya haloperidol
dan heximer yang diberikan 2 kali setiap pagi dan
sore.
Pasien mengatakan biasanya merasa mengantuk
sehabis minum obat.
O:

a) Pasien tampak kooperatif saat menjelaskan


mengenai obatnya.
e) Pasien kooperatif saat mendengarkan
penjelasan perawat.
A : kemampuan menggunakan obat dengan benar
tercapai
P : Pertahankan SP 6
Evaluasi Hasil :
Hari/tanggal/jam

Diagnosa Keperawatan

Evaluasi

Kamis, 7 Mei 2015

Gangguan proses berpikir :

S:

Pk. 11.00 WITA

waham kebesaran

a) Pasien mengatakan merasa senang dapat mengungkapkan masalahnya/


bercerita dengan perawat.
b) Pasien mengatakan mampu mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan saat
dirumah maupun saat di RSJ seperti mencuci piring.
c) Pasien mengatakan masalah-masalah yang dialaminya.
d) Pasien mengatakan banyak memiliki mobil, rumah, dan tanah
e) Pasien mengatakan dan menyebutkan nama, warna dan waktu pemberian
obat yang diminumnya.
O:
a) Pasien tampak kooperatif, rileks, dan tenang saat bercerita dengan perawat
dan selalu tersenyum saat bertemu perawat.

b) Pasien melakukan pekerjaan/kemampuan yang bisa Ia lakukan seperti


mencuci piring.
c) Pasien tampak tenang menceritakan masalah yang dialaminya.
d) Pandangan pasien tampak lurus kedepan dan tenang saat menceritakan
wahamnya.
e) Pasien tampak kooperatif dalam menjawab pertanyaan perawat untuk
menyebutkan obatnya.
A : SP 1, SP 2, SP 6 tercapai
P : Evaluasi dan lanjutkan SP 3 dan SP 4