You are on page 1of 1

2.

4 Pemeriksaan Penunjang
Venografi atau flebografi menjadi standar untuk mengkonfirmasi trombosis vena
dalam, metode-metode noninvasif umumnya telah menggantikan uji ini untuk memastikan
diagnosis. Venografi memerlukan banyak waktu, mahal, rumit, dan memiliki penyulit serius.
Demikian juga,Pletismografi impedansi, yang pernah digunakan sebagai metode penapis
noinvasif, yang saat ini jarang digunakan.
Ultrasonografi real-time yang dipakai bersamaan dengan ultrasonografi doppler
bewarna atau dupleks. Saat ini merupakan prosedur pilihan untuk mendeteksi trombosis vena
dalam.
Magnetik resonance imaging (MRI)dicadangkan unutk kasus-kasus spesifik ketika
temuan ultrasonografi kurang jelas, atau dengan temuan ultrasonografi negatif tetapi
kecurigaan klinis kuat. Metode ini memungkinkan tenaga kesehatan mengetahui perincian
anatomis struktur diatas ligamentum inguinale, dan citra-citra fasanya dapat digunakan untuk
mendiagnosis ada tidaknya aliran darah vena panggul. Keunggulan lain adalah kemampuan
membuat citra dalam bidang koronal atau sagital. Pada 44% pasien tanpa trombosis vena
dalam, metode ini mampu membuktikan keadaan-keadaan non-trombotik untuk menjelaskan
temuan klinis yang semula diduga sebagai trombosis vena. Contohnya yaitu selulitis, edema,
hematoma, atau flebitis superficial.
Computed tomography (CT-Scan) juga dapat digunakan untuk menilai ekstremitas
bawah, metode ini tersedia luas tetapi memerlukan zat kontras dan radiasi pengion. Pajanan
radiasi ke janin hampir dapat diabaikan kecuali apabila dapat dilakukan pemindaian daerah
panggul.