You are on page 1of 18
Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,

Fillum 7 :

Fillum 7 :

Arthron : ruas/buku-buku ;

podos : kaki

Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,
Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,
Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,
Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,
Fillum 7 : Arthron : ruas/buku-buku ; podos : kaki KARAKTERISTIK :  Hewan triploblastik selomata,

KARAKTERISTIK :

Hewan triploblastik selomata, simetri bilateral Mempunyai alat embelan/ apendages : alat tambahan Mempunyai kerangka luar/ eksoskelton dari zat kitin karapaks Sistem pencernaan : berkembang sempurna, pada mulut dilengkapi rahang Sistem peredaran darah : terbuka, darah tidak berwarna, darah tidak

berfungsi

mengangkut

oksigen

dan

hanya

berfungsi

untuk

mengangkut

zat

makanan. Susunan saraf : terdiri dari otak sederhana dan tali saraf perut rangkap.

Sistem ekskresi : dengan alat koksal (kelenjar hijau) Sistem reproduksi : generatif / fertilisasi internal, dioseus.

Ada yang mengalami partogenesis (zygot dari ovum tanpa

pembuahan. Sistem respirasi : dengan insang, trachea, paru- paru buku Tubuh dapat dibedakan atas bagian : kepala (chepal), dada (thorax) dan perut (abdoment)

Berdasarkan bagian tubuh dan anggota geraknya dibedakan atas 4 kelas :

  • A. Kelas Crustacea : udang- udangan

    • B. Kelas Arachnida : Labah- labah

    • C. Kelas Myriapoda : kaki seribu

    • D. Kelas Insecta/ Hexapoda : serangga

A.

Kelas Crustacea : udang- udangan

A. Kelas Crustacea : udang- udangan B. Kelas Arachnida : Labah- labah C. Kelas Myriapoda :
A. Kelas Crustacea : udang- udangan B. Kelas Arachnida : Labah- labah C. Kelas Myriapoda :

Crusta berarti cangkang, Crustacea disebut juga hewan bercangkang.

Habitat Crustacea sebagian besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat

Tubuh bersegmen, terbagi atas sefalotoraks (kepala dan dada menyatu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.

Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu: (1) 2 pasang antene, (2) 1 pasang mandibula, (3) 2 pasang maksila, (4) 1 pasang maksiliped. Maksilla dan (maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut (5) 4 pasang kaki jalan (6) 5 pasang kaki renang.

Struktur tubuh Crustacea

A. Kelas Crustacea : udang- udangan B. Kelas Arachnida : Labah- labah C. Kelas Myriapoda :

Terdiri dari dua kelompok besar.

  • 1 Entomostraka crustacea mikroskopik; udang tingkat rendah; hidup sebagai zooplankton. Meliputi ordo : Branchiopoda, Ostracoda, Branchiura parasit Copepoda parasit beberapa ikan dan Cirripedia, hidup di laut, misalnya : Daphnia sp. dan Mesocyclops sp.

  • 2 Malakostraka crustacea makroskopik; udang tingkat tinggi. Meliputi ordo : Isopoda, Stomatopoda/seperti belalang Dekapoda ( udang galah,udang windu/satang, udang karang) yang memiliki nilai ekonomi bagi manusia, misalnya : Portunus sexdentatus (kepiting)

B.

Kelas Arachnida : Labah- labah

Terdiri dari dua kelompok besar. 1 Entomostraka  crustacea mikroskopik; udang tingkat rendah; hidup sebagai zooplankton.
Terdiri dari dua kelompok besar. 1 Entomostraka  crustacea mikroskopik; udang tingkat rendah; hidup sebagai zooplankton.

Ciri-Ciri Arachnida :

Terdiri dari dua kelompok besar. 1 Entomostraka  crustacea mikroskopik; udang tingkat rendah; hidup sebagai zooplankton.
Terdiri dari dua kelompok besar. 1 Entomostraka  crustacea mikroskopik; udang tingkat rendah; hidup sebagai zooplankton.

Kebanyakan bersifat parasit bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator.

Habitat

: di darat

Sistem respirasi : Bernafas dengan paru-paru buku/paru-paru bersegmen,

Struktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh bersegmen terdiri atas sefalotoraks serta abdomen yang tak beruas. Di bagian sefalotoraks terdapat organ-organ berikut ini :

Alat gerak Arachnida berupa 4 pasang kaki dan 1 pasang pedipalpus(kaki capit)

untuk memegang makanan, sebagai indera Delapan (8) buah mata sederhana di bagian depan

Satu (1) pasang kalisera (taring pisau mengandung racun berbentuk gunting atau catut untuk melumpuhkan mangsa)

Sistem Organ

Sistem Organ

Keterangan

Sistem respirasi

Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan

Sistem Pencernaan

Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnida yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut –> perut –> usus halus –> usus besar –> kantung –> feses –> anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang terletak dibagian depan dan hati di bagian abdomen.

Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darahnya terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta arteri. Jantung pembuluh terdiri dari kantung otot yang memiliki ostium di setiap ruas

Sistem syaraf

Sistem syarafnya berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem syaraf tangga tali.

Alat indera

Alat indera terdiri atas delapan buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip antena.

Sistem reproduksi

Reproduksi terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (dioseus).

Anggota Arachnida meliputi 3 Ordo :

  • 1. Scorpionidae (kalajengking),

- Segmen terakhir abdomen merupakan kelenjar racun( alat pembela diri

Sistem Organ Sistem Organ Keterangan Sistem respirasi Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah

Telson

- Pada mulut terdapat alat pencapit seperti catut

dan semacam gigi

Sistem Organ Sistem Organ Keterangan Sistem respirasi Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah

Kelisera

Sistem Organ Sistem Organ Keterangan Sistem respirasi Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah

Pedipalpus,

Misalnya:

Thelyphonus condutus (kalajengking)

Buthus after (Ketonggeng) Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku) Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)

  • 2. Arachnoidae (laba-laba), Misalnya:

    • - Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu)

    • - Nephila maculata (kemlandingan)

- Tarantula (Rhechostica hentz)

  • 3. Acarina (tungau , caplak).

Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks, sebagian besar jenisnya hidup sebagai parasit.

Acarina dipelajari dalam Acarologi Misalnya:

Sarcoptes scabiei (caplak kudis, penyebab penyakit kulit kudis [scabies = kudis]) Dermacentor andersoni (caplak pembawa ricketsia penyebab demam

typus) Dermacentor variabilis (caplak anjing)

Dermacentor sp (Tungau)

Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak

berbuku-buku, umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Daur hidupnya mengalami 4 fase, yaitu telur –> larva –> nimfa –> dewasa.

Buthus after ( Ketonggeng ) • Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku) • Mastigoproctus

Peranan Arachnida

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:

Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia

Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.

Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing

C.

Kelas Myriapoda : Kaki Seribu

Ciri- ciri Myryapoda :

 Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia  Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba,
Diplopoda
Diplopoda
 Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia  Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba,
Diplopoda
Diplopoda
 Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia  Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba,
Killopoda
Killopoda

Klas Myriapoda Myria: banyak Podos: kaki Tubuh terdiri atas Caput dan abdomen yang terdiri atas 25-200 segmen Memiliki mata tunggal/ oseli

Klasifikasi

Myriapoda merupakan hewan berkaki banyak. Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita. Myriapoda hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu. Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing. Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata tunggal). Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota badan pada tiap segmennya. Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea. Ekskresinya dengan tubula malpighi. Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual secara internal. Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Diplopoda dan Chilopoda

Diplopoda Disebut kaki seribu Tubuh gilik Pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki

Contoh: Keluwing (Julus nemorensis) Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu. Ada yang menyebutkan nama lain seperti keluwing.Tubuhnya bulat panjang.Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila dan bibir bawah. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini bersifat herbivora atau pemakan sisa organisme. Gerakan hewan ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang. Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati. Contoh hewan ini adalah kaki seribu (Julus sp.).

Chilopoda

Kelompok kelabang Tubuh pipih Memiliki alat penyengat Pada setiap segmen terdapat 1 pasang kaki Contoh: Scutigera sp (kelabang) Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang. Tubuhnya memanjang dan agak pipih. Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan dua pasang maksila. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat kaki dan sepasang spirakel. Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alat beracun. Alat penyengat digunakan untuk menyengat musuh atau pengganggunya. Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.Contoh hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).

D.

Kelas Insecta/ Hexapoda : serangga

Karakteristik Insecta

- Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.

- Kepala dengan:

  • a. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.

  • b. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.

- Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)

- Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.

Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.

  • - Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.

  • - Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.

  • - Sistem saraf tangga tali.

  • - Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.

  • - Sistem peredaran darah terbuka.

  • - Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.

  • - Tempat hidup di air tawar dan darat.

  • - Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa.

- Dada ( thorax ) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax . Pada segmen

Klasifikasi (penggolongan) Insecta (serangga) Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis,misal kutu buku (Lepisma saccharina).

Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Exopterygota dan Endopterygota.

Exopterygota/Hemimetabola/Heterometabola

yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut:

  • 1. Telur

  • 2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.

  • 3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:

  • 1. Archyptera atau Isoptera

  • 2. Orthoptera

  • 3. Odonata

  • 4. Hemiptera

  • 5. Homoptera

Berikut pelajarilah uraian ordo-ordo tersebut satu persatu dan dimuali dari ordo Archyptera/Isoptera.

Ciri-ciri ordo Archyptera:

  • - Metamorfosis tidak sempurna.

  • - Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap tipis seperti jaringan.

  • - Tipe mulut menggigit. Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

Keterangan:

Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu:

  • - Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya adalah bertelur.

  • - Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan.

  • - Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain.

  • - Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.

2. Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)

Ciri-ciri ordo Orthoptera:

  • - Memiliki satu pasang sayap, sayap depan

lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.

  • - Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.

  • - Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.

  • - Tipe mulutnya menggigit.

Contoh:

  • - Belalang (Dissostura sp)

  • - Belalang ranting (Bactrocoderma

aculiferum)

  • - Belalang sembah (Stagmomantis sp)

  • - Kecoak (Blatta orientalis)

  • - Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)

  • - Jangkrik (Gryllus sp)

lebih tebal dan sempit disebut tegmina . Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak

3. Ordo Odonata

Ciri-ciri Ordo Odonata:

  • - Mempunyai dua pasang sayap

  • - Tipe mulut mengunyah

  • - Metamorfosis tidak sempurna

  • - Terdapat sepasang mata majemuk yang besar

  • - Antenanya pendek

  • - Larva hidup di air

  • - Bersifat karnivora

Contohnya :

  • - Capung (Aeshna sp)

  • - Capung besar (Epiophlebia)

4. Ordo Hemiptera (bersayap setengah)

Ciri-ciri Hemiptera :

  • - Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.

  • - Tipe mulut menusuk dan mengisap

  • - Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :

  • - Walang sangit (Leptocorixa acuta)

  • - Kumbang coklat (Podops vermiculata)

  • - Kutu busuk (Eimex lectularius)

  • - Kepinding air (Lethoverus sp)

5. Ordo Homoptera (bersayap sama)

Ciri-ciri Homoptera :

  • - Tipe mulut mengisap

  • - Mempunyai dua pasang sayap

  • - Sayap depan dan belakang sama, bentuk

transparan.

-

Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :

-

Tonggeret (Dundubia manifera)

-

Wereng hijau (Nephotetix apicalis)

-

Wereng coklat (Nilapervata lugens)

-

Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)

-

Kutu daun (Aphid sp)

Kelompok Endopterygota/Homometabola/ Holometabola Endopterygota yaitu serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna

adalah : telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo:

  • 1. Neuroptera

  • 2. Lepidoptera

  • 3. Diptera

  • 4. Coleoptera

  • 5. Siphonoptera

  • 6. Hymenoptera

Selanjutnya pelajarilah uraian tiap-tiap ordo dan dimulai dengan ordo Neuroptera.

  • 1. Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala) Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago)

2. Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

-

Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.

Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus

-

hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago

Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan

-

 

menjadi dua, yaitu:

Pupa mummi: bagian badan kepompong
a. terlihat dari luar

  • b. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.

-

Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

a.Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang) Contohnya:

  • - Hama kelapa (Hidari irava)

  • - Hama daun pisang (Erlonata thrax)

  • - Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)

  • - Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam) Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot. Contohnya:

  • - Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

  • - Ulat jengkol (Plusia signata)

  • - Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

3. Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)

Ciri-ciri ordo Diptera:

- Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.

- Mengalami metamorfosis sempurna.

- Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.

Contohnya:

  • - Lalat rumah (Musca domestica)

  • - Nyamuk biasa (Culex vastigans)

3. Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang) Ciri-ciri ordo Diptera : - Mempunyai sepasang sayap depan,
  • - Nyamuk Anopheles

  • - Aedes (inang virus demam berdarah)

Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes perhatikan gambar 23 berikut ini!

Gambar Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap

4.

Ordo Coleoptera (bersayap perisai)

4. Ordo Coleoptera (bersayap perisai) Ciri-ciri ordo Coleoptera : -Mempunyai dua pasang sayap. -Sayap depan keras,

Ciri-ciri ordo Coleoptera:

-Mempunyai dua pasang sayap.

-Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.

-Mengalami metamorfosis sempurna.

-Tipe mulut menggigit.

Contoh:

  • a. Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.

  • b. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)

  • c. Kumbang beras (Calandra oryzae)

  • 5. Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal) Ciri-ciri ordo Siphonoptera :

  • - Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.

  • - Mempunyai mata tunggal.

  • - Tipe mulut mengisap.

  • - Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan perut tidak jelas)

  • - Metamorfosis sempurna

Contoh:

  • - Pinjal manusia (Pubex irritans)

  • - Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)

  • - Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)

  • - Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar.

6. Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

Ciri-ciri ordo Hymenoptera:

  • - Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.

  • - Tipe mulut menggigit.

Contoh:

  • - Lebah madu (Apis mellifera)

  • - Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah