You are on page 1of 2

ABU HASAN AN-NAHWI

AHLI BIOLOGI DAN ZOOLOGI


Ia dikenal sebagai Ibn Sayyidihi al-Mursi, lahir di Andalusia pada 394 H dan
meninggal pada tahun 458 H. An-Nahwi adalah seorang ilmuan yang menguasai berbagai
macam disiplin ilmu. Beliau adalah ahli fisika, astronomi, biologi, kedokteran, dan pertanian.
An-Nahwi juga dikenal sebagai ilmuan yang gemar melakukan penelitian, khususnya
terhadap tumbuhan-tumbuhan dan hewan, dimana proses penelitian dan juga hasilnya
dicatatat dalam bentuk buku-buku. Dalam menulis buku-bukunya, An-Nahwi menggunakan
metode sistematis yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam bidang ilmu tumbuhan atau botani, An-Nahwi membahas tentang rumputrumputan, savanna, labu, kapas, bawan, kurma, dan pohon-pohon dalam kitabnya. Ia juga
berkelana ke berbagai pelosok negeri untuk mengambil contoh-contoh sampel tumbuhan
untuk kemudian diteliti secara seksama dan kemudian diklasifikasikan. Dalam
pengklasifikasian, An-Nahwi dikenal sangat teliti dalam semua karya-karyanya.
Dalam bidang tentang binatang atau zoologi, an-Nahwi menerangkan mengenai
berbagai macam karakteristik binatang, seperti tentang burung, kuda, unta, kambing,
binatang-binatang buas, anjing dan biri-biri. Ia juga menguraikan tentang penyakit-penyakit
yang dapat mematikan hewan-hewan tersebut serta penyakit yang bisa membuat hewan
menjadi cacat. Secara kusus An-Nahwi membahas tentang sejumlah serangga seperti lebah,
semut, serangga, dan laba-laba. Semua binatang ini disebutkan dalam Al-quran. Ia
menjelaskan bagian-bagian tubuh binatang dan tumbuh-tumbuhan secara terperinci dalam
bukunya, An-Nahwi juga mengajak kaum muslimi untuk mengkaji mahluk-mahluk tersebut.
Selain pakar dalam botani dan zoologi, An-Nahwi juga ahli dalam ilmu kedokteran. Ia
menulis buku tentang manusia. Ketika membahas tentang manusia, An-nahwi secara khusus
mengkaji masalah kehamilan, melahirkan dan menyusui anak. Selain itu, An-Nahwi juga
membahas penyakit-penyakit tulang, kulit, tentang kelumpuhan, strok, dan korela lengkap
dengan gejela-gejalanya. Ia pernah melakukan penelitian pengenai berbagai mcan penyakit
yang sering berjangkit di masyarakat saat itu. Menurut An-Nahwi, penyakit yang paling
banyak menimpa masyarakat pada masa itu adalah rabies, stroke, dan cacar. Pada masa itu,
pungobatan melalui suntikan belum dikenal sehingga masyarakat banyak yang menggunakan
obat-obatan tradisional untuk menobati wabah penyakit.
Selain ilmu-ilmu di atas, An-Nahwi juga mahir dalam ilmu perbintangan. Dalam ilmu
astronomi, An-Nahwi banyak mengkaji tentang langit dengan pertanyaan-pertanyaan seperti :
mengapa pada siang hari langit berwarna biru? Mengapa bintang-bintang hanya nampk pada
malam hari? Ia juga membahas letak bintang dan galaksi. Selain itu, An-Nahwi juga
mengkaji mengenai hujan, salju, awan, petir, kilat, guruh, yang semua itu juga disebut di Alquran.
Al-Anwar, merupakan salah satu buku tentang ilmu alam, fenomena angkas dan
perbintangan yang berhasil ditulisnya. Salah satu prestasi dari prestasi gemilangnya yang lain

adalah penulisan kitab al-Mukhasshash, sebuah buku besar yang membahas tentang semua
bidang ilmu secara sistematis. Buku ini dicetak di Mesir. An-Nahwi juga menulis sebuah
buku tentang fisika sebanyak 17 jilid, yang masih relavan digunakan sampai sekarang.
Dalam ilmu geografi, An-Nahwi mengkaji tentang laut, sungai, batu-batu, lembah,
dan tanah. Fenomena alam yang dikaji oleh An-Nahwi ini adalah fenomena-fenomena yang
berhubungan dengan kehidupan-kehidupan masyarakat, yang pada masa itu belum mengenal
ilmu pengetahuan sebaik sekarang. Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dimiliki AnNahwi sangat penting posisinya sebagai cahaya penerangan untuk menghilangkan khurafat
yang ada di masyarakat, seperti kepercayaan adanya benua yang hilang karena diambil setan
setan, dan lain sebagainya. Karya-karya ilmiahnya telah tersebar ke banyak negara dan telah
diterjemahkan pula kedalam beberapa bahasa.