You are on page 1of 8

MODUL 6

AKUNTANSI SYARIAH

REKONSTRUKSI KERANGKA DASAR


KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN SYARIAH II

Dosen

S A F I R A, SE. Ak. M.Si

PROGRAM KELAS KARYAWAN


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

Rekonstruksi Kerangka Dasar Konseptual


Untuk Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Syariah II
Tujuan dan Peranan
Kerangka dasar ini menyajikan konsep yang mendasari penyusunan dan
penyajian laporan keuangan bagi para penggunanya. Tujuan kerangka dasar ini adalah
untuk digunakan sebagai acuan bagi :
1. penyusun standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan tugasnya;
2. penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi syariah
yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan syariah;
3. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yang berlaku umum;
4. para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan
dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi
keuangan syariah
Tujuan Laporan Keuangan Syariah
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Disamping itu, tujuan lainnya adalah :
1. meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan
kegiatan usaha;
2. informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi
aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip
syariah bila ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya;
3. informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas
syariah terhadap amanah dalam mengaman-kan dana, menginvestasikannya
pada tingkat keuntungan yang layak; dan

4. informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanam modal


dan pemilik dana syirkah temporer; dan informasi mengenai pemenuhan
kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas syariah, termasuk pengelolaan dan
penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

Tujuan Akuntansi Syariah


Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam sistem Islam mengarah pada
tercapainya kebaikan, kesejahteraan, keutamaan, serta menghapuskan kejahatan,
kesengsaraan, dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal
ekonomi, tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di
akhirat.
Terdapat tiga sasaran hukum Islam yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai
rahmat bagi seluruh umat manusia, yaitu:
1. Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi
masyarakat dan lingkungannya.
2. Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup
aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.
3. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). Para ulama menyepakati bahwa
maslahah yang menjad puncak sasaran di atas mencakup lima jaminan dasar:
a.

keselamatan keyakinan agama (al din)

b.

kesalamatan jiwa (al nafs)

c.

keselamatan akal (al aql)

d.

keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl)

e.

keselamatan harta benda (al mal)

Bisnis syariah dewasa ini mengalami perkembangan yang signifikan dan menjadi
tren baru dunia bisnis di negara-negara mayoritas berpenduduk muslim maupun non
muslim, perkembangan ini terutama terjadi di sektor keuangan. Perbankan Syariah dan
produk-produknya telah beredar luas di masyarakat, Asuransi Syariah dan Reksadana
Syariah juga sudah mulai bermunculan. Perkembangan bisnis syariah ini menuntut
standar akuntansi yang sesuai dengan karakteristik bisnis syariah sehingga transparansi
dan akuntanbilitas bisnis syariah pun dapat terjamin.
Apabila ingin membangun usaha yang sesuai syariah, pebisnis sudah harus
memikirkan segala proses bisnis yang dijalankan sesuai syariah, termasuk dalam hal
pembukuan, yang saat ini secara modern menggunakan istilah akuntansi. Seperti
diutarakan Sofyan S Harahap, (Direktur Islamic Economic and Finance, Post Graduate
Program, Universitas Trisakti), dalam sebuah seminar di Jakarta, akuntansi syariah
berfungsi membantu manusia menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya dalam

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

suatu perusahaan atau organisasi sehingga semua kegiatan tetap dalam keridhaan
Allah SWT.
Sesuai kerangka teori yang ada, akuntansi syariah didasarkan kepada tauhid, tujuan,
paradigma, konsep, prinsipnya harus sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diatur dalam
Al-Quran dan Hadist. Oleh karena itu laporan keuangan akuntansi syariah berisi
tentang laporan pelaksanaan syariah di perusahaan baik aspek produk maupun
operasional, tanggung jawab perusahaan dan kinerja perusahaan.
Tujuan Akuntansi Keuangan Syariah
a. Menentukan hak dan kewajiban pihak terkait, termasuk hak dan kewajiban yang
berasal dari transaksi yang belum selesai dan atau kegiatan ekonomi lain, sesuai
dengan prinsip syariah yang berlandaskan pada konsep kejujuran, keadilan,
kebajikan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis islami.
b. Menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi pemakai laporan untuk
pengambilan keputusan.
c. Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan
kegiatan usaha.
Asumsi Dasar
1. Dasar Akrual, Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar
akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat
kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan
diungkapkan dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan
pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan yang disusun atas dasar
akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang
melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran kas
di masa depan serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan diterima
di masa depan. Oleh karena itu, laporan keuangan menyediakan jenis informasi
transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi pemakai dalam
pengambilan

keputusan

ekonomi.

Penghitungan

pendapatan

untuk

tujuan

pembagian hasil usaha menggunakan dasar kas. Dalam hal prinsip pembagian hasil
usaha berdasarkan bagi hasil, pendapatan atau hasil yang dimaksud adalah
keuntungan bruto (gross profit).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

2. Kelangsungan Usaha, Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi


kelangsungan usaha entitas syariah dan akan melanjutkan usahanya di masa
depan. Karena itu, entitas syariah diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan
melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau
keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar
yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.
Laporan Keuangan Syariah
Sesuai karakteristik maka laporan keuangan entitas syariah antara lain meliputi :
1.

2.

3.

komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial:


a.

laporan posisi keuangan;

b.

laporan laba rugi;

c.

laporan arus kas; dan

d.

laporan perubahan ekuitas.

komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial :


a.

laporan sumber dan penggunaan dana zakat; dan

b.

laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan.

komponen laporan keuangan lainnya yang mencerminkan kegiatan dan tanggung


jawab khusus entitas syariah tersebut.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah


Sejalan dengan mulai diberlakukannya ketentuan transparansi bagi perbankan
syariah, selama tahun laporan telah dilakukan pertemuan dengan pihak Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) yang ditindaklanjuti dengan pemberian materi yang diperlukan pada
pelatihan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia kepada
para Akuntan Publik Indonesia dalam rangka memberikan pemahaman mengenai
proses pelaksanaan pemenuhan ketentuan tersebut yang mulai berlaku untuk laporan
keuangan tahun buku 2006.
Akuntan Publik yang melakukan audit terhadap perbankan syariah sebelum
mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan, agar memperoleh pendapat terlebih
dahulu dari Dewan Pengawas Syariah tentang kepatuhan bank syariah yang
diawasinya.
Adanya laporan pengawasan syariah kepada stakeholders perbankan syariah
dan keharusan untuk mendapatkan pendapat Dewan Pengawas Syariah bagi Akuntan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

Publik sebelum mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan perbankan syariah yang
diaudit, adalah merupakan salah satu usaha untuk menjaga tingkat kepercayaan
masyarakat dalam penerapan prinsip syariah dalam setiap transaksi Hal ini sesuai
dengan salah satu sasaran akhir yang akan dicapai dalam revisi Cetak Biru
Pengembangan Perbankan Syariah tahun 2005 berupa terpenuhinya prinsip syariah
dalam operasional perbankan syariah.
Dalam upaya untuk mendorong tersusunnya norma-norma keuangan syariah
yang seragam dan pengembangan produk yang selaras antara aspek syariah dan
kehati-hatian, pada tahun laporan telah dilakukan pembahasan bersama pihak terkait
didalam Komite Akuntansi Syariah dimana Bank Indonesia sebagai salah satu
anggotanya bersama Ikatan Akuntan Indonesia dan pihak lainnya.
Komite Akuntansi Syariah bersama dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan
- Ikatan Akuntan Indonesia tahun 2007 telah mengeluarkan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan untuk transaksi kegiatan usaha dengan mempergunakan akuntansi
berdasarkan kaidah syariah. Berikut ini daftar Standar Akutansi Keuangan yang juga
akan berlaku bagi perbankan syariah :
1.

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah,

2.

PSAK 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah,

3.

PSAK 102 tentang Akuntansi Murabahah,

4.

PSAK 103 tentang Akuntansi Salam,

5.

PSAK 104 tentang Akuntansi Istishna,

6.

PSAK 105 tentang Akuntansi Mudharabah,

7.

PSAK 106 tentang Akuntansi Musyarakah.


IAI sebagai lembaga yang berwenang dalam menetapkan standar akuntansi

keuangan dan audit bagi berbagai industri merupakan elemen penting dalam
pengembangan perbankan syariah di Indonesia, dimana perekonomian syariah tidak
dapat berjalan dan berkembang dengan baik tanpa adanya standar akuntansi keuangan
yang baik.
Standar akuntansi dan audit yang sesuai dengan prinsip syariah sangat
dibutuhkan dalam rangka mengakomodir perbedaan esensi antara operasional Syariah
dengan praktek perbankan yang telah ada (konvensional). Untuk itulah maka pada
tanggal 25 Juni 2003 telah ditandatangani nota kesepahaman antara Bank Indonesia
dengan IAI dalam rangka kerjasama penyusunan berbagai standar akuntansi di bidang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

perbankan Syariah, termasuk pelaksanaan kerjasama riset dan pelatihan pada bidangbidang yang sesuai dengan kompetensi IAI.
Sejak tahun 2001 telah dilakukan berbagai kerjasama penyusunan standar dan
pedoman akuntansi untuk industri perbankan syariah termasuk penyelesaian panduan
audit perbankan syariah, revisi Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 59
tentang Akuntansi Perbankan Syariah dan revisi Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah
Indonesia (PAPSI). Dengan semakin pesatnya perkembangan industri perbankan
syariah maka dinilai perlu untuk menyempurnakan standar akuntansi yang ada. Pada
tahun 2006, IAI telah menyusun draft Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia
(PAPSI). Draft ini diharapkan dapat ditetapkan menjadi standar pada tahun 2007.
Dalam penyusunan standar akuntansi keuangan syariah, dilakukan IAI dengan
bekerjasama dengan Bank Indonesia, DSN serta pelaku perbankan syariah dan dengan
mempertimbangkan standar yang dikeluarkan lembaga keuangan syariah internasional
yaitu AAOIFI. Hal ini dimaksudkan agar standar yang digunakan selaras dengan standar
akuntansi keuangan syariah internasional.

Referensi :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH

Harahap, Sofyan Syafri, 2001, Akutansi Islam, PT Bumi Aksara, Jakarta.

Muhammad, 2002, Pengantar Akuntansi Syariah, Salemba Empat, Jakarta.

PSAK no. 59 , 2002, Tentang Akuntansi Perbankan Syariah, IAI, Jakarta

PSAK no 101 106, 2007, IAI, Jakarta

Wiyono, Slamet, 2005, Cara Mudah Memahami Akuntansi Perbankan Syariah


Berdasar PSAK dan PAPSI , Grasindo, Jakarta.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR- UMB

Safira, SE,Ak.M.Si.

AKUNTANSI SYARIAH