You are on page 1of 23

Tren pengembangan komponen standar mold&die

11.8.25
PT.Mizumi

Ketua tim pengembang mold&die modern Izumi Ichikawa


izumi.pm54.ichikawa@misumi.co.jp
1

Daftar isi

Memperkenalan diri &Memperkenalkan Mizumi


Tren dunia mold&die
Komponen standar untuk kinerja maksimal press die
Komponen standar untuk kinerja maksimal mold
Summary

1-1.Memperkenalkan diri (Pengembangan komponen utama)


Komponen press die

Komponen mold

Presentasi 4 kali (presentasi plastic processing di Jepang)


81/11Deformasi punch pada blanking yang miring
82/ 5 Deformasi punch pada blanking yang miring (bagian 2)
84/ 5 Pengaruh surface treatment dan bahan tools yang berdampak
pada lifetime blanking tools
86/11 Penelitian yang berhubungan dengan kerusakan blanking tools

Head press pin

Select retainer

Ejector plate
return check

Steel pad retainer

04IS mold&die committee executive

06Himpunan Japan plastic processing


Tokyo, cabang kanto dan anggota kamar
dagang, bagian timur kanto
10Himpunan pengusaha mold&die jepang
t ehnical commitee
10 Himpunan Japan plastic processing
mold&die subcommitee
management
committee

Parting lock set


kontrol saat penutupan
die

Slide lock

Parallel lever gauge

Hak paten
yang di harapkan 25, registrasi315

Precision guide

1-2. Pengenalan Mizumi


Struktur organisasi

Sejarah

Mizumi group head office

1963 Didirikan sebagai perusahaan penjual bearing


dan komponen listrik
1965 Mulai menjual standard parts untuk press die
1977

Menerbitkan katalog standard parts untuk press die

1985

Menerbitkan katalog standard parts untuk plastic mold

(Marketing)
Pt.Mizumi

(Produksi)

(Diversifikasi sistem)

PT.Suruga seiki

PT. Promiclos

1998 Terdaftar di bagian pertama bursa saham tokyo


2003 Mendirikan badan usaha di Shanghai
2005 Penyatuan usaha dengan Suruga seiki.Co,Ltd

Bidang bisnis

LokasiJepang 11 tempat, luar negeri


11 negara 16 tempat
Konsolidasi : 3806 orang

Material kesehatan
dan komponen mesin

Penjualan dan pengembangan komponen standar


untuk mesin otomatis dan FA

Penjualan dan pengembangan


standard part untuk mold&die
Press Die
Standard Part

FA Mechanical
Part

Plastic Mold
Standard Part
Penjualan dan pengembangan
tools untuk machining
Electronics
Wiring Part

2Tren dunia mold&die


Press die
Menunjang High Tension
nonferrous metals (AL, Mg, Cu)
Tantangan ke batas pengerjaan seperti
punching plat tebal dan diameter kecil
Pencegahan scrap naik dan menyumbat
Menunjang servo press dan high speed
high precision press
Fine blanking
Compound forming
Dry work (pengerjaan kering)

Mold
Menunjang engineering plastic

(high temperature and gas vent


countermeasure)
Menunjang fibre-reinforced plastic
Countermeasure terhadap NG
(pencegahan flow mark, weld, bubble)
Weldless molding
Gas Assist Molding MuCell

Tren bersama dunia industri


Peningkatan umur cetakan
Membuat mold&die dengan
kepresisian yang tinggi
memaksimalkan fungsi

High cycle
Mempersingkat waktu
penyerahan produk
cost rendah

Perampingan
Penanganan lingkungan

Pengembangan standard parts untuk mold&die mengikuti tren dunia industri


5

3. Parts untuk die yang kecepatan dan kepresisian tinggi

Sistem guide
Kekokohan die-set dari perbedaan sistem guide
Cara pemilihan guide bush
High stiffness subguide
Lain-lain
Miss feed sensor/ Pilot punch (Plate tipis)
Camber correction unit

Kekokohan Die-set Dari Perbedaan Sistem Guide

Jenis
guide

Plain
guide

Keunggulan

Bisa
dipilih dari plain bush yang banyak jenisnya
SUJ2
(SUJ2,
copper alloy, tanpa pelumasan)

Murah dan kokoh, tetapi mudah menempel akibat

panas
Mudah dirakit ke die set, tahan gesekkan panas

dan bisa menunjang kecepatan tinggi


Ball guide

Kekakuan/kekokohannya rendah

Stiffness test pada die set

Besarnya defleksi[ m ]

600

Dengan menggunakan ball retainer kekakuan

High

tinggi, bisa merealisasikan kekakuan yang


stiffness
mendekati plain guide dengan cost yang rendah

dan menunjang kecepatan tinggi.


ball guide

500

Ball
Stiffness ball
Roller
Plane

400
300

Dengan
roller yang memiliki bidang sentuh

beberapa kali lipat ball, merealisasikan kekakuan

mendekati plain guide.

Roller
guide yang

Bisa
mendapatkan kekakuan dan keakurasian
tidak bisa didapatkan oleh ball.
yang

200
100
0
0

500

1000

1500

2000

Laod [ N ]

Guide Stiffness (besarnya defleksi)


Ball guideStiffness ball guideroller guideplain guide
7

Cara memilih guide


Perbandingan kemampuan guide

[]
plain bearing
rolling bearing

Logam
High
Stiffness
Logam

campuran
Ball guide
Roller guide
Plane
campuran
ball
tembaga

tembaga
+MoS2

MoS
2

V
Kecepatan yg
Pelumasan
diperbolehkan
V (m/min)

Tanpa
pelumasan

[m/min]
Stiffness

gesekkan
Tahan
gores

Perbandingan
harga

Oil

Rekomendasi
lubricant
Grease

20
15

Bagus A

30
25

1.5

50
25

1.7
1.8
Bearing oil
ISOVG68
Jenis Lithium No.2
LithiumNo.2
-

Buruk D

60

1.9

8.1

RD32-160
Untuk perbandingan harga, plain guide tipe bongkar pasang RD32-160 dianggap 1
V=50m/min
ST=20mm(0.02m)SPM
Referensi
: V =50m/min.Untuk
menghitung SPM saat proses press ST= 20mm (0.02m)
= V / (2xST)
= 5050/20.021250
/ (2x0.02) = 1250
SPM SPM
= V/2ST
8

Stripper guide pin yang menunjang high speed dan high stiffness

Guide pin jenis stripper fix yang presesi dan


high stiffness
Alasan high stiffness
Karena defleksi merupakan perbandingan pangkat 3 dari panjang pin,
Kalau LL1=2:1 maka defleksi 1 adalah 1/8 dari

Punch P

Stripper P
L

Die P

Katalog
halaman 801,
819

L1

Released
1998

Released
1998

Released
2002

Aplikasi
Fine blanking, motor core,
lead frame, konektor dll

RSGPS
SGPWH RSGPW Roller
Jenis ball Jenis roller
plane

WL3/3EI

-1 Misfeed Sensorpilot punch


a

Spring

Case
Sensor pin

Flug

Panjangnya lead sen = 300

Pilot punch untuk


mengunci stripper

Misfeed Sensor listrik

23
25
28

Catalog No.
Type

MFSF

8
10
13

Ketentun
0.1mm

0.4

Keungulan
Karena sensor pin ringan maka
pada kecepatan tinggipun dengan
getaran pin
blur hilang dan bisa melakukan
pendeteksian yang stabil

1.5

Contoh
penggunan

Stripper

BP
BP

Stripper

PP

Katalog
halaman 568

Released
2001

Die
PP
P

Batasan lapa (13)

Lap finish

Lap finish

Satuan

14 batang
14

990

0.1mm
Ketentun
Catalog No.
L
H
0.1mm
min. P max
Ketentun
Type
D
1.6
1.00 1.60
2.6
2
1.00 2.00
3
2.5
1.50 2.50
3.5
SPTF
3
5
HTFRF
10 40 2.00 3.00
4
3.00 4.00
7
PTFRF
5
4.00 5.00
8
6
5.00 6.00
9
8
6.00 8.00
11
Keunggulan
Pilot Punch yang sudah dikembangkan untuk press process
plate yang tipis.
Kepresisian ukuran F dibawah flange bagus, dan karena
bentuk yang halus sulit terjadinya kondisi kurang bagus pada
material yang diproses
Released
Katalog
2007
halaman 235
10

-2 Unit untuk penyetinggan ketinggian untuk perbaikan camber


Katalog
halaman
631

Material : GO40F
hardness : 40HRC

S1

S- 4

Catalog No.
Type
W

6
CAU A
Ada lubang
()
panjang
8
CAU N
Tida ada lubang
()
panjang
10

mm
Ketentuan
1mm

7 012 0 10 25

1
2 .5
5

Released
2007

Satuan
19
batang
\
19

CAU A

CAU N

5,380

5,000

6,230

5,850

6,480

6,100

Block punch untuk


perbaikan camber

Baut tarik (M5)


Baut dorong (M3)

Keunggulan
Bisa digunakan untuk perbaikan camber material yang tipis
(kelengmungan material) seperti connertor, lead frame dll.
Karena pull bolt dan push bolt dengan lubang segi enam 2.5, maka
bisa menggunakan kunci L yang sama.

Unit untuk perbaikan camber

Spring

Lubang segi enam


dan bolt (M3)

11

4Standard parts dengan kinerja maksimal pada mold

a. High function part

Parting lock (PLL, PLH, PLS, PLSW, PLSZ)


Mini slide core unit : MSC
Slice core untuk forming dua warna : SCTM
EP quick return plate dan 2 step ejector device : ERST
Swicth pengecekan EP return (EPRS 24VT, EPRSR 24V)

b. High-cycle

Pin gas vent (GVC, TS)


Air blow gas vent AVBN
Cooling Sprue bush
SBCK SBCS
Air jet coolers
c. Isu lingkungan Eco sprue bush
d. Produk baru lainnya Guide rail yang dilengkapi dengan groove

12

a. Standard parts dengan kinerja maksimal


Cavity adaptor plate
Runner stripper
plate

Parting lock
set
PLS

Cavity plate

Slide core

Ejector plate
Quick return
device

Stripper plate

Core plate
Support
plate
Support block
Ejector plate
Core adaptor plate

Gambar 2

Mold untuk helicoid barrel: Nagatsu


Seisakusho (Corp)
13

Jenis dan keunggulan parting lock


Jenis parting lock

menggunakan tenaga
Gaya gesek: PL
Gaya spring: MPLK
Gaya magnet: MLK
Struktur latch yang menggunakan stroke bukaan mold
PLS Pengendali saat membuka die
PLSW Compact type
PLSZ Pengendali saat buka tutup die

Keunggulan parting lock


Jenis

Noise

Assy&
adjument

ance

Pastic

Spring

Magnet

Latch lock

Mainten

Buruk
1

Akurasi
Harga

gerakan

1
Bagus

14

Parting lock bahan plastik PL, PLH (tahan panas 120 )

Mekanisme : Plastik nilon menggembung dengan menguncikan


taper bolt, dan menguncikan dengan gaya
gesek dengan plat mold.
Karena plastik mengalami keasusan selama pemakaian
maka sesekali perlu adjustment dengan menambah
kekencangan penguncian taper bolt.
Banyak digunakan pada mold kecil dan produksi jumlah
kecil karena performa biayanya bagus.
Bila kandungan oli menempel pada plastik, maka
koefisien gesekan menurun dan menjadi tdk berfungsi
PLH menggunakan resin yang temperatur
transisi gelasnya tinggi dan karena perubahan resin
menjadi bentuk yang lunak maka gas sulit keluar
Diameter plastik: 4 jenis antara 10 sampai 20

Tren dunia industri


Engineering plastic
Lifetime yg panjang

Released
2008 & 2009

Bagian resin

Katalog
halaman 1143

Parting lock (PLH)


tipe yang tahan panas dan
tahan keausan

Part yang lama (PL)

15

Roller lock

MPLK

Tren dunia industri


Engineering plastic
Lifetime yg panjang
KeunggulanStruktur yang menguncikan roller lock dengan
gaya disc spring memanfaatkan bagian dalam roller.
Beban mold open besar, beban mold close kecil
Beban6 jenis 1002003006008001000Kgf
Suhu ketahanan panasada tipe 150oC

Adjustment bolt

500

Lock bolt
Disc
spring

Inside roller
4000

400

Saat die

menutup

2000

200

Saat die

menutup

100

Sisi core

3000

Load [ N ]

Beban (kgf)]

300

Sisi cavity

Note 1

Lock bush

Roller Lock

1000

10

Released
2006

[mm]
Stroke (mm)
Contoh load buka tutup mold&die dengan sistem
spring (MPLK60)

Katalog
halaman
1153
16

Parting Lock

Tren dunia
industri

Release bar
Slide lock

Katalog
halaman
1149

Released
2006

Cam lock
Selama mold
membuka
Keunggulan
Hampir tidak ada beban saat lock
karena merupakan struktur Latch Lock.

Saat cam lock


terlepas

Cam terlepas lalu mold


membuka

17

Parting lock

W (compact type)
Keunggulan
Hemat tempatMerealisasikan peringkasan bentuk dengan struktur yang
menumpuk lock bar dan release bar dan menggerakkannya
(lebarnya 46 mm)
karena strukturnya yang menggunakan lock bar, menunjang
stripper plate ejector.
Hampir tidak ada beban saat lock, karena merupakan struktur Latch Lock.

Contoh kinerja PLSW

Release bar

Slide lock

1 ) Saat penutupan
mold&die

Tren dunia industri


fungsi yang maksimal
Released
2006

Katalog
halaman 1150

Cam holder

2 ) Saat release bar


bersentuhan dengan
slide lock

Lock bar
3 ) Posisi lock bar yang
lepas

K
4 ) PL dalam kondisi
terbuka

18

Parting Lock

Keunggulan
Kontrol mold close yang tidak bisa dilakukan oleh parting lock
set lama (PLS, PLSW) menjadi bisa dilakukan
Karena lock bar panjang, maka bisa menunjang stripper plate
ejection.
gerakan buka-tutup mold tepat dan tidak ada lentingan.

Release bar

Slide
lock

Lock pin

Tren dunia industri


adalah fungsi yang
maksimal

Lock bar

Jangka waktu
pembukaan die

Realesed
2009

Saat die menutup

Release bar
berpindah

Permukaan PL menutup

Katalog
halaman 1151

Diagram pengecekan
gerakan PLSZ

Menggerakan lock pin Membatalkan permukaan


PL dan melepaskan lock pin
dengan release bar
Lock pin berpindah
Karena lock bar

Slide lock mulai


bergerak

Slide lock membuat fix


lock pin dan membuat fix
flat die dibagian fix die

Jangka waktu
penutupan die

19

Mini slide core unit


Dengan struktur khusus, kita
Bisa melaksanakan
penyettingan bagian core
dengan mudah dengan menarik
keluar slide core tanpa
melepaskan guide rail.
Angular cam
Slide core
Core stopper

ST : Ukuran slide

Compact dan fungsi


masimal
merupakan tren
dunia industri
Released
2003
Katalog
halaman
753

Slide core
Return
mechanism

Saat die
membuka

Saat die
menutup
Ejector pin

20

Mini slide core unit

MSCKG
Tipe guide
terpisah
MSCKB
Tipe guide
menyatu

Tipe guide menyatu


MSCKB

Tipe guide terpisah


MSCKG

Tipe ramping (MSCKB / MSCSG


Gambar 7 Mini slide

Struktur slide core return


Karena bisa melepaskan slide core dengan mudah maka maintenance pun mudah

Saat die
tertutup

Saat die
terbuka

21

Slide core unit digunakan untuk forming 2 warna

SCTM3-13

Tujuan : Pada kasus terdapat under cut slide luar pada produk 2
warna, setelah pencetakkan pertama pun digunakan saat
menahan bagian under.
Karakteristik : Menggunakan struktur khusus yang memakai
angular pin dan lock pin untuk mewujudkan penghematan space
Forming pertama
Die membuka

Die menutup (gerakan slide


core) forming pertama

Die membuka (slide core fix die

Forming kedua

Tren dunia industri


Kinerja maksimal
Compact
Released
2007
Katalog
halaman 761

Membiarkan produk (forming


parts) terpasang , lalu plate
die bagian move berputar

Proses penutupan die


Gerakan lock pin
Slide core move die

Forming kedua

Die menutup (gerakan


slide core)

22

Ejector plate quick Return device

ERST

Benturan ejector pin


dengan slide core

Ejector plate quick


Return device

Return pin

Released
2003
Katalog halaman
1115

Die sedang
menutup
(Quick return
device)

Proyeksi dari
ejector plate

Saat die
menutup

Die sedang menutup


Hanya return pin atau apabila coil
spring tidak berfungsi

Mengembalikan ejector plate dengan tepat, dan mencegah benturan


antara slide core dengan ejector pin.

23

Ejector plate quick return device ERST


Unit
Bush

Cam rod

Bush pin

S posisi selesai gerakan cam


dan S1 posisi awal gerakan
merupakan nilai referensi

Panjang bush BL
: ketentuan 1mm
Panjang cam rod L
: Keterntuan 0.5mm
Panjang bush pin PL : Ketentuan 0.01 mm

Spacer

Bush

Cam rod

Bush pin

Spacer

Panjang bush Pjng cam rod Pjng bush pin


Ketentuan 1mm

Ketentuan 0.5mm

Ketentuan
0.01mm

24

Ejector plate quick return Device

ERST

Cavity plate

Bush pin

Bush
Cam

Core plate

Cam rod

Support plate
Ejector plate (atas)
Ejector plate (bawah)

Spacer

Die sedang
menutup (II)

Saat die
menutup

Die sedang
menutup (I)

Core adaptor
plate
Saat die
membuka

25

ERST

Ejector 2 tahap

Cavity plate

Stripper plate
Core plate
Support plate

Ejector plate (II)

Ejector plate (I)

Core adaptor
plate
Saat die menutup

Injeksi pertama

Injeksi kedua
26

Limit beban dari ERST


Terdapat distosi pin
karena low
hardness (E pin )

(1) Inside cam

(2) Outside cam

Beban yang berkaitan

dengan quick
return device

Beban yang berkaitan


dengan injeksi 2 tahap

Arah beban cam

Tipe

Quick
return device

Injeksi
2 tahap

ratio Beban
Limit load Safety
rusak
Beban
rusak

ratio
Limit beban Safety

Type

No.
N
5
47,590
77,119
ERST 6
10 111,905
16 281,932

N
10,000
15,000
22,000
50,000

4.8
5.1
5.1
5.6

N
61,128
68,791
111,734
261,452

N
10,000
15,000
22,000
50,000

6.1
4.6
5.1
5.2

Perhatian : nilai diatas tidak termasuk pin buckling


27

Epreturn check SW EPRS-24VT

Spacer
block

Ejector plate
(atas)
Ejector plate
(bawah)

EPRS-24VT

EPRSR-24V

Tren dunia industri


kinerja maksimal
Anti forming NG

Released
2003/2009

EPRSR-24V

Keunggulan

Bisa menempatkan switch pengecekkan


kembalinya ejector plate, hanya dengan
memberi lubang baut pada bidang sisi core
adaptor plate.
Tidak memerlukan pekerjaan wiring yang
rumit karena terdapat konektor (dengan
penggunaan kabel khusus EPRSC bisa
dilepas dan dipasang dengan sekali sentuh)
Bisa diupayakan pemendekkan waktu
penggantian mold.
Karena bagian kontak switch dan wiring tdk
menonjol keluar, selain bisa melindungi dari
debu dan kotoran, mengurangi bahaya kabel
putus dan sengatan listrik.
Bila ejector plate kembali, lampu LED
(Light Emitting Diode) menyalah merah.

Katalog
halaman 1133
28

. Pergantian ke High CycleStruktur


Cycle
gas vent

l = kira-kira 25mm
h = kira-kira 0.0020.02mm

H= kira-kira 0.20.5mm
Jalur utama
pembuangan
gas

l = kira-kira 25mm
Cavity
Gate
Jalur Pembuangan
gas di bagian luar
Backing plate
Runner

Aliran udara

h = kira-kira 0.0020.02mm
H= kira-kira 0.20.5mm

Komatsu MichioPlastic injection mold design manual, edisi tambahan Maret 1997 Mold&dies technology

29

Pembuangan gas dengan pin

pembuatan

grovee

pembuatan
gas vent

Core
pin(GVC)
(GVC
Ejector pin (GVC)
(GVC

TS
TS Vent

30

Pelepasan gas dengan air blow

AVBN
Material bisa tembus udara
TS vent
Porcelax
Hiporous dll

core plate

Support plate

Ejector sleeve
Negative pressure

Center pin

Compressed air

31

Vacuum unit
Tren dunia industri
kinerja maksimal
Anti Forming NG

2-O Ring

Released
2005
Katalog
Halaman 718

NozzleNo.
[MPa]{Kpa]
O Catalog
H L L1 T
d
0.3MPa
0.4MPa
0.5MPa
Type
D
38.4(64) 51.0(82) 42.7(102) 8 18 12
1
5
6 3
39.8(100)Tekanan
46.6(126) 52.5(152)
11
25
6
8
4
udara (mpa) dan vacuum degree
18.5(108) 25.1(138) 25.7(164) 13 25
8
10 6
8
AVBN
1.5 10
9.3(108) 13.7(150) 17.1(178) 16 30 15
13 9
4.8(120) 7.0(154) 8.8(180) 19 35
14
16 12
3.1(120) 4.4(154) 5.2(180) 23 40
18
20 16

Sleeve

[MPa]{Kpa]
(kpa)
0.3MPa
0.4MPa
0.5MPa
38.4(64) 51.0(82) 42.7(102)
39.8(100) 46.6(126) 52.5(152)
18.5(108) 25.1(138) 25.7(164)
9.3(108) 13.7(150) 17.1(178)
4.8(120) 7.0(154) 8.8(180)
3.1(120) 4.4(154) 5.2(180)

O Ring

O Ring
O
Catalog
Type
8 18 12
1 5
11 25
6
13 25
8
8
AVBN
1.5 10
16 30 15
19 35
14
23 40
18

H L L1 T

Besar
Ukuran
nya

No.
D
6
8
10
13
16
20

d
3
4
6
9
12
16
32

Cooling Sprue bush SBCK SBCS


Normal

Jenis
cegah muai

Detail bidang potong


Material

Hardness

Addtional parts
O ring (masing-masing 1 pcs
CB5-12 (2 pcs)

Detail bagian C

Bagian C

Tren dunia industri


Kinerja maksimal
Anti forming NG

Released
2009

O ring (1)

O ring (2)

Keunggulan

Bisa memperpendek waktu pendinginan saat pencetakkan dengan


mendinginkan sprue bush secara langsung menggunakan cooling
Katalog
water.
halaman 883
Sifat tahan korosi yang bagus karena menggunakan material SUS420J2
33

Air jet cooler untuk mold


Sekrup pengatur temperatur
udara dingin

AJCMV

Tren dunia industri


kinerja maksimal
coct rendah

Contoh penggunaan

Mengencangkan
Sekrup pengatur
temperatur

Udara
panas

Pipa pendingin
Produk

AJCMH

Die plate

Mengendurkan

Udara
panas
Udara
dingin

Area pengempaan

Nesting

Die plate

Udara dingin

Udara

dingin

rolling bearing plain

Keunggulan

Contoh pemasangan

Dengan hanya mensupply udara dingin yang dikempa suhu


udara yang masuk maksimal temperaturnya -55 .
Dengan Cooling water sulit mendinginkan karena lubang kecil
dan tempat yang dikhawatirkan ada kebocoran air dengan
peningkatan cycletime efektifitasnya bisa diwujudkan.
Efektifitas bisa diharapkan pada pendinginan hanya pada
bagian produk.

Released
2010

Katalog edisi tambahan


Halaman 73
34

Air jet cooler untuk mold


Prinsip dasar pengeluaran udara dingin
Menggunakan efek vortex, seperti yang ditunjukan
pada gambar dibawah ini, udara yang dikempa yang
dikirim di main body melakukan gerakan perputaran
secara cepat di dalam alat tersebut device kemudian
terjadi pemisahan udara panas dengan udara dingin

Pengempaan
udara

1.5 kali
1 kali

Suhu udara

Aliran yang berputar di bagian


luar (Perputaran bebas)
Udara panas

Tren dunia industri


High cycle
Peningkatan die lifetime

0.75 kali
0.5 kali

0.25 kali

Pintu masuk tekanan

Udara dingin

Aliran yang berputar-putar di bagian dalam


Pemutaran paksa

Volume aliran
udara dingin

Energi kinetik Momentum sudutenergi panas

Air jet cooler di inside mold

Hubungan aliran udara dingin dengan


suhu udaraAJCM*150

35

Isu lingkungan dan eco sprue bush


Sprue bush yang telah menyiapkan spot facing di posisi nozzle touch (resin pocket)
memungkinkan untuk membuat korelasi dPPmin2.0
Sprue bush

Resin pocket
(counterbore process)

Kedalaman
resin pocket F

Eco sprue bush

Keunggulan

Pengatur diameter sprue


(eco sprue bush)

Mengurangi resin terbuang


Mempersingkat waktu pendinginan
menguragi sisa yang berbentuk seperti
benang

Resin dari resin pocket


36

Pengujian eco sprue bush forming


Tujuan

a) sprue bush yang lama

1Memperjelas keistimewaan dan efek


2Memutuskan bisa atau tidaknya penggunaan
berdasarkan jenis forming resin

Molding condition

Objek perbanding
Sprue bush yamg lama SBSM12-45-SR11-P3.5-A2
Eco sprue bush
Injection Molding Machine
Mold clamping force 400kN tipe in line screw
Thermoplastic injection molding machine
Diameter ujung nozzle d=3.0mm

b) Eco sprue bush

Kedalaman
resin pocket F

Mold
Produk kecil 4 cavity (ukuran produk 15 x 4 x 1.5)
Molding resin
ABS,PP,PMMA,PE,PC,PA,POM
General purpose resin untuk grade umum (Non-filler)
Kriteria penilaian kualitas produk
Appearance dan berat produk0.001g

Tabel 1 ukuran masing-masing eco sprue bush


PP
size
2.0
FF
size
0.3

2.5
0.5

3.0
0.8

1.0

1.2

1.5

1.8

2.0

sprue bush (yang lama) dan


eco sprue bush
37

Hasil pengujian (ABS resin)


Pengujian 1) Hanya merubah diameter sprue
Tabel 2 kondisi forming dan berat produk (benda yg diforming) dari setiap sprue bush

Kondisi
forming

2.378 g

1.93 g

Berkurang kirakira 0.4g

Tidak
ada perubahan

Pengujian 2) Perubahan diameter sprue dan diameter runner

ABS resin pellet


grade umum
tidak ada penguatan resin (non filler)
Berat jenis1.04
Kedalaman B

Eco sprue bush (P=2.0)


sprue bush (P=3.5)
(P=3.5
P=2.0

Volume
resin buangan hanya
bagian
sprue dan runner

Lebar A

Kondisi forming dan berat forming dengan ABS


Ukuran runner
(sub runner)

sprue
bush

Eco
sprue
bush

yang
P=2 F=0.8
lama
P=3P=3.5
.5
P=
2 F= 0 .8
Runner
size A(lbr) AB(kedalaman)

A = 4 B = 3 .5
A = 1 .4 B = 1 .2
() B
Produk
berat
setiap
pcs
(g)
g
0 .0 9 4
0 .0 9 4
1

Berat
resin buangan sprue&runner
(g)

g
2 .3 7 8
0 .7 7 9
Temperatur
()
nozzle

225
225
Temperatur
cavity
()

6 2 Kira-kira40 6 2
UP
1 0 1 .5 {1 0 3 5 }
Tekanan
injeksi
(kgf/cm

(M(Mpa)
Pa) {kgf/
cm 2 } 7 1 {7 2 4 }
Waktu

pendinginan
sec
(sec)
6
3
Chycletime
(sec)

sec
1 6 .9
1 3 .3
1Volume resin buangan Berkurang kira-kira 7%
2Waktu pendinginan diperpendek 3 detik
3Stop terjadinya cobwebbing

Bentuk dengan sprue


bush yang lama

Bentuk dengan
eco sprue bush

38

Hasil pengujian (PP, PMMA resin)

PMMA resin pellet


grade umum
tidak ada penguatan
resin (non filler)
Berat jenis1.19

PP resin pellet
grade umum
tidak ada penguatan
resin (non filler)
Berat jenis0.9

Forming dengan sprue


bush yang lama

forming dengan eco


sprue bush

Forming dengan sprue


bush yang lama

Berat produk dan kondisi forming dengan


PMMA
Sprue bush yang
Eco sprue bush

Berat produk dan kondisi forming dengan PP


Sprue bush yang

Eco sprue

lama P=3.5

bush P=2 F=0.8

A=4 B=3. 5 A=1. 4


Berat produk setiap pcs (g)
0. 075
Volume pembuangan resin bagian sprue dan runner (g)
1. 91
Temperatur nozzle
200
Temperatur cavity
43
2
Tekanan injeksi (MPa) {kgf/cm }
71 { 725}
71
Waktu pendinginan sec
8
Waktu pendinginan (sec)
Cycle time sec
18. 6
Runner size A (leber) B (kedalaman)

1Volume pembuangan resin menurun kira-kira 70%


2Waktu pendinginan dipersingkat 3 detik
3Menghentikan terjadinya sisa berbentuk
seperti benang

lama P=3.5

B=1. 2
0. 074
0. 591
200
43
{ 725}
5
11. 8

Runner size A (leber) B (kedalaman)

P=2.0 F=1.0

A=4B=3.5

A=2B=1.6

Berat produk setiap pcsg

0.105

0.105

Volume pembuangan resin bagian sprue dan runnerg

2.636

0.979

Temperatur nozzle

260
Kira-kira
50
75UP

Temperatur cabity
2

101.5 {1035}

Tekanan injeksi (MPa) {kgf/cm }


Waktu pendinginan sec
Cycle timesec

Tanpa merubah
kondisi forming

forming dengan eco


sprue bush

260
75

152.3 {1553}

10

20.3

15.3

1Volume pembuangan resin menurun kira-kira 60%


2Waktu pendinginan dipersingkat 5 detik
3Menghentikan terjadinya sisa berbentuk
seperti benang

forming dengan eco


sprue bush

39

Kedalaman pocket F (mm)

Hasil pengujian eco sprue


2.0

Kedalaman

resin
pocket
FF

0 .3
0 .5
0 .8
1 .0
1 .2
1 .5
1 .8

1.5

1.0

0.5

Kedalaman resin pocket

FABS

Polypropylene

PP

Methacryl Polyethylene

PMMA

PE

Polycarbonate

PC

Polyacetal

Polyamide

POM

PA

Batas
yang

bisa
di forming

(hasil pengujian)

Batas
yang
dianjurkan

Nama resin

Hubungan kedalaman resin pocker F yang bisa forming dan forming resin
Terjadinya cobwebbingF=0.3

Forming yang bagus (F=0.8)

Terjadi die release NG (F=1.2

Nozzle
Under cut
Nozzle

Dangkal

Kedalaman resin pocket

Dalam

Hubungan sprue dengan kedalaman resin pocket F di ABS resin


40

Guide rail

Groove type

Tren dunia industri


Perampingan
cost rendah

Contoh penggunaan
Material
SKD11setara
HRC5860

Guide rail

Released
2010
Edisi tambahan
katalog halaman 37

Keunggulan

Permukaan slide core tidak membutuhkan


guide rail
Membuat compact struktur slide dan
antisipasi ganguan dari parts lain
Penyetingan dibagian dalam slide core
Pemuaian karena panas kecil pengaruhnya
terhadap guide rail yang terletakan di bagian
samping
Mencegah membesarnya slide core samping yang
lebar
Menyusun beberapa batang stroke yang panjang

Center rail
Digunakan sebagai center rail
dan tidak perlu guide rail

41

Penyimpulan
Menguasai tren dunia industri dan fokus pada pengembangan standard
parts yang mempunyai nilai tambah yang tinggi
Berusaha memberikan sumbangsih pada dunia industri mold&die

Hal yang diperlukan untuk merealisasikannya


Permintaan produk dari customer

Memperkuat sistem penelitian yang berhubungan dengan


industry-academic-government dan customer (mold&die, forming),
dan mewujudkan pengembangan poduk yang efektif efisiensinya

42

Gas vent asistant unit

MVCL

Air vent

Keunggulan
Gas vent asistant unit MVCL membuat negative pressure
dalam die menggunakan pengempaan udara, mempermudah
pengisian forming resin , peningkatan cycletime dan efek
dalam pencegahan forming NG.
Batasan temperatur yang dipakai060
Batasan tekanan yang dipakai0.150.7MPa

M-VCL10-018C
Pengempaan Volume yang
Vacuum
Volume

diisap
udara
degree
pembuagan
gas
0.5MPa 42L/min -66KPa 47L/min
Released periode
tahun 2010

Pengempaan udara
Contoh penggunaan alat pembuat vacuum
M-VCL
diffuser

Nozzle

Pembuangan
udara

Pengempaan udara

Tren dunia industri


High cycle
Countermeasure
Forming NG

Katalog edisi tambahan


halaman 2930

Pembuangan
gas

Struktur
alat pembuat pengempaan udara
43

Gas vent unit MSTV

Tren dunia industri


Peningkatan die lifetime
Coutermeasure Forming NG

Saat sedang pengisian resin


Klep terbuka oleh spring, gas dan udara dalam
die dikeluarkan melalui resin

Saat selesai pengisian resin


Kalau resin sampai di valve gas buang akan gas
tertutup dengan tekanan resin.

Die plate
Resin

Resin
Valve (klep)

Material
Main body : SUS 303
Sping : SUS level
Tahan panas : 200
Released Periode
tahun 2010

Katalog edisi
tambahan
halaman 2728

Keunggulan
Melalui celah (t) di bagian dalam gas vent unit yang diletakkan di bagian produk dan juga runner, udara di
dalam mold beserta gas yang timbul dari plastik cair diarahkan dan dibuang ke sisi luar mold.
Dengan membuang gas secara efektif, akan mengurangi cacat pencetakkan (burn mark, shink mark, weld
line dll), dan juga memungkinkan untuk memperpendek cycle time.

44

Cara penggunaan guide pin & bush


Toleransi bush dan guide pin
Guide pin

Guide

pin untuk level presisi

GPJ

GPH

Oil
groove

D
1007
-0.015
-0.020
-0.020
-0.025
-0.025
-0.030
-0.030
-0.035

8
10
1213
16
2025
2830
32
35
40

-0.030
-0.040

50

1014
-0.015
-0.020
-0.020
-0.025
-0.025
-0.030

suhu tinggi

Guide bush

levelpresisi
suhu
tinggi
Tipe besar
Kelas

GBH
GBHEGBSE
GBHKZ GBST
GBS GBAMGBBM
D

Guide
pin untuk tipe besar

GPHK

GPX

GPP

GPPTA
GPPTB

1011
-0.030
-0.040
-0.040
-0.050
-0.050
-0.060

1031

1031

1033

8
10
1213
16
2025
2830
32
35

-0.030
-0.040

60

-0.030
-0.050

-0.030
-0.050

80

-0.050 -0.040
-0.025 -0.075 -0.050
-0.041
-0.060
-0.070
-0.060 -0.070
-0.030 -0.090 -0.080
-0.049
-0.080
-0.100

40

1039
0
-0.005
-0.005
-0.010
-0.010
-0.015
-0.015
-0.020

1014
0.014
0.005
0.017
0.006
0.02
0.007

0.025
0.009

1049
0.022
0.013
0.028
0.016
0.033
0.020

50

60

0.029
0.010

80

1051

0.050
0.040
0.070
0.060
0.080
0.070
0.100
0.080
45

Cara pemilihan guide pin dan bush


Clearance bush dan guide pin (mm)
Guide pin level presisi

0.010
0.020
0.010
0.020
2025 0.010
2830 0.020
0.010
32
35
0.020
0.010
40
0.025

8
10
1213
16

50

GPJ

GPH

1007

0.020
0.034
0.026
0.042
0.032
0.050
0.039
0.060
0.039
0.065

1014

0.020
0.034
0.026
0.042
0.032
0.050

Untuk
suhu
yang
tinggi

GPHK

1011

0.043
0.062
0.056
0.088
0.070
0.093

Bush pitch Pb
Pin pitch Pp

Guide pin untuk die besar

GPX

GPP

1031

1031

GPPTA
GPPTB

1033

0.039
0.065

60

0.040
0.079

0.040
0.079

80

Bush

0.065
0.091
0.085
0.111
0.100
0.129
0.110
0.149

0.090
0.125
0.120
0.160
0.130
0.170
0.140
0.190

0.080
0.100
0.120
0.140
0.140
0.160
0.160
0.200

20m
50
80
100
150
200

Arah pemuaian

Taper block

Membedakan penggunaan guide pin &bush


Level presisiuntuk forming presisi sampai suhu die 80
Level biasa die untuk umum
Untuk temperatur tinggi untuk forming temperatur tinggi seperti
connector (Engineering plastic)
Untuk die besar Pada parts mobil banyak digunakan GPX
Clearance bush & guide pin dan thermal expansion
Besarnya perubahan guide pin dihitung dengan rumus Pp-Pb
Besarnya perubahan ukuran = thermal expansion coefficient x
panjangnya x perubahan temperatur
Guide pitch : 1000mm, perbedaan temperatur atas dan bawah die 5
-6
Besarnya perubahan ukuran dari thermal expansion coefficient
-6
NAK80 12.5 x10
= 12.5 x10 x 1000 x 5 = 0.0625
Apabila besar perubahan 0.063 pilih guide pin & bush yang besar
clearance nya
Perbedaan temperatur atas dan bawah die disetting agar 5
Apabila thermal expansion die besar gunakan taper block yang bisa
disetting bukan taper pin

46